<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1452025240965642023</id><updated>2012-02-03T19:21:18.357+07:00</updated><title type='text'>Majalah Percikan Iman</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Majalah Percikan Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10398594625890799871</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>563</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1452025240965642023.post-7290457871172304038</id><published>2012-02-01T00:27:00.001+07:00</published><updated>2012-02-01T00:27:00.120+07:00</updated><title type='text'>Editorial</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;MIRAS SEHARUSNYA DIBERANTAS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersebutlah seorang pemuda alim yang giat beribadah. Suatu hari, sang pemuda ditantang untuk satu kali saja berbuat maksiat. Pilihannya: meminum minuman keras, berzina, atau membunuh. Lama pemuda tersebut berpikir sebelum akhirnya sampai pada kesimpulan bahwa meminum minuman keras akan lebih sedikit mendatangkan kemudharatan. Toh, kalau mabuk, hanya dia seorang yang akan dirugikan. Berbeda halnya dengan berzina atau membunuh yang sudah pasti akan melibatkan orang lain. Karenanya, pemuda alim tersebut akhirnya menyanggupi untuk sekali saja berbuat maksiat, yaitu dengan meminum minuman keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang terjadi kemudian? Setelah berada dalam pengaruh alkohol, pemuda itu mudah tersulut berahinya ketika melihat seorang gadis cantik yang lewat di depan matanya sehingga kemudian terjadilah perzinaan. Merasa tindakannya tersebut akan dilaporkan kepada yang berwajib, pemuda alim yang tengah mabuk tersebut memutuskan membunun wanita yang dizinainya untuk menghilangkan jejak perbuatannya. Minuman keras yang semula dikira hanya akan mendatangkan kemudharatan bagi diri sang pemuda sendiri, kini telah menyebabkannya berzina dan bahkan melakukan tindak pembunuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sudah begini, masihkah kita berpendapat bahwa larangan peredaran minuman keras perlu dikoreksi, atau dalam istilah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) diklarifikasi? Beberapa Perda Miras yang diklarifikasi oleh Mendagri itu antara lain Perda Nomor 7 Tahun 2005 di Kota Tangerang, Perda Nomor 15 Tahun 2006 di Kabupaten Indramayu, dan Perda Nomor 11 Tahun 2010 di Kota Bandung. Versi Kemendagri, hal ini perlu dilakukan agar Perda tidak bertentangan dengan UU yang lebih tinggi semisal Kepres. Selama ini memang, minuman keras tidak dilarang dalam UU dan hanya diatur saja pendistibusiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak pihak menyayangkan hal ini. Meski tindakan Kemendagri tidak serta merta mencabut Perda Miras, tapi paling tidak Perda tersebut berpeluang untuk dibatalkan. Kita patut mengapresiasi langkah sejumlah pejabat daerah yang dengan tegas melarang peredaran minuman keras di wilayahnya yang dituangkan dalam peraturan daerah (Perda) Miras. Sayangnya, masih saja ada sejumlah pejabat yang Allahu a’lam mempunyai kepentingan apa yang berusaha mengutak-utik Perda tersebut. Karenanya, kita harus mendukung pejabat yang berusaha menegakkan Perda Miras dan menghalau pejabat yang berusaha menggugat keberadaan dan pelaksanaan Perda Miras. [Muslik]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1452025240965642023-7290457871172304038?l=majalahpercikaniman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/feeds/7290457871172304038/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2012/02/editorial.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/7290457871172304038'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/7290457871172304038'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2012/02/editorial.html' title='Editorial'/><author><name>Majalah Percikan Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10398594625890799871</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1452025240965642023.post-1523454192543608079</id><published>2012-02-01T00:26:00.000+07:00</published><updated>2012-02-01T00:26:00.120+07:00</updated><title type='text'>Tafsir Tematis</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;MENANTI HUKUM TANPA PANDANG BULU&lt;br /&gt;(Tafsir Surat An-Nisaa ayat 58)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dr. Aam Amiruddin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lama ini kita sempat dihebohkan oleh pemberitaan mengenai ketidakadilan hukum yang dipertontonkan oleh aparat di negara tercinta ini. Tidak lain adalah kasus pencurian sandal jepit yang melibatkan seorang pelajar sebagai tersangka dan seorang aparat sebagai korban. Kasus ini bukanlah hal baru karena sebelumnya sudah muncul kasus serupa, seperti pencurian kakao, semangka, dan lain-lain, tetapi tetap saja kita dibuat terperangah. Sekali lagi, ini membuktikan bahwa hukum di republik ini masih pandang bulu dan baru berlaku secara tegas pada kasus hukum yang menimpa rakyat kecil tak berdaya, alias tidak berduit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat ke-58 surat An-Nisaa yang akan kita tafsirkan tersebut merupakan gambaran peradilan Islam yang tanpa pandang bulu, tidak bisa dibeli, dan paling penting adalah kualitas yang seharusnya dimiliki oleh penegak hukum yang menjadi nakhoda peradilan. Ayat tersebut kurang lebih memuat dua unsur penting dalam sebuah peradilan. Pertama, sumber daya manusia (SDM) peradilan dan kedua, sistem peradilan. Nah, mari kita coba ulas bagaimana pesan-pesan Al-Quran mengenai hukum dan peradilan (sebagaimana diungkapkan dalam salah satu ayat surat An-Nisaa tersebut) dari sudut pandang para mufassir sekaligus menelaah indahnya peradilan yang dilandaskan pada syariah (Al-Quran dan sunah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat ke-58 surat An-Nisaa tersebut diturunkan sehubungan dengan kejadian Futuh Mekah (penaklukan Mekah) yang dilakukan oleh Rasulullah bersama para sahabat. Beberapa saat setelah Mekah berada dalam kekuasaan Rasulullah Saw., beliau meminta salah seorang penjaga Kabah (saat itu diemban oleh Utsman bin Talhah) untuk meyerahkan kunci pintu Kabah. Utsman keberatan dan menahan diri untuk memberikan kunci tersebut kepada Rasulullah. Namun, ketika Rasulullah kembali memintanya, Utsman pun memberikannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, Rasulullah masuk ke dalam Kabah dan beliau menemukan patung Nabi Ibrahim yang memegang piala yang terbuat dari kayu. Lalu, Rasulullah Saw. menghancurkan patung tersebut. Setelah Rasulullah keluar menemui para sahabat, kunci itu pun dikembalikan kepada Utsman seraya membacakan ayat ke-58 surat An-Nisaa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat tersebut, sebelum membahas perihal hukum dan peradilan, terlebih dahulu Allah mengungkapkan perihal amanah dengan kalimat-Nya, “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya…” Jika kita tarik benang merah, maka boleh jadi ayat ini memberi isyarat bahwa persoalan hukum pada dasarnya tidak bisa dilepaskan dari pembahasan amanah. Secara bahasa, amanah sering kali kita artikan sebagai titipan. Orang yang amanah berarti orang yang jujur dan hati-hati dalam menjaga titipan. Misalnya, seseorang yang menjadi staf keuangan akan dikatakan amanah jika pengelolaan dan pembukuan keuangan dilakukan dengan tertib dan tidak ada indikasi kebocoran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara amanat berarti berbicara tiga komponen, yaitu pemberi amanah, orang yang diamanahi, dan sesuatu yang diamanahkan. Amanah dalam ruang lingkup ayat yang tengah kita tafsirkan pun kurang lebih memuat ketiga komponen tersebut. Komponen pertama bisa berarti Allah dan juga manusia, komponen kedua adalah manusia, dan komponen ketiga bentuknya bisa bermacam-macam. Jika Allah sebagai pemberi amanah, maka yang diamanahi adalah hamba-hamba-Nya, dan yang diamanahkan adalah hak-hak Allah untuk dipenuhi oleh hamba-hamba-Nya. Shalat, zakat, shaum, kejujuran, akhlak mulia, dan lain sebagainya merupakan amanah Allah yang mesti dipenuhi oleh setiap hamba. Jika amanah terjadi antara sesama manusia sebagai komponen pertama dan kedua, maka yang diamanahkan kurang lebih berupa barang titipan yang harus dijaga dan diberikan atau disalurkan kepada yang berhak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapat kita bayangkan jika amanah itu betul-betul dipenuhi oleh segenap manusia, khususnya bangsa Indonesia yang merupakan komponen yang diamanahi, maka dipastikan tidak akan ada satu pun kasus hukum akan muncul. Kalaupun ada, maka persoalan hukum akan dengan segera terselesaikan karena pemegang amanah (hukum) dapat menegakkan hukum dengan sebaik-baiknya. Hukum akan diberlakukan berdasarkan kearifan dan pertimbangan kemaslahatan bersama. Para pemangku amanah pun akan betul-betul memahami betapa beratnya siksa yang akan menimpa jika dengan sengaja menyelewengkan amanah tersebut. Rasulullah Saw. bersabda,Dari Abu Hurairah, dia berkata, “Rasulullah Saw. bersabda, ‘Pada hari kiamat kelak masing-masing hak akan dikembalikan kepada yang berhak menerimanya, hingga seekor kambing yang bertanduk akan diqishash atas perbuatannya menanduk kambing yang tidak mempunyai tanduk.’” (H.R. Ahmad) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah membuka ayat dengan kalimat mengenai amanah yang menjadi tonggak terselenggaranya peradilan yang tidak memihak, kemudian Allah menegaskan kembali dalam kalimat berikutnya, “…dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil…” Merupakan sebuah pesan nyata bahwa dipastikan ada orang yang tetap saja berkhianat pada amanah yang diberikan meski sudah ditekankan untuk selalu menjaganya. Dengan demikian, sekarang bola panas itu ada pada sistem peradilan. Peraturan peradilan yang ada harus betul-betul bisa menjaga agar amanah sampai kepada yang berhak. Pihak yang terlibat dalam peradilan itulah yang kini diserahi amanah  lebih berat lagi. Beratnya sebuah peradilan yang dilakukan dengan adil (karena bukan per-adil-an atau peng-adil-an namanya kalau tidak adil), tentu membawa dampak yang berat pula bagi pelakunya (pahala yang melimpah ). Mari kita cermati hadits berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ibnu Abi Aufa dia berkata, “Rasulullah Saw. bersabda, ‘Sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla senantiasa bersama seorang qadhi (hakim) selama dia tidak berbuat aniaya dalam keputusannya. Maka apabila ia berbuat aniaya, Allah menyerahkannya pada dirinya.’”  (H.R. Baihaqi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah atsar disebutkan, “Adil dalam satu hari sama artinya dengan ibadah dalam 40 tahun.” Sebaliknya, jika keadilan dalam sebuah hukum masing compang-camping, maka pihak  yang bertanggung jawab akan menjadi orang pertama yang akan merasakan getirnya api Jahanam yang tiada tandingannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adil tidak selalu bermakna sama rata meski memang sebagian kecil dari adil itu adalah sama rata. Adil lebih dimaknai sebagai proporsionalitas dalam menempatkan suatu perkara. Adil berarti menempatkan yang salah pada yang salah dan yang benar pada yang benar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah Allah memberikan pelajaran berharga agar kita senantiasa menjaga amanat dan berlaku adil, khususnya dalam hal hukum. Tidak semata Allah mengajarkan dan memerintahkan itu semua kecuali di dalamnya ada sejumlah kemanfaatan, kemaslahatan, dan menjamin ketenteraman hidup umat manusia. Yakinkanlah bahwa Allah senantiasa memantau apa pun yang diperbuat hamba-Nya. Allah Maha Mendengar atas bisik-bisik jahat dalam mempermainkan dan menjual-belikan hukum dan peradilan. Allah pun Maha Mengetahui manusia-manusia yang hendak mengkhianati amanah yang dititipkan kepadanya.  Wallahu a’lam bishshawab.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1452025240965642023-1523454192543608079?l=majalahpercikaniman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/feeds/1523454192543608079/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2012/02/tafsir-tematis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/1523454192543608079'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/1523454192543608079'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2012/02/tafsir-tematis.html' title='Tafsir Tematis'/><author><name>Majalah Percikan Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10398594625890799871</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1452025240965642023.post-7547015161055159970</id><published>2012-02-01T00:25:00.000+07:00</published><updated>2012-02-01T00:25:00.279+07:00</updated><title type='text'>Bedah Hadits</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;RELA (ISLAM SEBAGAI AGAMAKU)&lt;br /&gt;Bagian Dua&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tate Qomaruddin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat kedua agar seseorang bisa merasakan nikmatnya iman adalah rela Islam sebagai agama. Islam itu sendiri bermakna kepasrahan kepada Allah dengan penuh kerelaan. Orang yang ber-Islam adalah orang yang tunduk. Akan tetapi, bukan sembarang tunduk melainkan tunduk kepada Allah Swt. semata. Ketundukan kepada sembarang pihak atau sembarang tuhan bukanlah Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketundukan dan kepasrahan adalah sesuatu yang Allah kehendaki dari manusia dalam rangka menguji  kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yang telah menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji kalian siapakah di antara kalian yang paling baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (Q.S. Al-Mulk [67]: 2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah menciptakan kehidupan dengan satu paket sistem atau tata aturan yang terintegrasi. Ada sistem yang berlaku pada tubuh manusia secara personal. Tumbuh kembang manusia dan metabolisme tubuh, misalnya, tunduk pada sistem ini. Ada sistem yang berlaku pada tubuh binatang. Ada sistem yang berlaku pada tetumbuhan. Ada sistem yang berlaku pada tatasurya. Dan ada sistem yang mengatur dan mensinerjikan antar segala anggota alam semesta kesuluran. Dan semuanya dirancang oleh-Nya dengan begitu sempurna. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang sistem yang berlaku pada bumi dan dan sekaligus secara spesifik pada manusia, Allah berfirman, “Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin; Dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tiada memperhatikan?” (Q.S. Ad-Dzariyat [51]: 20-21)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang sistem yang berlaku pada tetumbuhan, firman-Nya: “Dan di bumi ini terdapat bagian-bagian yang berdampingan, dan kebun-kebun anggur, tanaman-tanaman dan pohon kurma yang bercabang dan yang tidak bercabang, disirami dengan air yang sama. Kami melebihkan sebahagian tanam-tanaman itu atas sebahagian yang lain tentang rasanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.” (Q.S. Ar-Ra’d [13]:  4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang sistem yang berlaku di alam semesta, Allah berfirman: “Maka apakah mereka mencari agama yang lain selain (agama) Allah? Padahal kepada-Nyalah tunduk segala apa yang ada di langit dan di bumi baik secara suka maupun secara terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan.” (Q.S. Ali Imran [3]: 83)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua ayat itu menegaskan tentang adanya sistem yang mengendalikan kehidupan alam semesta pada umumnya dan manusia pada khususnya. Nah, bagian dari paket aturan itu adalah aturan yang mengatur bagaimana seharusnya manusia bersikap kepada Sang Pencipta, kepada sesama manusia, dan kepada alam semesta. Itulah agama Islam. Jika demikian, wajar awal ayat itu mengemukakan pertanyaan retoris “Maka apakah mereka mencari agama lain selain (agama) Allah?” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya jaminan kebahagian manusia dalam kehidupan di dunia dan juga akhirat adalah ketundukan kepada Allah sebagai muslim. Dengan tunduk kepada Allah Swt. maka manusia hidup dalam harmoni dengan seluruh anggota alam semesta yang senantiasa tunduk kepada-Nya. Dengan harmoni itulah hadir kebahagian, rasa takut sirna, dan kesedihan pun hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“(Tidak demikian) bahkan barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang dia berbuat kebajikan, maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 112)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerelaan kita kepada Islam sebagai agama harus ditunjukkan dengan kesiapan kehidupan kita diatur oleh Islam, dalam segala aspeknya.  Bukankah kita tidak pernah protes kepada siapa pun tentang sistem kerja tubuh kita? Kita patuh saja ketika perut menuntut makanan. Dan kita pun tidak pernah melakukan perlawanan ketika kita harus “ke belakang” untuk membuang apa yang seharusnya dibuang. Kita tidak pernah membangkang saat tubuh kita menghendaki tidur dan istirahat. Dan, kita hanya menikmati saja saat ada orang memperhatikan, membela, dan mencintai diri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak pernah memprotes berlakunya segala tata aturan di alam semesta. Kita tidak memprotes proses yang terjadi pada tetumbuhan: bermula dari benih kecil yang terus bertumbuh dan kemudian pada akhirnya berbuah. Kita tidak pernah berusaha menghentikan terbitnya matahari dari sebelah timur dan tenggelam di sebelah barat. Kita rela semua itu terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti kerelaan itulah hendaknya kerelaan jiwa kita untuk tunduk kepada Allah dan diatur oleh Islam. Kerelaan yang tanpa reserve. Kerelaan tanpa pilih-pilih. &lt;br /&gt;Mengapa ada orang yang merasa begitu berat dan kesulitan untuk mengukuti ajaran Islam dalam hal tata cara makan dan minum. Misalnya bahwa sebelum makan dan minum dianjurkan melafalkan basmalah. Makan dan minum menggunakan tangan kanan dan tidak menggunakan tangan kiri, karena–kata Rasulullah Saw.-setan makan dan minum dengan tangan kirinya. Makan dan minum dianjurkan sambil duduk. Memulai dengan tangan kanan saat mengenakan baju dan kaki kanan saat mengenakan celana atau sandal/sepatu. Dan, berbagai tuntunan lainnya yang kalau diikuti maka segala yang kita kerjakan menjadi bernilai ibadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak sulit, bukan? Tapi, nyatanya ada orang yang tidak suka terikat dengan tuntunan itu. Padahal, dia dengan suka rela dan senang hati mengikuti segala yang dijarkan di sekolah “kepribadian”. Dari mulai cara berjalan, cara duduk, cara jongkok, posisi kaki saat berdiri, cara makan dan minum, dengan tangan mana memegang sendok, garpu, dan pisau, serta pernak-pernik lainnya. Padahal, semua aturan yang rigid itu hanyalah aturan yang dimaksudkan agar orang yang mematuhinya mendapatkan penerimaan di kalangan orang-orang dan tidak disebut kampungan atau dianggap tidak tahu tatakrama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu contoh sederhana tentang ajaran Islam. Tentu saja Islam tidak hanya mengatur urusan personal dan hal sederhana seperti makan minum itu. Islam juga menuntun manusia dalam hal tatacara berpakaian, batas-batas aurat yang harus ditutupi dan tidak boleh dipamerkan. Dahulu, para wanita yang hidup pada masa Rasulullah Saw. dengan sukarela menutup aurat mereka begitu mereka mendengar ayat Allah tentang kewajiban menutup aurat dibacakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, di zaman sekarang kita menyaksikan semakin banyak orang rela menyesuaikan diri dalam hal berpakaian dengan aturan Islam. Mereka mengenakannya dengan penuh percaya diri ke segala ranah yang mereka masuki; dunia profesi, sosial, bahkan dunia seni dan budaya. Alhamdulillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita juga rela Islam sebagai pengatur urusan harta kita, baik terkait dengan cara mencarinya atau membelanjakannya. Kita rela untuk tidak melakukan kecurangan dan penyimpangan dalam bisnis dan usaha apa pun. “Supaya harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu.” (Q.S. Al-Hasyr [59]: 7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam urusan politik, Islam juga mempunyai aturan. Dan, kita rela serta menerima dan senang hati. Politik dalam Islam adalah segala upaya untuk menghadirkan kemaslahatan bagi manusia, mendekatkan mereka kepada Sang Pencipta dan menjauhkan mereka dari segala keburukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tesis Lord Acton yang menyatakan, “Kekuasaan cenderung korup dan kekuasaan yang mutlak cenderung korup secara mutlak” tidaklah sepenuhnya salah, tapi jelas tidak sejalan dengan semangat politik Islam. Karena seperti apa corak kekuasaan bergantung seperti apa watak orang yang mengelolanya. Jika pemegang kekuasaan itu orang yang beriman, jujur, adil, dan amanah, bahkan dia akan menjadi satu dari tujuh orang yang mendapatkan perlindungan di hari akhirat. Luar biasa, bukan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, kerelaan kita jangan pilih-pilih. Jangan terjadi kita rela bagian Islam tertentu karena ia menguntungkan bagi diri kita. Sedangkan bagian lain kita tolak karena dianggap tidak menguntungkan. “Adakah kalian mengimani sebagian kitab dan menolak sebagian yang lain? Maka tiadalah balasan bagi orang yang melakukan hal itu selain kehinaan di dalam kehidupan dunia dan pada hari kiamat dikembalikan kepada siksaan yang paling dahsyat.” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 85). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan pilih-pilih karena sesungguhnya seluruh ajaran Islam menguntungkan manusia. Bahwa kita melaksanakan Islam secara bertahap sesuai dengan kemampuan yang ada pada kita, adalah sah. Yang paling penting kita rela hidup diatur dengan aturan Islam dan kita yakin. “Pada hari ini telah aku sempurnakan untukmu agamamu dan telah aku sempurnakan (pula) nikmat (dari)-Ku untukmu, dan telah Aku ridhoi bagimu Islam sebagai agamamu.” (Q.S. Al-Maidah [5]: 3). Allahu a’lam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1452025240965642023-7547015161055159970?l=majalahpercikaniman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/feeds/7547015161055159970/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2012/02/bedah-hadits.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/7547015161055159970'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/7547015161055159970'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2012/02/bedah-hadits.html' title='Bedah Hadits'/><author><name>Majalah Percikan Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10398594625890799871</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1452025240965642023.post-5892508462065902648</id><published>2012-02-01T00:24:00.000+07:00</published><updated>2012-02-01T00:24:00.107+07:00</updated><title type='text'>Percik Sains</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;MATINYA LAUT MATI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ir. H. Bambang Pranggono, MBA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kaum Luth telah mendustakan peringatan itu. Sungguh Kami kirim pada mereka badai batu, kecuali keluarga Luth, yang Kami selamatkan di waktu sahur.” (Q.S Al-Qamar [54]: 33-34)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita naik mobil dari Amman – ibukota Jordania – ke Jerusalem, di tengah perjalanan atau lebih tepatnya di KM 37 ada sebuah persimpangan. Jika belok ke kiri, kita akan menemui jalan yang terus menurun sepanjang 10 km. Dan, sampailah kita pada tempat paling rendah di muka bumi, minus 423 m di bawah permukaan laut. Di sini, terbentang danau yang saking luasnya disebut laut dan dinamakan Bahrul Mayyit atau Laut Mati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebut demikian karena di danau ini tidak ada kehidupan sama sekali akibat kadar garam yang sangat pekat, yakni 33,7% atau hampir 10 kali lebih asin dari air laut lain. Hal ini juga yang membuat orang bisa terapung walau tidak pandai berenang. Posisinya sebagai tempat terendah di bumi menyebabkan sinar ultra violet matahari harus menembus lapisan udara hampir setengah kilometer sebelum sampai ke kulit kita. Maka, berjemur di sini lebih aman dibandingkan pantai-pantai lain. Apalagi lumpurnya mengandung mineral magnesium chlorida, sodium, potassium, dan lain-lain yang baik untuk kesehatan kulit. Pantas kiranya jika sejak ribuan tahun lalu, Laut Mati menjadi favorit tempat beristirahat para raja sekelas Herodes dan Cleopatra. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daerah ini juga menjadi pentas sejarah beberapa Nabi, seperti Musa, Daud, dan Luth. Di ujung selatan danau, ada perbukitan dengan bebatuan kapur. Salah satunya dipercaya sebagai istri Nabi Luth yang dikutuk menjadi batu karena menolak meninggalkan kota Sodom yang merupakan pusat kaum homoseksual. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sayang, volume Laut Mati ini menyusut 30 cm setiap tahun akibat penguapan air. Hal ini diperparah dengan berkurangnya pasokan air dari sungai Jordan yang mengalirkan air dari danau Galilea. Memang, air sungai Jordan banyak dimanfaatkan penduduk setempat untuk keperluan pertanian, industri, dan rumah tangga. Para ahli memperkirakan bahwa Laut Mati akan kering pada 2050. Setelah itu, kita hanya akan melihat lahan gersang yang pernah menjadi lokasi Laut Mati yang sudah mati. Namun tetap, Laut Mati akan menjadi peringatan tentang murka Allah pada perilaku homoseksual. Wallahu a’lam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1452025240965642023-5892508462065902648?l=majalahpercikaniman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/feeds/5892508462065902648/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2012/02/percik-sains.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/5892508462065902648'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/5892508462065902648'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2012/02/percik-sains.html' title='Percik Sains'/><author><name>Majalah Percikan Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10398594625890799871</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1452025240965642023.post-2007735487108301199</id><published>2012-02-01T00:23:00.000+07:00</published><updated>2012-02-01T00:23:00.833+07:00</updated><title type='text'>Bedah Masalah</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;BAGAIMANA STATUS PERCERAIAN JIKA DALAM MASA ‘IDDAH MELAKUKAN HUBUNGAN SUAMI-ISTRI?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dr. Aam Amiruddin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ustadz, saya mau curhat mengenai masalah rumah tangga. Masalah tersebut bermula ketika suami menikah dengan wanita lain tanpa seizin saya. Karena sudah terlanjur terjadi, saya pun menjalani pernikahan (poligami) ini dengan berusaha sabar dan ikhlas. Saya berharap, suatu saat dia sadar akan kekeliruannya dengan kembali kepada saya dan anak-anak. Tapi ternyata, suami dan saya tidak bisa menjalani semua ini dengan baik. Saya pun menggugat cerai, meskipun kami masih saling mencintai. Pada suatu hari, sekitar satu setengah bulan setelah perceraian, kami melakukan hubungan suami istri. Saya pernah mendengar, jika wanita yang mengajukan/menggugat (cerai), maka tidak ada masa rujuk dan masa ‘iddahnya hanya satu bulan. Tapi, saya juga pernah mendengar ada lagi pendapat yang menyatakan bahwa masa ‘iddahnya tiga setengah bulan dan jika di dalam masa ‘iddah itu melakukan hubungan suami sitri, berarti perceraiannya batal. Pertanyaannya, bagaimanakah status perceraian saya? Apakah batal atau tidak?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua istilah untuk perceraian yang dilakukan atas dasar permintaan cerai atau biasa disebut gugatan cerai dari pihak istri.  Pertama, fasakh atau pengajuan cerai oleh istri tanpa adanya kompensasi yang diberikan istri kepada suami dalam kondisi:  &lt;br /&gt;1. Suami tidak memberikan nafkah lahir dan batin selama enam bulan berturut-turut;&lt;br /&gt;2. Suami meninggalkan istrinya selama empat tahun berturut-turut tanpa ada kabar berita (meskipun terdapat kontroversi tentang batas waktunya);&lt;br /&gt;3. Suami tidak melunasi mahar (mas kawin) yang telah disebutkan dalam akad nikah, baik sebagian ataupun seluruhnya (sebelum terjadinya hubungan suami istri); atau&lt;br /&gt;4. Adanya perlakuan buruk oleh suami seperti penganiayaan, penghinaan, dan tindakan-tindakan lain yang membahayakan keselamatan dan keamanan istri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, khulu’ atau perceraian antara suami-istri dengan keridhoan dari keduanya dan atas permintaan istri dengan pembayaran (imbalan) sejumlah harta yang diserahkan istri kepada suaminya serta menggunakan kata khulu’ (gugat cerai). Besarnya kompensasi (iwadh) bergantung kesepakatan keduanya dan disunatkan tidak melebihi jumlah mahar yang telah diberikan kepada istri. Yang berhak menjatuhkan dan mengucapkan lafazh talak adalah suami, baik dengan sepengetahuan hakim ataupun tidak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khulu’ dan fasakh merupakan cerai yang hukumnya halal tapi dibenci. Artinya, selama masih mungkin dipertahankan, sebaiknya bersabar dulu dan mempertimbangkan dengan masak serta berdoa agar diberi jalan yang terbaik. Jika ternyata tiada pilihan lain, maka konsekuensi hukumnya adalah pemberlakuan talak ba’in bagi istri. Talak ba’in artinya talak yang menghilangkan kesempatan rujuk, kecuali sang istri tersebut terlebih dahulu menikah dengan yang lain dan telah dukhul (berhubungan suami-istri). Ini menunjukkan bahwa fasakh atau khulu’ sama artinya dengan talak tiga yang berarti talak ba’in.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, sebagian ulama mengatakan bahwa gugatan cerai itu berakibat pada talak ba’in shugra saja dan bukan talak ba’in kubro seperti yang telah dijelaskan tersebut. Talak ba’in sugro yaitu hilangnya hak rujuk pada suami selama masa ‘iddah. Artinya, mantan suami ingin kembali kepada mantan istrinya, maka dia diharuskan melamar dan menikah kembali dengan perempuan tersebut.  Sementara itu, istri wajib menunggu sampai masa ‘iddahnya berakhir apabila ingin menikah dengan laki-laki yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini, saya lebih cenderung pada pendapat kedua karena talak yang datang dari suami atau istri pada prinsipnya sama, yaitu jatuhnya talak. Ketika gugatan cerai itu terjadi untuk yang pertama, maka yang terjadi adalah talak satu, bukan talak tiga. Sementara itu, masa ‘iddah karena talak yang datang baik dari suami atau istri adalah sama yaitu tiga kali suci dari haid atau tiga bulan jika belum atau sudah tidak haid. &lt;br /&gt;Berdasarkan pada ketentuan tersebut, kasus yang Anda alami merupakan pelanggaran terhadap ketentuan syari’at. Karenanya, segeralah Anda bertobat dan semoga kesalahan tersebut lebih karena keidaktahuan sehingga peluang terampuni lebih besar. Amin. Wallahu a’lam bishshawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;KETIKA PENGORBANAN ISTRI DIBALAS DENGAN PERSELINGKUHAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Saya seorang ibu rumah tangga yang telah menikah selama 16 tahun dan dikaruniai dua orang anak. Selama ini, kami tinggal di rumah orangtua saya. Suatu hari, suami berhenti kerja (PHK) dan saya pun bekerja keras (bahkan bisa dibilang kasar) untuk membantu ekonomi keluarga. Ironisnya, balasannya sekarang sungguh menyakitkan (selingkuh). Padahal, pengetahuan agama suami lebih banyak dibandingkan saya. Setiap diajak berdiskusi untuk mencari solusi terbaik, dia selalu diam. Pertanyaan, apa solusi terbaik untuk saya dan keluarga, Ustadz?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selintas bisa dibilang bahwa suami Anda memang sudah berlebihan. Tapi, semua itu tentu ada sebabnya dan sebaiknya ditelusuri terlebih dahulu apa yang menjadi penyebab suami sampai berani selingkuh dan sulit diajak berkomunikasi. Hal tersebut perlu dilakukan sebelum Anda berkesimpulan bahwa suami Anda benar-benar si raja tega yang membalas air susu dengan air tuba. Tidak menutup kemungkinan bahwa tanpa disadari sebab itu datang dari ibu sendiri sehingga pemecahan masalahnya pun akan mudah dilakukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika memang sejauh ini sudah banyak yang dilakukan dan secara yakin ada sesuatu yang salah dengan suami, maka usaha pertama yang harus Anda dilakukan adalah berusaha semaksimal mungkin untuk mengajaknya bicara. Caranya mungkin Anda lebih tahu. Jika dirasa perlu, Anda dapat meminta bantuan orang lain yang bisa dipercaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut sebagian ahli, ada beberapa hal perlu diperhatikan terkait perselingkuhan, yaitu:&lt;br /&gt;1. Tentukan batasan yang jelas mengenai apa saja yang menjadi kategori perselingkuhan. &lt;br /&gt;2. Mengutarakan perasaan agar pasangan tahu bagaimana sebetulnya perasaan Anda terkait hal itu.&lt;br /&gt;3. Berikan kepercayaan terlebih dahulu kepada pasangan. Jika pasangan memang terbukti menyalahgunakan kepercayaan yang diberikan, tentu Anda perlu segera mengambi tindakan.&lt;br /&gt;4. Ketahuilah bahwa sebagian perselingkuhan dipengaruhi oleh fantasi. Usahakan agar Anda menjadi bagian dari kehidupan fantasinya.&lt;br /&gt;5. Menghabiskan waktu untuk melakukan sesuatu bersama-sama merupakan hal yang sangat penting dalam memperkokoh hubungan. &lt;br /&gt;6. Belajarlah memercayai intuisi dalam diri kita. Cari tahu apa yang sebenarnya terjadi ketika merasa ada sesuatu yang salah dengan pasangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu merupakan sebagian cara mengatasi perselingkuhan yang diutarakan para ahli. Selebihnya, Anda sendiri yang lebih tahu realitas yang sebenarnya. Maka, bersabar dan terus berikhtiar tanpa lupa berdoa menjadi kata kunci bagi segala persoalan yang Anda hadapi. Wallahu a’lam bishshawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;PERLUKAH MENGULANG WUDHU?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ustadz, jika setelah wudhu ternyata ada yang terkena najis, apakah wudhunya arus diulang atau cukup dengan membasuh atau membilasnya saja? Mohon penjelasannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua hal yang tidak boleh terbawa shalat, pertama najis dan yang kedua hadas. Najis tidak boleh terbawa shalat sehingga perlu terlebih dahulu dibersihkan dengan cara tertentu sampai najis itu hilang. Sementara hadas tidak boleh terbawa shalat dan harus dibersihkan dengan cara wudhu atau mandi. Najis dan hadas adalah dua hal yang berbeda alias tidak saling berkaitan. Sehingga, ketika sudah wudhu dan ada najis yang akan terbawa shalat, maka najis itu cukup dibersihkan dan tidak perlu mengulangi wudhu. Wallahu a’lam bishshawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;PERLUKAH DIULANG PERNIKAHAN YANG DILANGSUNGKAN KETIKA MEMPELAI WANITA TENGAH HAMIL?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ustadz, saya sudah menikah selama 10 tahun. Saya dinikahkan orangtua karena hamil di luar nikah. Apakah saya selama ini termasuk berzina dengan suami karena yang saya tahu wanita hamil tidak boleh dinikahkan? Lalu, apakah saya harus menikah ulang? Bagaimana kalau perekonomian kami tidak mampu untuk menikah ulang? Atas penjelasannya, saya ucapkan terima kasih.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, menikahi wanita hamil (baik dengan cara sah apalagi dengan cara tidak sah) adalah terlarang meski ada juga sebagian ulama yang membolehkannya. Untuk wanita yang hamil karena perzinaan, maka diupayakan agar yang menikahinya adalah yang menzinainya. Dan, terlarang bagi seorang laki-laki suci untuk menikahi wanita zina, baik belum hamil apalagi sudah hamil. Kebanyakan orangtua saat ini memang bersegera menikahkan anaknya yang sudah kedapatan hamil agar bisa menutupi aib keluarga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika berpegang pada pendapat yang melarangnya, maka pernikahan itu tidak sah dan akad pun harus diulang kembali. Alasan ekonomi tidak menjadi soal karena akad tidak membutuhkan biaya besar. Untuk walimahnya, cukup dilakukan secara sederhana sesuai kemampuan. Kalau kita berpegang kepada pendapat yang membolehkan, maka tidak menjadi masalah menikahi wanita yang sedang hamil, sehingga tidak perlu ada pengulangan. Imam Nawawi memberi jalan tengah, menikahi wanita hamil dan menggaulinya hukumnya makruh sehingga lebih baik jika dilakukan pernikahan ulang untuk lebih meyakinkan. Wallahu a’lam bishshawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;KOK, JUMLAH AYAT DALAM AL-QURAN TIDAK GENAP 6.666?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Teman saya yang non-muslim bertanya mengenai jumlah pasti ayat Al-Quran. Kata dia, “Kok jumlahnya tidak 6.666, sih?” Setelah saya cek, memang jumlahnya tidak genap 6.6666 ayat. Bagaimana ini, Ustadz?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama sepakat mengatakan bahwa jumlah ayat Al-Quran lebih dari 6.200 ayat. Namun berapa ayat lebihnya, mereka masih berselisih pendapat. Ada yang mengatakan 6.205 ayat, 6.210 ayat, 6.214 ayat, 6.217 ayat, 6.220 ayat, 6.226 ayat, dan 6.236 ayat. Silang pendapat itu terjadi ketika menghitung sejumlah potongan kalimat sehingga ada yang berpendapat bahwa hal tersebut dianggap sebagai satu ayat sementara sebagian yang lain menyatakannya sebagai dua ayat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu ditegaskan di sini bahwa perbedaan penghitungan tersebut bukan sama sekali karena ada ayat yang dihitung atau tidak dihitung. Hal tersebut bukan pula karena ada suatu ayat yang tidak diketahui oleh ulama lain. Tidak sama sekali. Al-Quran senantiasa terjaga dari suatu kelemahan dan kesalahan. Hanya saja, sekali lagi perlu ditegaskan bahwa pendapat ulama terhadap satu potongan kalimat bisa berbeda (ada yang menghitung satu ayat dan ada pula yang menghitungnya sebagai dua ayat). Tentu saja, hal tersebut dengan tanpa mengubah isi dan kandungan Al-Quran itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun, penetapan angka 6.666 bukan menunjukkan jumlah sebenarnya dan hanya semata untuk memudahkan kita untuk mengingatnya. Hal ini tentu tidak dapat dipersalahkan. Wallahu a’lam bishshawab.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1452025240965642023-2007735487108301199?l=majalahpercikaniman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/feeds/2007735487108301199/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2012/02/bedah-masalah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/2007735487108301199'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/2007735487108301199'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2012/02/bedah-masalah.html' title='Bedah Masalah'/><author><name>Majalah Percikan Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10398594625890799871</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1452025240965642023.post-7418043038331481955</id><published>2012-02-01T00:21:00.000+07:00</published><updated>2012-02-01T00:21:00.381+07:00</updated><title type='text'>Opini 1</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;JUAL COKELAT, JUAL MAKSIAT?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang menyebutnya hari Valentine. Waktunya jatuh pada 14 Februari. Ini mengingatkan saya pada kejadian sekitar dua tahun yang lalu. Tepatnya beberapa hari sebelum 14 Februari itu tiba, beberapa teman saya di kampus mengajak saya bergabung dalam usaha kecil-kecilan berjualan cokelat di hari Valentine. Dalam hati, saya menolak namun ragu untuk mengatakannya. Untungnya, momentum tersebut tiba bertepatan dengan acara walimahan sepupu saya di Jakarta. Sehingga, saya pun mempunyai alasan menolak yang pas tanpa perlu merasa takut dianggap tidak solider.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejatinya, mereka tahu bahwa merayakan hari Valentine itu haram dalam Islam. Namun uniknya, mereka beralasan bahwa ini hanya memanfaatkan momen saja dan tidak ada niat untuk ikut-ikutan merayakan Valentine. “Jualan cokelat ya jualan saja. Terserah mereka mau menggunakan cokelat itu untuk apa nantinya.” Patut dihargai semangat berdagang dan keengganan mereka untuk ikut merayakan Valentine walaupun mereka mencoba mencari laba di momen tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita juga sama-sama tahu bahwa cokelat itu halal selama proses pembuatannya tidak tercampur dengan zat yang haram. Namun, apa jadinya bila cokelat itu kita jual ke seorang pemudi yang sedang jatuh cinta pada laki-laki idamannya pada 14 Februari? Apa yang ada di benak pemudi tersebut? Tentu kita tidak bisa berbohong pada diri sendiri dan berasumsi bahwa pemudi tersebut membeli cokelat hanya untuk konsumsi pribadi. Sangat besar peluangnya pemudi tersebut membeli cokelat untuk diberikan pada laki-laki idamannya dalam rangka memeriahkan Hari Kasih Sayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, paling tidak ada dua hadits dan atsar yang perlu diperhatikan ketika kita hendak memulai suatu perniagaan. Pertama, hadits Nabi Muhammad Saw. yang mengatakan, “Barangsiapa yang menahan anggur pada masa petik hingga dijualnya kepada Yahudi, Nasrani, atau orang yang menjadikannya khamar, maka sesungguhnya dia masuk ke neraka atas kemauan sendiri.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, atsar dari Umar r.a., “Tidak halal berdagang melainkan apa yang halal dimakan dan diminum dari barang-barang konsumtif. Jika tidak dalam arti seperti ini, maka di sana terdapat sesuatu yang tidak halal memakannya, tapi halal memperdagangkannya, seperti keledai kampung dan burung pemangsa.” (Ibnu Hajar, Fathul Bari 4: 484-485) &lt;br /&gt;Artinya, ketika ingin memulai perniagaan, sebagai seorang muslim kita harus jeli untuk melihat potensi pasar. Potensi pasar di sini bukan profit semata. Kita juga perlu mempertimbangkan, apakah barang yang akan kita distribusikan ke masyarakat berpotensi membudayakan yang haram atau tidak? Serta, apakah barang tersebut memicu hal-hal yang berkaitan dengan melestarikan kebiasaan yang dilarang dalam agama atau tidak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh lain perniagaan yang membuat orang-orang kian menjauhi perintah agama adalah penjualan anggur. Kita sama-sama tahu bahwa anggur adalah buah yang dihalalkan. Tapi, apa jadinya kalau kita mendistribusikannya kepada orang-orang yang senang atau pekerjaannya membuat minuman keras? Tentu anggur tersebut akan difermentasikan sehingga menjadi minuman keras. Dalam hadits tersebut, hal ini jelas dilarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis perniagaan serupa dapat ditemukan dalam produksi dan penjualan celana jeans ketat (skinny jeans) untuk wanita. Mari kita lihat realitasnya. Kita harus jujur menilai, untuk apa kebanyakan para konsumen (khususnya wanita) membeli celana tersebut? Celana tersebut tentu akan dipakai di tempat umum, bukan? Sedikit sekali wanita yang membeli celana jeans ketat yang niatnya hanya untuk dipakai di rumah untuk membahagiakan suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, berjualan cokelat pada 14 Februari sangat berpotensi mempertahankan dan menyuburkan budaya Valentine yang diharamkan dalam Islam. Bisa kita simpulkan sendiri bagaimana semestinya para produsen dan penjual cokelat dalam menghadapi momen Hari Kasih Sayang tersebut. Masih mau berjualan cokelat pada 14 Februari? [Ilyas]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1452025240965642023-7418043038331481955?l=majalahpercikaniman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/feeds/7418043038331481955/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2012/02/opini-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/7418043038331481955'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/7418043038331481955'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2012/02/opini-1.html' title='Opini 1'/><author><name>Majalah Percikan Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10398594625890799871</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1452025240965642023.post-5346524440999063596</id><published>2012-02-01T00:20:00.000+07:00</published><updated>2012-02-01T00:20:00.641+07:00</updated><title type='text'>Opini 2</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;HIBAH PENYAKIT UNTUK PEROKOK PASIF&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering sekali, saya mendapati banyak kepulan asap rokok “bergentayangan” di sarana -sarana umum yang memang telah dialokasikan pemerintah untuk kepentingan bersama. Di kereta ataupun bus misalnya, saya kerap menemukan banyak pria yang dengan tak acuh dan santai merokok di tengah padatnya penumpang. Bahkan, para perokok aktif itu tidak segan merokok meski ada anak-anak kecil, bayi, dan lansia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih miris lagi, di area pendidikan pun saya sering melihat banyak para pengajar, juga siswa-siswanya, dengan enteng menyalakan rokok, mengepulkan asap, lalu “berbagi” penyakit kepada orang-orang di sekitarnya. Sungguh sebuah pemandangan yang mengkhawatirkan mengingat area pendidikan yang semestinya dipergunakan sebagai wahana menuntut ilmu, kini bermetamorfosis menjadi ajang penghancuran moral. Bagaimana tidak? Jika para pengajar dengan tak acuhnya merokok di lingkungan pendidikan, pasti para pelajarnya akan meniru dengan tidak segan merokok di sembarang tempat. Seperti peribahasa yang mengatakan, kalau guru kencing berdiri maka muridnya kencing berlari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, rokok adalah benda komersial berbahaya yang memiliki dampak buruk bagi kesehatan. Ya, asap rokok dapat menyebabkan berbagai penyakit, dari sesak napas, batuk-batuk, hingga kanker paru-paru. Tentu,hal ini disadari (meski kemudian diabaikan) oleh para perokok aktif. Yang tidak disadari (atau paling tidak kurang disadari) oleh para perokok aktif adalah asap rokok yang diisap bukan hanya mengganggu, tetapi juga membahayakan orang-orang di sekitarnya (perokok pasif). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asap rokok mengandung sekitar 4.000 bahan kimia dan 43 di antaranya merupakan bahan kimia yang bersifat karsinogen (zat kimia yang menimbulkan kanker). Dari begitu banyak bahan kimia yang dihirup perokok aktif, hanya 15% yang menimbulkan penyakit bagi perokok aktif. Sementara, sisanya (85%) dilepaskan dan dihirup oleh para perokok pasif. Dan, itulah bahayanya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pembunuh yang menyebabkan kematian sebanyak 427.948 jiwa per tahun di dunia, rokok pun menjadi pembunuh nomor wahid di Indonesia. Tercatat dalam data konsumen rokok sedunia, Indonesia menduduki peringkat kelima sebagai negara berpenduduk perokok aktif. Jika satu orang perokok pasif minimal membahayakan dua orang perokok pasif, bayangkan betapa banyaknya jumlah perokok pasif yang menjadi korban. Paling tidak, jumlahnya akan lebih besar dari jumlah perokok aktif itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasihan sekali nasib para perokok pasif karena berisiko terserang berbagai penyakit seperti infeksi paru dan telinga, gangguan pertumbuhan paru, atau bahkan kanker paru. Paparan asap rokok juga memberi pengaruh buruk pada pankreas sebagai regulator insulin gula. Sehingga, perokok pasif terancam terserang penyakit diabetes. Selain itu, jika para perokok pasif sering menghirup asap rokok, mereka akan rawan terkena infeksi karena setiap embusan asap rokok mengandung zat yang dapat menurunkan daya tahan tubuh. &lt;br /&gt;Oleh karena itulah, untuk mengamankan kesehatan dari pengaruh asap rokok, kita harus memisahkan diri kurang lebih sekitar 180 cm dari perokok aktif. Jika kita berada pada lingkungan perokok, maka disarankan menambah asupan vitamin C. Yang paling penting, kita juga harus menghindar dari arah terpaan kepulan asap rokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, banyak pihak yang tak sadar dengan status danger bagi para perokok pasif. Para perokok pasif pun banyak yang tidak sadar dengan bahaya yang tengah mengintai. Kalau sudah begini, siapa yang patut dipersalahkan? Perokok aktifkah karena telah menjadi penebar berbagai masalah kesehatan? Perokok pasifkah karena kurang begitu menyadari bahaya berada di sekitar perokok akif? Atau, pemerintahkah karena tidak maksimal melindungi warganya yang terkesan tidak tegas dalam membuat peraturan dan menerapkan sanksi merokok di tempat umum?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas, yang bersalah adalah orang-orang yang tidak ikut berkontribusi dalam perubahan menuju perbaikan. Tentu kita semua tidak ingin kalau lemahnya sanksi hukum atas pelanggaran aturan merokok di tempat umum, menambah parah kondisi kesehatan di Indonesia. Karena, hal itu akan berdampak bagi dinamika sosial serta kebudayaan bangsa kita. Masyarakat Indonesia akan dikenal sebagai masyarakat perokok di tempat umum dan berbudaya tidak sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, bagi para perokok aktif diharapkan berhenti dari kebiasaan buruk tersebut atau paling tidak merokoklah di tempat yang sekiranya tidak membahayakan orang lain. Bagi para perokok pasif, jangan segan untuk menegur atau mengingatkan para perokok pasif agar tidak merokok sembarangan. Toh, itu untuk kebaikan bersama, bukan? [Eika]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1452025240965642023-5346524440999063596?l=majalahpercikaniman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/feeds/5346524440999063596/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2012/02/opini-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/5346524440999063596'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/5346524440999063596'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2012/02/opini-2.html' title='Opini 2'/><author><name>Majalah Percikan Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10398594625890799871</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1452025240965642023.post-2701134526328189160</id><published>2012-02-01T00:17:00.000+07:00</published><updated>2012-02-01T00:17:00.029+07:00</updated><title type='text'>Anisa In Action</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;MENGOLAH SAMPAH MENAMBAH PENGHASILAN KELUARGA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kebanyakan metode pengkomposan harus dilakukan di luar ruangan, berbeda halnya dengan motode Takakura. Ya, Takakura adalah alat yang paling praktis dan murah untuk mengkompos di dalam ruangan. Ingin mengetahui lebih lengkap mengenai metoda yang satu ini, MaPI pun menyambangi salah satu LSM yang gencar menggalakkan pengkomposan dengan metode Takakura ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mengkompos tidak pernah semudah dengan keranjang Takakura.” Begitulah slogan yang diusung oleh LSM Peduli Lingkungan yang diketuai oleh Siti Aisyah. Berawal dari rasa prihatin dan berdosa atas peristiwa longsor sampah yang memakan banyak korban di Leuwi Gajah pada 2005, Siti Aisyah akhirnya mulai menggarap usahanya di bidang kompos organik. “Saya mulai merintis teknik pengkomposan Takakura yang berasal dari Jepang ini sejak 2007. Awalnya, saya mendapat ilmu tentang teknik pengkomposan ini dari YPBB pada 2006. Setelah itu, saya serius menekuni teknik pengkomposan Takakura ini,” tutur ibu yang memiliki dua putra yang sudah hafidz Al-Quran itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya, keranjang Takakura dapat digunakan untuk mengkompos semua bahan organik, baik hewan maupun tumbuhan, seperti sisa sayuran, nasi basi, atau sisa kulit udang. Bahkan dalam sebuah penelitian, keranjang Takakura mampu mengolah 1-2 kg sisa makanan setiap harinya. “Asal kita rajin mengaduk keranjang Takakura, dalam tiga hari kemudian, sampah organik tersebut akan hancur,” jelas Siti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada mulanya, LSM Peduli Lingkungan yang telah resmi bergerak sejak 2010 ini bernama AIPL (Asosiasi Ibu Peduli Lingkungan) yang didirikan pada 2007. Siti Aisyah yang merupakan pendiri mulai mengajak ibu-ibu PKK di daerah Tamansari untuk turut aktif melakukan aksi peduli lingkungan. Kerja kerasnya beserta ibu-ibu lainnya pun berbuah manis. Kini, masyarakat sudah mulai mengenal teknik pengkomposan dengan keranjang Takakura. “Kami, para ibu, sudah melakukan penyuluhan ke tiga puluh kecamatan di Kabupaten Bandung Barat, Lembang, Cihideung, Purwakarta, serta sekolah-sekolah di kota Bandung. Bahkan, pernah ada mahasiswa dari Jepang dan dosen dari Padang yang menyengaja datang ke sini untuk penelitian,” kata Siti yang kini membina Rumah Takakura dari tahun 2009.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain mudah dan tergolong sederhana, keunggulan dari metode Takakura di antaranya adalah menghemat waktu karena sampah organiknya tidak perlu dicacah dan tidak berbau sehingga bisa disimpan di dalam rumah. Selain itu, pupuk kompos yang dihasilkan baik juga untuk pertumbuhan tanaman. “Dengan menerapkan Takakura dalam keluarga, sebenarnya kita pun telah mengubah pola hidup masyarakat dari akarnya. Sehingga, jumlah sampah yang dihasilkan oleh setiap keluarga bisa berkurang,” tutur ibu yang pernah mendapatkan penghargaan walikota Bandung pada hari lingkungan sedunia 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun, cara membuat keranjang Takakura adalah dengan mencampurkan gabah atau sekam (3 ember), dedak (1/3 ember), pupuk kandang (1/3 ember), gabah atau sekam (1/3 ember), tanah (1/3 ember), humus (1/3 ember), air gula (4 sendok makan gula pasir per 1 ember air), kemudian dimasukkan ke dalam keranjang yang sudah diberi kardus di setiap sisinya dan ditutup bantalan diatasnya juga penutup keranjang. Didiamkan selama 4 hari dan setelah itu keranjang sampah Takakura siap digunakan untuk diberi sampah organik. Saat sampah dimasukkan ke dalam keranjang, gunakan sekop untuk mencampurkan sampah tersebut dengan bahan Takakura yang ada didalam keranjang sampah supaya penguraian sampah bisa lebih cepat. Setelah dua bulan, sampah organik dalam keranjang Takakura pun sudah bisa dipanen menjadi pupuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ditanya tentang LSM Peduli Lingkungan yang digawangi oleh para ibu, Siti mengungkapkan bahwa kini lembaganya itu sudah beranggotakan lebih dari 60 ibu-ibu se-Bandung. “Dari tiga puluh kecamatan di Bandung, alhamdulillah ada perwakilannya sekitar dua orang dari kami,” jelas Siti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika disinggung tentang hasil usahanya di bidang pengkomposan Takakura, Siti Aisyah mengungkapkan bahwa para ibu mampu meraup pendapatan dari pupuk yang dihasilkan. “Kami menjual pupuk Takakura setengah kilo gramnya seharga lima ribu rupiah. Bahkan, jika sedang ada pesanan yang cukup banyak, setiap ibu bisa mendapatkan sepuluh ribu rupiah untuk setiap keranjang yang diaduk. Jika serius, pendapatan per bulannya dari pupuk bisa sampai delapan ratus ribu rupiah. Lumayan untuk tambahan penghasilan,” lanjut Siti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya prestasi dalam pengkomposan saja, LSM Peduli Lingkungan yang bertempat di jalan Tamansari ini pun meraih prestasi dalam lingkungan hidup lainnya. “RW di lingkungan kami pernah menyabet juara tiga dari tiga ratus RW se-kota Bandung. Meskipun pada mulanya meraih peringkat ke-10 di 2010, terakhir kami meraih juara pertama untuk lomba lingkungan hidup,” ungkap Siti yang mempropagandakan penghijauan dengan pot di sepanjang jalan gang di lingkungan sekitar rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di akhir perbincangan dengan MaPI, Siti berpesan agar masyarakat mampu memilah sampah dengan baik. Tidak asal mencampurkan organik dan anorganik lalu membuangnya ke tempat sampah. “Masyarakat harus bisa mengubah gaya hidup kurang peduli pada lingkungan. Kini, kita harus mulai sadar untuk menjaga lingkungan karena jika kita memelihara alam, maka alam pun akan memelihara kita.” [Eika]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1452025240965642023-2701134526328189160?l=majalahpercikaniman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/feeds/2701134526328189160/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2012/02/anisa-in-action.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/2701134526328189160'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/2701134526328189160'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2012/02/anisa-in-action.html' title='Anisa In Action'/><author><name>Majalah Percikan Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10398594625890799871</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1452025240965642023.post-2033320693747934808</id><published>2012-02-01T00:16:00.000+07:00</published><updated>2012-02-01T00:16:00.812+07:00</updated><title type='text'>Tips Anisa</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;JURUS ANTISTRES MEMPERSIAPKAN HARI PERNIKAHAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang bilang, stres menghadapi hari pernikahan berikut mempersiapkan acara walimah dan segala perniknya, jauh lebih hebat dari stres ketika kita menjawab pertanyaan dosen saat presentasi Tugas Akhir atau Skripsi. Apa benar? Sepertinya, hal tersebut benar adanya. Mengingat, saat ini penulis menghadapi sendiri situasi itu. Beruntung, penulis memiliki keluarga dan teman yang siap membantu sehingga stres pranikah tersebut tidak terlalu berat terasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Anda yang tengah dalam situasi yang sama, berikut ini beberapa tips yang penulis bagi agar persiapan hari pernikahan berjalan baik dan lancar sesuai harapan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Konsep &amp; Budget &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Langkah pertama yang dilakukan setelah menetapkan tanggal pernikahan adalah konsep yang diinginkan. Di sinilah mulai ditentukan konsep akad dan walimah yang dikehendaki. Salah satunya, apakah Anda akan mengundang banyak tamu ataukah sederhana saja dengan hanya sedikit tamu. Tentu saja, besarnya biaya akan sangat bergantung pada konsep tersebut. Selain itu, hal lain yang akan mempengaruhi biaya adalah jika Anda menyewa jasa perencana pernikahan (wedding organizer). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan jasa mereka, Anda tinggal mengungkapkan konsep yang dikehendaki dan semua akan ditangani sampai selesai. Tentu saja, akan ada tambahan biaya. Beda lagi jika Anda menangani semuanya sendiri. Biaya pasti akan bisa ditekan. Akan tetapi, risikonya Anda akan lebih repot. Salah satunya, Anda harus mensurvei sendiri vendor yang akan diajak bekerja sama, misalnya penata rias, dekorasi, atau katering. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai orang timur, kita kadang merasa risi dan tidak enak saat harus membahas masalah uang, terlebih dengan calon pendamping hidup. Namun, ada baiknya Anda mengesampingkan dahulu rasa risi itu. Keterbukaan mengenai masalah biaya dengan pasangan mutlak dilakukan. Jangan sungkan untuk menanyakan berapa biaya yang akan diberikan sebagai kontribusi walimah yang akan dilaksanakan. Sehingga, Anda bisa mengkalkulasikan dan menyesuaikan acara dengan biaya yang tersedia. Toh, ini juga merupakan acaranya juga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Komunikasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ingat, pernikahan Anda bukan hanya milik Anda dan pasangan. Di sana, ada pula kepentingan dari orangtua dan juga keluarga besar. Janganlah menjadi egois dan menutup diri dari masukan mereka. Pertimbangkan pendapat saudara dan orangtua. Jangan memutuskan semua sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadikan pernikahan sebagai ajang mendekatkan diri antara Anda dan keluarga. Jangan merasa tidak enak merepotkan mereka. Mintalah kesediaan mereka. Mereka pasti akan senang dilibatkan dalam mempersiapkan momen penting ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang tidak kalah penting, jalinlah hubungan yang baik dengan pasangan dan calon mertua. Ajak juga mereka untuk terlibat, terlebih pasangan Anda. Jangan sampai dia hanya menjadi pihak yang menerima semua ide, tanpa memberi saran. Untuk calon mertua, lihat bagaimana sikapnya saat Anda membuat perencanaan. Kalau mereka memang antusias, tentu Anda harus ikut melibatkan mereka. Namun, kalau calon mertua bersikap memilih menyerahkan semuanya, libatkan mereka untuk urusan yang penting saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bentuk Kepanitiaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ini perlu, bahkan wajib dilakukan saat Anda tidak menggunakan jasa perencana pernikahan. Banyak hal yang harus diselesaikan sehingga tidak mungkin akan bisa ditangani sendiri. Anda pasti akan membutuhkan orang lain yang membantu. Seperti yang sudah disinggung pada bahasan sebelumnya, keuntungan menyiapkan sendiri pernikahan tanpa jasa perencana pernikahan salah satunya mendekatkan diri dengan keluarga. Akan tetapi, hal ini pun bukan berarti bebas intrik. Semakin dekat acara pernikahan, biasanya tensi akan meninggi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagilah jauh-jauh hari tugas di antara anggota keluarga dan sahabat Anda yang ingin dilibatkan. Misalnya, ada bagian yang membuat dan menyebarkan undangan, menghubungi vendor, dan yang lainnya. Ingat, mereka bukan manusia sempurna, tingkatkan toleransi dan tekan ego Anda. Jangan pernah membesar-besarkan masalah. Selain itu, untuk mengantisipasi kesalahan, berikan instruksi secara jelas. Sering-seringlah berkoordinasi agar kesalahan sekecil apa pun bisa segera diantisipasi. Berkomunikasilah dengan baik pada seluruh orang yang terlibat. Tetaplah tenang dan jangan emosional saat ada suatu hal yang ternyata tidak berjalan sesuai rencana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tulislah Semua dalam Agenda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Siapkan buku agenda atau buku catatan lainnya. Tuliskan semua detail, mulai dari jumlah uang yang diterima maupun yang sudah terpakai, apa saja yang perlu dipesan, dan detail-detail lainnya. Hal ini untuk mengantisipasi Anda lupa karena mulai sibuk dengan urusan yang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk hal-hal yang sudah beres, checklist bagian tersebut, sehingga Anda tidak terlalu pusing karena melihat ada begitu banyak urusan yang harus diselesaikan. Sebelum memberi checklist, pastikan hal tersebut memang sudah benar-benar terurus dengan baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mendekatkan Diri kepada Allah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja, berdoa bukan hanya dilakukan saat akan menikah. Saat kita akan menghadapi peristiwa penting dalam hidup, apa pun itu, hendaknya kita memperbanyak ibadah agar ketenangan bisa kita dapatkan. Pasrahkan semua kepada Allah. Dekatkan diri sehingga langkah diringankan dan Allah akan membantu kita. Namun, hal penting yang harus dicatat adalah jangan sampai doa yang dipanjatkan hanya berkutat pada lancarnya akad dan walimah yang akan dilaksanakan, tetapi yang lebih penting adalah keberhasilan Anda berdua dalam mengarungi pernikahan, sebuah babak baru dalam hidup. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, apa pun yang akan kita lakukan, rencana apa pun yang akan dibuat, persiapan yang baik dan matang menjadi kunci keberhasilan. Kepada Anda yang juga tengah mempersiapkan segala keperluan hari pernikahan, penulis ucapkan, “Selamat menikah. Barakallaahu laka wa baraka ‘alaika wa jama’a bainakumaa fii khair. Semoga pernikahan yang akan dilaksanakan mendapatkan berkah. Aamin.” [Dini, dari berbagai sumber]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1452025240965642023-2033320693747934808?l=majalahpercikaniman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/feeds/2033320693747934808/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2012/02/tips-anisa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/2033320693747934808'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/2033320693747934808'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2012/02/tips-anisa.html' title='Tips Anisa'/><author><name>Majalah Percikan Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10398594625890799871</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1452025240965642023.post-8616478978096894693</id><published>2012-02-01T00:15:00.000+07:00</published><updated>2012-02-01T00:15:00.806+07:00</updated><title type='text'>Curhat Anisa</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;APAKAH AKU DIPERMAINKAN IKHWAN?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sasa Esa Agustiana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Teteh Sasa, sebagai seorang wanita saya merasa dipermainkan oleh calon suami. Bermula karena ada kesalahpahaman, tiba-tiba memutuskan untuk mundur. Awalnya, saya menerima karena dia berkomitmen untuk serius dan saya pun demikian. Dalam perjalanan proses taaruf, ada sedikit masalah ketika kami membicarakan target menikah. Saya menargetkan enam bulan atau paling lama satu tahun setelah selesai kuliah. Dia maunya secepatnya atau enam bulan ke depan. Memang terlontar dari saya kalimat, “Kalau menunggu saya dianggap terlalu lama, maka silakan saja dengan yang lain,” dan dia pun setuju dengan itu. Eh, ternyata, dia diam-diam menjalin hubungan dengan akhwat lain  tanpa sepengetahuan saya. Kata seorang teman, dia akan menikah bukan dengan saya. Saya merasa dipermainkan karena justru tahu kabar tersebut pertama kali dari teman. Sebagai seorang wanita, jujur saya kecewa. Baiknya, tindakan apa yang harus saya ambil, Teh?  Kenapa dia begitu tega? Saya merasa dilecehkan. Terakhir kali bertemu dengan saya, dia mengiyakan akan menikah dengan yang lain. Dia taaruf dengan saya, tapi  menikah dengan wanita lain. Apakah tindakan saya (menunda menikah hingga satu tahun) itu salah? Saya butuh masukan, Teh. Baru-baru ini, dia kembali menelpon saya. Apakah saya harus mengangkat teleponnya? Dia juga kirim SMS. Apa harus dibalas? Sebenarnya, saya sudah nggak mau lagi dihubungi oleh dia. Mohon nasihatnya, Teh. Jazakallah khair.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhti yang dicintai Allah Swt., tenggat waktu taaruf hingga satu tahun saya nilai terlalu panjang, terlebih kalau hanya diisi oleh aktivitas berdua antara ukthi dan calon pasangan. Komitmen yang baru melibatkan Anda berdua dan belum melibatkan orangtua masing-masing memang rentan putus nyambung karena tidak ada pressure pada kedua belah pihak untuk menjaga hijab masing-masing. Pihak ikhwan tidak digiring dan menggiring dirinya untuk berkomitmen lebih lanjut, seperti mengkhitbah dan menikah (terlepas  dari selesai atau tidaknya target batas waktu kuliah ukhti).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menilai bahwa hubungan yang uhkti jalin baru sebatas rencana indah sejoli untuk saling menunggu pasangannya menyelesaikan kuliah dan pasangan lainnya dibebaskan untuk menunggu atau memilih akhwat lain (jika tidak berkenan menunggu). Agak susah juga meminta komitmen lebih dari ikhwan tersebut karena dari awal telah dibebaskan memilih. Sayangnya, sang pangeran  tidak seperti harapan sang putri yang selalu setia menanti, menahan diri (dengan memperbanyak shaum misalnya), dan akhirnya bersama duduk di kursi pelaminan. Akhirnya, ukhti memang tidak bisa menuntut lebih dan hanya bisa pasrah menerima ketika ternyata sang ikhwan diam-diam merenda hati dan akan menikah dengan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhti, sejatinya bingkai taaruf harus berada dalam koridor saling menjaga hijab sejak awal dan berniat tidak membohongi  dan menyakiti calon pasangan. Taaruf harus dilandasi oleh tujuan mulia pernikahan dan saling menjaga kejujuran serta kesetiaaan dari awal. Secara etika akhlak, sebaiknya dilakukan satu per satu. Jika tidak cocok dengan seorang akhwat atau ikhwan dalam satu proses taaruf, selesaikan atau tutup proses taaruf tersebut dengan cara yang baik dan setelah itu baru bertaaruf dengan akhwat atau ikhwan yang lain. Janji adalah utang kepada Allah Swt. sepanjang bukan janji untuk bermaksiat kepada-Nya. Bila sudah tidak cinta kepada calon pasangan, sebaiknya memang berterus terang menyudahi taaruf. Bahkan, khitbah sekalipun masih bisa putus sebelum janur kuning melengkung atau sebelum hari H akad nikah diikrarkan. &lt;br /&gt;InsyaAllah, ada hikmah di balik musibah putusnya ukhti dengan ikhwan tersebut. Nasihat dari saya, berikut ada hal yang perlu ukhti perhatikan untuk proses taaruf selanjutnya, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tentukan Kriteria Calon Pasangan Sebelum Menikah &lt;br /&gt;Rasulullah Saw. pernah bersabda, “Seorang wanita itu dinikahi karena empat perkara, karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Maka, hendaklah utamakan yang beragama, niscaya kamu berbahagia.” (H.R. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat Al-Hasan bin Ali ditanya oleh seseorang tentang kepada siapakah putrinya dinikahkan, beliau menjawab, “Dengan laki-laki yang bertakwa kepada Allah sebab dia akan mencintai putriku dan memuliakannya. Jikalau dia marah, niscaya tidak akan menzalimi putriku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits yang lain, Nabi Muhammad Saw. berpesan, “Apabila datang kepada kalian laki-laki yang kalian ridhoi agama dan akhlaknya,maka nikahkanlah dia dengan putri kalian. Sebab jika tidak, maka akan terjadi  fitnah di bumi dan kerusakan yang besar.” (H.R. Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komitmen pernikahan hanya dimiliki oleh merka yang berkomitmen pada agama, terutama mereka yang bersifat jujur, sabar, dan pandai mensyukuri nikmat-Nya. Cinta dan kasih sayang adalah salah satu tanda-tanda kebesaran Allah Swt. (Q.S. Ar-Rum [30]: 21). Hendaknya, proses taaruf atas sepengetahuan orangtua masing-masing dan kedua belah pihak beritikad untuk tidak menzalimi calon pasangannya. Hak akhwat pula untuk menentukan pilihan jodohnya berdasarkan empat kriteria dalam hadits tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Cinta dan Benci Karena Iman&lt;br /&gt;“Tiga perkara yang apabila terdapat pada seseorang maka dia akan merasakan manisnya keimanan, yaitu menjadikan Allah dan Rasul-Nya lebih dicintai-Nya dari selain mereka berdua, tidak mencintai seseorang kecuali karena Allah dan benci kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkannya dari kekufuran tersebut sebagaimana dia benci jika dicampakkan ke dalam api neraka.” (Muttafaq ‘alaih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yang beriman akan merasakan manisnya keimanan dan ketenteraman serta bersemangat untuk taat kepada Allah Swt. Ketika menghadapi cobaan, dia bersabar dan membenci kemaksiatan. Karenanya, janganlah terlalu cinta dan benci kepada makhluk-Nya agar tetap bisa merasakan manisnya iman dan membenci kekufuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Musibah adalah Penggugur Dosa &lt;br /&gt;Pahami bahwa musibah bisa menggugurkan dosa dan mengangkat derajat keimanan di hadapan Allah Swt. Dengan demikian, kita tidak harus terlalu larut dalam rasa perih dan sedih ketika menerima musibah. “Tidak ada seorang muslim pun yang tertusuk duri, atau yang lebih dari itu, melainkan ditulis untuknya satu derajat dan dihapus darinya satu kesalahan.” (H.R. Muslim). Apa pun kepahitan yang dirasa, insya Allah bisa menjadi penggugur dosa. Juga, yakini bahwa ada hikmah di balik musibah (Q.S. Al-Baqarah [2]: 216)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Perbanyak Doa Terutama Ketika Terzalimi &lt;br /&gt;“Ada tiga doa yang tidak tertolak. Doanya orang yang berpuasa ketika berbuka, doanya pemimpin yang adil, dan doanya orang yang terzalimi.”  (H.R. Tirmidzi). Yang Maha Mendengar rintihan hati adalah Allah Swt. Maka, pergunakn sebaik-baiknya fasilitas berdoa terutama saat-saat diijabahnya doa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Melatih Jiwa Pemaaf Allah Swt. berfirman, “...dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan.” (Q.S. Ali Imran [3]: 134). Adanya rasa kecewa, bahkan marah adalah normal. Tapi, hal tersebut jangan berkelanjutan. Segeralah beristighfar dan memaafkan walau tidak diminta karena pemaaf adalah salah satu sifat terpuji dari Allah Swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Jauhi Dosa-dosa Besar dan Perbuatan Keji. Proses taaruf memang penuh godaan. Namun, dengan iman dan takwa kepada-Nya, kita dapat melewati semuanya dengan selamat dan benar. Dengan demikian, semoga kita termasuk orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuatan keji. (Q.S. Asy-Syuura [42]: 37)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Tingkatkan Ketawakalan Kepada Allah Swt.&lt;br /&gt;Hanya kepada Allah semua makhluk bergantung dan memohon pertolongan. (Q.S. Asy-Syuura [42]: 36). Situasi yang tengah ukhti alami hendaknya menjadi sarana untuk lebih mendekatkan diri dan bertawakal kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insya Allah, semua yang ukhti alami adalah bentuk kasih sayang Allah kepada ukhti agar ukhti bisa menata hati secara lebih berhati-hati lagi. Saya doakan agar ukhti memperoleh ikhwan pengganti yang lebih baik lagi. Amin. Wallahu a’lam bishshawab.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1452025240965642023-8616478978096894693?l=majalahpercikaniman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/feeds/8616478978096894693/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2012/02/curhat-anisa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/8616478978096894693'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/8616478978096894693'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2012/02/curhat-anisa.html' title='Curhat Anisa'/><author><name>Majalah Percikan Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10398594625890799871</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1452025240965642023.post-8629676056830604543</id><published>2012-02-01T00:14:00.000+07:00</published><updated>2012-02-01T00:14:00.174+07:00</updated><title type='text'>Tafakur</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;WORRY&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Remember people always said &lt;br /&gt;Don’t worry and be happy?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;They also said if you worry about what might be &lt;br /&gt;and wonder what might have been,&lt;br /&gt;You will ignore what is.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Worry doesn’t help tomorrow’s troubles,&lt;br /&gt;But it does ruin today’s happiness. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well, that’s not completely true.&lt;br /&gt;In fact, there are only two things to worry about, &lt;br /&gt;either you are healthy or you are sick. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If you are healthy, then there is nothing to worry about. &lt;br /&gt;But if you are sick there are only two things to worry about, either you will get well or you will die. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If you get well, then there is nothing to worry about. &lt;br /&gt;But if you die there are only two things to worry about, either you will go to heaven or to hell. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If you go to heaven, then there is nothing to worry about.&lt;br /&gt;And if you to go hell, you’ll be so darn busy shaking hands with your friends you won’t have time to worry!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Anonymous]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;KHAWATIR&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat orang selalu mengatakan&lt;br /&gt;Jangan khawatir dan berbahagialah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka juga mengatakan jika Anda khawatir tentang yang mungkin dan bertanya-tanya mengenai yang telah terjadi,&lt;br /&gt;Anda akan mengabaikan yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khawatir tidak membantu masalah esok,&lt;br /&gt;tetapi ia merusak kebahagiaan hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, itu tidak sepenuhnya benar.&lt;br /&gt;Bahkan, ada dua hal yang perlu dikhawatirkan, yakni apakah Anda sehat atau sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda sehat, maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan.&lt;br /&gt;Tetapi jika sakit, ada dua hal yang perlu dikhawatirkan, apakah Anda akan sembuh atau meninggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda sembuh, maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan.&lt;br /&gt;Tapi jika Anda meninggal, ada dua hal yang perlu dikhawatirkan, apakah Anda akan pergi ke surga atau ke neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda dimasukkan ke surga, maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan.&lt;br /&gt;Namun jika Anda dimasukkan neraka, Anda akan begitu sibuk berjabat tangan dengan teman-teman yang Anda tidak punya waktu untuk mengkhawatirkan mereka!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Narasi anonim, diterjemahkan di dimodifikasi oleh Sly]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1452025240965642023-8629676056830604543?l=majalahpercikaniman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/feeds/8629676056830604543/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2012/02/tafakur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/8629676056830604543'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/8629676056830604543'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2012/02/tafakur.html' title='Tafakur'/><author><name>Majalah Percikan Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10398594625890799871</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1452025240965642023.post-6418088759204405001</id><published>2012-02-01T00:13:00.000+07:00</published><updated>2012-02-01T00:13:01.019+07:00</updated><title type='text'>Cover Story</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;ASMA NADIA MELIBATKAN ANAK DALAM KEGIATAN PRODUKTIF&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jangan melototin HP kalau... lagi bareng anak:) Kecuali anak lagi asik sama saudara atau temannya.” Demikian salah satu status di jejaring sosial twitter milik Asmarani Rosalba. Mungkin, sahabat MaPI agak asing dengan nama tersebut. Namun, tentu sahabat MaPI sangat familiar dengan Asma Nadia. Ya, penulis buku Catatan Hati Seorang Istri yang best seller itu memang memiliki nama asli Asmarani Rosalba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lahir di Jakarta pada 26 Maret 1972, ibu dari Salsabila dan Adam Putra Firdaus ini aktif menulis cerpen, puisi, dan resensi buku sejak remaja. Selain itu, Asma juga menulis lirik lagu. Salah satunya lagu berjudul Kasih Putih yang dinyanyikan oleh grup nasyid Snada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegandrungannya dalam menulis, baik fiksi maupun nonfiksi, telah membentuk Asma Nadia menjadi penulis yang memenangkan banyak penghargaan. Di antaranya peraih Adikarya IKAPI 2001 dan 2002, dan masih banyak yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menjalankan perannya sebagai seorang ibu, istri dari Isa Alamsyah ini mengatakan, dalam keseharian di keluarga, rupanya hal-hal yang dilakukan banyak yang terkesan sia-sia. Misalnya, menonton atau bermain game. Namun, hal yang terkesan sia-sia itu bisa disiasati menjadi hal yang bernilai guna, ketika momen-momen semacam itu dimanfaatkan sebagai waktu untuk mendekatkan anak-anak dengan orangtua dan sebaliknya. Bagi Asma, sangat penting melibatkan anak-anak dalam kesibukan orangtua, utamanya kesibukan yang bermanfaat. Hal ini tentu saja untuk meminimalisasi waktu-waktu senggang yang secara tidak sadar tidak termanfaatkan. Makanya, Salsabila dan Adam Putra dilibatkan dalam membantu Rumah Baca Asma Nadia (rumahbacaasmanadia.com) yang kini sudah memiliki 39 cabang. Pelibatan itu, bisa berupa mereka diikutsertakan ketika belanja buku, atau diajak saat harus membagi-bagikan beberapa paket buku ke rumah baca. “Jika orangtua memiliki kegiatan bermanfaat, libatkan anak-anak, sebagai bagian dari membangun empati dan keinginan berbagi bagi orang lain, ” tuturnya ketika ditemui MaPI beberapa waktu yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena seringnya Asma Nadia melibatkan anak-anaknya dalam kegiatan-kegiatan produktif, Salsabila dan Adam Putra bahkan sudah menerbitkan beberapa buah buku. Apa resepnya? “Setiap menulis, saya membuka pintu ruang kerja lebar-lebar di rumah, jadi anak-anak bisa mondar mandir, dan ujung-ujungnya mereka banyak bertanya tentang apa yang bunda tulis, siapa saja tokohnya, apa judulnya, bagaimana endingnya. Tanpa sadar anak-anak sedikit-sedikit mengerti tentang menulis.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui pelibatan tersebut, kini Putri Salsa sudah menerbitkan 8 buah buku, di antaranya seri Cool Skool dan Little Miss Perfect, lalu Bad Dreams and Hot Chocolate. Sedangkan Adam Putra Firdaus juga sudah memiliki buku yang terbit berjudul Mostly Spooky dan Mostly Ghostly.“Tapi sebelum itu,” Asma menambahkan, “tentu saja dibangun dulu semangat membaca pada diri anak-anak. Di rumah, anak-anak lebih dulu dibangun budaya baca sebelum menulis. Serta membiasakan memberikan hadiah buku ketika mereka naik kelas atau liburan. Kegiatan dongeng interaktif atau membaca buku secara fun kami lakukan juga pada anak-anak, baik sebelum dan sesudah mereka suka membaca.”&lt;br /&gt;Apa yang dilakukan Asma Nadia terhadap putra-putrinya ini lalu dibuat beberapa butiran tips yang kemudian dibukukan. Selain itu, tips-tips tadi juga dibagi dengan para orangtua dalam kesempatan workshop Smart Parenting di beberapa kesempatan yang telah lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu jika anak-anak dilibatkan dalam hal-hal yang positif. Tetapi jika orang tua turut melibatkan anak-anak untuk urusan-urusan yang kurang produktif, hasilnya juga bisa produktif. Makanya, di salah satu status twitter-nya, Asma Nadia menulis status seperti dikutip di pembuka tulisan ini. Menurut Asma Nadia, ada beberapa hal yang harus sering diwaspadai ketika bersama anak. Di antaranya adalah menonton TV. Terlebih, kata Asma, tayangan-tayangan televisi belum banyak memberikan ruang yang cukup sebagai tuntunan, namun masih sekadar tontonan. “Termasuk di dalamnya acara-acara gosip yang sayangnya banyak digemari ibu-ibu. Padahal, mereka merupakan madrasah utama bagi anak-anak.” [Fatih]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1452025240965642023-6418088759204405001?l=majalahpercikaniman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/feeds/6418088759204405001/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2012/02/cover-story.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/6418088759204405001'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/6418088759204405001'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2012/02/cover-story.html' title='Cover Story'/><author><name>Majalah Percikan Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10398594625890799871</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1452025240965642023.post-8040987453655057396</id><published>2012-02-01T00:12:00.001+07:00</published><updated>2012-02-01T00:12:00.259+07:00</updated><title type='text'>Resensi Buku</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;­KETIKA MENGHAFAL TENSES SEMUDAH MENGGERAK­­­­KAN JARI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa bahasa Inggris menjadi bahasa asing yang wajib dikuasai? Karena saat ini, bahasa Inggris adalah bahasa internasional. Hampir di seluruh belahan bumi, bahasa Inggris menjadi bahasa yang digunakan dalam kegiatan sehari-hari, mulai dari transaksi jual beli hingga kegiatan akademik. Tidak terkecuali di Indonesia. Bahasa Inggris mutlak dikuasai bagi siapa saja yang ingin berpartisipasi aktif  dalam percaturan global. Lihatlah, ada berapa turis asing yang datang  ke Indonesia, buku-buku pendukung akademik di SMA hingga Perguruan Tinggi pun sudah berbahasa Inggris. Lalu, sudahkah Anda menguasai bahasa Inggris dengan baik?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam bahasa Inggris, ada 16 tenses yang menjadi basic lesson. Ke-16 tenses inilah yang akan menjadi guide ketika Anda menggunakan bahasa Inggris, baik dalam percakapan sehari-hari, pidato, presentasi, maupun menuangkannya dalam bentuk tulisan. Nah, apakah Anda bisa menghafal ke-16 tenses tersebut di luar kepala? Bukan hanya di luar kepala, tetapi apakah Anda dapat menyebutkannya dengan cepat, tepat, dan mudah tanpa melihat catatan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda termasuk yang belum hafal 16 Tenses dan menyebutkannya dengan cepat, maka buku ini sangat cocok untuk Anda. Mengapa? Karena buku ini menawarkan cara dan jalan baru bagaimana menguasai 16 tenses bahasa Inggris tanpa melihat catatan dengan cepat, tepat, dan mudah. Dengan cara apa? Menggunakan jari tangan yang Anda miliki. Ade Sudirman, S. Pd., penulis buku ini merupakan pencipta metode menghafal 16 tenses bahasa Inggris dengan tangan yang dia namakan Smart Fingers. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain memuat teori, buku ini juga dilengkapi dengan latihan soal dan penjelasannya. Dengan bahasa pengantar bahasa Indonesia, Anda akan menemukan 32 rumus tenses yang di buku lain (atau di dalam kamus) hanya memuat 16 rumus. Dan asyiknya, Anda bisa membuat 32 rumus itu dengan hanya satu langkah! Buku ini juga dilengkapi dengan CD tutorial yang akan membantu Anda mempraktikkan jari-jari cerdas Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain hafal nama-nama, paham fungsi, pembentukan rumus, penentuan nama, serta pembuatan rumus baru menjadi 32 rumus dari 16 tenses, Anda juga bisa menerapkannya dalam pembahasan materi-materi pelajaran/mata kuliah atau mengisi soal-soal TOEFL. Sekali lagi, kunci menguasai itu semua hanya dengan memanfaatkan jari yang Anda miliki. [Fatih]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-qMlTtGbcX9k/TyDbUIrELzI/AAAAAAAAAPg/orm44nUi0a0/s1600/COV-SMART-FINGERS.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 312px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-qMlTtGbcX9k/TyDbUIrELzI/AAAAAAAAAPg/orm44nUi0a0/s320/COV-SMART-FINGERS.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5701798267223027506" /&gt;&lt;/a&gt;Judul Buku &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Smart Finger; Menguasai 16 Tenses BahasaInggris dangan Jari dalam 30 Menit!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penulis&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ade Sudirman, S.Pd. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;ISBN&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;978-979-3838-38-0&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ukuran&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;19.5 x 21 cm&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Halaman&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;vii + 81&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Terbit&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Januari 2012 &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penerbit&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Khazanah Intelektual&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;MARI MENJADI MANUSIA PENDAMBA SURGA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan membayangkan orang yang giat bersedekah, sampai-sampai menyerahkan seluruh hartanya di jalan Allah. Jangan pula membayangkan orang yang rajin beribadah haji yang hampir setiap tahun tidak pernah absen ke Tanah Suci. Jika dilakukan dengan ikhlas, tentu kedua golongan orang tersebut sangat layak menghuni surga. Namun bukankah tidak semua umat Islam dikaruniai keluasan rezeki duniawi oleh Allah Swt.? Kabar baiknya, ada banyak jalan menuju surga-Nya dan tidak harus ditempuh melalui ibadah-ibadah yang mengharuskan kita mengeluarkan harta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tentu masih ingat dengan kisah seorang sahabat yang masuk surga karena konsistensinya melaksanakan shalat Syukrul Wudhu. Kita juga tidak akan lupa dengan kisah salah seorang sahabat lain yang dicap sebagai ahli surga karena menempuh perjalanan jauh berjalan kaki sambil menggendong ibunya yang ingin pergi berhaji. Bukan bermaksud untuk menyederhanakan amalan menuju surga, tapi memang terkadang amalan-amalan yang dianggap remeh tersebut dapat mengantarkan kita ke surga-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau jalan menuju surga itu banyak, maka karakteristik penghuni surga juga tidak kalah banyaknya. Tate Qomaruddin menyebutkan bahwa manusia yang layak dan berhak masuk ke dalam surga-Nya tidak lain adalah mereka yang mengambil peran untuk mencegah kerusakan, mereka yang menjadi inspirator kebaikan, serta mereka yang senantiasa menjaga lidahnya. Lebih lengkap, masih banyak karakteristik manusia-manusia surga yang dijabarkan dengan detil oleh Tate Qomaruddin dalam buku terbarunya ini. Dengan bahasa yang kontemplatif dan jauh dari kesan menggurui, buku ini seolah menjadi cermin untuk melihat sudah pantaskah kita menghuni surga-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak salah kalau Gubernur Jabar, H. Ahmad Heryawan, Lc., berkomentar, “Menginspirasi! Buku ini patut dijadikan rujukan bagi insan-insan pendamba surga.” Senada dengan Ahmad Heryawan, Dr. Aam Amiruddin pun merekomendasikan buku ini untuk dijadikan rujukan dalam mengoreksi diri agar sesuai dengan karakter manusia penghuni surga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, kalau dua nama besar tersebut sudah memberi testimoni, rasanya tidak ada alasan bagi kita untuk menunda memiliki buku Manusia-Manusia Surga ini. Selamat membaca dan semoga kita semua dipertemukan di surga-Nya kelak. Amin. [Muslik]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul Buku &lt;br /&gt;Manusia-Manusia Surga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis &lt;br /&gt;Tate Qomaruddin &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ISBN &lt;br /&gt;978-979-3838-37-3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukuran &lt;br /&gt;13 x 20 cm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Halaman&lt;br /&gt;viii + 156&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbit &lt;br /&gt;Januari 2012 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerbit &lt;br /&gt;Khazanah Intelektual&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1452025240965642023-8040987453655057396?l=majalahpercikaniman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/feeds/8040987453655057396/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2012/02/resensi-buku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/8040987453655057396'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/8040987453655057396'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2012/02/resensi-buku.html' title='Resensi Buku'/><author><name>Majalah Percikan Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10398594625890799871</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-qMlTtGbcX9k/TyDbUIrELzI/AAAAAAAAAPg/orm44nUi0a0/s72-c/COV-SMART-FINGERS.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1452025240965642023.post-4155344396850852884</id><published>2012-02-01T00:10:00.000+07:00</published><updated>2012-02-01T00:10:01.212+07:00</updated><title type='text'>Hikmah</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;SENI MENANGKAP KUPU-KUPU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pemuda tengah termenung, duduk di bangku taman. Dari tadi, tak segurat pun rona gembira terpancar dari wajahnya. Seorang kakek yang duduk di bangku lain, tak jauh dari si pemuda, mengamati dengan serius. Akhirnya, kakek itu pun menghampiri anak muda tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ada apa, anak muda? Sejak tadi kuperhatikan, engkau tampaknya sedang gundah.”&lt;br /&gt;Anak muda itu mendongakkan kepala. Makin jelaslah gurat kecewa di wajahnya. Dia pun kembali menundukkan wajahnya. Sang kakek, tanpa disilakan, duduk di samping pemuda tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidakkah kupu-kupu yang menari bersama bebungaan ini menarik perhatianmu, anak muda?” sang kakek mengakrabkan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda itu menarik napas panjang dan perlahan mengembuskannya. “Justru kupu-kupu itulah yang membuatku sedih dan merasa diri tidak berguna.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa maksudmu, anak muda?” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Adik perempuanku ingin kupu-kupu. Dia memintaku untuk menangkapnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bukankah di taman ini ada banyak kupu-kupu dengan aneka warnanya yang indah yang bisa kau tangkap?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda itu menjambak rambutnya sendiri. Rona sesal mengemuka. “Aku tidak bisa menangkapnya, kek,” pemuda itu masih merasa jengkel dengan dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa yang membuatmu tidak bisa menangkap kupu-kupu itu, anak muda?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa kakek tidak lihat? Kakiku cacat. Untuk bisa berjalan saja aku harus ditopang tongkat,” ucapnya sambil menunjukkan kakinya yang cacat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi kamu belum mencobanya, bukan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda itu mengangguk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Cobalah dahulu!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda itu pun bangkit. Tertatih-tatih sambil ditopang tongkat, dia mulai berjalan ke tengah taman yang banyak ditumbuhi bermacam bunga. Sampai di tengah tanaman, dengan beringas dia menangkapi kupu-kupu yang tengah terbang atau yang hinggap di kelopak bunga. Malang baginya, karena menangkap kupu-kupu memang tidaklah mudah, begitu dia menggerakkan tangannya, kupu-kupu itu sudah terbang entah ke mana. Merasa tengah diperhatikan oleh sang kakek, dia terus berusaha mengejar kupu-kupu yang terbang, bahkan dia menjadikan tongkatnya untuk memukul kupu-kupu yang hinggap pada tanaman bunga. Alhasil, tanaman bunga yang mulanya tertata rapi dan indah, kini rusak dan acak-acakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lihatlah Kek, aku tidak bisa menangkap kupu-kupu itu,” ucap pemuda itu masih ngos-ngosan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang kakek tersenyum lalu menghampiri pemuda itu dan menuntunnya duduk di bangku taman tempat mereka duduk tadi. “Kamu mau kuajari bagaimana cara menangkap kupu-kupu?” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku mau, kek. Ajari aku menangkap kupu-kupu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Akan kuajari kamu menangkap kupu-kupu tanpa merusak taman.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kakek itu pun melangkah ke salah satu sudut taman yang lain. Di sana, banyak kupu-kupu yang tengah hinggap dan mengisap sari bunga atau yang terbang berpindah dari satu bunga ke bunga yang lain. Alih-alih bergerak lincah ke sana kemari mengejar kupu-kupu, sang kakek hanya diam mematung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat hal itu, sang pemuda heran. Namun, rasa heran tersebut lekas musnah ketika secara ajaib, kupu-kupu yang tengah beterbangan yang tadi amat susah dia tangkap, malah hinggap di tangan kakek itu. Bukan hanya satu, ada tiga sampai empat kupu-kupu dengan warna dan corak yang indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum habis rasa heran pemuda itu, sang kakek pun berbicara. “Anak muda, menangkap kupu-kupu adalah bagaimana kamu menyiapkan dan memantaskan diri untuk didatangi dan dihinggapinya. Bukan hanya kupu-kupu, apa pun dalam hidup, akan dengan sendirinya mendatangimu jika kamu siap dan pantas menerimanya.” [Fatih]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1452025240965642023-4155344396850852884?l=majalahpercikaniman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/feeds/4155344396850852884/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2012/02/hikmah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/4155344396850852884'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/4155344396850852884'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2012/02/hikmah.html' title='Hikmah'/><author><name>Majalah Percikan Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10398594625890799871</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1452025240965642023.post-4607480929114081114</id><published>2012-02-01T00:09:00.000+07:00</published><updated>2012-02-01T00:09:00.044+07:00</updated><title type='text'>Fokus 1</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;TAKWA MENGHIDARKAN DIRI DARI PERBUATAN SIA-SIA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ditanyakan apa definisi takwa, maka jawabannya akan bermacam-macam. Kita akan menjumpai beragam definisi yang diungkapkan para ulama. Di sini, penulis akan mendefinisikan takwa menurut dua orang sahabat Rasulullah Saw. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika, Umar bin Khattab bertanya kepada Ubay bin Ka’ab mengenai arti takwa. Ubay menjawab, “Pernahkah kamu melalui jalan berduri?” Umar berkata, “Pernah.” Ubay menyambung, “Lalu apa yang kamu lakukan?” Umar menjawab, “Aku berhati-hati, waspada dan penuh keseriusan.” Maka Ubay berkata, “Maka demikian pulalah takwa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hari yang lain, seorang sahabat bertanya kepada Ali bin Abi Thalib tentang apa itu takwa. Beliau menjelaskan bahwa takwa adalah pertama takut (kepada Allah) yang diiringi rasa cinta, bukan takut karena adanya neraka. Kedua, beramal dengan Al-Quran yaitu dengan menjadikan Al-Quran sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Ketiga, rido dengan yang sedikit (ini berkaitan dengan rezeki). Bila mendapat rezeki yang banyak, siapa pun akan ridho. Tapi, bagaimana bila sedikit? Yang perlu disadari adalah bahwa rezeki tidak semata-mata berwujud uang atau materi. Keempat, orang yg menyiapkan diri untuk “perjalanan panjang”, maksudnya adalah hidup sesudah mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bahasa yang sederhana, takwa diartikan sebagai melaksanakan yang diperintahkan-Nya dan menjauhi segala yang dilarang-Nya. Meski sederhana, definisi tersebut sungguh mengandung pengertian yang dalam dan luas. Namun, yang jelas perilaku takwa terbentuk dari dua elemen utama, yaitu muroqobah (kontrol diri) dan dzikir (ingat kepada Allah) yang akhirnya akan membuahkan sifat keterjagaan dan kekuatan bashirah (cahaya batin).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkaitan dengan menghidupkan keterjagaan dan kekuatan bashirah ini, Allah Swt. kemudian mempertajam definisi takwa sebagai usaha untuk menjauhkan diri dari perbuatan dan perkataan yang tiada berguna atau sia-sia (Q.S. Al-Mu’minuun [23]: 3). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, kehati-hatian yang dimaksud oleh Ubay bin Kaab dapat diartikan sebagai menjaga diri dari melakukan perbuatan sia-sia yang bukan hanya berarti memboroskan potensi yang dikaruniakan oleh Allah Swt. kepada kita, tapi juga satu langkah mendekatkan kita pada perbuatan dosa atau paling tidak perbuatan yang berada di wilayah abu-abu (gray area). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam keluarga, banyak sekali hal sia-sia yang sering kita lakukan yang seharusnya sudah kita tinggalkan kalau ingin disebut sebagai orang yang bertakwa atau muttaqin. Apa sajakah perbuatan-perbuatan tersebut? Berikut uraiannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1. Berkata yang Tidak Berfaedah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebuah hadits menyebutkan bahwa lebih baik diam daripada harus berkata sesuatu yang tidak berfaedah, terlebih lagi berkata dusta atau bahkan fitnah. Saya tidak akan menyebutkan bahwa ibu-ibu lah yang kerap bergosip dengan tetangga sambil menawar beraneka ragam sayuran karena pada kenyataannya, bapak-bapak pun kerap melakukannya di tempat olahraga, pos ronda, atau semacamnya. Sebagian orang berpendapat bahwa tujuan bergosip lebih pada mendekatkan diri dan menambah keakraban, bukan pada mencari fakta (benar atau salahnya) permasalahan yang diperbincangkan. Tetap saja, hal tersebut tidak bisa dijadikan pembenaran atas perilaku bergosip. Bukankah masih banyak cara untuk mendekatkan diri dengan tetangga? Misalnya, dengan saling berkirim masakan antartetangga. Ini justru dirasa lebih tepat sebagai usaha mendekatkan dan mengakrabkan diri dengan tetangga karena memang Rasul pun menyebutkannya dalam salah satu hadits.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2. Melamun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kerasnya tekanan hidup manusia saat ini membuat sebagian orang memilih melamun untuk sejenak melepaskan diri dari berbagai persoalan yang tengah dihadapi. Seandainya aku kaya. Seandainya aku berparas menarik. Seandainya aku memiliki bentuk tubuh bak model-model di TV. Seandainya anak-anakku berprestasi. Seandainya pasangan hidupku mewarisi kekayaan yang tidak akan habis dimakan tujuh turunan. Seandainya dan seandainya. Demikianlah para pelamun lebih banyak menggunakan waktunya. Padahal, alih-alih melamun, alangkah lebih baiknya waktu melamun tersebut dipergunakan untuk melakukan sesuatu yang nyata dan berguna. Bukankah seorang dai kondang pernah berumpama bahwa lebih baik makan singkong tapi real atau nyata, daripada makan roti tapi mimpi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3. Tidur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tidur adalah salah satu kebutuhan manusia yang tidak bisa tidak harus terpenuhi. Namun demikian, kebutuhan akan tidur kadang dijadikan alasan untuk bermalas-malasan. Pada hari minggu atau hari libur misalnya, kita berlindung di bawah alasan telah bekerja keras sepanjang minggu sehingga berhak memanjakan diri dengan tidur. Tidak! Tidur itu adalah kebutuhan yang wajib dipenuhi secukupnya saja dan bukan untuk memanjakan diri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai tidur ini, banyak di antara kita yang salah menyikapinya saat shaum. Hanya karena ada sebuah keterangan yang menyatakan bahwa tidurnya orang yang shaum itu berpahala, maka ketika shaum lebih banyak waktu dihabiskan untuk tidur. Seharusnya logika tersebut dibalik, kalau saat tidur saja kita mendapatkan pahala, bayangkan betapa banyak pahala yang didapat ketika waktu tidur itu dimanfaakan untuk bertilawah, bershalawat, berdzikir, serta shalat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;4. Rekreasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Karena tujuannya adalah bersenang-senang, maka acara rekreasi keluarga sering disalahartikan. Tempat wisata yang dijadikan tujuan rekreasi kadang tidak dipikirkan manfaat dan mudharatnya. Padahal, di tempat rekreasi, banyak sekali hal yang berpotensi melahirkan perbuatan dosa atau paling tidak masuk dalam kategori perbuatan sia-sia. Berwisata ke pantai (terlebih yang juga menjadi tujuan wisatawan mancanegara) misalnya, kita akan menemui banyak sekali pemandangan yang seharusnya tidak kita lihat. Tidak berlebihan kalau kemudian acara rekreasi yang dilakukan tidak lebih menjadi ajang menambah dosa. Na’udzubillahi min dzalik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, saat Anda merencanakan rekreasi keluarga bulan depan, sebaiknya pilihlah tempat wisata yang edukatif yang dapat menambah wawasan keilmuan seluruh anggota keluarga serta memupuk rasa syukur kepada Sang Maha Pencipta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;5. Menonton TV&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kalau boleh jujur, apa yang bagus yang datang dari menonton siaran televisi nasional kita? Hampir tidak ada! Siaran televisi kita saat ini tidak ubahnya racun yang sedikit demi sedikit dapat membunuh karakter dan kepribadian bangsa. Ingat kasus teguran KPI pada sejumlah program yang hanya berpengaruh beberapa minggu (program tersebut tidak tayang) dan kemudian tayang kembali dengan nama yang sedikit diubah namun dengan konten yang itu-itu juga? Sepertinya, semboyan agar orangtua pandai memilihkan program yang sesuai untuk buah hati atau mendampingi buah hati manakala menonton televisi adalah usaha yang percuma. Toh, semua tayangan yang ada hampir sama, entah itu menyajikan lelucon jorok, penyebarluasan aib, gaya hidup serba-instan, kekerasan, serta pornografi terselubung. Jadi, tidak ada salahnya kita berhenti menonton televisi saat ini juga, bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;6. Memubazirkan Harta/Konsumerisme&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Budaya konsumerisme sengaja dipropagandakan oleh kaum kapitalis untuk meraup keuntungan sebesar-besarnya. Budaya konsumerisme pun dikemas dalam bentuk gaya hidup serta tren. Disebut kurang gaya atau kurang trendi orang-orang yang belum memiliki sejumlah barang konsumsi, baik pakaian, HP, atau kendaraan terbaru. Karenanya, kita pun berlomba-lomba untuk memilikinya dan tanpa sadar telah termakan propaganda konsumerisme. Dalam hal ini, umat Islam dilarang keras untuk memubazirkan harta (lihat caranya di “Agar Anda Tidak Menyia-nyiakan Harta”)atau membelanjakan harta pada barang-barang yang tidak terlalu diperlukan yang pada akhirnya hanya akan berakhir di gudang. Jika memiliki kelebihan harta, Islam mengajarkan kepada kita untuk membaginya kepada yang lebih membutuhkan dan hal itu akan lebih bermanfaat.  [Muslik]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1452025240965642023-4607480929114081114?l=majalahpercikaniman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/feeds/4607480929114081114/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2012/02/fokus-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/4607480929114081114'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/4607480929114081114'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2012/02/fokus-1.html' title='Fokus 1'/><author><name>Majalah Percikan Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10398594625890799871</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1452025240965642023.post-7573622542835754014</id><published>2012-02-01T00:08:00.000+07:00</published><updated>2012-02-01T00:08:00.187+07:00</updated><title type='text'>Fokus 2</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;AMALAN MENUJU TAKWA ITU SEDERHANA,SESEDERHANA HAL SIA-SIA YANG SERING KITA LAKUKAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Negeri indah Indonesia/memanggil namamu/menyapa nuranimu&lt;br /&gt;Negeri indah Indonesia/menanti hadirmu/rindukan karyamu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang tidak kenal dengan lirik lagu “Indonesia Memanggil” yang ketika mendengarnya seolah terbetot dari kemalasan? Lagu ini merupakan lagu yang dinyanyikan oleh grup nasyid ternama Indonesia, Shoutul Harokah. Grup nasyid yang berdiri di Bandung pada 31 Desember 2001 ini memang grup nasyid yang selalu membawakan lagu-lagu pembakar semangat. Tidak mengherankan jika lagu-lagu Shoutul Harokah senantiasa dapat menggelorakan semangat karena dalam prosesnya, baik latihan maupun rekaman, grup ini memerhatikan betul-betul waktu yang terpakai. Para personelnya yang rata-rata memiliki kafa’ah syari’ah dengan latar belakang aktivis dakwah sangat memerhatikan dan menghargai waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, beberapa waktu yang lalu, MaPI berkesempatan ngobrol dengan salah satu personel grup nasyid Shoutul Harokah, yaitu Ust. Ridwan Solichin, S. Ip., M. Si. Ragam sekali yang kami bincangkan. Namun, obrolan lalu menukik pada perilaku sehari-hari yang luput dari pengawasan. Sepele memang hal tersebut, namun jika tidak diantisipasi dengan baik, bisa melunturkan nilai-nilai keimanan kita. Apa itu? Tidak lain adalah perbuatan (atau perkataan) yang sia-sia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada MaPI, dosen, aktivis sosial kemasyarakatan, dan anggota DPRD Sumedang yang juga suami dari Drg. Iting Mursyidah Hanum dan ayah bagi Muhammad Akmal Ath-Thoriq, Raihana Sabira, dan Muhammad Wildan Al-Fayyad ini berbagi tentang cara agar terhindar dari hal yang sia-sia, baik di lingkup keluarga, bahkan sampai ke level pemerintahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sering sekali kita mendengar kata takwa. Secara sederhana, apa sih takwa itu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata takwa memang sangat sering kita dengar dalam ceramah-ceramah agama. Bahkan tiap khutbah Jumat, pesan takwa malah jadi hal yang wajib disampaikan oleh khatib. Kalimat ini memang mudah dan ringan di lisan. Tetapi, kadang-kadang sangat sulit diaplikasikan. Sederhananya, takwa adalah melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Selalu merasa bahwa diri kita diawasi oleh Allah Swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Di dalam Al-Quran disebutkan, salah satu ciri orang beruntung (orang beriman dan bertakwa) adalah menjauhi hal yang sia-sia. Sepertinya, hal sia-sia itu adalah hal yang sederhana, namun sulit dideteksi. Adakah langkah sederhana untuk mengantisipasinya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Quran dalam surat Ali Imran (3) ayat 134-135 menggambarkan bagaimana ciri-ciri orang yang bertakwa. “(Yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya) baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain Allah. Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan gamblang, ayat ini menjelaskan bahwa takwa adalah hal yang sangat sederhana. Bahwa kita harus dermawan, tidak mudah marah, gampang memaafkan, selalu berbuat kebajikan, istighfar kalau khilaf, dan selalu berdoa. Sangat sederhana. Tapi, di sinilah godaannya. Sederhana kadang membuat kita terjebak menyepelekan, sehingga hal sederhana itu terasa berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang mesti kita ingat bahwa takwa yang sebenarnya adalah amalan hati, bukan sekadar yang tampak pada anggota badan. Namun, dengan mempraktikkan kebiasaan-kebiasaan positif dengan anggota badan, hal tersebut bisa melekat menjadi kebiasaan hati. Mulailah kebiasaan seperti membuat jadwal infak rutin, berlatih tidak cepat marah, berlatih memaafkan, agendakan silaturahim, perbanyak zikir, dan berdoa setelah shalat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, bagaimana menjaga kualitas takwa ketika kita berada di lingkungan keluarga?&lt;br /&gt;Yang dipesankan Allah dalam surat Ali Imran (3) ayat 134-135 tersebut masih relevan jika diterapkan di keluarga. Agenda-agenda sederhana yang mendekatkan pada ketakwaan, baiknya dijadikan agenda bersama. Biasakan di keluarga untuk saling mengingatkan. Namun, yang lebih efektif kita harus menjadi teladan bagi istri dan anak-anak kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kapan waktu yang tepat memasukkan nilai-nilai ketakwaan untuk selanjutnya mengeliminasi kesia-siaan di keluarga?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal sia-sia yang terjadi di rumah biasanya adalah anak-anak sering jajan sesuatu yang kurang manfaatnya. Tapi, itu kebiasaan anak-anak lah. Pelan-pelan, kita arahkan ke hal-hal yang lebih berguna. Biasanya, saya memberikan nasihat setelah shalat berjamaah, sangat mengena. Atau, bisa juga saat jalan-jalan atau rihlah. Sambil refreshing, tidak lupa menyelipkan pesan-pesan positif yang menyegarkan. Memang hasilnya tidak segera. Akan tetapi, terpenting mereka mau mendengarkan terlebih dulu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Lalu bagaimana tim Nasyid Shoutul Harokah mengimplementasikan nilai-nilai ketakwaan dalam aktivitas latihan, rekaman, atau penampilan di panggung?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bersyukur, hobi menyanyi saya dapat tersalurkan di tim nasyid Shouhar (Shoutul Harokah). Para personelnya adalah aktivis dakwah, bahkan beberapa anggota ada yang memiliki pemahaman syari’ah dan menjadi tempat bertanya serta berdiskusi. Insya Allah, di Shouhar, kami betul-betul memanfaatkan waktu kami dengan baik saat latihan, rekaman, maupun saat tampil di panggung untuk hal-hal yang bermanfaat. Mohon doanya dari pembaca MaPI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Bagaimana pandangan Anda tentang situasi negeri ini yang pejabatnya lebih mementingkan diri sendiri dan cenderung menghambur-hamburkan anggaran negara?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal, ketika para pejabat atau pengelola negeri ini lebih banyak melakukan hal yang sia-sia, maka hasilnya pun akan sia-sia. Bahkan, kita hanya tinggal menunggu masa kehancuran. Na’udzubillah! Para pejabat harus memberikan contoh yang baik kepada yang dipimpinnya. Insya Allah, seandainya penduduk negeri ini beriman dan bertakwa kepada Allah, maka keberkahan langit akan segera datang. [Fatih]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1452025240965642023-7573622542835754014?l=majalahpercikaniman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/feeds/7573622542835754014/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2012/02/fokus-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/7573622542835754014'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/7573622542835754014'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2012/02/fokus-2.html' title='Fokus 2'/><author><name>Majalah Percikan Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10398594625890799871</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1452025240965642023.post-2861641584128657279</id><published>2012-02-01T00:07:00.000+07:00</published><updated>2012-02-01T00:07:00.162+07:00</updated><title type='text'>Fokus 3</title><content type='html'>AGAR ANDA TIDAK MENYIA-NYIAKAN HARTA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boros adalah gaya hidup gemar berlebih-lebihan, baik dalam mempergunakan uang, harta, atau sumber daya yang dimiliki untuk kesenangan semata. Islam sangat jelas melarang umatnya bersifat boros. Dalam salah satu ayat-Nya, bahkan Allah Swt. menyamakan orang yang berbuat boros sebagai saudaranya setan. Islam justru mengajarkan kita untuk hidup hemat, tidak berlebih-lebihan, dan selalu berbagi kepada sesama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, bagaimanakah caranya agar kita bisa terlepas dari perilaku menyia-nyiakan harta? Berikut beberapa kiatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1. Membuat anggaran pengeluaran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dengan membuat anggaran pengeluaran, kita bisa memilah dan memilih barang atau jasa apa saja yang kita butuhkan. Kita bisa membuat skala prioritas terhadap kebutuhan kita. Selain itu, dengan membuat anggaran pengeluaran, kita akan terbiasa hidup teratur. Sehingga, list anggaran pengeluaran kita akan mudah dievaluasi. Jika bisa, kita sediakan buku khusus yang berisi anggara pengeluaran kita. Misalnya, mencatat daftar rencana pengeluaran kita dalam satu minggu atau bahkan dalam satu bulan ke depan. Hal ini akan menjadi pengingat agar kita tidak membeli barang atau jasa yang dirasa kurang atau tidak penting. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2. Jangan mudah tertarik melihat suatu barang atau jasa hanya karena bagus atau diskon.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sering sekali kita mengalami “lapar mata”. Seperti apakah lapar mata itu? Lapar mata dalam kehidupan sehari-hari misalnya kerap membeli barang atau jasa bukan karena kebutuhan yang mendesak, namun lebih pada barang yang terlihat bagus dan bermerek. Atau, lapar mata juga bisa terjadi karena kita tertarik dengan barang atau jasa yang tengah didiskon. Padahal, kita sama sekali tidak membutuhkannya dan memang tidak ada dalam list anggaran pengeluaran. Tentunya, sebagai umat Islam yang bertakwa, kita harus mampu mengendalikan lapar mata ini. Kita harus memiliki tekad yang kuat untuk tidak membeli barang atau jasa yang memang tidak kita butuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3. Pandai-pandailah membedakan antara kebutuhan dan keinginan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Butuh dan ingin. Sepintas keduanya nampak sama. Padahal, sebenarnya keduanya sangat berbeda. Kebutuhan adalah sesuatu yang mendesak harus dipenuhi. Karena jika tidak terpenuhi akan mempengaruhi keberlangsungan hidup kita. Misalnya, membeli sembako, membayar listrik, membayar tagihan telpon atau PDAM. Sementara, keinginan contohnya membeli motor baru atau handphone baru padahal barang-barang tersebut tidak begitu dibutuhkan karena kita sudah memilikinya. Kainginan hanya sebatas perasaan ingin memiliki karena takut dibilang ketinggalan zaman. Menyikapi hal tersebut, kita harus cerdas membedakan yang mana kebutuhan dan yang mana keinginan. Kita pun harus cerdik membedakan kebutuhan primer dan sekunder. Tekan nafsu berbelanja kita agar suatu saat kita tidak menyesal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;4, Hindari penggunaan kartu kredit.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Selain karena kelak akan menimbulkan beban pada kita setiap bulannya, penggunaan kartu kredit yang tidak bijak mampu membuat kita semakin boros. Jangan hanya karena ingin simpel, setiap barang atau jasa kita beli dengan menggunakan kartu kredit. Kartu kredit memang praktis dan fleksibel, hanya tinggal gesek. Tapi, coba tekanlah penggunaan kartu kredit seminimal mungkin agar pengeluaran kita tidak semakin membengkak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;5. Jauhi berutang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Setiap muslim dianjurkan untuk menyeimbangkan pemasukan dan pengeluaran, juga uang pendapatan dan uang belanja, agar tidak terpaksa berutang yang nantinya hanya akan menjadi beban. Jika tidak dalam kondisi sangat genting, usahakanlah kita agar tidak berutang. Mengapa kita harus menjauhi berutang? Karena orang yang berutang akan selalu dihantui kegundahan, kegelisahan sehingga hidup terasa tidak tenang. Ketika Rasulullah ditanya mengapa demikian, beliau menjawab, “Jika seorang berutang, ia tidak segan-segan berbohong dan mengingkari janji.” Namun, jika kita tengah terbelit utang, berdoalah seperti pada doa Nabi, “Ya Allah! Jauhkanlah saya dari kegundahan dan kesedihan, kelemahan dan kemalasan, kebodohan dan kebakhilan, keberatan utang, serta tekanan dan paksaan orang.” (Muttafaq ‘alaihi dikutip dari Yusuf Qardhawi, 1997: 150). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;6. Menabung dan berinvestasilah!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kita harus pikirkan juga pendidikan anak, biaya pernikahan, atau bahkan tabungan kesehatan kita. Belajarlah untuk menganggarkan pendapatan yang kita dapatkan untuk ditabung di bank yang tepercaya dan diinvestasikan untuk masa depan kita. Pilihlah lahan investasi yang halal dan menjanjikan karena kelak investasi kita akan menghasilkan pemasukan tambahan. Jadi, mulailah menabung dan berinvestasi sekarang juga!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;7. Ingat zakat, infak, dan sedekah.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Salah satu kiat agar dapat menghilangkan perilaku boros adalah selalu ingat saudara-saudara kita yang kekurangan. Sehingga, perlu ditumbuhkan kepekaan sosial pada diri kita. Dengan berzakat, infak, dan sedekah, selain dapat membantu saudara seiman, kita pun Insya Allah akan mendapatkan pahala dari-Nya. [Eika]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1452025240965642023-2861641584128657279?l=majalahpercikaniman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/feeds/2861641584128657279/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2012/02/fokus-3.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/2861641584128657279'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/2861641584128657279'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2012/02/fokus-3.html' title='Fokus 3'/><author><name>Majalah Percikan Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10398594625890799871</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1452025240965642023.post-272118828068516739</id><published>2012-02-01T00:06:00.001+07:00</published><updated>2012-02-01T00:06:00.601+07:00</updated><title type='text'>Resensi Situs</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;TREN RADIO INTERNET ISLAM&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yudha Yudhanto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Assalamualaikum wr.wb. To the point saja ustadz, saya sangat berterima kasih karena berkat radio streaming, kami sekeluarga  masih tetap  dapat mendengarkan kajian MPI di Bandung setiap Ahad pagi dan tanya jawab Ustadz setiap pagi pukul 05.00. Semoga Percikan Iman makin maju di jalan dakwah. Kami sekeluarga mendengarkan dari sini pukul 21 malam. Salam untuk Jamaah MPI” (Keluarga Budi di Ankara, Turki)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah salah satu e-mail yang berisi ungkapan kebahagiaan sebuah keluarga berkat adanya teknologi Radio Internet atau dikenal dengan Streaming Internet yang memungkinkan mereka tetap bisa mengaji di MPI (Majels Percikan Iman) secara online. Radio streaming atau radio online pada intinya adalah radio yang ditransmisikan melalui internet atau juga siarannya melalui internet. Untuk mendengarkan radio streaming, yang perlu kita gunakan adalah media player yang support dengan streaming radio, seperti webcast, winamp, i-tunes, windows media player, AIMP, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring dengan penetrasi internet di dunia yang mulai mencapai angka satu miliar pengguna, kebutuhan untuk mendapatkan layanan berbasis internet juga semakin meningkat. Data menunjukkan  bahwa 80% pengguna internet mengirimkan e-mail dan bersosialisasi, 60% menggunakan instant messaging (seperti Yahoo, Skype  atau MSN Messenger), dan 55% mendownload file. Kemudian, 22% pengguna internet juga mulai menikmati video lewat Internet. Setelah bank diperkuat dengan internet banking, toko buku diperkuat dengan toko buku online, koran dengan e-paper online, ternyata radio Islam juga mengikuti jejak untuk mengadakan  versi internet dengan broadcastingnya.&lt;br /&gt;Kenapa radio internet akan diprediksi makin populer di masa mendatang? Berikut alasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mudah. Internet radio memungkinkan kita mencari dan memilih siaran berdasarkan karakteristik negara, bahasa yang digunakan, jenis radio, dan sebagainya dengan cepat dan sesuai dengan yang kita inginkan. Kita dapat menyimpannya dalam bookmark atau shortlist, dan tinggal meng-klik untuk memutarnya kembali. Komputer membantu kita mengelola bookmark dan shortlist tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Radio konvensional memiliki keterbatasan geografis. Siaran yang disajikan hanya dapat dinikmati dalam wilayah tertentu. Ini berbeda dengan radio internet yang begitu kita broadcast, seluruh dunia akan mendengarkan siaran tersebut. Bahkan, siapapun bisa membuatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Investasi relatif lebih murah, baik investasi awal, operasional, maupun maintenance.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Kualitas suara yang tidak kalah dengan kualitas suara pada radio konvensional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Setting hardware atau alat maupun software lebih mudah dan sederhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Tidak memerlukan izin khusus untuk membuatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Perkembangan jaringan internet tumbuh pesat, makin cepat, dan makin murah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan dakwah Islam di Indonesia melaju cepat. Salah satunya melalui pemanfatan media internet, selain dengan mengoptimalkan layanan web internet yang ada. Beberapa di antaranya sudah menggunakan radio internet untuk lebih memperluas tersampainya informasi misi dakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini beberapa link internet dakwah yang menggunakan streaming.&lt;br /&gt;1. Radio.Eramuslim.com&lt;br /&gt;2. Percikaniman.org&lt;br /&gt;3. Radiomuslim.com&lt;br /&gt;4. Mtafm.com&lt;br /&gt;5. Radiorodja.com&lt;br /&gt;6. Hang106.or.id&lt;br /&gt;7. RadioAssunah.com&lt;br /&gt;8. Kajian.Net&lt;br /&gt;9. MQFM Bandung&lt;br /&gt;10. Alimanradio.or.id&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1452025240965642023-272118828068516739?l=majalahpercikaniman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/feeds/272118828068516739/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2012/02/resensi-situs.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/272118828068516739'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/272118828068516739'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2012/02/resensi-situs.html' title='Resensi Situs'/><author><name>Majalah Percikan Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10398594625890799871</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1452025240965642023.post-5728510128659693341</id><published>2012-02-01T00:06:00.000+07:00</published><updated>2012-02-01T00:06:00.214+07:00</updated><title type='text'>Kisah</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;INGAT PAK IBAN, INGAT TIDAK BUANG SAMPAH SEMBARANGAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinar matahari sudah terasa cukup terik memanggang tubuh. Nampak orang-orang sudah kelelahan sambil mengusap peluhnya. Bahkan, tak sedikit pula para pejalan kaki yang duduk sejenak di bawah teduhnya pohon di areal Car Free Day Dago Bandung pada Minggu (15/01). Meski matahari sudah mulai memancarkan aura panasnya, ada senyum yang masih mengembang di sana. Ada semangat yang masih membara. Dengan pakaian khasnya yang berwarna kuning dan sepeda ontelnya yang unik, lelaki tua berperawakan kecil itu masih bergairah untuk bersuara lewat TOA-nya. Menyuarakan kata-kata penuh motivasi untuk menjaga kebersihan. “Kalau kita sudah cinta pada lingkungan bersih, marilah kita sadar dapat menahan diri tidak membuang sampah sembarangan!” serunya sambil menebar senyum. Senyum yang renyah, riang, dan juga ramah dari seorang pria kelahiran 7 Agustus 1943 bernama Sariban. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, siapakah Sariban itu? Mungkin, jika Anda melintas di jalan Pahlawan Bandung dan melihat seorang bapak berbaju kuning dengan sepeda ontel berstang menyerupai stir mobil, pasti Anda tengah berjumpa dengan seorang pria asli Magetan, Jawa Timur, yang akrab disapa Pak Iban. Sariban setiap harinya bekerja sebagai petugas kebersihan secara sukarela di kawasan Jalan Pahlawan, Bandung. “Setiap jam delapan pagi saya pergi bekerja secara sukarela, setelah itu jam dua belas siang saya pulang dulu untuk shalat Zuhur, lalu dilanjut bekerja setelah Ashar hingga pukul setengah enam sore, selepas itu lalu pulang ke rumah. Saya tidak meminta bayaran dari siapapun, hanya meminta kepada Allah Swt saja,” ungkap Pak Iban yang juga selalu datang menyuarakan peduli kebersihan di Car Free Day Dago Bandung setiap Minggunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun lahir dari keluarga yang tidak berada, Sariban sudah memiliki semangat juang yang tinggi dan rasa cinta akan kebersihan sejak kanak-kanak. “Allah yang telah membuat saya cinta pada lingkungan. Saya belajar dari teman-teman dan mulai belajar memelihara lingkungan,” terang Pak Iban yang sempat mengecap SR (Sekolah Rakyat setingkat SD pada waktu itu). Sejak berusia lima setengah tahun, orangtua anak bungsu dari 5 bersaudara ini sudah meninggal. Sejak itu, Sariban kecil diasuh dan dibesarkan oleh kakak pertamanya. Akibat peristiwa itulah, Sariban terbiasa hidup mandiri dengan berjualan ronde jahe di pasar Madiun untuk membiayai sekolahnya di SMEP (Sekolah Menengah Ekonomi Pertama) pada 1956.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat semboyan “Bandung Kota Kembang” yang sering diingat Sariban dalam pelajaran Ilmu Bumi, akhirnya pada 1963 Sariban memutuskan untuk hijrah ke Bandung meski pada mulanya bekerja sebagai kuli aduk bangunan di IPTN. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum menjadi penyuluh kebersihan sukarela yang mendapat restu dari walikota  Bandung, Sariban sempat bekerja di Rumah Sakit Mata Cicendo sebagai tukang bersih rumah sakit pada 1972. Meskipun Sariban sempat ditawari bekerja di posisi pegawai administrasi Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung, dia tetap menolak posisi itu karena kecintaannya yang tinggi terhadap kebersihan di rumah sakit tersebut hingga pensiun di tahun 2000. Namun kiprahnya sebagai tenaga relawan penyuluh kebersihan kota Bandung sudah dimulainya sejak tahun 1983 dan masih berlangsung aktif hingga kini. “Sudah dua puluh delapan tahun saya mengabdikan diri di Bandung sebagai penyuluh kebersihan sukarela,” tutur pria yang memiliki empat orang anak dan tiga cucu itu.&lt;br /&gt;Ketika ditanya bagaimana tanggapan awal masyarakat saat mengetahui Sariban memilih menjadi tenaga relawan penyuluh kebersihan sukarela, Pak Iban menjawab, “Saya sempat dikira orang gila, orang sinting oleh orang-orang. Tapi saya tetap legowo. Saya jadikan pembelajaran untuk perubahan yang lebih baik.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buah dari keseriusan, kegigihan, serta keistiqamahannya dalam menyuarakan sikap peduli pada kebersihan, Sariban banyak mendapat penghargaan baik dari pihak akademisi, pemerintah, ataupun stasiun televisi swasta. Bahkan, sempat diundang keluar negeri untuk mengisi acara dan memberikan contoh keteladanan bagi masyarakat asing. “Saya merasa bangga dengan penghargaan-penghargaan itu. Tapi, di balik itu semua saya sangat prihatin dengan kondisi sekeliling kita yang masih banyak yang kotor,” tutur Pak Iban yang bisa mendapat kesempatan beribadah haji dari penghargaan walikota Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika disinggung tentang harapannya bagi pemerintah, Sariban sambil tersenyum menjawab ingin disediakan lebih banyak tempat sampah di tempat umum agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan. “Dan kalau untuk masyarakat Indonesia, saya berharap masyarakat mampu menahan diri untuk tidak membuang sampah sembarangan. Ingat Pak Iban, ingat tidak buang sampah sembarangan!” pungkasnya pada tim MaPI. [Eika]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1452025240965642023-5728510128659693341?l=majalahpercikaniman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/feeds/5728510128659693341/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2012/02/kisah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/5728510128659693341'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/5728510128659693341'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2012/02/kisah.html' title='Kisah'/><author><name>Majalah Percikan Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10398594625890799871</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1452025240965642023.post-4472832474342271664</id><published>2012-02-01T00:05:00.000+07:00</published><updated>2012-02-01T00:05:01.008+07:00</updated><title type='text'>MaPIklopedi</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;AL-QURAN TERBESAR DI DUNIA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika mendengar nama Afganistan, apa yang ada di benak Anda? Sudah hampir dapat dipastikan Anda akan memikirkan perang yang tidak berkesudahan. Sepertinya, Afganistan tidak lebih dari puing-puing bangunan dan kelaparan yang diakibatkan oleh perang. Ternyata, hal itu tidak sepenuhnya benar. Masih ada penduduk Afganistan yang konsisten menunjukkan jati diri kebudayaannya, dalam hal ini seni kaligrafi Islam. Hal tersebut tecermin dari karya yang dihasilkan Mohammad Sabir Khedri. Tidak tanggung-tanggung, Mohammad Sabir Khedri berhasil membuat Al-Quran terbesar di dunia. Subhanallah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti dilansir dari arabnews, Al-Quran yang dibuat oleh Mohammad Sabir Khedri itu berukuran tinggi 2,28 m dan lebar 1,55 m (rekor Al-Quran sebelumnya berdimensi tinggi 2 m dan lebar 1,5 m)serta telah disertifikasi sebagai yang terbesar di dunia oleh Kementrian Agama Afganistan. Al-Quran ini beratnya 500 kg dan 218 halaman-halamannya terbuat dari kain dan kertas, terikat dalam sebuah sampul kulit timbul yang terbuat dari 21 ekor kulit kambing. Total biaya yang dikeluarkan untuk membuat Al-Quran ini adalah setengah juta dolar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membuat Al-Quran terbesar ini, Mohammad Sabir Khedri dibantu oleh sembilan siswa pada desain yang menggabungkan skrip emas dengan jutaan titik kecil berwarna-warni membentuk dekorasi simbolis yang menjadi bingkai lembar demi lembar Al-Quran “raksasa” ini. “Saya ingin menggunakan sebanyak mungkin warna untuk membuat kitab suci ini terlihat cantik,” kata master kaligrafi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, Al-Quran “raksasa” ini ditempatkan di sebuah gedung pusat kebudayaan Afganistan yang awalnya didirikan pada 1980-an. Gedung ini dulunya adalah rumah bagi 50.000 buku, pusat kesehatan, dan sekolah untuk kerajinan Afganistan seperti karpet tenun. Namun, semua itu hancur selama perang sipil yang diikuti penarikan 1989 pasukan Soviet ditambah pembiaran oleh pemerintahan Taliban sejak 1996. Pada 2001, gedung ini kembali difungsikan berkat prakarsa Zahra Naderi dan ayahnya yang merupakan anggota parlemen. “Kami dari pengelola pusat kebudayaan ini merasa terhormat dapat memberikan kesempatan kepada seniman Afganistan untuk memamerkan karyanya. Ini dapat menunjukkan kepada dunia aspek positif kebudayaan Islam di Afganistan,” demikian disampaikan Naderi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski saat ini karyanya tercatat sebagai Al-Quran terbesar di dunia, Khedri akan dengan senang hati menyambut orang yang mengalahkan rekornya tersebut kelak. “Saya akan bahagia jika orang lain membuat Al-Quran yang lebih besar. Itu adalah bentuk pengabdian kepada Islam,” katanya sambil tersenyum. [Muslik]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1452025240965642023-4472832474342271664?l=majalahpercikaniman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/feeds/4472832474342271664/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2012/02/mapiklopedi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/4472832474342271664'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/4472832474342271664'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2012/02/mapiklopedi.html' title='MaPIklopedi'/><author><name>Majalah Percikan Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10398594625890799871</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1452025240965642023.post-7322353840348428878</id><published>2012-02-01T00:04:00.000+07:00</published><updated>2012-02-01T00:04:00.148+07:00</updated><title type='text'>Tahukah Anda</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;WUDHU DAN PERSONAL HYGIENE&lt;br /&gt;(Bagian 2)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangan, kaki, muka, kepala, dan hidung adalah bagian-bagian tubuh yang dibasuh saat wudhu. Yang dibasuh air wudhu tersebut, semuanya adalah bagian luar tubuh, atau lebih tepatnya kulit tubuh. Tahukah Anda, mengapa yang dibasuh saat berwudhu adalah kulit tubuh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi utama kulit adalah untuk membungkus tubuh serta melindungi tubuh dari berbagai ancaman seperti kuman, racun, dan radiasi. Kulit juga berperan dalam mengatur suhu tubuh serta melakukan fungsi ekskresi atau proses pembuangan zat-zat yang tidak dibutuhkan tubuh melalui pori-pori. Selain itu, kulit juga berfungsi sebagai media komunikasi antar sel saraf untuk merangsang rasa nyeri, panas, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika berwudhu, berarti kita telah membersihkan kulit, selaput lendir, dan lubang-lubang tubuh yang bersinggungan dengan “dunia luar”. Ketika membasuh wajah, wajah kita bersih dari kotoran seperti debu dan semacamnya. Dokter Ahmad Syauqy Ibrahim, seorang peneliti hidung, penyakit dalam, dan penyakit jantung di London mengatakan, “Para pakar telah sampai pada kesimpulan bahwa pencelupan anggota tubuh ke air akan mengembalika tubuh yang lemah menjadi kuat, mengurangi kekejangan pada saraf dan otot, menormalkan detak jantung, dan (menyembuhkan) kecemasan dan insomnia.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membasuh wajah juga merupakan isyarat bahwa kita siap berhadapan dengan Allah. Kita semua tentu sepakat bahwa anggota tubuh yang paling indah dan dibanggakan adalah wajah. Maka, wajah yang indah ini, ketika hendak menghadap Allah dalam shalat, akan menjadi lebih indah saat dibasuh. Maka, kita patut bergembira tiap selesai berwudhu. Karena senang dan gembira, shalat pun menjadi khusyuk dan ikhlas. Ini dampak di dunia, belum lagi di akhirat. Di akhirat, wajah yang senantiasa terbasuh wudhu akan bercahaya. [Fatih, dari beragam sumber]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1452025240965642023-7322353840348428878?l=majalahpercikaniman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/feeds/7322353840348428878/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2012/02/tahukah-anda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/7322353840348428878'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/7322353840348428878'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2012/02/tahukah-anda.html' title='Tahukah Anda'/><author><name>Majalah Percikan Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10398594625890799871</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1452025240965642023.post-3414007766501667783</id><published>2012-02-01T00:03:00.000+07:00</published><updated>2012-02-01T00:03:00.794+07:00</updated><title type='text'>In Memoriam</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;SYAHIDNYA SEORANG DOCTOR ISLAMIC MEDICINE&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia, khususnya Jawa Barat, kembali kehilangan seorang ulama besar. Beliau adalah seorang ahli pengobatan Islam dan salah satu pendiri bela diri muslim di Indonesia. Beliau wafat pada Sabtu 14 Januari 2012 di Bandung setelah berjuang melawan penyakit yang dideritanya. Nama lengkap beliau adalah Ahmed Dien El Marzdedeq, DIM, AV. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah perjalanan Ustad Marzdedeq dimulai saat beliau menimba ilmu di Ma’had At-Thibb Al-Islami (MAI). Lembaga ini pertama kali didirikan pada 13 Maret 1958 di bawah Yayasan Asy-Syifa dengan nama Lembaga At-Thibb Al-Islami. Pada 1965, nama lembaga ini berubah menjadi Ma’had At-Thibb Al-Islami. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MAI setingkat dengan fakultas kedokteran di universitas umum. Mata kuliah yang dipelajari pun tidak jauh berbeda, misalnya anatomi, parasitologi, dan lain-lain. Bedanya, karena MAI merupakan lembaga Islam, setiap semester mata kuliah agama Islam selalu mendapatkan porsi. MAI hanya menerima calon mahasiswa beragama Islam dan harus aktivis. MAI hanya menerima 15 calon mahasiswa setiap angkatannya. Di sini, mahasiswa tidak dipungut biaya sepeser pun.  Lamanya pendidikan di lembaga ini adalah 6 tahun. &lt;br /&gt;Sayangnya, lembaga pendidikan ini hanya berusia seumur jagung. MAI hanya mampu meluluskan satu angkatan saja, termasuk di dalamnya adalah Ustad Marzdedeq. Gelar yang beliau dapatkan adalah “DIM” yang merupakan kepanjangan dari Doctor Islamic Medicine atau Dokter Pengobatan Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu ilmu yang pernah dipelajari beliau di MAI adalah ilmu Awasin Al-Kayy atau Kay Awasin yang diwariskan oleh Ahmad bin Ruman, seorang tabib keturunan Persia dan Arab. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kay Awasin merupakan metode pengobatan dengan sistem menekan titik-titik atau simpul-simpul saraf dengan alat-alat yang terbuat dari olahan baja sempurna, tetapi tanpa pemanasan api dengan menggunakan sekitar 400 macam alat, termasuk alat bedah.&lt;br /&gt;Ustad Marzdedeq membuka praktik Kay Awasin sejak tahun 70-an di Bandung. Beliau membuka sebuah klinik yang diberi nama Awasin Medical Centre (AMC). Sampai saat ini, beliau telah berhasil mendidik 20 ahli Kay Awasin, yang beberapa di antaranya berprofesi sebagai dokter. Dari pengabdiannya tersebut, beliau mendapatkan gelar “AV” atau Avisiolog.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustad Marzdedeq sangat mengharapkan ilmu Kay Awaasin tetap di kembangkan oleh kaum muslimin, karena metode pengobatan ini biasanya di andalkan dalam keadaan darurat dan cukup cepat bekerjanya mengatasi berbagai keluhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Kay Awasin, Marzdedeq pun merupakan salah satu penyebar ilmu bela diri Islam yang berasal dari Asia Tengah, yaitu Thifan Pokhan. Sebuah aliran beladiri yang bebas dari unsur-unsur musyrik dan jahiliah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ilmu kepenulisan pun beliau bukan orang baru. Tulisan beliau sudah menyebar di masyarakat dalam bentuk buku. Buku-buku yang ditulisnya lebih difokuskan pada bidang akidah dan Yahudilogi. Salah satu bukunya yang paling dikenal berjudul “Parasit Akidah”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga, amal dan ibadah beliau diterima di sisi Allah Swt. dan ilmu yang telah diajarkannya tetap hidup dan terus dikembangkan oleh generasi muslim berikutnya. [Dini, diolah dari berbagai sumber]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1452025240965642023-3414007766501667783?l=majalahpercikaniman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/feeds/3414007766501667783/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2012/02/in-memoriam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/3414007766501667783'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/3414007766501667783'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2012/02/in-memoriam.html' title='In Memoriam'/><author><name>Majalah Percikan Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10398594625890799871</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1452025240965642023.post-6119154191014456039</id><published>2012-02-01T00:02:00.000+07:00</published><updated>2012-02-01T00:02:00.083+07:00</updated><title type='text'>Dunia Islam</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;WAJAH BARU POLITIK ISLAM PASCA ARAB SPRING&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah gerakan revolusi menggulingkan pemerintahan di Timur Tengah berlangsung dan—tampaknya—berhasil, ada fenomena baru yang terjadi di sana. Yakni, unggulnya partai-partai berhaluan Islam dalam helatan pesta demokrasi—pemilu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara negara Timur Tengah yang pemerintahnya sudah digulingkan lewat revolusi adalah Mesir dan Tunisia. Kedua negara ini pun sudah menggelar pemilu. Di Tunisia, partai berhaluan Islam, yakni Partai Ennahda, meraih kemenangan dengan Gannouchi ditetapkan sebagai Perdana Menteri. Demikian pula di Mesir, pemilu dimenangkan Partai Persatuan dan Keadilan (kubu Ikhwanul Muslimin). Bahkan, partai-partai lain setelah Partai Persatuan dan Keadilan yang mendapat suara signifikan juga didominasi partai-partai berhaluan Islam. Padahal, kemenangan tersebut masih sama kuatnya dengan terjangan gelombang Islamofobia dalam politik di negara-negara Arab modern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang menyebabkan partai-partai berhaluan Islam ini mampu mendulang suara yang signifikan? Yang menjadi sorotan para pengamat adalah bahwa preferensi politik kubu Islam tidak lagi terpaku pada bagaimana membentuk negara Islam. Itu bukanlah tujuan politiknya. Tujuan mereka, seperti janji kampanye partai-partai Islam pemenang pemilu di Mesir, Tunisia, atau Maroko, adalah menjadi negara demokrasi dengan tujuan memakmurkan rakyat secara luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem pemerintahan dan strategi politik yang mereka tiru dan puji sekaligus adalah Turki. Turki merupakan negara sekuler di Timur Tengah dengan kepemimpinan Pedana Menteri Erdogan. Erdogan sendiri berasal dari Partai Keadilan dan Kesejahteraan (AKP). AKP dan Erdogan dikenal berasal dari basis massa Islam, namun bisa menjalankan roda pemerintahan negara sekuler dengan baik. Gaya pemerintahan Erdogan dan AKP memusatkan perhatian pada kemakmuran rakyat dengan kemajuan ekonomi dan keterbukaan politik sebagai pilarnya, bukan bertujuan membentuk negara Islam. Formula ini terbukti maknyus menjadikan perekonomian Turki melesat dan bisa mempertahankan kekuasaan AKP hingga kini. AKP dan Erdogan bahkan mampu mengeliminasi dominasi militer dalam politik Turki dan mengantarkan Turki pada supremasi sipil dalam kehidupan sosial dan politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilihan negara-negara Timur Tengah dengan Partai Islam yang memenangkan pemilu mungkin agak aneh dengan meniru  atau berkiblat pada negara sekuler. Namun, menurut banyak pengamat, hal tersebut sangat cerdas dan rasional karena solusi menangani rakyat di Timur Tengah bukan lagi dengan penerapan syariah secara ekstrem, tetapi lebih pada pendekatan sosial, politik, dan ekonomi. Para petinggi gerakan politik Islam menyadari bahwa rakyat yang marah dan melakukan demonstrasi besar-besaran bukan karena ingin negaranya lebih “Islami”. Tetapi, rakyat marah karena mereka tidak punya pekerjaan, hidup miskin, dan dikekang kebebasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergeseran pendekatan dari syariah ke ekonomi-demokrasi yang dilakukan partai-partai berhaluan Islam di Mesir dan Tunisia ataupun Maroko, sangat rasional karena itulah kehendak rakyat. Semoga, hal ini membawa dampak baik bagi perkembangan politik, sosial, dan ekonomi masyarakat Timur Tengah, dan menjadi inspirasi bagi kemajuan dan kesejahteraan rakyat, khususnya di Indonesia. [Fatih, diolah dari berbagai sumber]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1452025240965642023-6119154191014456039?l=majalahpercikaniman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/feeds/6119154191014456039/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2012/02/dunia-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/6119154191014456039'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/6119154191014456039'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2012/02/dunia-islam.html' title='Dunia Islam'/><author><name>Majalah Percikan Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10398594625890799871</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1452025240965642023.post-4894140855827161172</id><published>2012-02-01T00:01:00.000+07:00</published><updated>2012-02-01T00:01:00.711+07:00</updated><title type='text'>Meski Satu Kata</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;UANG&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika hendak keluar kota untuk bertemu klien, seorang teman pernah berkata, “Tenang… Semua aman. Uangnya sudah ada.” Maksudnya, dari bagian keuangan, uangnya sudah cair dan kami semua sudah siap berangkat. Saya pun berpikir, hebat benar benda bernama uang itu. Ia bisa menjadi barometer status aman seseorang dan karenanya membuat mereka tenang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pooling kecil-kecilan yang diadakan sebuah radio kepada para pendengar setianya menanyakan, mana yang lebih baik, ketinggalan dompet atau ketinggalan HP. Jawabannya beragam. Dari yang serius hingga yang main-main. Satu jawaban yang membuat saya tergelitik adalah bahwa ketinggalan HP tidak akan terlalu menjadi soal. Berbeda ketika kita ketinggalan dompet yang notabene di dalamnya tersimpan uang atau kartu ATM, atau karti kredit. Bagaimana kalau ketika sudah naik angkot, kita baru sadar kalau dompet kesayangan tidak ada di dalam tas? Kalau membawa kendaraan pribadi, bagaimana jika tiba-tiba ada razia kendaraan? Lantas, bagaimana pula kalau tiba-tiba terjadi kecelakaan? Bukankah keberadaan dompet (yang berisi) uang lebih dibutuhkan dalam kondisi seperti itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin pendapat itu ada benarnya. Kalau ketinggalan HP, paling kita cuek selama seharian itu dan kepada orang-orang yang marah gara-gara teleponnya tidak diangkat atas SMS-nya tidak dibalas kita bisa pasang muka memelas dan meminta maaf karena HP ketinggalan. Tidak ada orang yang bisa marah, bukan? Tapi kalau ketinggalan dompet, maka kita lebih memilih putar arah (kendaraan) kembali ke rumah. Ada sesuatu yang kita rasa kurang atau tidak lengkap dan karenanya kita pun tidak bisa melepaskan diri dari keberadaan uang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, manusia tidak bisa lepas dari benda bernama uang ini. Dari bangun tidur sampai tidur lagi, semua orang membutuhkan uang. Tidak peduli apakah ia anak kecil atau orang dewasa, semua suka membelanjakan uang demi mendapatkan sesuatu yang ia inginkan. Bahkan, salah satu syair lagu dangdut yang penulis pikir memiliki kedalaman filosofi tersendiri menyatakan bahwa untuk dikubur pun kita butuh uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak heran kalau kemudian kita pun berlomba-lomba mendapatkan uang, apa pun caranya. Ada yang mencarinya dengan jalan halal dan tidak sedikit yang mengaisnya di wilayah abu-abu, atau bahkan haram. Tidak jarang, kasus kriminalitas pun terjadi gara-gara uang. Uang dan lagi-lagi uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan bermaksud untuk menafikan keberadaan uang sebagai alat tukar. Tapi, alangkah akan lebih baik kalau uang dinilai hanya sebatas uang, bukan pelindung, terlebih lagi penyelamat. [Muslik]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1452025240965642023-4894140855827161172?l=majalahpercikaniman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/feeds/4894140855827161172/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2012/02/meski-satu-kata.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/4894140855827161172'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/4894140855827161172'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2012/02/meski-satu-kata.html' title='Meski Satu Kata'/><author><name>Majalah Percikan Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10398594625890799871</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1452025240965642023.post-8482072789548819124</id><published>2012-01-04T00:24:00.000+07:00</published><updated>2012-01-04T13:45:25.162+07:00</updated><title type='text'>Editorial</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;LUPA ATAU "LUPA"?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang menarik dengan kepulangan Nunun–istri mantan Wakil Kepala Polri Komjen (Purn.) Adang Daradjatun–yang dikatakan mengidap penyakit pelupa berat (demensia) itu. Ketika turun di Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu sore (10/12), serta saat beberapa kali menjalani pemeriksaan di gedung KPK Jakarta, Nunun selalu berusaha menghindari sorotan kamera wartawan. Dalam gambar yang ditayangkan di stasiun televisi dan media cetak, tampak jelas Nunun selalu berusaha menutupi wajahnya dengan menggunakan masker dan bantal. Menurut dokter ahli saraf, penderita demensia tidak ingat aktivitas yang pernah dilakukannya. Sehingga, ketika Nunun menutup mukanya dari sorot kamera wartawan, seolah tersirat bahwa dia malu (dan tentu saja ingat) dengan yang telah diperbuatnya. Ya, Nunun sepertinya masih memiliki daya ingat yang baik, atau paling tidak (kalau mau disebut sebagai penderita dimensia) dia hanya mengidap penyakit lupa ringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya, lupa adalah kebiasaan umum (penulis tidak berani menyebutnya sebagai law of nature atau hukum alam) yang ada dalam diri setiap manusia. Tentu Anda tidak bisa menghitung (karena saking banyaknya) berapa kali Anda kebingungan mencari kunci kendaraan gara-gara lupa tempat menaruhnya. Anda juga tentu kena marah gara-gara tidak menepati janji kepada rekan kerja atau kolega lainnya. Bukan karena Anda sengaja ingkar, tetapi Anda kadang lupa kapan, di mana, kepada siapa, serta apa bentuk janji yang Anda ucapkan di tengah banyaknya janji yang harus ditunaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itulah manusia memerlukan pengingat. Bisa berupa orang terdekat, asisten, sekretaris, program remainder di telepon genggam, dan lain sebagainya. Tentu saja, frekuensi pengingat ada batasnya. Sekali dua kali diingatkan masih bolehlah kita berkelit lupa. Tetapi kalau pengingat itu diberikan berulang-ulang dan tetap saja lupa, berarti Anda sudah masuk dalam kategori teledor. Dalam bahasa yang lebih alim, Anda disebut tidak amanah. Dan, sepertinya inilah yang tengah dialami banyak pejabat kita (termasuk istri-istrinya) akhir-akhir ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika lupa dan kemudian diingatkan, hendaknya kita berterima kasih kepada yang mengingatkan dan berusaha melakukan sesuatu yang benar dengan segenap ingatan. Bukannya berkelit, apalagi berlindung di balik alasan medis yang bukan tidak mungkin telah dimanipulasi. Ya, para pejabat yang terjerat kasus hukum tersebut harus berjiwa besar mempertanggungjawabkan kerugian negara yang diakibatkan oleh “lupa” yang dia alami. Kalau merasa diperalat dan ditumbalkan oleh orang atau golongan tertentu, sekaranglah saatnya membuka kebenaran dengan selebar-lebarnya. Ingatlah bahwa di akhirat, seluruh pancaindra kita tidak akan pernah lupa untuk menceritakan yang telah diperbuatnya di dunia. [Ali &amp; Muslik]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1452025240965642023-8482072789548819124?l=majalahpercikaniman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/feeds/8482072789548819124/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2012/01/editorial.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/8482072789548819124'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/8482072789548819124'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2012/01/editorial.html' title='Editorial'/><author><name>Majalah Percikan Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10398594625890799871</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1452025240965642023.post-7685147335454934994</id><published>2012-01-01T00:23:00.000+07:00</published><updated>2012-01-04T13:43:33.426+07:00</updated><title type='text'>Bedah Al-Quran</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;LEMPAR JANJI SEMBUNYI IMAN&lt;br /&gt;(Tafsir Surat Al-Baqarah [2]: 100-102)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dr. Aam Amiruddin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(100) Mengapa setiap kali mereka mengikat janji, sekelompok mereka melanggarnya? Padahal, sebagian besar mereka tidak beriman. &lt;br /&gt;(101) Setelah datang kepada mereka seorang Rasul (Muhammad) dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka, sebagian dari orang-orang yang diberi Kitab (Taurat) melemparkan Kitab Allah itu ke balik punggung, seakan-akan mereka tidak tahu. &lt;br /&gt;(102) Mereka mengikuti apa yang dibaca oleh setan-setan pada masa kerajaan Sulaiman. Sulaiman itu tidak kafir, tetapi setan-setan itulah yang kafir. Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua malaikat di negeri Babilonia, yaitu Harut dan Marut. Padahal, keduanya tidak mengajarkan sesuatu kepada seseorang sebelum mengatakan, “Sesungguhnya kami hanya cobaan bagimu. Karenanya, janganlah menjadi kafir.” Maka, mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dapat memisahkan antara suami dengan istrinya. Mereka tidak akan dapat mencelakakan seseorang dengan sihirnya kecuali dengan izin Allah. Mereka mempelajari sesuatu yang mencelakakan dan tidak memberi manfaat kepada mereka. Sungguh, mereka sudah tahu siapa saja yang menggunakan sihir itu, pasti tidak akan mendapat keuntungan di akhirat. Sesungguhnya, sangat buruk perbuatan mereka yang menjual dirinya dengan sihir sekiranya mereka tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mengapa setiap kali mereka mengikat janji, sekelompok mereka melanggarnya? Padahal, sebagian besar mereka tidak beriman.” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 100)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan Bani Israil namanya kalau tidak melakukan hal yang membuat Allah Swt. murka. Bukan Bani Israil juga namanya kalau tidak mudah mengucapkan janji, tetapi kemudian mencampakkannya begitu saja. Ayat tersebut menunjukkan bagaimana Allah mempertanyakan perilaku buruk. Kehadiran Rasul Allah kepada mereka dengan membawa kitab yang berisikan panduan hidup yang sejalan dengan kitab yang sebelumnya (Taurat) disambut dengan janji beriman dan taat. Akan tetapi, tak lama berselang, mereka lemparkan jauh-jauh janji tersebut dengan alasan yang mengada-ada. Bahkan, sebagian dari mereka mencaci maki Rasulullah Saw. beserta kitab yang dibawanya lebih karena yang ada dalam kitab tersebut tidak sejalan dengan kehendak hawa nafsu mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awalnya, mereka menerima kehadiran Muhammad Saw. karena sosoknya cocok sekali dengan ciri-ciri yang dimuat dalam kitab Taurat yang mereka pegang. Hal itu dijelaskan dalam surat Al-A’raaf [7] ayat 157. “(Yaitu) orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya, dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al-Quran), mereka Itulah orang-orang yang beruntung.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun dengan penuh kepalsuan, mereka menolak kehadiran Muhammad Saw. dengan memakai berbagai argumen. Setelah mereka sadar bahwa ternyata isi Taurat mendukung kehadiran Muhammad sebagai Rasulullah, mereka mencari-cari akal agar bisa berkelit dari kenyataan tersebut. Itulah mengapa dalam ayat selanjutnya Allah Swt. berfirman,&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Setelah datang kepada mereka seorang Rasul (Muhammad) dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka, sebagian dari orang-orang yang diberi Kitab (Taurat) melemparkan Kitab Allah itu ke balik punggung, seakan-akan mereka tidak tahu.” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 101)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Saw. tetap dengan santunnya mengajak mereka untuk mencermati sacara saksama bahwa yang dibawanya (Al-Quran) semata sebagai pembenaran, penguatan dan penyempurna yang ada dalam kitab Taurat. Tapi, pengaruh hawa nafsu dan tipu daya setan menyebabkan mereka terlalu buta untuk melihat kebenaran. Al-Quran mereka tolak karena sosok Muhammad sebagai Rasulullah tidak sesuai keinginan mereka. Padahal, dengan sangat jelas dalam Taurat disebutkan bahwa kelak di akhir zaman akan datang sosok Nabi terakhir yang bernama Ahmad (Muhammad).  Al-Quran pun akhirnya mereka lemparkan. Sebagai topeng, mereka tetap berpegang pada kitab Taurat. Tapi, setelah diketahui bahwa ternyata Taurat malah mendukung kedatangan Nabi Muhammad, kitab itu pun mereka campakkan begitu saja. Taurat “dilempar ke belakang punggung mereka” sebagai pertanda bahwa mereka berpura-pura tidak tahu isi Taurat yang mereka pegang selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sejumlah riwayat seperti diungkap oleh Ibnu Katsir dalam tafsirnya disebutkan bahwa setelah mereka melempar begitu saja kitab Taurat yang seharusnya dimuliakan, dicarilah cara bagaimana bisa menutupi kekeliruan mereka. Cara itu pun akhirnya mereka temukan ketika menerima ajakan sesat untuk mengikuti keyakinan dengan sumber ajaran dari kitab atau catatan yang ada sangkut pautnya dengan Nabi Sulaiman. Itulah yang kemudian dijelaskan dalam ayat selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mereka mengikuti apa yang dibaca oleh setan-setan pada masa kerajaan Sulaiman. Sulaiman itu tidak kafir, tetapi setan-setan itulah yang kafir. Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua malaikat di negeri Babilonia, yaitu Harut dan Marut. Padahal, keduanya tidak mengajarkan sesuatu kepada seseorang sebelum mengatakan, ‘Sesungguhnya kami hanya cobaan bagimu. Karenanya, janganlah menjadi kafir.’ Maka, mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dapat memisahkan antara suami dengan istrinya. Mereka tidak akan dapat mencelakakan seseorang dengan sihirnya kecuali dengan izin Allah. Mereka mempelajari sesuatu yang mencelakakan dan tidak memberi manfaat kepada mereka. Sungguh, mereka sudah tahu, siapa saja yang menggunakan sihir itu, pasti tidak akan mendapat keuntungan di akhirat. Sesungguhnya, sangat buruk perbuatan mereka yang menjual dirinya dengan sihir sekiranya mereka tahu.” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 102)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yahudi gagal telah berlindung di balik kitab Taurat dalam aksi menentang kedatangan Nabi Muhammad Saw. dan Al-Quran yang memang isinya sesuai dengan Taurat. Untuk menutupi rasa malu, mereka mencari “pelarian” agar kedua-duanya (Al-Quran dan Taurat ) dapat ditentang. “Pelarian” itu mereka dapatkan dari sebuah “catatan” bernuansa gaib yang sempat ada pada zaman Nabi Sulaiman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai kisah “catatan” tersebut, selengkapnya dimuat dalam riwayat yang dikeluarkan oleh Ibnu Abi Hatim yang diterima dari Ibnu Abbas yang kami rangkum sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Sulaiman mempunyai seorang sekretaris bernama ‘Ashif. Tugas ‘Ashif adalah mencatat segala hal yang menjadi kepentingan Nabi Sulaiman. Kemudian, catatan itu disimpan oleh Nabi Sulaiman di bawah singgasana beliau. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Nabi Sulaiman wafat, catatan itu dikeluarkan oleh setan dengan sengaja dengan menyisipkan hal-hal yang berbau kekufuran dan sihir pada setiap dua barisnya. Selesai melakukan itu, setan mengatakan bahwa yang ada dalam catatan itulah yang selama ini diikuti oleh Nabi Sulaiman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Versi riwayat lain menyebutkan bahwa sejumlah peramal di zaman Nabi Sulaiman biasa menerima informasi dari setan yang sering mengintip rahasia-rahasia di langit. Setelah para peramal tersebut manggut-manggut pada yang disampaikannya, setan lantas memanfaatkan situasi tersebut dengan menambahkan sebagian kabar bohong pada info yang disampaikan yang kemudian dicatat dalam lembaran-lembaran khusus. Perilaku tersebut diketahui oleh Nabi Sulaiman semasa hidupnya. Lalu, Nabi Sulaiman melakukan tindakan dengan membasmi dan menyita catatan-catatan tersebut yang kemudian beliau tanam di bawah singgasana dan dijaga dengan ketat. Setelah Nabi Sulaiman dan pengikutnya yang mengerti persoalan tersebut tiada, setan mengambil kesempatan ini untuk mengelabui dan membuat tipu daya kepada generasi yang masih awam, termasuk Bani Israil. Dan, sebagian Bani Israil mempercayai iming-iming setan tersebut.&lt;br /&gt;Perbuatan setan itu menyebar ke seantero negeri sehingga sebagian besar penduduk menganggap bahwa Sulaiman telah kafir dengan mengajarkan ajaran yang sesat dan mereka pun memaki-maki Sulaiman. Sementara, orang-orang yang mengerti hanya diam karena tidak banyak yang bisa mereka perbuat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersebut pula dalam riwayat lain bahwa menurut Ibnu Abbas, Nabi Sulaiman biasa mendatangi istri-istrinya dengan terlebih dahulu menitipkan cincinnya kepada pembantunya. Kebiasaan itu dimanfaatkan oleh setan untuk mendukung aksi jahatnya dengan menyudutkan dan memfitnah Nabi Sulaiman. Suatu ketika, setan menjelma menjadi Nabi Sulaiman dan kemudian berpura-pura mendatangi pembantu dan meminta cincin yang sebelumnya dititipkan Nabi Sulaiman. Beberapa waktu kemudian, Nabi Sulaiman yang asli datang kepada pembantu tersebut dan seperti biasa meminta cincin yang dititipkannya. Namun, pembantu tersebut berkata bahwa orang ini (Nabi Sulaiman yang asli) berdusta dan menyebut beliau sebagai Sulaiman palsu. Menyadari ada yang salah, Nabi Sulaiman pasrah dan memahami bahwa fitnah sedang menerpa dirinya. Ketika berita itu tersebar, orang-orang yang semula mengikutinya, kini menjauh dan bahkan mengkafirkan Nabi Sulaiman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membantah aksi setan yang menyebar isu tidak sedap mengenai Nabi Sulaiman, Allah Swt. menurunkan ayat ke-102 surat Al-Baqarah tersebut.“Mereka mengikuti apa yang dibaca oleh setan-setan pada masa kerajaan Sulaiman. Sulaiman itu tidak kafir, tetapi setan-setan itulah yang kafir.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuduhan keji yang dilancarkan setan berikutnya adalah bahwa Nabi Sulaiman merupakan pengajar dan pengguna sihir. Hal itu dibantah oleh Allah Swt. dengan menyatakan sesungguhnya setanlah yang justru telah membuat sihir tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan pendapat terjadi di kalangan ahli tafsir mengenai asal muasal adanya sihir dan siapa sebenarnya Harut dan Marut yang disangkut-pautkan dengan sihir dalam ayat tersebut. Sebagian ahli tafsir mengatakan bahwa keberadaan sihir memang dimulai sejak zaman Nabi Sulaiman dan Nabi Daud (ayahanda Nabi Sulaiman). Namun, sebagian ahli tafsir yang lain mengatakan bahwa sihir ada sejak zaman Nabi Musa a.s. Ada pula yang megatakan bahwa sihir sudah ada sebelum Nabi Musa a.s.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara mengenai siapa Harut dan Marut dalam ayat tersebut, sebagian ahli mengatakan bahwa mereka adalah nama orang di Babil (Babilonia) yang mendapat pengajaran sihir dari setan. Sebagian ahli tafsir yang lain menyatakan bahwa keduanya adalah nama kabilah di Babilonia. Ada pula yang mengatakan bahwa keduanya adalah malaikat yang diutus untuk mengajarkan sihir sebagai ujian bagi manusia. Melihat redaksi ayat tersebut, dikuatkan dengan sejumlah riwayat dan atsar yang tidak bisa kami paparkan selengkapnya di sini, pendapat terakhir lebih kuat untuk diterima. Harut dan Marut merupakan dua Malaikat yang diutus oleh Allah sehubungan dengan adanya protes di kalangan malaikat yang heran melihat perilaku manusia. Sebelum diturunkan, Harut dan Marut ini mengikat janji kepada Allah untuk tidak mengikuti kelakuan manusia. Bersamaan dengan diturunkannya dua malaikat ini, Allah menurunkan malaikat lain yang menjelma menjadi perempuan super cantik bernama Zahrah untuk menguji dua malaikat tersebut. Allah menurunkan Harut dan Marut dengan diberi nafsu syahwat. Zahrah pun berpura-pura mengadukan masalah suaminya dan meminta nasihat. Ketika nasihat yang mereka berikan dirasa tidak adil, Zahrah pun beranjak pergi namun segera dihalangi oleh Harut dan Marut yang berhasrat terhadap Zahrah. Pendek cerita, Zahrah mengajukan syarat agar keduanya mengikuti ajaran sesat yang dianutnya. Demi hasrat syahwat, keduanya mengikuti syarat tersebut dan karenanya Allah memberikan teguran dan kutukan. Terlepas dari rahasia di balik riwayat yang cenderung aneh ini, kisah Harut dan Marut menjadi kisah tambahan mengenai adanya malaikat yang membelot seperti Iblis. Wallahu a’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harut dan Marut menjalankan tugas utama untuk menguji manusia dengan ilmu sihir. Itulah sebabnya sebelum manusia datang meminta, mereka selalu mengatakan, “Sesungguhnya Kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir.”&lt;br /&gt;Selain menjadi penjelas bagi rangkaian kisah penolakan kaum Yahudi pada kedatangan Nabi Muhammad Saw., ayat ini menjadi petunjuk bahwa sihir merupakan perbuatan terlarang yang mengancam autentisitas keimanan seseorang. Karenanya, jangan sekali-kali melacurkan diri dalam perbuatan sihir yang hanya membawa kesengsaraan dunia dan akhirat. Wallahu a’lam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1452025240965642023-7685147335454934994?l=majalahpercikaniman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/feeds/7685147335454934994/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2012/01/bedah-al-quran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/7685147335454934994'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/7685147335454934994'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2012/01/bedah-al-quran.html' title='Bedah Al-Quran'/><author><name>Majalah Percikan Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10398594625890799871</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1452025240965642023.post-7313241755774766081</id><published>2012-01-01T00:22:00.000+07:00</published><updated>2012-01-04T13:40:53.122+07:00</updated><title type='text'>Bedah Hadits</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;RELA (ALLAH SEBAGAI RABB-KU)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tate Qomaruddin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Saw. bersabda, “Mengecap rasanya iman orang yang rela kepada Allah sebagai Tuhan, Islam sebagai agama, dan Muhammad sebagai Rasul.” (H.R. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Rasa) iman adalah perasaan bahagia, tenteram, dan damai dalam kehidupan. Siapa yang tidak mendambakan perasaan itu? Orang melakukan segala cara untuk bahagia. Ada yang menempuh jalan tepat yang mengantarkannya pada kebahagiaan nyata. Tetapi, tidak sedikit yang mengambil jalan fatamorgana. Semakin banyak lagkah yang diayunkan, semakin letih dan galau, sementara kebahagiaan itu tak kunjung direguknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana saya kemukakan pada tulisan terdahulu, tingkat kenestapaan sebuah masyarakat bukanlah semata-mata karena ketiadaan harta. Betapa banyak contoh yang terpampang dalam kehidupan nyata bahwa melimpahnya harta tidaklah menjamin kebahagiaan. Sebaliknya, tidak sedikit orang berbahagia dalam keterbatasan harta.&lt;br /&gt;Kehilangan rasa bahagia, rasa bermakna, dan rasa cinta telah memunculkan berbagai perilaku meyimpang dan menyakitkan bagi orang lain. Terdapat korelasi yang sangat nyata antara tindak kejahatan dan kondisi kejiwaan seseorang. Orang yang senang menyakiti orang lain biasanya adalah orang yang tidak merasakan cinta di hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, masyarakat materialistik mengukur tingkat kebahagian dari sisi kesejahteraan material. Nyatanya, kebahagiaan hakiki tidak kunjung mereka rasakan. Studi baru yang dipublikasikan dalam Journal of Economic Behavior &amp; Organization meneliti 50 negara bagian di Amerika Serikt. Studi itu membuat daftar sepuluh negara teratas untuk kesejahteraan, yaitu Utah, Louisiana, Colorado, Minnesota, Wyoming, Hawaii, Arizona, Delaware, Florida, dan Nevada. Tiga dari negara-negara bagian itu juga masuk dalam sepuluh besar untuk tingkat bunuh diri dengan peringkat kelima ditempati Wyoming, Colorado di peringkat keenam, dan Utah di peringkat kesembilan. Sementara, Arizona ada di posisi ke-11 dan Florida di posisi ke-15.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Orang yang tidak puas berada di tempat menyenangkan mungkin merasa diperlakukan kasar oleh kehidupan,” ujar Andrew Oswald dari Universitas Warwick di Inggris. Sonja Lyubomirsky, seorang profesor psikologi di University of California, Riverside, yang tidak terlibat dalam penelitian ini, sepakat bahwa tinggal di sekitar orang yang rata-rata cukup puas dengan kehidupan mereka, sementara Anda tidak, bisa membuat Anda merasa lebih menyedihkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepuluh negara dengan peringkat kesejahteraan terendah adalah Kentucky, West Virginia, Pennsylvania, Indiana, Missouri, Ohio, New York, Massachusetts, Michigan, dan Rhode Island. Survei itu mewawancarai lebih dari 350.000 orang setiap tahun. Peringkat bunuh diri didasarkan pada data mortalitas yang dilaporkan oleh Biro Sensus di tahun 2008 (dikutip dari tempo.co).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, hasil penelitian yang dilakukan Ericsson menyatakan bahwa 36% responden menggunakan komunikasi mobile untuk mengatasi kegundahan dan mengurangi stres. (Renald Kasali, Crakcing Zone)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sinilah makna penting dari arahan Rasulullah Saw. sebagaimana disebutkan. Orang yang merasakan nikmatnya keimanan dalam hidup adalah orang yang rela Allah Swt. sebagai Tuhan, Islam sebagai agama, dan Muhammad sebagai Nabi dan Rasul.&lt;br /&gt;Rela Allah sebagai Rabb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rela Allah sebagai Tuhan adalah rasa senang dan puas dengan segala ketentuan Allah. Ada dua bentuk ketentuan Allah. Pertama ketentuan Allah yang merupakan takdir kauni atau ketentuan yang berlaku di alam semesta. Di antara keputusan semacam ini adalah yang digambarkan dalam ayat berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan kamu dari tanah, kemudian tiba-tiba kamu (menjadi) manusia yang berkembang biak. Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui. Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan. Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya, Dia memperlihatkan kepadamu kilat untuk (menimbulkan) ketakutan dan harapan, dan Dia menurunkan air hujan dari langit, lalu menghidupkan bumi dengan air itu sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang menggunakan akalnya. Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah berdirinya langit dan bumi dengan iradat-Nya. Kemudian apabila Dia memanggil kamu sekali panggil dari bumi, seketika itu (juga) kamu ke luar (dari kubur).” (Q.S. Ar-Ruum [30]: 20-25)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terhadap semua ketentuan Allah yang berlaku di alam semesta seperti yang di dalam ayat-ayat itu disebut sebagai tanda-tanda kekuasaan-Nya, kita mau bilang apa? Mau tidak setuju? Mau melawan dan membangkang? Mau menghadirkan alam alternatif dan sistemnya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada yang dapat kita lakukan selian rela dan menerima. Termasuk rela dan menerima saat ketika menemukan fakta bahwa laki-laki tidak sama dengan perempuan dalam banyak hal. Dalam hal perasaan, dalam hal cara berpikir, atau dalam hal postur tubuh. Perempuan mengandung dan melahirkan sedangkan laki-laki tidak. Kita rela dan menerima dengan sebuah keyakinan, “Ya robb kami, tidaklah Engkau ciptakan semua ini sia-sia.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, ketentuan yang merupakan takdir syar’i. Ya, aturan-aturan Allah yang dimaksudkan mengatur perilaku manusia. Yang ini bersifat pilihan dan merupakan batu ujian bagi manusia, adakah dia rela dan menerima atau benci dan menolak terhadap aturan itu. Dan seluruh takdir kauni selalu menuntut penyikapan secara syar’i yang mewujudkan dalam perilaku. Perhatikan ayat berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yang Menciptakan mati dan hidup, untuk Menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa, Maha Pengampun.” (Q.S. Al-Mulk [67]: 2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kematian dan kehidupan adalah takdir kauni. Manusia tidak dapat menolak atau mempercepatnya. Yang dapat dilakukan manusia adalah memikirkan cara hidup dan cara mati. Manusia bisa hidup dengan ahsanu ‘amala (amal terbaik) dan mati diridhoi Allah.&lt;br /&gt;Kita rela dan menerima segala ketentuan Allah, baik yang bersifat umum, yang tidak membeda-bedakan jenis kelamin, maupun yang berpijak pada perbedaan jenis kelamin. Karena perbedaan jenis kelamin adalah kehendak Sang Pencipta dan perbedaan beberapa ketentuan juga adalah kehendak-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Laki-laki (suami) itu pelindung bagi perempuan (istri), karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah memberikan nafkah dari hartanya. Maka perempuan-perempuan yang saleh, adalah mereka yang taat (kepada Allah) dan menjaga diri ketika (suaminya) tidak ada, karena Allah telah Menjaga (mereka)...” (Q.S. An-Nisaa [4]: 34)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegelisahan ideologis, seperti mempertentangkan antara laki-laki dan perempuan dengan segala hak, kewajiban, dan kiprahnya juga berawal dari tidak adanya kerelaan (ridho) terhadap ketentuan-ketentuan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar bin Khattab mengatakan, “Segala kebaikan ada dalam kerelaan. Jika engkau bisa, relalah. Dan, jika tidak, bersabarlah.” (Bersambung)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1452025240965642023-7313241755774766081?l=majalahpercikaniman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/feeds/7313241755774766081/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2012/01/bedah-hadits.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/7313241755774766081'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/7313241755774766081'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2012/01/bedah-hadits.html' title='Bedah Hadits'/><author><name>Majalah Percikan Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10398594625890799871</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1452025240965642023.post-6795422459375071020</id><published>2012-01-01T00:21:00.000+07:00</published><updated>2012-01-04T14:12:25.498+07:00</updated><title type='text'>Percik Sains</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;MISTERI LAUTAN SUSU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ir.H.Bambang Pranggono, MBA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Katakan, ‘Andaikan lautan menjadi tinta untuk kalimat Tuhanku, niscaya keringlah lautan itu sebelum habis kalimat Tuhanku, walaupun ditambahkan lagi sebanyak itu.’” (Q.S. Al-Kahfi [18]: 109)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dalam ayat tersebut Allah Swt. mengibaratkan laut seperti tinta, maka grup musik Koes Plus mengibaratkan laut di negeri ini seperti kolam susu. “Bukan lautan hanya kolam susu.” Demikian sepenggal lirik lagu Koes Plus tersebut yang terinspirasi dari sebuah telaga bernama Kolam Susu di Atambua, Nusa Tenggara Timur. Apakah air di telaga Atambua tersebut terasa manis dan berwarna putih seperti susu? Tentu saja tidak. Tapi, lautan putih bagaikan susu memang benar adanya. Selama berabad-abad, para pelaut menceritakan pengalaman melayari lautan bercahaya putih misterius di waktu malam, terutama ketika berlayar di samudra Hindia dan kepulauan Indonesia. Kini, penelitian telah membuktikan bahwa kisah para pelaut tersebut bukan dongeng semata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di suatu malam pada 1995, sebuah kapal bernama S.S.Lima melapor tengah melayari lautan berwarna putih di lepas pantai Somalia. Steve Miller, ahli meteorologi kelautan di laboratorium Angkatan Laut Amerika di Monterey (California), mendeteksi rute kapal pada tanggal kejadian dalam rekaman foto satelit. Hasilnya, memang ditemukan area putih seluas 15.400 km2 mengelilingi kapal tersebut. Steve Haddock dari pusat riset Teluk Monterey mengatakan bahwa cahaya ajaib itu berasal dari empat miliar triliun bakteri bioluminescence yang terapung di tempat itu dan hanya berlangsung beberapa hari saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika tersentuh suatu reaksi kimia, elektron pada bakteri itu melompat ke level yang lebih tinggi lalu jatuh lagi sambil mengeluarkan energi sisa dalam bentuk partikel cahaya. Cahaya tadi disebut “cold light” dan berwarna biru, yakni warna yang mampu menembus jarak terjauh dalam air. Di tengah malam yang gelap, mata manusia tidak bisa membedakan antara biru dan putih. Maka, cahaya lautan bakteri tersebut nampak seputih susu. Sungguh suatu pemandangan langka yang membuat bulu roma merinding. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, lautan penuh keajaiban. Ada 41 kata laut (bahr, bahran, bahrain, bihar, dan abhur) dalam Al-Quran. Dalam surat Al-Kahfi ayat ke-109 tersebut dinyatakan bahwa lautan tidak akan cukup untuk menuliskan kalimat Allah. Para mufassir mengatakan bahwa itu adalah kalimat kiasan. Tetapi Az-Zamakhsyary dalam tafsirnya mengajak kita menalar  bahwa pada setiap tetes air laut ada kalimat Allah yang harus diungkap karena mengandung rahasia tak terbatas. Dan, fenomena “bukan lautan tapi kolam susu” ini hanya satu rahasia laut yang telah terungkap. Di laut, tentu masih ada jutaan bahkan miliaran (untuk menyebutkan jumlah definitif, meski penulis yakin rahasia Allah itu tidak terbatas jumlahnya) rahasia lain yang menunggu untuk kita singkap dengan ilmu pengetahuan.  Wallahu a’lam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1452025240965642023-6795422459375071020?l=majalahpercikaniman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/feeds/6795422459375071020/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2012/01/percik-sains.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/6795422459375071020'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/6795422459375071020'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2012/01/percik-sains.html' title='Percik Sains'/><author><name>Majalah Percikan Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10398594625890799871</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1452025240965642023.post-2313874992344326244</id><published>2012-01-01T00:20:00.002+07:00</published><updated>2012-01-04T14:12:01.801+07:00</updated><title type='text'>Bedah Masalah</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;HARANKAH GAJI YANG DITERIMA HASIL BEKERJA DI BANK KONVENSIONAL?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;DR. Aam Amiruddin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ustadz, apakah kita sebagai seorang muslim diperbolehkan bekerja di bank konvensional, misalnya sebagai Manajemen  Trainee (MT) ataupun ODP (Officer Development Program). Atau, kita sebaiknya memilih bank syariah saja? Saya pernah mendengar kabar bahwa bunga bank konvensional termasuk riba dan riba itu diharamkan. Nah, apakah dengan kita bekerja di bank konvensional, berarti hasil kerja (gaji) yang didapat juga haram? Mohon jawaban dan penjelasan dari Ustadz.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya mari kita perhatikan riwayat yang menyatakan bahwa Rasulullah Saw. melaknat pemakan riba, yang memberi makan dengan hasil riba, dan dua orang yang menjadi saksinya. Dan beliau bersabda, “Mereka itu sama.” (H.R. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits sahih ini, bila dicermati dari sudut pandang idealisme, mungkin sudah cukup menjadi jawaban akan keraguan hukum bekerja di bank konvensional. Hadits tersebut juga sekaligus memberikan keyakinan penuh bahwa Allah yang akan melindungi hamba-Nya manakala ada itikad untuk senantiasa berada di jalan-Nya. Sehingga, hendaknya kita tidak merasa takut akan kelangsungan rezeki di kemudian hari jika akhirnya harus meninggalkan pekerjaan di bank konvensional.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, sebagian kalangan masih memberi peluang untuk tetap menerima pekerjaan di bank konvensional. Alasannya, meskipun sistem yang dipakai tergolong riba, tapi masih memungkinkan adanya aliran dana yang masuk pada lembaga tersebut dari tranaksi non-riba, seperti penitipan, transfer, dan lain-lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menentukan pilihan, tentu saja dikembalikan kepada pribadi masing-masing. Jika ingin selamat secara total, maka pilihan keluar dari bank konvensional adalah yang terbaik. Namun, kalaupun masih melanjutkan pekerjaan itu, maka mohonkanlah ampun dan teruslah berdoa agar diberi jalan yang terbaik. Wallahu a’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;KAKAK IPAR MURTAD, APAKAH KITA IKUT BERDOSA?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Apakah berdosa apabila saya sebagai adik ipar tidak pernah mengingatkan kakak ipar yang murtad. Saya baru tahu kalau kakak ipar saya murtad setelah menikah dengan adiknya (istri saya). Mohon penjelasannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan Anda ada sangkut pautnya dengan kewajiban dakwah bagi setiap muslim. Dakwah bisa berarti juga mengajak, mengingatkan, dan meluruskan agar orang senantiasa berada di jalan Allah Swt. Setelah Anda mengetahui bahwa ternyata ada seorang anggota keluarga yang perlu menjadi perhatian utama dakwah, segeralah lakukan (dakwah) sesuai dengan kemampuan. Seorang muslim akan dinyatakan berdosa jika dia mengabaikan kewajiban berdakwahnya. Wallahu a’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;BOLEHKAH MENGERJAKAN SHALAT WITIR SEBELUM TIDUR DAN SHALAT MALAM SETELAH BANGUN TIDUR?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Bagaimana jika sebelum tidur kita melaksanakan shalat Witir tiga rakaat lalu setelah tidur shalat Tahajud delapan rakaat, yang artinya antara kedua shalat tersebut dikerjakan dalam rentang waktu yang terpisah? Adakah dalil yang menerangkan bahwa tidak ada shalat setelah shalat Witir?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shalat Witir merupakan bagian dari Shalat Malam. Berdasarkan hadits yang ada, Shalat Malam lebih utama dikerjakan di sepertiga malam terakhir sebagaimana disebutkan dalam dua hadits sahih berikut ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Muhammad Saw. bersabda, “Rabb kita turun ke langit dunia hingga tersisa sepertiga malam terakhir. Lantas Allah berfirman, ‘Adakah seorang yang meminta? Pasti Aku akan memberinya. Adakah seorang yang berdoa? Pasti Aku akan mengabulkannya. Dan adakah seorang yang memohon ampunan? Pasti Aku akan mengampuninya’. Hal ini berlangsung hingga tiba waktu fajar.’” (H.R. Bukhari dan Muslim, dari Abu Hurairah). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jadikanlah akhir shalatmu di malam hari adalah shalat Witir ” (H.R. Bukhari, dari Abdullah bin ‘Umar) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, tidak dipersalahkan jika kita mengerjakan witir di awal malam untuk kemudian shalat malam setelah bangun di akhir malam. Tidak ada larangan atau hadits sahih yang menyatakan bahwa kita tidak boleh mengerjakan shalat sunat setelah Witir. Hal ini karena Shalat Malam memiliki fleksibilitas (waktu) sehingga ada kebebasan untuk memilih witir di awal atau di akhir dan juga jumlah rakaatnya. Wallahu a’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;BUNGA JAMINAN SOSIAL, APAKAH JUGA TERMASUK RIBA?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Saya adalah karawan sebuah perusahaan yang terdaftar sebagai anggota salah satu lembaga penjamin sosial. Sebesar 3,7% anggaran untuk asuransi atau jaminan tersebut ditanggung perusahaan dan 2% ditanggung oleh karyawan. Pertanyaan saya, halalkah dana 3,7% tersebut mengingat setiap tahun saldo asuransi tersebut dikembangkan lagi dengan bunga yang tidak jelas persentasenya dan jika karyawan keluar (kerja) dana tersebut boleh diambil? Bagaimana pula caranya membersihkan saldo yang telah tercemari bunga (bank)? Karena, ketika diambil dalam jumlah total, tidak ada rincian berapa saldo murni dan berapa persen bunga. Bisakah uang tersebut dibersihkan dengan zakat, infak, dan sedekah mengingat bunga tetaplah riba yang statusnya diharamkan? Bagaimana solusinya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang yang saya tahu, jaminan sosial merupakan perhatian pihak pemerintah dan lembaga terkait lainnya terhadap hak-hak pekerja atau buruh. Mengenai teknis pengelolaannya, tentu kita percayakan saja sepenuhnya kepada pihak yang bersangkutan. Jika ternyata sebagian proses pengelolaan dana jaminan sosial tersebut memakai sistem riba, itu semua di luar tanggung jawab kita. Selama kita berdoa dan berharap semoga ke depan ada pengelolaan jaminan sosial yang bebas riba, insya Allah tidak terkena taklif (beban dosa).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda ragu dengan kemurnian harta yang diterima melalui jaminan sosial, maka zakat, infak, sedekah seperti yang Anda tanyakan, insya Allah bisa membersihkan harta yang ada. Dan, jangan lupa untuk menyesuaikan besaran zakat, infak dan sedekah agar berimbang dengan harta yang Anda dapatkan. Wallahu a’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;MENIKAHKAN MUSLIMAH YANG DIHAMILI LELAKI NON MUSLIM, BAGAIMANA HUKUMNYA?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Bila seorang muslimah dihamili oleh laki-laki nonmuslim (Kristen), bolehkan mereka dinikahkan dengan alasan hanya sebagai formalitas agar anak yang tengah dikandung memiliki status hukum? Rencananya, setelah anak tersebut lahir mereka bercerai. Ataukah, mereka tidak boleh dinikahkan sama sekali mengingat masuk Islamnya sang pria (sebagai salah satu syarat nikah) hanya untuk sementara? Bukankah menikah berbeda agama sama saja dengan berzina? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam secara tegas melarang setiap muslimah menikah dengan pria non-muslim, baik yang jelas-jelas (ingin menikahinya) ataupun yang pura-pura. Perzinaan yang sempat terjadi antara muslimah dan laki-laki nonmuslim tidak bisa menjadi alasan diperbolehkannya pernikahan antara keduanya. Satu-satunya jalan adalah muslimah tersebut bertobat yang sesungguh-sunguhnya. Jika di kemudian hari sang laki-laki non-muslim diketahui masuk Islam secara sunguh-sungguh dan tidak ada kepura-puraan, maka segeralah keduanya dinikahkan. Memaksakan menikah dalam kondisi sang pria masih dalam keadaan kafir, hanya membuat muslimah tersebut menumpuk-numpuk dosa karena perzinaan yang dilakukannya. Wallahu a’lam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1452025240965642023-2313874992344326244?l=majalahpercikaniman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/feeds/2313874992344326244/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2012/01/bedah-masalah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/2313874992344326244'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/2313874992344326244'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2012/01/bedah-masalah.html' title='Bedah Masalah'/><author><name>Majalah Percikan Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10398594625890799871</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1452025240965642023.post-3484481649590490945</id><published>2012-01-01T00:19:00.002+07:00</published><updated>2012-01-04T14:11:34.898+07:00</updated><title type='text'>Opini</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;DUA “WAJAH” KESEMPATAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini tentang hadiah paling agung dari Tuhan untuk manusia. Barangkali, Anda semua mendapatkannya, tetapi tidak atau jarang yang menyadarinya. Tuhan memberi kita hidup, memberi kita kemampuan, memberi kita segalanya. Tuhan menakdirkan kita jatuh cinta, Tuhan menakdirkan kita mengecap suka. Semua nikmat Tuhan itu, jika kita rangkum ke dalam satu kata, percayalah, ia bernama KESEMPATAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup itu pilihan, bung! Manusia menjadi apa, mengecap hidup yang bagaimana, menjalani profesi apa, semua ditentukan oleh pilihan. Oke, itu memang benar. Tetapi, hendaknya kita berterima kasih karena Tuhan telah memberi kita kesempatan untuk memilih. Setiap detik, pilihan tersuguh di hadapan kita. Kesempatanlah yang memungkinkan kita untuk melakukan pilihan-pilihan. Kesempatan memang anugerah terhebat dari Tuhan buat kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesempatan, 10 huruf yang memiliki arti penting dalam hidup. Tanpa kita sadari, sehari-hari kita menggunakan kata itu untuk mewakili sesuatu. Bahkan, sebagian besar sesuatu yang diwakili dengan kata kesempatan seolah tidak bisa dilewatkan. Ada pula yang menyepuh kesempatan dengan emas. Sehingga lazim di tengah-tengah kita istilah kesempatan emas. Pertanyaannya, apakah setiap kesempatan memang tidak boleh dilewatkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari sejenak kita menengok sejarah. Ini tentang seorang hamba Tuhan yang mendapatkan kesempatan. Bahkan, boleh dibilang, ini adalah kesempatan emas 24 karat! Siapakah dia? Dia adalah Yusuf, hamba Tuhan yang Mahakasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali kita sudah berulang menyimak bagaimana Yusuf berada dalam satu ruangan dengan hanya bersama seorang istri raja bernama Zulaikha. Saat itu, Zulaikha datang dengan tampilan yang sanggup membungkam iman. Penampilan yang sanggup membuat keteguhan seorang lelaki empot-empotan. Dia seorang perempuan yang cantik bukan rekaan, parfumnya wangi memabukkan, pakaiannya… Wah! Saya bahkan tidak kuasa menggambarkannya. “Sangat sederhana” itu saja, cukup!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini merupakan sebuah kesempatan yang sangat langka. Mereka hanya berdua di ruang tertutup dan keduanya memiliki gelora yang sama. Tetapi, kita sama-sama tahu bahwa Yusuf dengan berpeluh melawan godaan kesempatan itu. Dia yang hampir tergoda, mendapat teguran Tuhan. Hingga sikap Yusuf kemudian berubah dan membuat Zulaikha marah. Kita pun lalu mendapati bagaimana Yusuf berupaya lari dan Zulaikha merenggut bagian belakang baju Yusuf hingga robek. (Q.S. [12]: 23-29)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, bagaimana kalau kesempatan yang didapatkan Yusuf datang kepada kita? Apa yang akan kita lakukan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap hari kita mendapatkan kesempatan. Barangkali, bagi pelajar atau mahasiswa yang sedang ujian, mendapati pengawas lengah merupakan sebuah kesempatan untuk “belajar dengan membuka catatan” atau saling membantu demi “kesetiakawanan”. Bagi seorang suami atau istri, ketika melihat lelaki atau perempuan lain yang menggoda hati adalah sebuah kesempatan untuk berpaling ke lain hati. Bagi seorang karyawan, ketika ada uang sisa program adalah sebuah kesempatan untuk menilapnya. Bagi atasan, ketika ada bonus yang semestinya diberikan kepada karyawan berdedikasi dan berprestasi merupakan kesempatan untuk menikmati sendiri bonus itu. Bagi seorang pemimpin, setiap saat ada kesempatan untuk menipu rakyatnya. Bagi pejabat, limpahan materi yang ada adalah sebuah kesempatan untuk melakukan korupsi (saya lebih sepakat jika istilah korupsi diganti dengan istilah pencuri). Tentu saja dengan ragam ilustrasi lain, tidak ada yang tidak berpulas kesempatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, bagi pelajar atau mahasiswa yang mendapati pengawas ujiannya lengah, merupakan satu kesempatan untuk menguji diri sejauh mana pemahaman yang telah didapatkan. Juga sebuah kesempatan untuk melatih kejujuran. Bagi seorang istri atau suami yang mendapati lawan jenis yang sangat menggoda, selayaknya menjadi sebuah kesempatan untuk menguji sedalam mana kesetiaannya kepada pasangan. Bagi karyawan yang mendapati uang program perusahaan masih tersisa, merupakan sebuah kesempatan untuk jujur dan mengembalikannya ke perusahaan. Bagi atasan yang mendapati bonus yang mesti diberikan kepada bawahan, sepantasnya sebuah kesempatan untuk menjadi seorang ksatria. Bagi seorang pemimpin yang diamanahi kepercayaan rakyat, semestinya itu menjadi kesempatan meraih kemuliaan. Bagi seorang pejabat publik dengan banyaknya materi, ini adalah kesempatan untuk membuktikan bahwa dirinya bersih dari perilaku yang tidak semestinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, kunci untuk membangkitkan bangsa adalah kesempatan. Pun, godam paling mematikan untuk melumpuhkan sebuah bangsa adalah kesempatan. Kesempatan memampukan seseorang berlaku jujur, tetapi kesempatan juga bisa membuat seseorang untuk tidak jujur. Surga dan neraka juga tertentukan oleh kesempatan. Ada kesempatan tertentu di mana kita bisa mendapatkan surga. Ada pula kesempatan tertentu bagi neraka untuk mendapatkan kita. Semuanya kesempatan yang selalu memiliki dua wajah.&lt;br /&gt;Maka ingat-ingatlah pesan Bang Napi, “Kejahatan (dan kebaikan) terjadi bukan karena ada niat pelakunya, tetapi juga karena ada kesempatan!” Waspadalah! [Fatih]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1452025240965642023-3484481649590490945?l=majalahpercikaniman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/feeds/3484481649590490945/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2012/01/opini.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/3484481649590490945'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/3484481649590490945'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2012/01/opini.html' title='Opini'/><author><name>Majalah Percikan Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10398594625890799871</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1452025240965642023.post-3983356632177993763</id><published>2012-01-01T00:18:00.002+07:00</published><updated>2012-01-04T14:11:06.861+07:00</updated><title type='text'>Profil</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Umu Saudah:&lt;br /&gt;IBU BRILIAN DI BALIK BALITA PENGKHATAM AL-QURAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau di balik kesuksesan seorang pria pasti ada wanita yang mendukungnya, maka pasti ada sosok ibu tangguh di balik prestasi membanggakan seorang anak. Kalau orangtua lain lebih memfokuskan putra putrinya untuk meraih kesuksesan akademik atau prestasi dunia lainnya, maka ibu yang satu ini sukses mengantarkan balitanya khatam Al-Quran hingga beberapa kali, bahkan menjelang hafiz. Siapakah sosok mengagumkan ini? Dia adalah Dr. Sarmini, M.A. atau lebih akrab disapa Umu Saudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajarkan kepada anakmu cinta dalam tiga hal, begitu Nabi Muhammad Saw. mengatakan, yakni cinta kepada Nabinya, cinta keluarga Nabinya, dan cinta membaca Al-Quran. Demikian Umu Saudah membuka obrolan dengan MaPI pada Selasa (13/12). Alumnus International University of Africa, Sudan (program S3) ini memang jarang tampil di depan publik. Dosen LIPIA ini lebih memilih menyibukkan diri mengajar dan mengasuh ketiga putrinya. Namun, kegelisahan akan fenomena zaman sekarang memaksanya “turun gunung”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkaitan dengan kiprahnya mengantarkan balita khatam Al-Quran, pada 10 Desember 2011 lalu, Umu Saudah menyelenggarakan seminar dengan tajuk Alhamdulillah, Balita pun Bisa Khatam Al-Quran yang bertempat di SMK 57 Jakarta Selatan. Peserta yang hadir pun cukup banyak, terdiri dari ibu-ibu maupun kalangan mahasiswi yang ingin mencontoh pola didik Umu Saudah untuk diterapkan pada anak-anaknya. “(Dalam seminar itu, saya ingin menekankan bahwa mengakrabkan anak pada Al-Quran dari nol sampai khatam baca itu real. (Hal tersebut) bukan hanya dapat diterapkan anak-anak di zaman dahulu, tapi di zaman sekarang pun bisa,” tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak bisa membaca Al-Quran, barangkali bukan lagi hal yang luar biasa. Ada ratusan atau mungkin ribuan anak yang sudah mahir membaca Al-Quran, bahkan sejak balita. Berbagai TPA (Taman Pendidikan Al-Quran) pun bermunculan bak jamur di musim penghujan. Akan tetapi, cukupkah sampai di sana? “Saya khawatir kalau tujuan para orangtua hanya terbatas sampai anak pandai baca Al-Quran. Sedangkan, saya punya keinginan kuat agar semua anak usia balita bukan hanya pandai membaca Al-Quran, tetapi juga akrab dan cinta dengan Al-Quran. Bagi saya, ini adalah sebuah investasi akhirat,” ujar dosen yang lahir di Ponorogo, 28 Agustus 1975 silam ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi cita-citanya itu, Umu Saudah akan terus mengadakan seminar-seminar serupa. Bahkan, Umu Saudah pun sedang menyusun sebuah buku mengenai cara membimbing anak agar mencintai dan akrab dengan Al-Quran sejak balita. “Saya sedih kalau sampai tidak bisa berbuat sesuatu. Rasanya sia-sia saja saya berlama-lama sekolah, bahkan saya terus terang saja sangat terbebani dengan gelar akademik jika saya tidak punya produk yang bisa dinikmati oleh umat ini. Makanya, saya punya harapan besar melalui berbagai seminar yang saya isi. Apalagi melalui buku, mudah-mudahan pemikiran saya makin luas,” ujarnya antusias.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, apa suka dan duka Umu Saudah dalam mengakrabkan anak-anaknya dengan Al-Quran? “Dukanya sih boleh dibilang tidak ada. Hanya saja, saya sedih sekali kalau sampai saya tidak bisa mengantar anak ‘bersama’ Al-Quran karena kurang pandai mengatur waktu. Apalagi kalau upaya mengakrabkan anak dengan Al-Quran itu tertunda berhari-hari. Bagi saya, itu adalah rapor merah dan beban.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umu Saudah mengaku bahwa caranya mengakrabkan anak dengan Al-Quran dilakukan dengan mengalir. Anak-anak, sebelum diakrabkan dengan Al-Quran berupa kitab, sudah terlebih dahulu diakrabkan dengan Al-Quran non-fisik, seperti tilawah Al-Quran melalui MP3 atau Umu Saudah sendiri yang melafalkan (tasmi’) di depan anak-anaknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Anak-anak juga saya bawa ke komunitas-komunitas pengajian. Anak kedua dan ketiga juga distimuli dengan cara memuji-muji anak pertama saya yang bacaan Al-Qurannya bagus, bahkan sudah khatam. Insya Allah, kedua adiknya semakin termotivasi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaanya, tidak inginkah Anda memiliki putra-putri seperti anak-anak Umu Saudah? Kalau jawabannya iya, maka sekaranglah saatnya Anda mulai mengakrabkan anak dengan Al-Quran. Tentu saja, semua itu harus dimulai dengan contoh atau teladan yang Anda berikan. Kalau Anda ingin agar putra-putri akrab dengan Al-Quran, tentu Anda harus terlebih dahulu akrab (dengan Al-Quran). Bukankah anak akan lebih meniru yang dicontohkan orangtuanya daripada yang diperintahkan oleh ayah bundanya? [Fatih]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1452025240965642023-3983356632177993763?l=majalahpercikaniman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/feeds/3983356632177993763/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2012/01/profil.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/3983356632177993763'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/3983356632177993763'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2012/01/profil.html' title='Profil'/><author><name>Majalah Percikan Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10398594625890799871</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1452025240965642023.post-7238597635064185154</id><published>2012-01-01T00:17:00.002+07:00</published><updated>2012-01-04T14:10:29.050+07:00</updated><title type='text'>Anisa In Action</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;KETIKA MUSLIMAH MENGELOLA USAHA WISATA BISNIS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa jadinya kalau sebuah tempat wisata dikelola oleh mayoritas muslimah? Tentu akan menjadi sesuatu yang berbeda dan kaya akan ide-ide segar. Dan, Kampoeng Wisata Bisnis Tegalwaru (KWBT) adalah salah satu contohnya. Di sini, muslimah bisa bekerja menyalurkan minat dan kreativitasnya, tetapi dengan tidak meninggalkan tugas utamanya sebagai ibu dan istri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dulu saya ikut Social Entrepreneur Leader di Dompet Dhuafa, terus membina beberapa UKM. Saya pun memiliki keinginan membangun Social Entrepreneur di desa Tegalwaru,” kata Tatiek Kancaniati, direktur Yayasan KUNTUM (Kreativitas Usaha Unit Muslimah), ketika ditanya ide awal pendirian bisnis wisatanya. Ya, pada awalnya, Tatiek hanya membantu masyarakat dalam memberikan pendampingan serta memberikan bantuan modal usaha. Selain itu, Tatiek juga membantu mempromosikan produk masyarakat secara online. Berkat masifnya promosi lewat internet dan dari mulut ke mulut, produk masyarakat tersebut bukan hanya dikenal dan diminati, tetapi banyak pula pihak yang ingin melakukan studi banding. “Akhirnya, banyak yang datang untuk studi banding, belajar bisnis, dan lain-lain. Ya sudah, saya buat saja program KWBT,” lanjut Tatiek.&lt;br /&gt;Ya, KWBT ini dibina oleh mayoritas muslimah. Bahkan, UKM yang dibina pun 80% dikelola oleh muslimah. Yayasan KUNTUM sendiri yang membawahkan Kampoeng Wisata Tegalwaru ini pengelolanya muslimah semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak seperti tempat wisata pada umumnya, KWBT merupakan tempat wisata unik, bukan hanya karena suasana pedesaannya, tetapi para wisatawan dapat belajar dan melihat langsung proses produksi sebuah usaha berbasis home industry. KWBT memang bukan kampung biasa. Ini adalah kampung bisnis yang penduduknya terdiri dari orang-orang yang melek bisnis. Berada di sebelah barat Kabupaten Bogor, KWBT berpenduduk sekitar 12.123 jiwa yang sebagian besar berprofesi sebagai petani dan wirausahawan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara monogafi, Desa Tegalwaru terdiri atas 6 RW dan 38 RT, dan masing-masing RW memiliki spesifikasi usaha masyarakat yang berbeda. Misalnya, di RW 01 masyarakatnya memiliki alternatif usaha sebagai pengrajin anyaman bambu dan bilik. Di RW 02, terdapat pengrajin pandai besi dan pesanan golok ukir. RW 03, karena lahan pertaniannya masih luas, masyarakatnya menanam tanaman obat, buah, dan tanaman hias. RW 04 merupakan sentra industri pembuatan selai kelapa dan pembiakan ikan patin. Dari limbah industri kelapa ini, masih ada potensi aneka usaha lain, seperti briket arang, nata de coco, dan hiasan atau aksesori. Di RW 05 terdapat industri rumahan berupa pengolahan kecap, cuka, saus, dan minuman orson. RW 06 masyarakatnya bermata pencaharian sebagai pedagang dan tukang bangunan, tetapi di beberapa area terdapat budidaya tanaman DAS yang cukup dikenal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara bisnis, berarti kita bicara tentang modal, omzet, pemasaran, dan tentu saja kemandirian. “Omzet KWBT ini kurang lebih mencapai 2 M,” kata Tatiek. Lebih lanjut, Tatiek juga mengatakan bahwa meskipun di tiap RW ada lini usaha masing-masing, tetapi UKM-UKM tersebut memiliki permasalahan. Permasalahan tersebut meliputi modal dan pemasaran. Inilah yang menurut Tatiek merupakan kendala terbesar bisnisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tour KWBT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dari berbagai jenis usaha berbasis UKM di KWBT, para wisatawan akan melihat berbagai proses produksi dari suatu produk yang dipilih. Para wisatawan yang datang berkunjung akan mendapat pertunjukan proses membuat adonan kerupuk, bahkan diberi kesempatan untuk mencoba mencetak kerupuknya. Demikian pula dengan tanaman obat, pengunjung—dengan didampingi pemandu—akan diajak berkeliling di kebun tanaman obat yang luasnya hampir 1/5 hektar. Tak hanya itu, pemandu juga akan memberikan keterangan seputar tanaman obat, mulai dari nama, khasiat, dan cara mengolahnya.&lt;br /&gt;Usai berkeliling kebun, pengunjung akan dipersilakan memetik bunga rosella dan langsung praktik cara membuat sirup serta permen dari rosella. Para wisatawan yang pernah berkunjung pun antusias karena bisa mempraktikkan langsung hal yang selama ini belum diketahuinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain jalan-jalan ke sentra industri rumahan, pengunjung juga bisa menyaksikan atau langsung memainkan permainan tradisional yang sudah langka. Permainan tradisional itu di antaranya main gelasin, gobak sodor, enggrang, main petak umpet, dan permainan lainnya. Pengunjung, utamanya anak-anak,  bisa mandi di air sungai yang jernih, memancing dan menangkap ikan di kolam. Asyiknya, ikan yang dipancing atau ditangkap itu bisa langsung dibakar dan disantap. Sambil makan ikan bakar, pengunjung juga akan dihibur dengan aneka kesenian khas Sunda. Di antaranya, petikan musik kecapi dan pertunjukan wayang golek Si Cepot. [Fatih]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1452025240965642023-7238597635064185154?l=majalahpercikaniman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/feeds/7238597635064185154/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2012/01/anisa-in-action.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/7238597635064185154'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/7238597635064185154'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2012/01/anisa-in-action.html' title='Anisa In Action'/><author><name>Majalah Percikan Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10398594625890799871</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1452025240965642023.post-6025045215759970575</id><published>2012-01-01T00:16:00.001+07:00</published><updated>2012-01-04T14:08:49.809+07:00</updated><title type='text'>Tips Anisa</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;KETIKA MUSLIMAH BEROLAHRAGA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Olahraga adalah ibadah. Itu tidak bisa dipungkiri. Orang yang biasa berolah raga akan cenderung memiliki jiwa yang lebih tenang serta mampu bersikap dan berpikir lebih positif. Namun, walaupun begitu, sebagai seorang muslimah kita harus pintar-pintar memilih jenis dan cara berolahraga yang menyehatkan sekaligus tidak bertentangan dengan ketentuan dalam Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada prinsipnya, semua olahraga boleh dilakukan. Akan tetapi, ada beberapa syarat mutlak yang harus diperhatikan muslimah agar olahraga yang dilakukan tidak melanggar syariat dan bernilai ibadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Menjaga aurat&lt;br /&gt;Sebagai muslimah, kita memiliki aurat yang harus dijaga dari lawan jenis yang bukan muhrim. Aurat seorang muslimah adalah seluruh tubuhnya kecuali telapak tangan dan wajah. Tentu saja, hal itu berlaku juga pada saat berolahraga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai solusinya, saat ini banyak sekali ditawarkan pakaian olahraga untuk muslimah. Hanya saja, masih banyak yang memperdebatkan kesyar’iannya. Masih banyak baju olahraga muslimah yang masih memperlihatkan lekuk tubuh pemakainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika olahraga yang dilakukan merupakan olahraga yang tidak memerlukan tempat khusus, misalnya jogging, para muslimah memandang t-shirt berlengan panjang dan celana training sudah bisa memenuhi kebutuhan menutup aurat. Akan tetapi, ada banyak jenis olahraga lainnya, sebut saja berenang dan fitness. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kedua jenis olahraga ini, biasanya diperlukan “kostum” khusus. Banyak sekali produsen baju olahraga yang berlomba untuk menyediakan kostum bagi para pecinta olahraga ini. Akan tetapi, adakah yang bisa dikenakan juga oleh muslimah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, sudah mulai banyak produsen busana muslim yang mengeluarkan produk baju olahraga. Contoh yang paling jelas adalah baju renang muslimah. Ya, saat ini banyak produsen baju renang muslimah yang mengklaim bahwa produknya syar’i dan santun karena menutupi seluruh badan. Pakaian renang muslimah saat ini memang lebih baik dari pendahulunya karena ia lebih longgar dan panjang. Hanya saja, ada yang harus menjadi catatan. Pakaian itu akan menempel di tubuh saat terkena air. Bayangkan, saat kita masuk ke dalam kolam renang, pakaian masih bisa longgar, tetapi saat keluar dan sudah terkena air, kita akan terlihat seperti mengenakan pakaian penyelam karena pakaian itu sudah menempel pada tubuh sehingga lekuk tubuh jelas sekali terlihat. Oleh karena itu, banyak para ulama yang masih meragukan kesyar’ian pakaian-pakaian tersebut. Mereka pun memandang bahwa pakaian renang muslimah hanyalah sebatas fashion, belum sampai pada taraf memenuhi ketentuan syariah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baju renang muslimah tetap bisa dikenakan, tetapi bukan di tempat renang yang bercampur antara laki-laki dan perempuan. Baju renang itu bisa dikenakan di kolam renang khusus muslimah. Harus dperhatikan, walaupun sesama perempuan, bukan berarti kita boleh membuka aurat semau kita. Aurat harus tetap dijaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tempat khusus&lt;br /&gt;Berbeda dengan lapangan luas yang bisa menampung ratusan orang, tempat fitness ataupun kolam renang memiliki batas ruang. Sehingga bukan tidak mungkin akan terjadi percampuran antara lawan jenis. Selain itu, kemungkinan tersingkapnya aurat kita saat tengah berkonsentrasi  olahraga sangatlah besar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai jawabannya, saat ini sudah mulai banyak tempat olahraga yang dikhususkan untuk muslimah. Di antaranya tempat fitness dan kolam renang khusus. Tempat-tempat tersebut bisa menjadi alternatif untuk berolahraga sehingga percampuran antara lawan jenis yang bukan muhrim bisa dihindarkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Lebih baik dilakukan di rumah&lt;br /&gt;Berolahraga di rumah sendiri bisa menjadi alternatif yang bisa dipertimbangkan. Selain minim biaya, kita juga bisa menghindari fitnah yang mungkin terjadi di tempat olahraga umum. Bagaimana caranya? Saat ini, banyak sekali beredar DVD aerobik sehingga Anda bisa berolahraga tengah rumah. Atau, Anda juga bisa menggunakan peralatan yang ada, misalnya dengan menggunakan kursi sebagai penopang, atau berjalan naik turun anak tangga. Selain itu, ada berbagai macam olahraga yang tidak membutuhkan alat, seperti push-up dan sit up. Atau, Anda bisa menggunakan botol air sebagai beban untuk mengencangkan otot lengan. Sangat banyak sebenarnya olahraga yang bisa dilakukan di rumah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyapu lantai dan mengepel pun sudah termasuk ke dalam aktivitas berolahraga. Namun, kalau Anda bosan atau merasa kedua aktivitas itu tidak cukup, Anda bisa menambahkan jenisnya. Misalnya crunch yang bisa merampingkan perut, dips yang bisa melatih trisep, maupun squat untuk mengencangkan paha. Lakukan olahraga apa pun yang Anda sukai. Tentu saja, karena dimula dengan suka, pada akhirnya akan terbangun menjadi kebiasaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, tentukan jadwalnya agar aktivitas olahraga itu tidak terganggu sehingga Anda memiliki privasi saat melakukannya. Prinsipnya sama saja dengan berolahraga di luar rumah, yaitu milikilah komitmen dan konsistensi dalam menjalankannya. Jangan dilakukan hanya menunggu mood saja. Dijamin, jika itu terjadi, Anda tidak akan pernah berolahraga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada prinsipnya, selama tidak membawa mudarat dan mematuhi ketentuan dalam agama, tidak ada satu olahraga pun terlarang bagi muslimah. Sebenarnya, menjalankan ketentuan itu tidak sulit, yang diperlukan hanyalah pembiasaan dan kemauan. Dengan memahami ketentuan itu, maka tak ada alasan lagi bagi muslimah untuk menunda berolahraga. Ingatlah jika Rasulullah Saw. lebih mencintai muslim yang sehat daripada muslim yang lemah. [Dini]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1452025240965642023-6025045215759970575?l=majalahpercikaniman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/feeds/6025045215759970575/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2012/01/tips-anisa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/6025045215759970575'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/6025045215759970575'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2012/01/tips-anisa.html' title='Tips Anisa'/><author><name>Majalah Percikan Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10398594625890799871</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1452025240965642023.post-5376317775077458686</id><published>2012-01-01T00:15:00.001+07:00</published><updated>2012-01-04T14:07:46.339+07:00</updated><title type='text'>Curhat Anisa</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;TERJERUMUS CLBK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sasa Esa Agustiana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Saya selalu dihantui rasa berdosa, galau, dan kesal dengan diri saya sendiri. Saya tengah mengalami cinta lama bersemi kembali (CLBK) dengan teman sekolah dulu yang sudah beristri. Bahkan, akhir-akhir ini kami sering bertemu (back street) di rumah saya. Itu kami lakukan kalau keluarga saya sedang keluar rumah. Atas perilaku ini, saya merasa berdosa. Apa yang harus saya lakukan, Teh Sasa? Jujur, saya dan dia masih menyimpan perasaan. Mohon solusinya. Jazakallah khair.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ukhti yang sedang galau, perlu diketahui bahwa di antara fitnah (ujian) yang sering dihadapai oleh seorang pria dalam pergaulannya adalah fitnah rasa ketertarikan kepada wanita yang bukan muhrimnya. Fitnah tersebut bisa terpicu berbagai hal. Umumnya, ketika dia berada di luar rumah, berjauhan dengan muhrimnya, lebih memilih meluangkan waktu berlama-lama bersama dengan bukan muhrim tanpa batas hijab iman, serta berdua-duaan di tempat sepi ataupun keramaian dengan melibatkan hati dan perasaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim di dalam kitab sahihnya dari Usamah bin Zaid r.a. bahwa Nabi Muhammad Saw. bersabda, “Aku tidak meninggalkan suatu fitnah sepeninggalku yang lebih bahaya terhadap lelaki dari fitnah wanita.” (H.R. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perselingkuhan mudah terjadi saat seseorang bergaul (dengan lawan jenis) tanpa dibentengi iman dan rasa takut kepada Allah Swt. Alasan klasik, seperti bosan terhadap pasangan sah, kurangnya kasih sayang (dari pasangan sah), dan ingin merajut cinta dengan mantan (seperti kondisi ukhti saat ini) merupakan alasan perselingkuhan yang paling banyak. Apa pun alasannya, intinya yang dilakukan adalah perbuatan mendekati zina, melakukan zina, berkhianat pada pasangan sah, dan berkhianat pada amanat Allah Swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kenali Tipe Peselingkuh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dikutip dari sebuah artikel berjudul Tipe Peselingkuh di laman Selfgrowt, disebutkan bahwa tipe pria peselingkuh adalah mudah mendekati beberapa wanita lain dalam waktu yang singkat. Mereka  sering menjalin hubungan dengan wanita lain dan tanpa diketahui istrinya. Pandai bersikap tidak terjadi apa-apa dalam hubungan mereka.  Tipe pria  peselingkuh adalah tipe yang sedikit melibatkan  perasaan, bahkan hampir tidak ada perasaan sama sekali karena orientasi semata pada keuntungan fisik tanpa tanggung jawab demi terpuaskan nafsunya saja. Biasanya, orang yang memiliki sifat seperti ini sulit untuk memberikan kebahagiaan yang pasti terhadap pasangannya. Mereka cenderung menyukai kebiasaan bergonta-ganti pasangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dijelaskan pula bahwa lelaki peselingkuh adalah tipe gampang bosan terhadap pasangan, tidak melibatkan perasaan dalam menjalin hubungan selingkuh, dan biasanya berlangsung singkat. Perselingkuhan ini dapat terjadi karena hilangnya cara pandang pada pentingnya keutuhan pernikahan dan keluarga. Ketidakpercayaan terhadap pasangan, kecintaan pada selingkuhan, dan kejenuhan dalam pernikahan hanya dijadikan alasan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini perlu ditekankan bahwa ukhti tidak bisa berharap banyak pada pasangan selingkuh. Karena, bagi dia, ukhti hanyalah satu dari wallahu a’lam berapa banyak wanita yang menjadi selingkuhannya. Sekali lagi, ukhti jangan mudah terbujuk rayuannya, semanis apa pun itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Aturan Preventif dalam Islam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Patut direnungkan oleh ukhti mengenai aturan Islam dalam menjauhkan umatnya dari godaan perselingkuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Menahan pandangan, kemaluan, dan aurat. &lt;br /&gt;Hal ini sebagaimana diterangkan pada ayat berikut ini. “Katakanlah kepada laki-laki yang beriman agar mereka menjaga pandangannya dan memelihara kemaluannya...“ (Q.S. An-Nuur [24]: 30). ”Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya….” (Q.S. Al-Nuur [24]: 31). “Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk.” (Q.S. Al-Israa’ [17]: 32)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Takut akan pertanggungjawaban di hari akhir kelak. &lt;br /&gt;Yang bisa menghentikan hubungan cinta terlarang seperti yang ukhti alami adalah dengan mengingat adanya hari kesaksian seluruh pancaindra manusia terhadap keburukannya sendiri kelak pada hari kiamat. Allah Swt. berfirman, “Dan kamu tidak dapat bersembunyi dari kesaksian pendengaran, penglihatan, dan kulitmu terhadapmu bahkan kamu mengira Allah tidak mengetahui banyak tentang apa yang kamu lakukan.” (Q.S. Fushshilat [21]: 22)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Upaya Menghapus Dosa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam kasus ukhti, semua sudah terjadi. Tinggal sekarang tergantung ukhti mau memilih jalan yang diridhoi Allah atau jalan yang dimurkai-Nya. Tentu saja, penulis akan dengan sepenuh hati mendukung ukhti untuk memilih jalan ridho-Nya. Jika demikian yang ukhti harapkan, berikut beberapa hal yang direkomendasikan sebagai upaya menghapuskan dosa yang sudah telanjur ukhti lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bertobat karena Allah Swt. &lt;br /&gt;Mendekatlah kepada Allah Swt. karena ukhti membenci dan menyesali hubungan tersebut. Tentu saja, ukhti harus memutuskan hubungan dengan pria tersebut. Ingatlah firman Allah yang menyebutkan, “Hai orang-orang beriman, bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Rabb kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai…” (Q.S. At-Tahrim [65]: 8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah selalu ukhti, kita dianjurkan untuk bertobat kepada Allah Swt. sebelum pintu tobat tertutup. Sesungguhnya Allah Swt. masih menerima tobat seseorang selama nyawanya belum sampai ke tenggorokan. Namun, apabila ruh sudah sampai di tenggorokan, maka tobat tidak lagi diterima, sebagaimana firman-Nya, “Sesungguhnya tobat di sisi Allah hanyalah tobat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan yang kemudian mereka bertobat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah tobatnya; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Dan tidaklah tobat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) dia mengatakan, ‘Sesungguhnya saya bertobat sekarang’ Dan tidak (pula diterima tobat) orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih.” (Q.S. An-Nisaa [4]: 17-18)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tingkatkan amal saleh. &lt;br /&gt;“Barangsiapa yang membawa kebaikan, maka dia memperoleh balasan yang lebih baik daripadanya, sedang mereka itu adalah orang-orang yang aman tenteram dari kejutan yang dahsyat pada hari itu. Dan barangsiapa yang membawa kejahatan, maka disungkurkan muka mereka ke dalam neraka. Tiadalah kamu dibalasi melainkan (setimpal) dengan apa yang dahulu kamu kerjakan.” (Q.S. An-Naml [27]: 89-90) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Beristighfar dan berdzikirlah setiap saat. Jangan biarkan hati dan pikiran kosong dari mengingat Allah Swt. Bentengi diri dengan mengingat dosa dan mohon ampun kepada Allah Swt. sepanjang hayat. Wallahu a’lam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1452025240965642023-5376317775077458686?l=majalahpercikaniman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/feeds/5376317775077458686/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2012/01/curhat-anisa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/5376317775077458686'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/5376317775077458686'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2012/01/curhat-anisa.html' title='Curhat Anisa'/><author><name>Majalah Percikan Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10398594625890799871</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1452025240965642023.post-6543527367487603388</id><published>2012-01-01T00:14:00.002+07:00</published><updated>2012-01-04T14:05:31.304+07:00</updated><title type='text'>Tafakur</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;HINGGA KAMU…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu tidak benar-benar melihat &lt;br /&gt;hingga kamu melihat kebenaran melalui mata hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu tidak benar-benar mendengar &lt;br /&gt;hingga kamu merasakan dan kemudian hatimu tergetar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu tidak benar-benar menasihati &lt;br /&gt;sehingga dapat melaksanakan wejangan yang kamu beri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu tidak benar-benar berempati &lt;br /&gt;hingga kamu mengulurkan tangan kepada mereka yang kesusahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu tidak benar-benar percaya hingga &lt;br /&gt;kamu memperjuangkan kepercayaan tersebut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu tidak benar-benar berjanji &lt;br /&gt;hingga kamu berhenti mengumbar lebih banyak janji &lt;br /&gt;karena takut tak bisa menepati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu tidak benar-benar menyesal &lt;br /&gt;hingga kamu lebih memilih menderita &lt;br /&gt;daripada melakukan kesalahan yang sama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu tidak benar-benar bertobat &lt;br /&gt;hingga kamu benci untuk kembali berbuat maksiat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu tidak benar-benar mencintai &lt;br /&gt;hingga kamu bisa memaafkan kesalahan orang yang kamu cintai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu tidak benar-benar merelakan &lt;br /&gt;hingga kamu menghargai yang masih kamu miliki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Oleh Sly]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;UNTIL YOU…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You do not really see &lt;br /&gt;until you see the truth through the eyes of the heart&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You do not really listen &lt;br /&gt;until you can feel it in your heart&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You do not really advise &lt;br /&gt;until you can execute the discourse that you give&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You do not really empathize &lt;br /&gt;until you reached out to those in distress&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You do not really believe &lt;br /&gt;until you fight for these beliefs&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You do not really promise &lt;br /&gt;until you stop to spit over many promises for fear of being unable to keep&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You do not really regret &lt;br /&gt;until you rather suffer than doing the same mistakes&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You do not really converted &lt;br /&gt;until you hate to go back to the sin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You do not really love &lt;br /&gt;until you can forgive the mistakes of those you love&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You do not really sincere &lt;br /&gt;until you appreciate that you still have&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[By Sly]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1452025240965642023-6543527367487603388?l=majalahpercikaniman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/feeds/6543527367487603388/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2012/01/tafakur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/6543527367487603388'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/6543527367487603388'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2012/01/tafakur.html' title='Tafakur'/><author><name>Majalah Percikan Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10398594625890799871</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1452025240965642023.post-8620726125107929374</id><published>2012-01-01T00:13:00.002+07:00</published><updated>2012-01-04T14:04:57.979+07:00</updated><title type='text'>Cover Story</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ippho Santosa:&lt;br /&gt;THE FAMILY MAN YANG MENGAIS REZEKI DENGAN OTAK KANAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar rezeki bertambah, kita diperintahkan untuk memperbanyak sedekah, shalat Dhuha, shalat Tahajud, istighfar, dzikir, tawakal, syukur, menikah, berhaji, berumrah, dan memperbaiki ibadah. Sungguh sebuah konsep agung dari Yang Mahaagung yang patut kita amini dan laksanakan. Namun demikian, hal tersebut tidak menghentikan kita dari bertanya, bukankah sedekah itu mengurangi rezeki? Bukankah shalat Dhuha mengurangi waktu produktif? Bukankah shalat Tahajud mengurangi waktu tidur dan bisa menyebabkan sakit? Katanya, pertanyaan tersebut muncul karena kita menggunakan otak kiri dalam memandang persoalan rezeki. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait dengan sedekah, sebenarnya berapa pun yang Anda sedekahkan, pasti dibalas dan dilipatgandakan oleh-Nya. Tidak jadi soal apakah ikhlas atau tidak. Buktinya, banyak hartawan yang dermawan menjadi semakin kaya padahal mereka atheis. Hampir tidak ada istilah ikhlas dalam kamus mereka. Inilah yang dinamakan hukum kausalitas dari-Nya dan janji yang tertulis dari-Nya. Maksud balasan di sini adalah balasan jangka pendek (dunia). Tentu saja sebagai orang beriman, ikhlas membuat kita memperoleh nilai tambah berupa balasan jangka panjang (akhirat) yaitu ridho, pahala, dan surga dari-Nya. Selain dari balasan jangka pendek yang juga kita dapatkan di dunia berupa materi (keuangan), kesehatan, keselamatan, dan kemudahan urusan. Jadi, sebaiknya sedekah dulu atau ikhlas dulu? Lagi, katanya kita harus melakukan ikhlas by doing it.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katanya? Ya, katanya. Tentu saja, nya yang dimaksud di sini adalah Ippho Santosa, penulis best seller buku 7 Keajaiban Rezeki yang sekelumit isinya dikutip pada dua alinea pembuka tersebut. Siapa yang tidak kenal Ippho? Lelaki yang lahir di Pekanbaru pada 30 Desember 1977 dan berdarah Jawa-Sumatera ini mulanya adalah seorang marketer. Tidak puas menjadi marketer, Ippho pun meningkatkan kapasitasnya dengan mendirikan EnterTrend Training dan menjalankan lembaga tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, publik mengenalnya sebagai pakar otak kanan, (tentu saja) penulis buku best seller, dan pembicara seminar yang sukses. Selain itu, Ippho juga merupakan pendiri dan pemilik TK Khalifah yang sudah memiliki banyak cabang di Indonesia. TK yang digagasnya ini merupakan metode pendidikan yang mengintegrasikan otak kanan dan spirit entrepreneur pada anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu yang banyak diketahui publik. Yang tidak atau jarang diketahui publik mengenai Ippho adalah bahwa dia sebenarnya seorang family man. Ya, Ippho memang manusia supersibuk. Tapi, sesibuk apa pun, keluarga tetap menjadi yang utama. “Untuk bepergian yang lama, misalnya ke Australia dan Hongkong, keluarga saya ajak serta. Termasuk juga ke beberapa kota di Indonesia. Makan pagi, siang, dan malam juga diusahakan 90% di rumah, bukan makan di luar,” kata Ippho kepada MaPI.&lt;br /&gt;Sepertinya, bagi Ippho, keluarga adalah investasi yang bukan hanya untuk kepentingan dunia, tapi juga akhirat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya, setelah menafkahi keluarganya dengan menggunakan otak kanan, Ippho pun akan meninggalkan 13 “warisan” terlarang bagi keluarganya. Mengutip wasiat terakhir (dari 13 warisan terlarang) dalam bukunya, “Setiap individu mesti memperjuangkan dan menemukan makna hidup. Ini merupakan salah satu inventori otak kanan. Kalau seorang profesional hanya memusingkan soal karier semata, berarti dia masih berada di tataran materialistik. Akan tetapi, kalau dia menjadikan karier sebagai sarana untuk menafkahi keluarga dengan membantu sesamanya berarti dia sudah berada di tataran spiritual horizontal. Lebih jauh lagi, kalau dia melakukan semua itu sebagai wahana untuk beribadah kepada-Nya, berarti dia sudah berada di tataran spiritual vertikal. Inilah pemaknaan hidup tertinggi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah! Sungguh sebuah pemikiran yang jauh berorientasi ke dapan. Dan, ini baru cara otak kanan! [Fatih &amp; Muslik]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1452025240965642023-8620726125107929374?l=majalahpercikaniman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/feeds/8620726125107929374/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2012/01/cover-story.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/8620726125107929374'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/8620726125107929374'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2012/01/cover-story.html' title='Cover Story'/><author><name>Majalah Percikan Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10398594625890799871</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1452025240965642023.post-4038080075092431649</id><published>2012-01-01T00:12:00.001+07:00</published><updated>2012-01-04T14:04:11.489+07:00</updated><title type='text'>Resensi Situs</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;ENSIKLOPEDI ISLAM&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yudha Yudhanto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata ensiklopedia diambil dari bahasa Yunani yang berarti sebuah lingkaran atau pengajaran yang lengkap. Maksudnya, ensiklopedia itu adalah sebuah pendidikan paripurna yang mencakup semua lingkaran ilmu pengetahuan. Seringkali, makna ensiklopedia bercampur dengan kamus dan memang benar bahwa ensiklopedia-ensiklopedia awal memang berkembang dari kamus. Perbedaan utama antara kamus dan ensiklopedia ialah bahwa sebuah kamus hanya memberikan definisi setiap entri atau tema dilihat dari sudut pandang linguistik atau hanya memberikan kata-kata sinonim saja. Sedangkan, sebuah ensiklopedia memberikan penjelasan secara lebih mendalam dari yang kita cari. Sebuah ensiklopedia mencoba menjelaskan setiap artikel sebagai sebuah fenomena. Atau lebih singkatnya, kamus adalah daftar kata-kata yang dijelaskan dengan kata-kata lainnya sedangkan sebuah ensiklopedia merupakan daftar hal-hal yang kadang kala dilengkapi dengan gambar, animasi, video, bahkan suara untuk lebih menjelaskan maksud yang diberikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah! Ketika kita mengetikkan kata kunci ensiklopedia Islam di kolom Google, maka akan muncul sekitar 2.890.000 halaman yang mengandung makna kalimat tersebut. Maksudnya, sudah sangat banyak manusia di bumi ini yang menuliskan tentang Islam di media tanpa batas (baca: internet) tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari beberapa yang diamati, ada beberapa situs yang memberikan layanan gratis ensiklopedia, di antaranya adalah sebagai berikut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. id.islam.wikia.com&lt;br /&gt;Berpusat di halaman Wikia.com, situs ini berisi kompilasi hadits, doa, artikel, dan informasi masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Islamhouse.com&lt;br /&gt;Situ ini berisi lumayan komplet, yakni Al-Quran, buku-buku Islam, kaset, makalah, fatwa, website, video, sumber-sumber Islam, berita Islam, profil ustadz, serta CD &amp; DVD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Almanhaj.or.id&lt;br /&gt;Menampilkan artikel-artikel yang membahas tentang adab, akhlak, al-masaail, al-wajiz, tafsir, dakwah, fikih, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Lidwa.com&lt;br /&gt;Merupakan situs ensiklopedia hadits online dari sembilan imam. Hadits-hadits pilihan tersebut diambil dari sembilan kitab hadits termasyhur (kutubut tis’ah) seperti Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abu Daud, Sunan Tirmidzi, Sunan Nasai, Sunan Ibnu Majah, Musnad Ahmad, Muwatha’ Malik, dan Sunan Darimi. Layanan ini diasuh oleh ustadz-ustadz yang memang berkompeten di bidang hadits.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di internet, setiap detik selalu lahir situs baru dan setiap detik pula ribuan, bahkan lebih, generasi baru pembaca internet (termasuk dari kalangan muslim) muncul. Mencermati situs-situs yang tidak bertanggung jawab yang alih-alih menyebarkan informasi yang benar tentang Islam, mereka malah menyebarkan fitnah tentang Islam, satu kata yang harus selalu diingat adalah waspada! Ya, di internet banyak sekali situs yang dapat sangat menyesatkan umat Islam, baik dengan trik alamat palsu atau secara perlahan-lahan menjerumuskan. Berikut ini adalah link-link yang patut diwaspadai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situs-situs palsu yang mengatasnamakan Islam:&lt;br /&gt;http://www.islam-exposed.org/&lt;br /&gt;http://www.answering-islam.org/&lt;br /&gt;http://www.islam-facts.com&lt;br /&gt;http://www.convertstoislam.org/&lt;br /&gt;http://www.thequran.com/&lt;br /&gt;http://www.aboutislam.com/&lt;br /&gt;http://www.allahassurance.com/&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Situs-situs anti-Islam:&lt;br /&gt;http://www.FaithFreedom.org&lt;br /&gt;http://www.Islam-Watch.com&lt;br /&gt;http://www.wikiislam.com&lt;br /&gt;http://www.light-of-life.com&lt;br /&gt;http://www.thereligionofpeace.com/&lt;br /&gt;http://www.jihadwatch.org/&lt;br /&gt;http://www.answering-islam.de/Main/index.html&lt;br /&gt;http://www.prophetofdoom.net/&lt;br /&gt;http://www.uacradiojihad.com/&lt;br /&gt;http://www.apostatesofislam.com/index.htm&lt;br /&gt;http://www.islam-watch.org/index.html&lt;br /&gt;http://khalas.wordpress.com/&lt;br /&gt;http://www.prophetmohammed.co.uk/&lt;br /&gt;http://www.geertwilders.nl/&lt;br /&gt;http://www.inthenameofallah.org/&lt;br /&gt;http://www.allaboutmuhammad.com/&lt;br /&gt;http://islam-documents.org/&lt;br /&gt;http://www.faithfreedom.org/&lt;br /&gt;http://www.stopsharialaw.com/&lt;br /&gt;http://adeeperlookweblog.blogspot.com/&lt;br /&gt;http://www.muslimhope.com/&lt;br /&gt;http://www.islameyat.com/&lt;br /&gt;http://www.islamreview.com&lt;br /&gt;http://www.muhammadanism.com/&lt;br /&gt;http://www.thequran.com&lt;br /&gt;http://www.mosque. com&lt;br /&gt;http://www.newislam.org/&lt;br /&gt;http://www.islam-exposed.org/&lt;br /&gt;http://answering-islam.org. uk/&lt;br /&gt;http://www.answeringinfidels. com&lt;br /&gt;http://www.islamund http://ressed.com/&lt;br /&gt;http://www.challeng ing-islam. org/&lt;br /&gt;http://www.exmuslim.com/&lt;br /&gt;http://www.apostatesofislam. com/&lt;br /&gt;http://www.muhammadtube.com/&lt;br /&gt;http://investigateislam.com&lt;br /&gt;http://answering-islam.org&lt;br /&gt;http://carm.org&lt;br /&gt;http://inthenameofallah.org&lt;br /&gt;http://thespiritofislam.com/index.html&lt;br /&gt;http://www.muslimhope.com/&lt;br /&gt;http://www.muhammadanism.com/&lt;br /&gt;http://debate.org.uk/&lt;br /&gt;http://www.answeringmuslims.com/&lt;br /&gt;http://www.answering-islam.org.uk/&lt;br /&gt;http://bibleandquran.org/&lt;br /&gt;http://koran.jcsm.org/biblelessons/TheKoran.htm&lt;br /&gt;http://muhammadorjesus.googlepages.com/home&lt;br /&gt;http://www.muhammadlied.com/&lt;br /&gt;http://www.rim.org/muslim/shiite.htm&lt;br /&gt;http://www.joelstrumpet.com/&lt;br /&gt;http://www.ministrytomuslims.com/&lt;br /&gt;http://morethandreams.org/&lt;br /&gt;http://www.muslimjourneytohope.com/&lt;br /&gt;http://www.islamexplained.com/&lt;br /&gt;http://www.islam-documents.org/&lt;br /&gt;http://peace-of-mind.net/&lt;br /&gt;http://www.abrahamic-faith.com&lt;br /&gt;http://www.answering-islam.org&lt;br /&gt;http://www.apostatesofislam.com/main.htm&lt;br /&gt;http://www.debate.org.uk/topics/coolcalm&lt;br /&gt;http://www.bible.ca/islam/dictionary/index.html&lt;br /&gt;http://www.lexicorient.com/e.o/&lt;br /&gt;http://www.exmuslim.com/&lt;br /&gt;http://www.embark.to/ams&lt;br /&gt;http://re-xs.ucsm.ac.uk/gcsere/glossaries/islamglos.html&lt;br /&gt;http://www.holycrime.com/&lt;br /&gt;http://www.jihadwatch.org/&lt;br /&gt;http://www.bible.ca/islam/welcome.htm&lt;br /&gt;http://www.thereligionofpeace.com/&lt;br /&gt;http://www.islamreview.com/index.htm&lt;br /&gt;http://www.loyalistparty.com/&lt;br /&gt;http://www.middle-east-info.org/&lt;br /&gt;http://www.muhammadanism.org/&lt;br /&gt;http://www.muhammadlied.com&lt;br /&gt;http://www.homelandsecurityus.com/&lt;br /&gt;http://www.prophetofdoom.us/&lt;br /&gt;http://www.6thcolumnagainstjihad.com/&lt;br /&gt;http://www.davidjohnsonbooks.com/&lt;br /&gt;http://www.islamicthreat.com/&lt;br /&gt;http://www.victimsofjihad.com/&lt;br /&gt;http://www.voiceofthebelievers.com/&lt;br /&gt;http://www.shoebat.com/&lt;br /&gt;http://www.worldthreats.com/&lt;br /&gt;http://www.zennahministries.com/&lt;br /&gt;http://www.terrortracker.co.uk/&lt;br /&gt;http://mosquewatch.blogspot.com/&lt;br /&gt;http://www.sheikyermami.com/&lt;br /&gt;http://littlegreenfootballs.com/weblog/&lt;br /&gt;http://www.danielpipes.org/&lt;br /&gt;http://www.answering-islam.org/&lt;br /&gt;http://www.prophetofdoom.net/&lt;br /&gt;http://ayaanhirsiali.web-log.nl/ayaanhirsiali/english/index.html/&lt;br /&gt;http://www.prophetmohammed.co.uk/&lt;br /&gt;http://www.atheists.org/Islam/mohammedanism.html&lt;br /&gt;http://www.maryamnamazie.com/index.html&lt;br /&gt;http://www.memritv.org/&lt;br /&gt;http://www.skepticsannotatedbible.com/quran/index.htm&lt;br /&gt;http://taslimanasrin.com/&lt;br /&gt;http://www.islam-watch.org/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1452025240965642023-4038080075092431649?l=majalahpercikaniman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/feeds/4038080075092431649/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2012/01/resensi-situs.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/4038080075092431649'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/4038080075092431649'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2012/01/resensi-situs.html' title='Resensi Situs'/><author><name>Majalah Percikan Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10398594625890799871</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1452025240965642023.post-6349789082193933910</id><published>2012-01-01T00:10:00.001+07:00</published><updated>2012-01-04T14:03:39.811+07:00</updated><title type='text'>Hikmah</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;MENGEJAR “EKOR” KEBAHAGIAAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah seekor kucing besar yang tengah terburu-buru terhenti kala di emper sebuah toko ia melihat kucing kecil tengah melakukan sesuatu yang menggelikan. Lama kucing besar mengamati polah si kucing kecil. Setelah kucing kecil menghentikan aktivitasnya karena kelelahan, kucing besar pun menghampirinya. “Hai kucing kecil, apa yang tengah engkau lakukan?” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kucing kecil mengatur napasnya yang tersengal sebelum akhirnya menjawab pertanyaan kucing besar. “Apa kau belum pernah mendengar berita besar bagi kaum kita?”&lt;br /&gt;“Berita besar apa gerangan, wahai kucing kecil?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kucing kecil menyeka keringat di kening. Napasnya belum teratur. Masih tergopoh-gopoh, ia menjawab pertanyaan kucing besar. “Aku pernah mendengar kabar bahwa kebahagiaan bagi kaum kita terletak pada ekornya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jadi, yang kau lakukan dengan melompat-lompat tadi adalah upaya untuk menangkap ekormu sendiri?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kucing kecil menganggukkan kepala, tidak berminat menyahut karena napasnya masih tersengal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lalu, apakah engkau sudah berhasil menangkap ekormu?” tanya kucing besar lagi.&lt;br /&gt;Sekilas, mata kucing kecil mengilat. Diperiksanya air muka kucing besar, khawatir mencibir. Lalu, kucing kecil pun menggelengkan kepala. “Tapi tenang saja, sebentar lagi aku yakin akan berhasil menangkap ekorku,” kucing kecil memamerkan keyakinan.&lt;br /&gt;Kali ini, kucing besar yang menggelengkan kepala sambil mengulum senyum kecil. “Aku sepakat denganmu. Sejak seumuranmu, aku pun pernah mendengar berita besar yang engkau terima. Aku pun dulu melakukan hal sama sepertimu,” kata kucing besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lalu, apakah engkau berhasil?” kucing kecil tampak antusias.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak. Aku tidak pernah berhasil menangkap ekorku. Karena ketika aku melompat ke belakang untuk menerkam ekorku, ekor itu kembali berpindah ke belakangku. Bagian depan tubuhku secepat lompatanku, berubah menjadi bagian belakang tubuhku.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Persis dengan yang aku alami,” kata kucing kecil sambil menunduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi, aku mendapatkan sesuatu yang lebih besar dari berita besar yang beredar di kaum kita sejak berabad-abad yang lalu itu,” kata kucing besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Benarkah?” mata kucing kecil membesar. Tersulut lagi semangatnya.&lt;br /&gt;Kucing besar mengangguk mantap sambil menyungging senyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa itu?” kucing kecil pun mendekati kucing besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bertahun-tahun aku mencoba menangkap ekorku. Aku pun sadar bahwa ekor itu tidak bisa kutangkap. Lalu, kuputuskan berhenti menangkap ekorku. Kujalani hidupku dengan normal. Mencari makan, membantu kaum kita yang tengah kesulitan, dan lain-lain. Dari semua yang kulakukan itulah aku mendapati kenyataan bahwa ke mana pun kulangkahkan kaki, ekorku tetap ada di belakang tubuhku. Ekor itu, sumber kebahagiaan terbesar yang dikabarkan sejak berabad-abad lalu itu, ternyata mengikutiku ke mana pun aku pergi. Justru, ekor itu mengejarku ketika aku memikirkan dan membantu sesama.” [Fatih]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1452025240965642023-6349789082193933910?l=majalahpercikaniman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/feeds/6349789082193933910/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2012/01/hikmah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/6349789082193933910'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/6349789082193933910'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2012/01/hikmah.html' title='Hikmah'/><author><name>Majalah Percikan Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10398594625890799871</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1452025240965642023.post-2051231394450497118</id><published>2012-01-01T00:09:00.001+07:00</published><updated>2012-01-04T14:02:58.539+07:00</updated><title type='text'>Fokus 1</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;DUH… ANAKKU SUDAH PANDAI BERBOHONG&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan. Suatu pagi ketika membangunkan buah hati, Anda mendapati kasurnya basah karena ompol. Tahu bahwa Anda memperhatikan kasur dan selimutnya yang basah, anak Anda berkata, “Semalem kan hujan. Gentingnya bocor, bunda. Jadi ajah kasur dede basah.” Berada pada posisi itu, apa yang akan Anda lakukan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memarahi anak adalah sesuatu yang tidak mungkin, sementara membiarkannya adalah hal yang lebih tidak mungkin lagi. Menghadapi hal ini, sebagian orangtua memilih menceramahi anaknya mengenai konsep bahwa bohong itu dosa dan kita tidak boleh melakukannya, apa pun alasannya. Apakah dengan ceramah tersebut lantas permasalahan dapat terselesaikan begitu saja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan pernah bertanya, “Kamu bohong, ya?” ketika menghadapi anak yang ketahuan berbohong. Percayalah, pertanyaan tersebut hanya akan memunculkan self-defense dalam diri anak. Alih-alih berusaha mengungkapkan kebenaran, anak akan lebih rapat menutup dirinya karena atmosfer yang Anda bangun tidak mendukungnya untuk terbuka.  Akhirnya, bukan hanya Anda tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan, tapi juga anak akan lebih memilih memutus tali komunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, seorang ibu dapat secara langsung mengetahui kalau anaknya tengah berbohong. Ini tidak harus dihubungkan dengan tidak adanya eye-contact, lebih kencangnya degup jantung, atau cara bicara yang terbata-bata sebagaimana dijelaskan sebagai tanda-tanda orang berbohong pada salah sebuah buku. Ini tentang insting yang dimiliki seorang ibu yang mengandung anak selama sembilan bulan dalam rahimnya. Ya, kontak batin antara ibu dan anak akan senantiasa ada, bahkan ketika anak berusaha sekuat tenaga untuk menutupi sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Astri Ivo memiliki caranya sendiri untuk mengawasi perilaku anaknya, termasuk mendeteksi kejujuran sang anak. Setiap anak-anak pulang sekolah atau pulang bermain, dia mencium buah hatinya. Ciuman tersebut bukan hanya untuk menunjukkan rasa kasih sayang, tapi juga untuk mengetahui aroma tubuh anak-anaknya. Dari aroma tersebut dia akan tahu anaknya minum atau makan apa saja di luar rumah. Jadi, alih-alih bertanya kepada anaknya apakah dia merokok atau tidak, Astri akan langsung mencium (dan juga mengendus) untuk mencari ada atau tidak aroma tembakau di tubuh anaknya. Cara ini terbukti efektif menjaga ketiga buah hatinya dari perilaku negatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian orang mengelompokkan bohong dalam beberapa level: ringan, sedang, dan berat. Hal ini kemudian melahirkan batasan sebuah kebohongan dapat ditoleransi atau tidak. Tak terkecuali jika anak melakukan kebohongan. Dia akan dibiarkan begitu saja manakala dia dinilai hanya melakukan bohong kecil-kecilan. Bijaksanakah tindakan seperti ini? Mungkin orang dewasa bisa membedakan mana bohong yang bisa diberi toleransi dan mana yang tidak. Namun, tidak demikian dengan anak-anak. Yang dia tahu bahwa orangtuanya membolehkannya berkata bohong tanpa dia mengerti jenjang atau level kebohongan yang dipahami orangtua. Jadi, seringan apa pun kebohongan yang dilakukan anak, Anda paling tidak memberi pengertian bahwa hal itu tidak boleh dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah pernyataan mengejutkan disampaikan oleh  Dr. Kang Lee, Direktur Institute of Child Study di Toronto University, dan dilansir oleh Telegraph. Disebutkan bahwa semakin awal seorang anak mulai-berbohong, maka akan lebih mungkin dia menjadi orang yang sukses di kemudian hari. Semakin cepat anak mulai berbohong semakin cepat otaknya mengembangkan kecerdasan di tahun-tahun kemudian dan kemampuan berpikirnya pun akan lebih baik sehingga lebih cepat berjalan. Itu menandakan bahwa anak telah mengembangkan fungsi eksekutif, yaitu kemampuan menciptakan kebohongan untuk menjaga keyakinan di balik pikirannya. Tentu setiap orangtua menginginkan anaknya meraih kesuksesan hidup, tapi bukan dengan cara berbohog, bukan? [Muslik]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1452025240965642023-2051231394450497118?l=majalahpercikaniman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/feeds/2051231394450497118/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2012/01/fokus-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/2051231394450497118'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/2051231394450497118'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2012/01/fokus-1.html' title='Fokus 1'/><author><name>Majalah Percikan Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10398594625890799871</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1452025240965642023.post-5616989255310192655</id><published>2012-01-01T00:08:00.001+07:00</published><updated>2012-01-04T14:02:23.423+07:00</updated><title type='text'>Fokus 2</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;ANAK BERBOHONG BISA KARENA KURANG PERHATIAN ORANGTUA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orangtua tentu menginginkan yang terbaik untuk anaknya. Mereka ingin agar anaknya mendapat kasih sayang yang melimpah, merasakan segala kebutuhannya tercukupi, mengenyam fasilitas pendidikan yang layak, meraih prestasi gemilang, dan lain sebagainya. Namun, menurut sebuah survei, yang paling penting orangtua mengharapkan anaknya menjadi anak yang baik dan berbakti. Namun, acap kali keinginan itu tidak didukung oleh usaha. Malah, tidak jarang harapan kebaikan yang coba ditanamkan itu dipangkas tanpa sadar oleh orangtua sendiri dengan contoh-contoh tidak baik yang berpotensi ditiru oleh anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku ngga punya papa...,” seorang gadis cilik menangis tersedu-sedu. Tamu yang menanyakan keberadan ayah anak tersebut merasa iba dan menyesal (telah bertanya). Sementara di dalam rumah, sang papa yang ternyata masih hidup menampakkan ekspresi senang karena anaknya telah menuruti perintahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah lama kita tidak mendapati iklan produk mie instan itu di televisi. Iklannya sederhana, kocak, dan menarik. Alasan penarikan iklan tersebut adalah karena secara tidak langsung kontennya mengajarkan anak untuk berbohong. Kalangan orangtua yang sadar akan pengaruh buruk iklan itu mengajukan surat pada KPI untuk menindaklanjuti keresahan mereka. Tentu saja ini positif. Orangtua sudah kritis dalam memilih dan memilah tayangan yang baik dan yang tidak untuk anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, ada satu hal yang jarang disadari oleh orangtua bahwa seringkali mereka sendiri yang mencontohkan perilaku manipulatif kepada anak. Para orangtua seringkali, sadar maupun tidak, mencontohkan kepada anak cara berbohong yang “baik”.&lt;br /&gt;Ihsana Sabriani, seorang psikolog, mengatakan bahwa pendidikan untuk anak yang paling efektif adalah melalui teladan. Terkadang orangtua secara tidak sengaja mengajarkan anak berbohong. Misalnya, ketika ada pengemis datang ke rumah, orangtua berpesan kepada anak untuk mengatakan pada pengemis itu bahwa ia tidak ada di rumah. “Karenanya, orangtua perlu memperhatikan jangan sampai melakukan hal semacam itu,” tutur Ihsana. Rasulullah Saw. sudah mewanti-wanti dalam haditsnya, “Barangsiapa berkata kepada anaknya, ‘Kemarilah (nanti kuberi)’ kemudian tidak diberi maka dia adalah pembohong.” (H.R. Ahmad dari Abu Hurairah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Victoria Talwar, asisten profesor psikologi anak di McGill University di Montreal melakukan percobaan dengan partisipan anak-anak. Percobaannya berupa permainan untuk mengetahui tingkat usia dan potensi berbohong. Anak-anak yang menjadi partisipan diberikan permainan untuk membangun hubungan dengan permainan tebak-tebakan. Mereka diminta menghadap ke dinding. Peneliti lalu meminta anak-anak menebak suara, seperti mobil polisi atau boneka menangis. Tidak sampai di situ, peneliti pun meninggalkan ruangan dan memperingatkan anak untuk tidak mengintip. Anak-anak berbalik badan beberapa detik setelah pintu ditutup. Setelah beberapa lama, peneliti masuk kembali dan meminta jawaban. Anak-anak pun menjawab pertanyaan. Ketika jawaban mereka benar, peneliti menanyakan apak mereka mengintip? Umumnya, anak berusia tiga tahun akan mengaku, sedangkan mayoritas anak berusia empat tahun berbohong dengan mengatakan tidak (mengintip).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pakar telah merumuskan bahwa dunia anak-anak adalah dunia imajinasi. Kemahiran anak-anak yang paling menonjol adalah berimajinasi. Maka, ketika anak berbohong bisa jadi itu adalah bagian dari imajinasinya yang menggelegak. Kebohongan itu dia lakukan karena orangtua menghambat laju imajinasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan lain mengapa anak-anak berbohong adalah karena dia lupa. Anak-anak pra-sekolah, menurut para psikolog, memiliki daya ingat yang pendek. Misalnya, anak bertengkar dengan temannya saat bermain. Saat orangtua bertanya atau menasihati, anak cenderung menyangkal. Sebenarnya, anak tidak sedang mencoba berbohong. Karena, yang diingatnya dia sedang berusaha merebut mainan dari temannya yang baginya itu bukan merupakan pertengkaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak juga memiliki harapan bahwa kejadian-kejadian buruk sedang tidak dialaminya. Misalnya, ketika memecahkan gelas, dia akan berkeras tidak melakukannya. Sebetulnya, bukan maksud anak untuk mengingkari kenyataan. Pada saat seperti ini, anak hanya sedang berharap bahwa hal tersebut tidak terjadi. Oleh karenanya, dia meyakinkan dirinya bahwa pecahnya gelas tersebut tidak ada hubungan dengannya. &lt;br /&gt;Anak-anak suka sekali mencari perhatian. Dia akan puas dan merasa berhasil ketika mendapatkan pujian dan terhindar dari celaan. Makanya, ketika mereka melakukan hal-hal semacam mencorat-coret tembok rumah yang dalam benak mereka akan menyebabkan ayah atau ibunya marah, mereka memilih berbohong untuk melindungi diri. Selain itu, anak-anak yang haus perhatian dan pujian seringkali tidak memperhatikan sisi negatif dari berbohong. Asalkan mendapat perhatian, mereka akan melakukannya. Walaupun, sebenarnya mereka tidak menganggap apa yang mereka lakukan sebagai sebuah kebohongan. Misalnya, suatu ketika anak menceritakan kepada ibunya bahwa barusan dia melihat pesawat terbang rendah di atas atap rumahnya. Sungguh pun itu hanyalah cerita yang dikarang-karang, tetapi bagi anak, itu adalah senjata baginya untuk mendapatkan perhatian. Jadi, mencari perhatian juga merupakan alasan anak berbohong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, apa yang harus dilakukan ketika kita mengetahui anak tengah berbohong? “Beri dia kepercayaan!” kata Greeny Azzahra, Guru TK Attaqwa Cigadung, Bandung. Greeny yang juga seorang penulis ini mempunyai pengalaman unik menghadapi anak yang sudah pandai berbohong. Menurut Greeny, bohongnya anak-anak itu masih bohong ‘putih’. Hal tersebut tidak lebih dari bohong yang tidak direncanakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Biasanya, anak-anak berbohong karena melakukan kesalahan dan dia menyesal telah melakukannya serta tidak ingin kena hukuman. Maka, berbohong adalah satu-satunya pilihan yang bisa mereka ambil. Maka, memarahi dan menghakimi anak justru akan menyakiti anak,” lanjut Greeny.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai tips menghadapi anak yang telah atau mencoba berbohong, Greeny mempunyai cara tersendiri. “Saya sudah mempraktikkannya dan ini terbukti sangat manjur. Saya menyatakan dan mengaku percaya atas pengakuan anak, meskipun saya tahu dia sedang berbohong. Misalnya, di kelas kita kehilangan penghapus. Dari desas-desus anak-anak yang lain, kita tahu bahwa anak A yang mengambil dan menyembunyikan penghapus. Saya akan meminta anak-anak duduk rapi. Saat itulah, anak-anak lain akan melapor kalau penghapus itu diambil oleh anak A. Saya tidak langsung menanyakan atau melakukan konfirmasi ke anak A. Tetapi, saya menyampaikan nasihat untuk semua anak. Nasihat itu misalnya, ‘Ibu percaya, kalian itu anak-anak yang saleh. Anak-anak yang ngga bakalan mengambil sesuatu yang bukan miliknya. Ibu percaya, anak yang saleh itu disayang sama Allah.’ Nah, setelah ngasih nasihat begitu, anak A akan datang sendiri dan mengakui kalau dia yang mengambil penghapus. Kenapa anak A mengaku? Karena, pada intinya anak tersebut ingin mendapatkan perhatian. Ketika dia mengaku setelah mendengar nasihat yang saya berikan, sebenarnya fitrah anak saleh dalam dirinya lebih dominan. Jadi, bohongnya itu masih dikategorikan sebagai bohong ‘putih’.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode bercerita bisa juga dilakukan kala mendapati anak sudah mulai berbohong. Dudi Mardiyansyah, seorang motivator keluarga, sering memberikan kisah-kisah teladan kepada anak. “Saya datangi anak sambil mengelus kepalanya,” kata Dudi. “Kepadanya lalu saya ceritakan dua kisah. Yang pertama, kisah tentang orang-orang jujur serta balasannya dan satunya lagi tentang orang-orang yang suka berbohong berikut akibat-akibatnya. Setelah itu, saya akan menyilakan anak memilih mau jadi yang mana.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau seorang anak berbohong untuk mendapatkan perhatian atau pujian, patut ditanyakan, seberapa sering orangtuanya memberikan kedua kebutuhan anak tersebut. Dalam hal ini, Ihsana menegaskan, “Oleh karena anak membutuhkan pujian, maka pujilah dia atas kejujurannya. Kalau anak yang jujur kita puji, maka dia akan terdorong untuk terus melakukan perilaku jujur dalam hidupnya. Karena dia beranggapan, untuk mendapatkan pujian, tidak perlu melakukan kebohongan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, benar yang disabdakan Nabi Muhammad Saw. kepada seorang ibu yang dengan kasar merebut bocah lelakinya karena telah mengencingi baju Rasul. “Hai ibu, bajuku ini bisa dibersihkan dengan air, tetapi hati seorang anak siapa yang bisa membersihkan?” [Fatih]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1452025240965642023-5616989255310192655?l=majalahpercikaniman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/feeds/5616989255310192655/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2012/01/fokus-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/5616989255310192655'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/5616989255310192655'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2012/01/fokus-2.html' title='Fokus 2'/><author><name>Majalah Percikan Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10398594625890799871</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1452025240965642023.post-8343638887203065323</id><published>2012-01-01T00:07:00.001+07:00</published><updated>2012-01-04T14:01:41.700+07:00</updated><title type='text'>Fokus 3</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;TANAMKAN KEJUJURAN KEPADA ANAK SEJAK DALAM KANDUNGAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Wawancara dengan Tony Raharjo dan Melly Raharjo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa kalangan, utamanya psikolog anak, mengatakan bahwa dalam fase kanak-kanak, otak masih seperti “hewan”. Fungsi menimbang serta memilah yang baik dan buruk belum tersusun secara sempurna. Adapun yang dominan pada otak anak adalah mengoptimalkan pendengaran dan penglihatan, untuk selanjutnya ditiru. Inilah yang kemudian melahirkan aktivitas melihat, mendengar, dan meniru. Makanya, penting bagi orangtua untuk mengetahui cara kerja otak  anak. Orangtua harus benar-benar menjaga ucapan dan tingkah laku di depan anak-anak karena hal itu amat potensial untuk dijadikan model.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti halnya yang dialami oleh keluarga Tony Raharjo dan Melly Raharjo. Pasangan yang merupakan konsultan dan perencana pernikahan (wedding planner) ini telah melihat sebuah keajaiban bagaimana putri mereka yang masih dua setengah tahun selalu bangun subuh dan mengikuti ayah atau ibunya mengambil wudhu. “Bukan hanya itu, setelah selesai shalat Subuh, Kahla akan duduk tenang menunggu abinya ngasih nasihat,” kata Tony menceritakan polah anak semata wayangnya. Polah Kahla Almeera Qaulan Tsaqiila itu terjadi setelah sebelumnya Tony lazim memberikan kuliah subuh.&lt;br /&gt;Tentang kekhawatiran para orangtua dengan anak-anak yang sudah mulai berani berbohong sejak usia balita, pasangan yang juga penulis buku Ajari Anakmu Cinta ini menuturkan dan menawarkan perspektif baru cara mendidik anak, bahkan sejak masih di dalam kandungan. Lebih lengkap, berikut obrolan MaPI dengan Tony Raharjo dan Melly Raharjo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sebaiknya, sejak kapankah program mendidik anak itu direncanakan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ketika memutuskan berkeluarga, pasangan mestinya sudah merencanakan model pendidikan untuk anak. Bagi kami, berkeluarga sama halnya dengan menciptakan sebuah peradaban kecil yang merupakan bagian dari sebuah peradaban besar. Makanya, sebelum menikah kita harus mengetahui secara pasti visi dan misi serta metode yang disiapkan untuk mendidik anak yang akan diterapkan oleh calon pasangan kita. Itu kami namakan sebagai grand design yang akan meninggikan nilai diri seluruh anggota keluarga, termasuk anak. Grand design itu tidak dibuat ketika memasuki jenjang pernikahan, tetapi jauh sebelum itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, merencanakan pernikahan bukan sekadar menyiapkan diri untuk menafkahi keluarga, tetapi lebih jauh dari itu menyiapkan diri untuk menjadi contoh terbaik bagi keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Bagaimana pandangan Anda tentang perilaku meniru pada anak?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan dasar yang dimiliki setiap manusia adalah kemampuan meniru (imitasi). Makin luas dan makin besar pengaruh seseorang, kemampuannya akan bertambah. Bukan sekadar meniru, tetapi punya peluang untuk ditiru. Banyak yang tidak sadar bahwa menjadi suami atau istri bagi pasangan dan menjadi orangtua bagi anak-anak adalah bagian dari proses penambahan dan perluasan kapasitas diri kita. Padahal, di saat demikian, anak dan istri atau suami bukan hanya sebagai tempat belajar bagi kita, tetapi juga mereka menjadikan diri kita potensial untuk ditiru. Artinya, peluang ditiru ini menjadikan orangtua dapat menentukan nilai yang dianut oleh anaknya, termasuk masalah kejujuran. Dari mana anak belajar berbohong kalau bukan karena melihat dan mendengar orangtua yang terlalu sering berbohong?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Benarkah mendidik anak untuk berperilaku positif itu bisa dilakukan saat masih di dalam kandungan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Anak bisa mendengar semenjak di dalam kandungan? Saya percaya dan yakin. Al-Quran merunutkan anugerah yang diberikan kepada kita adalah pendengaran terlebih dahulu, baru penglihatan, dan  hati atau rasa (Q.S. An-Nahl [16]: 78).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, indra yang pertama berfungsi pada manusia adalah pendengaran. Maka, menyanyi, nasihat, kata-kata motivasi yang diberikan sejak anak masih dalam kandungan, insya Allah bisa didengar dan tertanam di alam bawah sadar anak. Apalagi, jika yang disebut nama Allah, mereka pasti paham. Bukankah Allah adalah fitrah mereka juga sejak diciptakan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Termasuk mendidik untuk berperilaku jujur dan tidak bohong apakah bisa dimulai ketika anak berada dalam kandungan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Para pakar otak sepakat bahwa waktu terbaik untuk memasukkan nilai-nilai pada pikiran bawah sadar adalah saat akan tidur atau saat peralihan dari alam sadar ke alam tidak sadar (tidur). Semua bayi mengabiskan waktu lebih lama untuk tidur. Saat dalam kandungan, kita tidak tahu kapan kondisi pra-tidur. Namun, sederhananya dengan kondisi tidur lebih lama daripada orang dewasa, maka kondisi pra-tidur anak juga mungkin lebih sering terjadi. Ini mungkin bisa kita manfaatkan untuk memasukkan banyak nilai positif pada bayi. Ketika sudah lahir, ada baiknya sebelum tidur diperdengarkan bacaan doa-doa, lagu-lagu yang membangun hati, kata-kata positif, termasuk bisikan untuk selalu jujur di telinganya. Ini berlaku bukan hanya untuk bayi, tetapi juga untuk orang dewasa. Itulah mungkin kenapa Nabi terbiasa berdoa sebelum tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Lalu, apa yang Anda pesankan dalam buku “Ajari Anakmu Cinta”?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Qayyim mengatakan dalam bukunya Taman Orang-orang Jatuh Cinta bahwa semua yang bergerak di alam raya ini adalah gerak yang lahir dari kehendak cinta. Cintanya Allah. Karenanya Allah berfirman, “Dan tiadalah Kami menciptakan langit dan bumi melainkan dengan kebenaran.” Artinya, kebenaran ekuivalen dengan cinta. Itu sebabnya, hati yang dipenuhi cinta akan mudah menerima kebenaran. Cinta tidak tumbuh di hati yang miskin dari rasa cinta, apalagi angkuh dan keras. [Fatih]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1452025240965642023-8343638887203065323?l=majalahpercikaniman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/feeds/8343638887203065323/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2012/01/fokus-3.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/8343638887203065323'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/8343638887203065323'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2012/01/fokus-3.html' title='Fokus 3'/><author><name>Majalah Percikan Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10398594625890799871</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1452025240965642023.post-4983809546947126027</id><published>2012-01-01T00:06:00.001+07:00</published><updated>2012-01-04T14:00:46.706+07:00</updated><title type='text'>Fokus 4</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;TIPS: LAWAN KEBOHONGAN DENGAN KETERBUKAAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu artikel di majalah nasional menyebutkan bahwa ketika sejak kecil anak mulai belajar berbohong, maka ketika dewasa dia akan tumbuh menjadi koruptor! Sungguh sebuah pemikiran bombastis, atau dalam bahasa anak gaul zaman sekarang disebut lebay. Ya, lebay karena jiwa dan kepribadian seorang anak akan terus berkembang seiring pertambahan usia dan pengalaman hidupnya. Mungkin benar bahwa anak yang dikenal suka berbohong akan tumbuh menjadi manusia yang tidak jujur. Namun, hal tersebut tidak serta merta membuatnya layak disebut sebagai calon koruptor masa depan. Perlu kita telisik juga bahwa koruptor yang saat ini terbukti menilap uang negara bukan tidak mungkin dulu semasa kecil adalan anak yang manis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, orangtua yang mendapati anaknya berbohong tidak perlu menanggapinya dengan berlebihan. Apalagi, sampai menganggap diri telah gagal mendidik amanah yang dititipkan oleh Allah Swt. Bolehlah kita merasa cemas dan bersedih atas perilaku anak, tetapi hal tersebut hendaknya melahirkan perbaikan pola asuh. &lt;br /&gt;Lantas, apa saja yang perlu dilakukan orangtua dalam menghadapi buah hati yang ketahuan berbohong? Berikut sejumlah tips-nya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja introspeksi. Anak ibarat selembar kertas putih, maka ketika ada goresan tinta kelam, yang perlu ditanya “mengapa” adalah kedua orangtuanya. Jelas ada sesuatu yang salah dengan pola asuh yang diterapkan selama ini sehingga anak berani berbohong. Seorang filosof berujar bijak bahwa anak merupakan cermin perilaku orangtuanya. Jadi, ketika anak berbohong, orangtuanyalah yang telah mengajarkan anak berperilaku demikian. Hal tersebut mungkin dilakukan tanpa sadar. Mungkin tanpa sadar kita telah mengatakan sesuatu yang kita sebut “bohong putih”. Di benak anak yang masih belum bisa membedakan “hitam” dan “putih”-nya bohong, tentu perilaku orangtuanya tersebut akan dipukul rata sebagai sesuatu yang boleh dilakukan. Karenanya, kita sebagai orangtua harus bersikap lebih hati-hati setelah kejadian ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memaksa anak untuk mengakui bahwa dia telah berbohong hanya akan membuat anak berbohong lebih banyak lagi. Jadi, berhentilah menginterogasi anak Anda. Duduklah di sampingnya dan sampaikan betapa cintanya Anda kepadanya. Secara halus, katakanlah bahwa tidak ada yang tidak bisa anak Anda sampaikan kepada Anda. Intinya, anak harus dibuat nyaman terlebih dahulu sebelum dia bisa menceritakan alasannya berbohong.  &lt;br /&gt;Bila anak tetap tidak mau terbuka, lupakan sementara waktu kejadian tersebut untuk dibahas di kemudian hari manakalah kondisinya sudah memungkinkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika anak berbohong kepada Anda, maka isi keterbukaan dan kedekatan. Bisa jadi, anak tidak benar-benar berbohong. Dia hanya enggan menceritakan hal yang sebenarnya kepada orangtuanya karena berbagai alasan. Dan, alasan yang paling mendasar adalah adanya jarak emosi antara anak dan orangtua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini biasanya kerap terjadi ketika anak menginjak usia remaja. Pada masa-masa remaja, orangtua dianggap tidak lagi memahami problematika remaja dan karenanya mereka lebih senang curhat kepada teman-temannya daripada orangtuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marah tidak menyelesaikan masalah. Justru, kemarahan orangtua terhadap anaknya yang ketahuan berbohong hanya akan membuat mereka semakin tertutup. Jika Anda terlanjur marah dengan kelakuan anak, segeralah berwudhu kemudian shalat sunat. Bermunajatlah kepada Allah untuk diberi jalan terbaik menyelesaikan masalah ini. Insya Allah, amarah Anda akan reda plus Anda diberikan kelapangan jiwa untuk berpikir lebih jernih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau memang benar-benar dirasa perlu karena kadar kebohongan anak sudah di luar batas, bolehlah kita menghukumnya dengan hukuman yang mendidik. Ingat, menghukum anak dengan jalan kekerasan, semisal mencubit atau menjewer, bukan hanya tidak mendidik tapi juga mengajarkan anak untuk melakukan hal serupa (kekerasan) dalam menyelesaikan masalah. Menghukum anak dengan cara yang mendidik adalah dengan menerapkan konsistensi dan memberikan efek jera. Konsisten di sini maksudnya adalah jangan sampai ayah dan ibu berbeda pendapat mengenai hukuman yang diberikan, misalnya dengan alasan kasihan. Kalau ayah memberikan satu hukuman tertentu, ibu tidak boleh kasihan dan kemudian membebaskan anak dari hukuman tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Journal of Applied Developmental Psychology, Dr. Paul Frick, salah satu pengajar dari University of New Orleans, Amerika Serikat, menyimpulkan bahwa memberikan hukuman yang efektif bisa dilakukan dengan cara pertama, mendiamkan atau memberikan mereka waktu sendiri untuk merenungi kesalahannya. Setelah itu, baru ajak dia ngobrol dan tanyakan alasan mengapa dia melakukan hal itu. Kedua, memberikan anak tugas rumah tambahan sesuai kemampuan dan usianya. Bagi anak berusia di bawah lima tahun, hal ini mungkin belum bisa diterapkan secara saklek. Ketiga, tidak memperbolehkan si kecil melakukan aktivitas favoritnya untuk sementara. Misalnya, tak diizinkan bermain internet dan menonton acara televisi favoritnya selama seminggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memuji dan mengapresiasi usaha anak manakala dia berkata atau berbuat jujur. Sedikit reward seperti mengajaknya makan ice-cream kesukaannya pasti akan menjadi motivasi untuk anak terus berbuat jujur.  [Muslik]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1452025240965642023-4983809546947126027?l=majalahpercikaniman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/feeds/4983809546947126027/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2012/01/fokus-4.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/4983809546947126027'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/4983809546947126027'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2012/01/fokus-4.html' title='Fokus 4'/><author><name>Majalah Percikan Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10398594625890799871</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1452025240965642023.post-7787576281257748258</id><published>2012-01-01T00:05:00.002+07:00</published><updated>2012-01-04T13:59:58.709+07:00</updated><title type='text'>Dunia Islam</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;MUSLIMAH KANACA DIANIAYA SEPERTI YAHUDI DI ERA HITLER&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minoritas muslimah di Barat kembali mendapat perlakuan diskriminatif. Setelah pemerintahan Prancis melarang muslimah mengenakan niqap dan burqa, kini pemerintahan Kanada melakukan kebijakan yang sama, bahkan cenderung lebih parah karena setiap muslimah harus melepaskan niqap dan burqa-nya ketika disumpah menjadi warga negara.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Akibat dari kebijakan ini, Pendiri Dewan Tertinggi Islam Kanada, Syed Soharwardy, pun bereaksi dan mengatakan bahwa peraturan ini merupakan bentuk intimidasi serta meremehkan kitab suci umat Islam. Kebijakan pemerintah Kanada tersebut juga dinilai tak ubahnya dengan perlakuan orang-orang kepada Yahudi di Jerman. “Situasi umat Islam sekarang sama dengan apa yang dialami orang-orang Yahudi di Jerman pada perang dunia kedua. Ketika itu, Hitler memerintahkan pemusnahan etnis (Holocaust) Yahudi di Jerman. Jadi, ini benar-benar situasi yang mengkhawatirkan,” kata Soharwardy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, Pemerintah Federal, Senin (12/12), telah mengajukan draf Rancangan Undang-undang (RUU) tersebut kepada Mahkamah Agung. Apabila disahkan, UU itu mewajibkan muslimah untuk melepas burqa saat menjadi warga negara Kanada, terhitung sejak pengambilan sumpah (menjadi warga negara Kanada) dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menteri Imigrasi dan Kewarganegaraan Kanada, Jason Kenney, menilai wajar seseorang harus melepaskan jilbab saat mengambil sumpah dan itu merupakan prinsip dasar pengadilan yang mencerminkan nilai-nilai keterbukaan dan kesetaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun pada akhirnya kebijakan tersebut diterima muslim Kanada, mereka menilai bahwa pemberlakuan undang-undang baru yang melarang seorang muslimah bercadar saat menjadi warga negara Kanada merupakan bentuk ketakutan pemerintahan setempat terhadap perkembangan muslim di Kanada yang pada saat ini tergolong pesat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;MUSLIM ABORIGIN MAKIN BERTAMBAH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aborigin, sebuah suku di Australia dan juga merupakan penduduk asli negara kangguru tersebut, kini menjadi bahan pembicaaran penduduk setempat. Hal ini disebabkan oleh makin bertambahnya jumlah populasi muslim aborigin. Mayoritas suku Aborigin menganut agama kepercayaan dan sebagain lagi beragama Nasrani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, setelah Islam masuk ke Australia yang dibawa oleh para imigran dari berbagai negara muslim, perkembangan muslim di sana mengalami peningkatan, terutama dialami oleh suku Aborigin. Menurut  sensus nasional Australia 2001, jumlah penduduk suku Aborigin yang memeluk Islam mencapai 641 orang. Lima tahun berselang, saat sensus nasional 2006, jumlahnya meningkat 60% menjadi 1.014 orang. Diperkirakan pada sensus nasional 2011, jumlahnya bakal meningkat lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut para pengamat, meningkatnya populasi muslim Aborigin tidak terlepas dari syiar Islam di kalangan mereka sejak dahulu. Ada sejarah panjang antara masyarakat Aborigin dan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pedagang muslim datang dari Indonesia sekitar awal abad ke-18. Mereka menetap dan menikah dengan penduduk lokal. Hal itu terbukti dari ditemukannya unsur Islam dalam mitologi Aborigin di utara Australia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;DONNA ELJAMAL, POLWAN BERJILBAB DARI SWEDIA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda muslimah dan hidup di Indonesia yang notabene adalah negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar tapi masih enggan berjilbab, sudah seharusnya Anda malu pada Donna Eljammal. Mengapa? Tidak lain karena dia merupakan seorang muslimah cantik yang tetap istiqamah mengenakan jilbab meski harus bertugas sebagai seorang polisi wanita (polwan) di Swedia.  Walaupun tinggal di negara yang mayoritas berpenduduk Nasrani, dia tetap bisa mempertahankan akidahnya tanpa takut akan tekanan dari pihak mana pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada Metro Se, sebuah harian ternama di Swedia, Donna Eljammal (26 thn.) mengaku ingin menunjukkan bahwa perempuan yang berjilbab bukanlah wanita yang tertindas, melainkan wanita yang kuat dan independen. “Berjilbab tidak menjadi halangan untuk beraktivitas, bahkan  memotivasi (saya) untuk bekerja lebih  giat. Islam  mengajarkan setiap muslim harus bekerja keras dan harus mempunyai tanggung jawab atas amanah yang diembannya,” tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak kecil, Donna memang sudah bercita-cita menjadi seorang polwan. Dia mengaku bahwa pekerjaan sebagai polwan sangat sesuai dengan kepribadiannya. “Saya suka bekerja sama dengan banyak orang, membantu, dan tidak melakukan pekerjaan yang sama setiap hari. Saya tahu (pekerjaan) ini cocok dengan kepribadian saya,” paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut, Donna mengatakan bahwa memakai jilbab bukanlah suatu beban atau persoalan. Dia justru mengaku dirinya diperlakukan dengan baik dan dihormati oleh rekan-rekannya sesama polisi. Di tempat kerja sebelumnya di Swedish Prison and Probation Service (Kriminalvården), Donna mengaku tidak pernah menemui persoalan. Bagi Donna, merupakan sebuah aset bagi semua profesi saat ini memiliki staf dengan latar budaya dan agama yang berbeda. “Jilbab ini memperlihatkan dengan jelas bahwa saya punya pengetahuan langsung mengenai aspek perbedaan masyarakat Swedia,” ujarnya.&lt;br /&gt;Swedia pernah melarang penggunaan jilbab di kalangan aparat pemerintah, termasuk aparat kepolisian. Namun sejak lima tahun lalu, aturan ini dicabut setelah melalui proses perdebatan panjang dan berlangsung sengit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, Donna tidak berpikir melepaskan jilbabnya saat bekerja. Dia melihat jilbab sebagai bagian dari dirinya dan dapat melakukan segala hal dengan jilbab sehingga dia melihat tidak ada alasan untuk melepaskan jilbanyanya. [Ali, sumber: abna.ir, CNN &amp; Metro Se]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1452025240965642023-7787576281257748258?l=majalahpercikaniman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/feeds/7787576281257748258/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2012/01/dunia-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/7787576281257748258'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/7787576281257748258'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2012/01/dunia-islam.html' title='Dunia Islam'/><author><name>Majalah Percikan Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10398594625890799871</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1452025240965642023.post-6552712486386115101</id><published>2012-01-01T00:04:00.002+07:00</published><updated>2012-01-04T13:57:22.366+07:00</updated><title type='text'>Tahukah Anda</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;WUDHU DAN PERSONAL HYGIENE&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah Anda bahwa berkumur-kumur ketika berwudhu bisa mencegah infeksi gigi dan mulut? Mulut merupakan salah satu organ tubuh yang bisa mengeluarkan bau. Bedanya dengan ketiak, kepala, pangkal paha, dan kaki, bau mulut tidak disebabkan oleh keringat. Bau mulut disebabkan oleh bakteri yang hidup di sela-sela gigi dan di bagian mulut yang lainnya. Bakteri tersebut hidup dan berkembang karena adanya sisa-sisa makanan yang menempel di rongga mulut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah penelitian pernah membuktikan bahwa 90% dari mereka yang menderita kerusakan gigi disebabkan oleh keteledoran dalam menjaga kebersihan mulut. Penyakit yang ditimbulkan oleh bakteri yang ada di mulut ternyata bukan hanya mengancam gigi dan gusi, tetapi juga mengancam sistem pencernaan karena air liur yang kita telan dan membantu proses pencernaan berasal dari mulut. Bayangkan, jika mulut kotor dan penuh kuman, tentu air liurnya pun kotor dan penuh kuman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya, kalangan medis menyarankan agar kita menggosok gigi dua kali sehari, yaitu setelah makan dan sebelum tidur. Dengan bersuci (salah satunya berkumur-kumur), berarti kita membersihkan mulut dari penularan penyakit. Karena, sisa-sisa makanan yang tersangkut di sela-sela gigi jika tidak dibersihkan akhirnya akan menjadi tempat pertumbuhan kuman. Dengan berkumur-kumur, minimalnya lima kali sehari, tanpa disadari kita dapat mencegah infeksi gigi dan mulut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah Anda bahwa ketika bernapas, zat-zat kimia yang berupa gas ikut masuk ke dalam hidung? Nah, zat-zat kimia yang kita hirup akan dilarutkan di selaput lendir. Dengan kondisi demikian, amatlah pantas jika hidung merupakan tempat favorit kuman berkembang seperti yang diungkapkan oleh banyak ahli kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, berwudhu yang salah satunya dengan menghirup air melalui hidung (dan mengeluarkannya kembali) merupakan salah satu cara membersihkan hidung dari kuman dan bakteri yang berkembang. Istinsyaq berfungsi mensucikan selaput dan lendir hidung yang tercemar oleh udara kotor dan juga kuman. Selama ini kita ketahui selaput dan lendir hidung merupakan basis pertahanan pertama pernapasan. Dengan Istinsyaq, kuman infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dapat dicegah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekumpulan dokter di Universitas Alexandria mendapati bukti bahwa pada umumnya mereka yang berwudhu dan mengirup air melalui hidung secara konsisten, hidungnya akan bersih dari debu, kuman, dan bakteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asyiknya berwudhu itu, sehatnya dapat pahalanya pun dapat. Subhanallah! [Fatih, dari berbagai sumber]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1452025240965642023-6552712486386115101?l=majalahpercikaniman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/feeds/6552712486386115101/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2012/01/tahukah-anda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/6552712486386115101'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/6552712486386115101'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2012/01/tahukah-anda.html' title='Tahukah Anda'/><author><name>Majalah Percikan Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10398594625890799871</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1452025240965642023.post-2821460904397057048</id><published>2012-01-01T00:03:00.001+07:00</published><updated>2012-01-04T13:56:08.752+07:00</updated><title type='text'>Tanya MaPI</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;KENAPA MAPI MEMAJANG FOTO ORANG?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kenapa MaPI dari edisi pertama hingga sekarang di sampul depannya selalu memajang foto-foto artis, ustadz/ustadzah, atau tokoh lainnya? Bukankah menggambar makhluk yang bernyawa haram dengan sebenar-benarnya keharaman. Hal tersebut termasuk dosa besar karena diancam dengan ancaman yang keras sebagaimana tersebut dalam hadits, baik orang yang membuat itu dengan tujuan merendahkannya ataupun selainnya. Perbuatan demikian sama saja dengan menandingi ciptaan Allah Swt. Syukron.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, pencantuman gambar (manusia) pada berbagai media dianggap menjadi masalah bagi sekelompok muslim. Untuk membedah masalah ini secara rinci, pasti membutuhkan kolom yang banyak mengingat hadits-hadits yang ada sangkut pautnya dengan pembuatan gambar lumayan banyak. Di sini, MaPI hanya akan menyampaikan pokok masalahnya saja. Dua hadits yang sering menjadi rujukan permasalahan tersebut adalah sebagai berikut.&lt;br /&gt;“Sesungguhnya manusia yang paling keras siksaannya di sisi Allah pada hari kiamat adalah para penggambar.” (H.R. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mereka (ahli kitab), jika ada seorang yang saleh di antara mereka meninggal, mereka membangun masjid di atas kuburnya dan mereka menggambar gambar-gambar itu padanya. Merekalah makhluk yang paling jelek di sisi Allah pada hari kiamat.” (H.R. Bukhari Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits pertama memberi isyarat adanya dosa pada aktivitas menggambar secara umum. Namun, pada hadits kedua menunjukkan adanya pengkhususan atau penjelasan aktivitas menggambar yang dilarang oleh Allah Swt. Bermula dari pengertian ini, maka sebagian ulama sepakat bahwa yang dilarang adalah menggambar makhluk bernyawa yang dikhawatirkan membuka peluang kemusyrikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, mari kita coba lihat ke masa Rasulullah Saw. ketika larangan itu diturunkan. Pada zaman itu, menggambar yang dimaksud adalah seni memahat untuk membuat patung yang kemudian akan disembah. Itulah sebabnya mengapa gambar dilarang karena memberi peluang kemusyrikan seperti yang dilakukan kaum Yahudi, Nasrani, dan kafir Quraisy yang gemar menyembah patung. Saat ini, seni gambar terus berkembang dan tidak hanya pahat, tapi juga seni fotografi dengan berbagai kecanggihan teknologinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seni merupakan bagian dari keindahan dan Allah menyukai keindahan. Menurut hemat MaPI, selama seni tersebut tidak memberi peluang adanya kemusyrikan seperti pembuatan patung atau monumen yang diambil dari makhluk bernyawa, maka seni fotografi sah-sah untuk dipajang di sampul majalah. Apalagi untuk saat ini, beberapa gambar yang dibuat melalui teknologi menjadi kebutuhan manusia, seperti foto untuk KTP dan ijazah, sketsa (identifikasi DPO), dan lain sebagainya. Toh, dalam salah satu riwayatnya, Rasul membiarkan gambar yang ada pada bantal atau kain gordeng yang sempat ada di rumahnya. Wallahu a’lam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1452025240965642023-2821460904397057048?l=majalahpercikaniman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/feeds/2821460904397057048/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2012/01/tanya-mapi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/2821460904397057048'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/2821460904397057048'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2012/01/tanya-mapi.html' title='Tanya MaPI'/><author><name>Majalah Percikan Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10398594625890799871</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1452025240965642023.post-3758406012908098342</id><published>2012-01-01T00:02:00.000+07:00</published><updated>2012-01-04T12:55:15.035+07:00</updated><title type='text'>Dari Taklim Ke Taklim</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Majelis Taklim Ashabul Kahfi:&lt;br /&gt;PENGAJIAN RUMAHAN YANG MENJELMA MENJADI YAYASAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Layaknya api unggun yang tercipta dari percikan api kecil, sebuah pengajian rumahan yang pada awalnya hanya diikuti 5-10 orang anak muda, kini telah menjelma menjadi pengajian umum, bahkan yayasan. Majelis Taklim Ashabul Kahfi (MATA ASKAF) pertama kali digelar pada 12 Juni 2006 di sebuah rumah di Jln. Batununggal Indah No. 102 Bandung. Majelis ini kini menjelma menjadi sebuah yayasan yang bercita-cita menjadi komunitas pemuda terbesar di Indonesia dengan visi mandiri, bersahabat, berkarakter, dan berwawasan islami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di awal perjalanannya, memang MATA ASKAF hanya diikuti oleh 5-10 orang. Namun, karena keuletan peserta dan masifnya informasi melalui mulut ke mulut, penggiat MATA ASKAF pun mengambil langkah berani dengan menghentikan kegiatan pengajian rumahan. MATA ASKAF dibubarkan? Tentu saja tidak. Oleh karena peserta yang ingin ikut melebihi kapasitas ruang tamu dan ruang tengah, anak-anak muda yang menginisiasi pengajian ini kompak “turun gunung”. Itu terjadi pada 2007. Mereka menyelenggakan pengajian di luar (rumah) dan dibuka untuk umum. Akan tetapi, karena MATA ASKAF belum memiliki tempat sendiri, maka pengajian pun berpindah-pindah. Mulai dari Alifa Moeslim Shopping Centre, Masjid Istiqomah, Masjid Al-Ukhuwah, dan lain-lain. Terakhir, MATA ASKAF terkonsentrasi di Masjid Darussalam, Jln. Pasirwangi No. 2 Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya, MATA ASKAF hanya mengadakan kajian-kajian Islam. Materi-materi seperti kajian fikih, akhlak, tafsir, dan akidah dikaji di sini. Namun, jamaah pengajian terdorong untuk mengaplikasikan yang didapatkan dari ceramah asatidz yang mengisi rutin setiap Sabtu sore, pukul 16.00-17.30 WIB tersebut. Maka, pada 2007 ASKAF mulai terjun dalam kegiatan-kegiatan sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MATA ASKAF memiliki dua program besar, yakni di bidang pendidikan atau kajian keislaman dan motivasi pengembangan diri, serta kegiatan sosial. Sejumlah asatidz yang mengisi di antaranya Ust. Ahmad Humaedi, M. Sos (Ahum), Ust. Budi Hata’at, Lc., dan Ust. Syarief Luqmanul Hakim, S. Ag. Sementara, kajian motivasi diisi oleh Ust. Darlis Fajar, Tony Raharjo, dan Kang Harry Firmansyah. Asatidz tersebut merupakan pengisi rutin kajian ASKAF di samping beberapa narasumber lain yang diundang secara tentatif, seperti Ust. Aam Amiruddin, Ust. Abu Bakar Al Habsyi dan lain-lain. Peserta pengajian adalah anak-anak muda penuh semangat yang terdiri dari berbagai kalangan dan profesi, baik itu mahasiswa, pegawai negeri maupun swasta, pengusaha, profesional muda, dan lain sebagainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bidang sosial, MATA ASKAF telah rutin menyelenggarakan bakti sosial di wilayah Bandung dan sekitarnya. Bakti sosial tersebut meliputi pembagian sembako, pembagian zakat, dan beragam kegiatan positif bagi yatim-piatu. MATA ASKAF juga mengadakan program-program tanggap bencana yang saat ini fokus utamanya dalam percepatan penyaluran bantuan, selain cek kesehatan dan pengobatan gratis serta menyelenggarakan wirausaha untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat muslim yang dibinanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percik api unggun itu terus membesar, menghangatkan dan menerangi. Pada momen pergantian tahun 1433 H, MATA ASKAF bertransformasi menjadi Yayasan ASKAF Learning Community (ASKAF Foundation). Dengan transfomasi ini, ASKAF terus berupaya menumbuhkan dan meningkatkan wawasan keislaman kepada jamaah yang mayoritasnya anak-anak muda (rentang usia 18-35 tahun). Anak-anak muda adalah aset bangsa. Maka, ASKAF memfasilitasi mereka agar memiliki wawasan mumpuni serta tidak mudah terjerumus pengaruh negatif globalisasi. Ya, anak-anak muda memiliki energi besar untuk menjadi aktor amar ma’ruf nahyi munkar di era penuh tantangan ini. [Fatih]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1452025240965642023-3758406012908098342?l=majalahpercikaniman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/feeds/3758406012908098342/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2012/01/dari-taklim-ke-taklim.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/3758406012908098342'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/3758406012908098342'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2012/01/dari-taklim-ke-taklim.html' title='Dari Taklim Ke Taklim'/><author><name>Majalah Percikan Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10398594625890799871</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1452025240965642023.post-7585636986272055891</id><published>2012-01-01T00:01:00.001+07:00</published><updated>2012-01-04T12:53:45.264+07:00</updated><title type='text'>Meski Satu Kata</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;TELAT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merasa bakal telat datang ke salah satu pelatihan, penulis memacu motor dengan agak cepat. Tersisa sepuluh menit menjelang tepat pukul 09.00, penulis pun sampai di parkiran. Sambil tergopoh, akhirnya penulis menemukan ruangan tempat pelatihan yang ternyata masih sepi. Kok? Seorang panitia menghampiri penulis dan sambil tersenyum menjelaskan, “Memang sengaja di flyer kami tulis acara dimulai pukul 09.00 agar peserta tidak telat. Sebenarnya, acara baru akan kami mulai pukul 10.00.” Dalam hati, penulis bertanya, sampai harus seperti itu, kah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ditanya, apa yang mencerminkan Indonesia banget? Jawabannya bukan batik, wayang, atau angklung, melainkan jam karet. Ya, di negara kita tercinta ini sudah jamak sebuah acara dimulai satu jam mundur dari jadwal yang sudah ditetapkan. Alih-alih memulai acara tepat waktu meski hanya segelintir orang yang datang, panitia malah menunggu peserta yang lain hingga satu jam lamanya. Sungguh, “kebaikan” hati panitia ini bukan hanya tidak mendidik, tapi juga tidak menghargai orang-orang yang datang tepat waktu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya, tidak salah kemudian kalau sebagian orang lebih memilih memundurkan setengah jam waktu kedatangannya ke sebuah acara dengan alasan perserta yang lain juga pasti datang terlambat. Daripada jenuh menunggu satu jam di tempat acara, mending santai dulu menghabiskan secangkir kopi yang sudah repot-repot disiapkan istri pagi ini. Perkara dipelototin panitia atau sesama peserta acara, tinggal minta maaf, kok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sudah begini, bukankah kita sudah terjebak pada lingkaran setan? Entah siapa yang memulai dan entah siapa yang mengikuti. Yang jelas, jam karet ini akan terus membudaya dan bukan tidak mungkin akan menjadi salah satu warisan ke generasi selanjutnya. Masya Allah! Nampaknya, tidak cukup mewariskan utang negara kepada anak cucu kita. Lantas, mau jadi apa generasi yang akan datang kalau kita hanya mewariskan berbagai hal buruk?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, andil terbesar dalam menumbuhsuburkan budaya jam karet adalah karena kultur bangsa kita yang terlalu berlapang dada, murah mengobral maaf, serta keengganan berkata lugas karena merasa tidak enak. Ya, ketika salah seorang rekan kerja datang terlambat pada rapat bulanan siang ini, kita akan dengan mudah memaafkan hal itu. Terlebih ketika sang teman datang dengan muka memelas dan menyatakan keterlambatannya gara-gara ada keperluan keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, mengikis budaya telat harus bekerja dua arah. Kita hendaknya terus belajar untuk tepat waktu tanpa harus berlindung di balik alasan “yang lain pun pasti telat”. Dan, sudah saatnya pula bagi kita untuk tidak terlalu mengumbar maaf atas keterlambatan yang dilakukan orang lain. Bukan untuk bersikap sok on-time. Ini adalah usaha untuk sama-sama belajar menghargai waktu. [Muslik]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1452025240965642023-7585636986272055891?l=majalahpercikaniman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/feeds/7585636986272055891/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2012/01/meski-satu-kata.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/7585636986272055891'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/7585636986272055891'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2012/01/meski-satu-kata.html' title='Meski Satu Kata'/><author><name>Majalah Percikan Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10398594625890799871</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1452025240965642023.post-5578928011843497063</id><published>2011-12-01T00:18:00.001+07:00</published><updated>2011-12-01T00:18:00.517+07:00</updated><title type='text'>Fokus 1</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;KAPAN TERAKHIR KALI KITA MEMUJI?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, kapan terakhir kali Anda memberikan pujian terhadap orang-orang di sekitar Anda? Ah… Penulis mendengar jeda yang cukup lama sebelum akhirnya Anda dapat memberikan jawabat atas pertanyaan tersebut. Penulis berharap semoga jeda tersebut berarti Anda tengah mangalkulasi jumlah orang yang Anda puji hari ini. Dan, penulis tidak berharap jeda tersebut berarti Anda sudah lupa siapa yang terakhir kali dipuji saking lamanya hal tersebut terjadi. Kalau kondisi yang kedua yang terjadi, satu kata dari penulis untuk Anda; TERLALU! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai makhluk sosial, kita tidak akan bisa hidup seorang diri. Kita akan selalu membutuhkan kehadiran orang lain di sekitar kita. Konsekuensi logis atas interaksi antara dua orang atau lebih adalah terjadinya komunikasi. Dan, pujian merupakan komunikasi positif yang diperlukan bagi manusia untuk membangun jiwa yang positif pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pujian mungkin persoalan yang sepele. Mudah diucapkan dan lekat dengan keseharian kita. Tetapi sering kali, hal-hal sepele dan lekat dengan keseharianlah yang mudah sekali kita lupakan. Sudahkah kita sempatkan memuji istri yang setiap hari melayani keperluan kita? Sudahkah kita sediakan energi untuk memuji anak-anak kita? Sudahkah kita melapangkan hati untuk memuji kinerja karyawan kita? Sepele, sungguh sepele. Sayangnya, oleh karena sepele itulah, kita sering menyepelekannya. Kalau pun sempat kita lakukan, barangkali energi untuk mengungkapkan itu pun hanya sisa-sisa dari aktivitas kita yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah kisah yang dirangkum dalam seuah film Hollywood kiranya bisa memberikan pelajaran kepada kita bahwa seringkali yang membuat sesuatu berubah ke arah yang lebih baik—atau ke arah sebaliknya—adalah hal-hal yang sepele. Kisahnya sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewan guru sebuah sekolah menengah di Amerika dituntut bekerja keras menyelesaikan permasalahan yang sedang mendera. Reputasi positif yang sudah terbangun berpuluh tahun tidak boleh bernasib layaknya kemarau setahun yang tandas diguyur hujan sehari. Sekolah yang memiliki label favorit para orangtua dan siswa ini tidak boleh tercoreng hanya karena tingkah satu orang murid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada seorang murid lelaki yang terkenal paling bengal di sekolah itu. Saban hari dia membuat onar, hingga suasana kondusif di sekolah itu menjadi terganggu. Maka, setelah mempertimbangkan melalui rapat dewan guru, diambillah keputusan untuk mengeluarkan murid bengal itu. Akan tetapi, keputusan itu kembali dievaluasi setelah dewan guru sadar bahwa sepanjang sejarah berdirinya, tidak pernah ada satu pun murid yang dikeluarkan dari sekolah itu. Lalu, dibuatlah siasat bagaimana murid tersebut bisa keluar, namun di mata publik seolah tidak dikeluarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Murid bengal itu pun akhirnya dipindahkan ke sekolah lain. Tentu saja, kepindahan murid disertai biodata mencakup nilai-nilai pelajaran dan tentunya jejak rekam di sekolah terdahulu untuk dipelajari oleh sekolah baru. Tentunya, daftar keterangan tentang murid itu adalah “daftar hitam” kebengalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, terjadi kekeliruan yang tidak disengaja. Sekolah itu menyertakan daftar riwayat yang salah. Yang dikirim bukan data si murid bengal, namun data murid paling pintar dan rajin di sekolah favorit itu. Tertulis di dokumen itu bahwa si murid adalah siswa teladan, nilainya bagus, hormat kepada guru, sopan kepada sesama teman, dan sederet perilaku positif lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena dukungan biodata tersebut, maka perlakuan dewan guru di sekolah baru terhadap murid itu pun sangat istimewa. Di dalam kegiatan belajar, seringkali murid pindahan ini dijadikan prototipe atau percontohan kepada murid lain bagaimana semestinya seorang murid belajar dan bersikap. Bahkan saking diistimewakannya, setiap dia melakukan kebaikan atau prestasi—meski sepele—dia selalu diberi pujian. Yang paling membuat si murid heran, kenakalan atau kesalahan yang dibuatnya selalu diberikan toleransi dan dianggap sebagai sesuatu yang tidak penting jika dibandingkan dengan prestasi dan status “teladan” yang disandang si murid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang terjadi setelah itu? Murid yang dulu terkenal bengal tersebut benar-benar berubah menjadi murid yang baik. Dia menjadi murid yang giat belajar, sopan kepada teman, dan hormat kepada guru. Dia seolah lupa dengan perilakunya terdahulu. &lt;br /&gt;Betapa sepele yang dilakukan sekolah baru kepada murid bengal untuk mengubahnya menjadi murid teladan dan sopan. Mereka hanya memperlakukan murid bengal sebagai murid yang istimewa. Oleh karena mereka memandangnya istimewa—meskipun karena salah data—maka mereka dengan mudah memberikan pujian, yang membuat si murid bengal mengubah cara pandangnya terhadap diri sendiri. Dia merasa dirinya istimewa, teladan, pintar, dan berharga—sesuatu yang tidak didapatkannya di sekolah lama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Orang akan memandang dirinya sesuai dengan bagaimana orang lain memandangnya,” kata Prof. Deddy Mulyana, saat ditemui MaPI seusai acara Tausyiah Bulanan di Kampus Fikom Unpad. Prof. Deddy mengatakan bahwa cara pandang kita terhadap orang lain akan membentuk citra diri, selanjutnya konsep diri seseorang. Nah, dengan konsep diri inilah seseorang melakukan sesuatu dalam keseharian. Jika konsep dirinya positif, maka seseorang akan memandang dirinya positif, selanjutnya dia akan melakukan hal-hal yang positif. Sebaliknya, jika konsep dirinya negatif, maka seseorang akan memandang dirinya negatif, dan tindakan-tindakannya juga akan cenderung negatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu garis besar konsep diri yang sudah umum di dunia psikologi dan komunikasi, di mana orang lain dan kelompok rujukan sebagai indikator pembentuk konsep diri. Namun yang mesti menjadi perhatian, kita adalah orang lain bagi seseorang. Jika demikian, kita adalah aktor utama pembentuk konsep diri seseorang. Negatif yang kita berikan, maka negatif konsep diri seseorang. Jika positif, maka akan positif konsep diri seseorang. Maka, jika orang di sekitar kita (baik anak, istri, rekan kerja, sejawat, atau karyawan) berperilaku baik atau tidak, kita tidak perlu mencari ke mana-mana penyebab utamanya. Cukuplah kita sediakan cermin, lalu temukan siapakah yang ada di cermin itu. Ya, di cermin itu ada diri kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat mutiara yang konon berasal dari Jepang, kiranya cukup untuk menjelaskan bagaimana hal-hal sepele bisa menyebabkan sesuatu yang besar. “Karena sebatang paku terlepas, lepaslah sepatu kuda; Karena sepatu terlepas, terjatuhlah kuda; Karena kuda terjatuh, pesan tidak terkirim ke garis depan; Karena pesan tidak terkirim, pasukan kalah perang; Karena kalah perang, jatuhlah sebuah negara.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa paripurna perkataan Rasulullah Saw. yang diriwayatkan oleh Imam Muslim bahwa manusia terbaik adalah manusia yang bermanfaat bagi sesamanya. Memberikan kemanfaatan kepada sesama tidak mesti memberikan hal-hal besar. Cukup lakukan hal-hal kecil dan gratis, tetapi memiliki dampak yang besar. Maka, pujian adalah sesuatu yang sangat tinggi tingkat keberterimaannya. Siapa sih yang tidak mau dipuji?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pujian itu “Menyembuhkan”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tatiek Kancaniati dilanda perasaan yang bercampur aduk. Rasa lelah, capek, dan jengahnya hilang seketika, ketika putrinya yang baru yang berusia sembilan tahun mengungkapkan sesuatu kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Waktu itu saya membelikan Khansa susu dan biskuit. Lepas Isya, kami berkumpul di ruang tamu sambil menonton TV. Khansa yang tengah menonton TV sambil sesekali mencelupkan biskuit ke susu memandang saya lalu berkata, ‘Aku seneng deh. Makasih ya Mi, udah beliin Khansa biskuit sama susu’.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Direktur Yayasan Kuntum Indonesia yang juga mengelola Kampung Wisata Tegal Waru, Ciampea Bogor, ini terenyuh dengan yang diucapkan putrinya. Bagi Tatiek, ucapan terima kasih yang dilontarkan dengan tulus oleh putrinya sungguh tidak ternilai harganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bagi saya, yang diucapkan Khansa lebih berharga. Saya merasa apa yang telah saya lakukan sangat berarti karena diakui dan dipuji oleh anak saya,” katanya kepada MaPI.&lt;br /&gt;Ini bukan kali pertama Tatiek mengalami hal demikian. Dia pernah dibuat menangis bahagia ketika pada suatu malam, ketiga anaknya memberi kejutan di hari ulang tahunnya. Fatih (15), Azzam  (13), dan Khansa (9) memberikan hadiah ulang tahun yang sangat istimewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Fatih mengumpulkan tanda tangan Azzam, Khansa, dan Abi mereka pada selembar kertas. Mereka kemudian menghadiahkan tanda tangan itu kepada saya sambil mengucapkan selamat ulang tahun dan ucapan terima kasih atas perhatian dan kasih sayang yang sudah diberikan. Itu hadiah yang tidak akan bisa saya lupakan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang diterima Tatiek tidak serta-merta datang begitu saja. Saban malam, setiap Khansa menjelang tidur, Tatiek selalu memberikan pujian atas apa yang sudah dilakukan Khansa, utamanya yang bernilai kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Setiap Khansa melakukan shalat, saya selalu memuji dan memanggilnya dengan sebutan ‘saalehah’.” Begitu pula dengan Fatih. Tatiek tidak segan memberikan pujian, bahkan di depan umum. Tatiek pernah membuat status Facebook yang memuji Fatih yang juga memiliki akun Facebook. Dia menulis, “Subhanallah, Ummi bahagia memiliki putra yang saleh seperti Fatih. Selamat ya, nak, sudah hafal 3 juzz.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Tatiek, pujian itu sangat mudah dilakukan asal tulus. Tetapi, efeknya akan sangat besar. Memberi pujian kepada anak atas perbuatan baik bukan hanya sebentuk pengakuan, tetapi juga mampu meningkatkan rasa percaya diri sehingga mereka semakin giat melakukan kebaikan-kebaikan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pujian Juga Melenakan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pujian itu bisa meningkatkan rasa percaya diri seseorang, tetapi juga tak jarang pujian bisa menjatuhkan seseorang. Menurut Prof. Deddy, pujian itu harus didasari oleh niat yang tulus dan ikhlas, serta tidak berlebihan. “Dalam memuji, harus memperhatikan dua hal, yaitu intensitas dan frekuensi pujian.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya, dalam memberikan pujian harus sesuai dengan fakta yang ada. Pujilah seseorang sewajarnya. Jangan berlebihan dan lebay. Karena kalau intensitas pujian itu berlebihan, maka nilainya akan terkikis sehingga penerima pujian tidak akan merasakan dampak positifnya. Pujian juga harus memperhatikan frekuensi.&lt;br /&gt;“Memuji itu ada momennya. Jangan sering-sering memberikan pujian. Sebab, kalau terlalu sering, pujian itu nanti akan terasa kering,” ujar Prof. Deddy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi si penerima, agar tidak melenakan yang selanjutnya dapat menjatuhkan, pujian harus segera dikembalikan kepada Allah. KH. Jujun Junaedi, M. Ag, dosen UIN Sunan Gunung Djati yang juga dai yang sering tampil di televisi mengatakan bahwa pada dasarnya pujian itu terbagi ke dalam empat hal. “Pujian itu bisa qodim ‘alal qodim, qodim ‘alal hadis, hadis ‘alal qodim, dan hadis ‘alal hadis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam Al-Quran, Allah sering memuji diri-Nya (qodim ‘alal qodim), Allah juga memuji hamba-Nya (qodim ‘alal hadis), dan manusia dianjurkan untuk memuji Allah (hadis ‘alal qodim), dan sesama manusia juga dianjurkan untuk saling memuji (hadis ‘alal hadis),” demikian seperti dituturkan kepada MaPI. “Kalau ada yang memuji misalnya ‘Si Jujun pinter euy’, kita terima itu sambil mengembalikan pujian itu kepada yang layak menerimanya, yakni Allah Swt,” imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supardi Lee, petani Lele Sangkuriang dari Depok yang juga pembina komunitas The Power of Life, mengatakan bahwa pujian harus diselaraskan dengan kritikan. “Pujian itu perlu untuk meningkatkan rasa percaya diri. Tetapi juga kritikan harus disertakan agar orang yang menerima pujian juga diingatkan akan kekeliruannya. Tentu saja dengan cara-cara yang akhsan,” kata Supardi Lee.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Balas Pujian dengan Doa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Orang yang menerima pujian dengan keimanan akan senantiasa melantunkan asma Allah Swt. sebagai rasa syukurnya. Tiap pujian yang diterima akan membuatnya menjadi ‘alarm’ pengingat bahwa tiada Allah Swt. yang pantas dipuji. Demikianlah tanda-tanda orang yang bertakwa dalam menyikapi pujian dari orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapat dimaklumi, merasa puas dan bangga mendapat pujian atas keberhasilan sesuatu yang kita ikhtiarkan adalah hal yang wajar. Justru dengan pujian itu, hendaknya kita bisa lebih mengintrospeksi diri agar segala perbuatan dan tingkah laku senantiasa sesuai dengan apa yang diajarkan Rasulullah Saw. Tidak mudah memang, tapi paling tidak kita bisa bersikap tawadhu dan tidak angkuh diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikapi pujian secara sehat, demikian kata K.H. Miftah Faridl. “Pujian juga dapat mendatangkan dosa. Masya Allah! Begitu dekat sebenarnya kehidupan manusia itu dengan dosa. Potensi dosa ada dalam seluruh indra kita termasuk dalam pikiran dan hati kita yang paling dalam. Pujian yang disikapi dengan berlebihan bisa memmbuat perilaku riya dan angkuh diri,” tutur Miftarh Faridl.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menerima pujian dengan sikap negatif membuat kita mudah meremehkan orang lain, sulit menerima kritikan, dan memiliki pikiran sempit karena menganggap diri paling baik serta menjadi gila sanjungan. Hal inilah yang akan menimbulkan dosa besar.  Padahal, belum tentu kita yang paling baik dibanding orang lain yang memuji kita. Sebagaimana yang disampaikan firman-Nya, “Maka janganlah kamu menganggap dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui siapa orang yang bertakwa.” (Q.S. An-Najm [53]: 32)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal tersebut berlaku juga dalam beribadah. Sungguh rugi orang-orang yang melakukan suatu ibadah semata-mata untuk mendapat pujian dari orang lain. Selain ibadahnya tidak diterima Allah Swt., kita pun dikategorikan sebagai hamba yang menyutukan Allah  Swt. Maka, berhati-hati dalam menyikapi pujian adalah perbuatan yang dicintai-Nya. Bilamana ada yang memuji maka kembalikanlah segera kepada Allah Swt. dengan mengucapkan hamdallah dan perbanyak beristigfar. Insya Allah, dengan demikian kita terhindar dari penyakit uzub (merasa diri lebih dari yang lain).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sudah Pantaskah Kita Menerima Pujian?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Perlu direnungkan pula bahwa ketika ada orang yang memuji kita, itu lebih karena faktor ketidaktahuan orang tersebut akan sisi buruk yang kita sembunyikan. Kiat Nabi Muhammad Saw. dalam menanggapi pujian adalah dengan berdoa, “Dan ampunilah aku dari apa yang tidak mereka ketahui (dari diriku)”. (H.R. Bukhari). Kalaupun sisi baik yang dikatakan orang lain tentang kita benar adanya, Nabi Muhammad Saw. mengajarkan kita agar memohon kepada Allah Swt. untuk dijadikan lebih baik dari apa yang tampak di mata orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat orang memberikan pujian, di sinilah saatnya kita mawas diri. Benarkah pujian itu pantas untuk kita terima? Boleh jadi pujian orang lain tidak sesuai dengan apa yang sebenarnya orang kirakan kepada kita. Perhatikan hadits berikut, “Dan jadikanlah aku lebih baik dari apa yang mereka kira.” (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Islam, memuji pun ada adabnya. Dari dari Abu Bakar r.a. diriwayatkan, ketika seorang sahabat memuji sahabat yang lain secara langsung, Nabi Muhammad Saw. menegurnya, “Kamu telah memenggal leher temanmu.” (H.R. Bukhari dan Muslim). Senada dengan hadits tersebut, Ali r.a. berkata dalam ungkapan hikmahnya yang sangat populer, “Kalau ada yang memuji kamu di hadapanmu, akan lebih baik bila kamu melumuri mulutnya dengan debu, daripada kamu terbuai oleh pujiannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini, Nabi Muhammad Saw. memberikan contoh cara mengemas pujian yang baik. Rasulullah tidak memuji di hadapan orang yang bersangkutan secara langsung, tapi di depan orang-orang lain dengan tujuan memotivasi mereka. Suatu hari, seorang Badui yang baru masuk Islam bertanya tentang Islam. Nabi menjawab bahwa Islam adalah shalat lima waktu, puasa, dan zakat. Maka, orang Badui itu pun berjanji untuk menjalankan ketiganya dengan konsisten, tanpa menambahi atau menguranginya. Setelah Si Badui pergi, Nabi Muhammad Saw. memujinya di hadapan para Sahabat, “Sungguh beruntung kalau ia benar-benar melakukan janjinya tadi.” Setelah itu beliau menambahkan, “Barangsiapa yang ingin melihat penghuni surga, maka lihatlah orang (Badui) tadi.” (H.R. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasul juga mengajarkan kita agar menyikapi pujian dengan doa. Setiap kali ada yang memuji Nabi Muhammad Saw. beliau menanggapinya dengan doa, “Ya Allah, janganlah Engkau hukum aku karena apa yang dikatakan oleh orang-orang itu.” (HR. Bukhari). Lewat doa ini, Nabi Muhammad Saw. mengajarkan bahwa pujian adalah perkataan orang lain yang berpotensi menjerumuskan kita ke perilaku buruk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, ketika memuji orang pun kita diajarkan untuk memberikan motivasi, bukan membuat orang lupa diri dan menajdi angkuh. Nabi Muhammad Saw. lebih sering melontarkan pujian dalan bentuk doa. Ketika melihat minat dan ketekunan Ibn Abbas ra. dalam mendalami tafsir Al-Quran, Nabi Muhammad Saw. tidak serta merta memujinya. Beliau lebih memilih untuk mendoakan Ibn Abbas ra., “Ya Allah, jadikanlah dia ahli dalam ilmu agama dan ajarilah dia ilmu tafsir (Al-Quran).” (H.R. Hakim, dari Sa’id bin Jubair)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula di saat Nabi Muhammad Saw. melihat ketekunan Abu Hurairah r.a. dalam mengumpulkan hadits dan menghafalnya. Beliau lantas berdoa agar Abu Hurairah r.a. dikaruniai kemampuan untuk tidak lupa apa yang pernah dihapalnya. Doa inilah yang kemudian dikabulkan oleh Allah Swt. dan menjadikan Abu Hurairah r.a. sebagai sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Berdakwah di Keluarga dengan Pujian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kelembutan, kesantunan dalam menyampaikan sesuatu kepada istri dan anak-anak menjadi harga mati. Tetapi, bukan berarti kita menjadi anti ketegasan dalam menyampaikan mana yang hak dan yang batil. Suami dan istri adalah figur teladan bagi anak-anaknya. Maka, dalam menegakkan syariat Islam di rumah, ibu dan ayah lah yang menjadi model pertama untuk diteladani anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Boleh dicek ke rumah. Selama sebelas tahun berumah tangga, saya belum pernah bersikap kasar, melototin istri, atau ngomong dengan nada keras kepada istri. Begitu juga kepada anak-anak.  Karena Rasulullah Saw. pun mencontohkannya begitu. Rasul sendiri suatu saat pernah tegas di atas mimbar dalam menyampaikan ceramahanya. Tetapi, ketika di rumah, beliau bersikap lembut dan tidak pernah memanggil nama istrinya melainkan dengan nama-nama pujian yang menyenangkan hati,” ungkap KH. Abdul Qohar NZ Al-Qodsy, Lc., Ketua FPI Jabar, kepada MaPI. “Itulah Islam, saudaraku.”&lt;br /&gt;Santun dan menyenangkan keluarga dengan pujian menjadi ciri keindahan kehidupan Islam yang perlu ditumbuhkan dalam keluarga muslim. Kita perlu paham, tiap individu manusia itu tidak ada yang sempurna, justru bila kita menemui kekurangan suami atau istri, kita perlu meluruskan dan menyempurnakannya dengan selalu melihat sisi baiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Alhamdulillah, puluhan tahun saya menikah. Saya selalu memanggil istri dengan panggilan pujian. Saat berada di rumah, saya panggil beliau dengan sapaan ‘sayangku’, ‘pendamping yang setia dan salelah’, dan panggilan pujian lainnya. Begitu juga, istri kepada saya. Pujian-pujian yang membuat saya bahagia dan bangga mendengarnya,” ungkap Al-Qodsy sembari memeluk anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga kepada anak-anaknya. Al-Qodsy selalu menekankan pujian sebagai alat untuk memperkuat kepercayaan dan keyakinannya terhadap Islam. Anak diajarkan untuk berpikir. “Saya selalu memuji anak-anak untuk menumbuhkankan pemikiran dan kepribadian islami. Saya panggil mereka dengan ‘kalian adalah kebanggan saya, harapan keluarga, harapan umat dan harapan Islam.’ Mereka pasti bertanya, “Apa harapan baba (ayah.red)? Apa maksud dari harapan Islam?” Kita jelaskan bahwa di pundak mereka adalah tumpuan umat Islam, mereka adalah penerus generasi yang diharapkan mampu meneruskan perjuangan dalam menegakan amar ma’ruf dan nahi munkar.” &lt;br /&gt;Dengan begitu, pungkas Al-Qodsy. Dengan pujian kita dapat menyelipkan pendidikan dan pembinaan nilai-nilai keislaman yang sekiranya dapat diserap sesuai dengan daya pikir dan usia anak-anak. Dan, inilah yang kita sebut dengan berdakwah melalui pujian. [Muslik, Ahmad, Fatih]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1452025240965642023-5578928011843497063?l=majalahpercikaniman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/feeds/5578928011843497063/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2011/12/fokus-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/5578928011843497063'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/5578928011843497063'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2011/12/fokus-1.html' title='Fokus 1'/><author><name>Majalah Percikan Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10398594625890799871</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1452025240965642023.post-3185064270644307931</id><published>2011-12-01T00:17:00.000+07:00</published><updated>2011-12-01T00:17:00.472+07:00</updated><title type='text'>Fokus 2</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;MEMBANGUN KELUARGA ISLAMI DENGAN SALING MEMUJI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Netty Prasetiyani Heriawan - Istri Gubernur Jabar &amp; Pembina Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (GPMB) Jabar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangga, senang, merasa dihargai, dan percaya diri. Begitulah aura perasaan positif yang kita rasakan saat menerima pujian. Dan, memang sudah menjadi kodrat manusia senang dengan pujian. Rasanya, tidak berlebihan bila ada ungkapan yang menyatakan bahwa hidup ini terasa hampa bila tanpa pujian. Pujian mengandung pesan perhatian, penghargaan, dan pengakuan yang amat diperlukan oleh setiap insan agar tercipta kepribadian positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ketika Suami Istri Saling Memuji&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pujian menjadi bagian yang penting dalam menumbuhkan keharmonisan hubungan suami istri.  Mustahil tercipta keluarga yang sakinah, mawadah, wa rahmah bila di dalamnya tidak ada pujian. Maka, rumah perlu menjadi tempat pertama untuk menebarkan pujian sebelum kita memuji orang lain di tempat kerja. Dan, saling memuji antara suami istri adalah awal dari pembiasaan memberikan pujian di rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Saw. sendiri adalah sosok suami yang sangat memperhatikan, menjaga, dan memberikan cinta kepada istrinya seutuhnya. Rasulullah sering memuji istrinya dengan panggilan yang menyenangkan. “Wahai si pipi kemerah-merahan” adalah contoh panggilan yang selalu beliau ucapkan tatkala memanggil Aisyah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Praktik memuji yang dilakukan Rasulullah Saw. itu semata-mata dilakukan dengan tulus. Dan, hanya pujian yang tulus yang mampu menghadirkan nuansa romantis di antara suami istri dalam rumah tangga. Saling memuji antara suami dan istri juga bagian dari pendidikan teladan untuk anak-anak di rumah. Budaya menghargai dan memuji semata-mata untuk menghadirkan kepribadian positif anak-anak sehingga orangtua tidak begitu sulit untuk membentuk dan membina jiwa mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Islam, perempuan (baik sebagai istri maupun ibu), memiliki peranan besar dalam membangun rumah tangga yang sakinah, mawadah, wa rahmah. Kelembutan istri mampu menghadirkan hubungan harmonis. Berkata-kata lembut dan memuji suami adalah hal yang amat penting ditumbuhkan dalam kehidupan sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Urusan puji memuji bukan hanya spesial buat kaum wanita. Suami di rumah juga pada dasarnya butuh akan pujian. Pujian menandakan suatu penghargaan terhadap kelebihan atau usaha jerih payah tiap individu. Sudah jadi kodratnya, manusia itu suka dihargai dan berharap sekali setiap orang menghargai, terlebih istri tercinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reaksi suami ketika dipuji pun tak beda jauh dengan para istri. Tersenyum, tertawa, malu-malu, atau yang lainnya sebagaimana umum terjadi pada wanita. Namun begitu, pujian harus dilakukan dengan sewajarnya atau tidak berlebih-lebihan. Karena pujian yang berlebihan bias mengarah kepada syirik. Sebab Allah Swt. tidak suka pada orang yang berlebihan, apalagi urusannya memuji selain kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Janganlah kalian mengagungkanku seperti yang diperbuat orang Nasrani terhadap Isa bin Maryam, karena sebenarnya aku tidak lebih dari hamba Allah. Sebut saja aku ini hamba Allah dan rasul-Nya.” (H.R. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebut saja dalam urusan pekerjaan. Istri bisa memuji suami saat dia curhat atas keberhasilannya dalam tugas. Peluklah dia dan bisikkan kata-kata mesra, seperti “Umi amat bangga sama Abi” atau lain sebagainya. Cium suami sebagai tanda terima kasih atas pengorbanannya untuk membahagiakan keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau, saat suami membantu pekerjaan rumah tangga dan mengasuh anak-anak. Istri boleh (bahkan harus) memuji suami. Sebagai penghargaan, istri dapat menghadiahi suami sesuatu yang memang menjadi kesukaannya; baik berbentuk masakan, membuatkan minuman dengan santun dan mesra sembari mengatakan hal-hal yang membuat suami senang.&lt;br /&gt;Hak suami istri untuk mendapatkan perhatian, kasih sayang, dan penghargaan melalui berbagai bentuk pujian dan sanjungan harus seimbang. Dalam Al-Quran Allah Swt., berfirman , “…dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf...” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 228)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Buah Hati pun Perlu Dipuji&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Budaya memuji sebagai penghargaan dan penggugah ghirah, perlu diteladankan kepada anak-anak. Dalam ingatan setiap anak selalu terdapat catatan lengkap tentang hubungan mereka dengan orangtuanya. Catatan kebahagiaan, perhatian, dan kasih sayang dalam pikirannya akan memengaruhi perilaku dan sikapnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pujian tidak selamnya berbentuk perkataan. Pujian bisa berupa pemberian hadiah atau bahasa tubuh yang menenteramkan, seperti kecupan dan pelukan. Rasulullah pernah mengecup Hasan bin Ali (cucu beliau), sedangkan di sampingnya duduk Aqra’ bin Habis At-Tamimi. Lalu Aqra’ berkata, “Sesungguhnya aku mempunyai sepuluh anak, namun aku tidak pernah mengecup salah seorang pun dari mereka. Kemudian Rasulullah memandang kepadanya seraya bersabda, ‘Siapa yang tidak menyayangi, tidak akan disayangi.’” (H.R. Bukhari Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pujian terhadap anak memiliki pengaruh yang sangat dominan terhadap jiwanya. Anak-anak  memiliki kecenderungan akan menggerakkan perasaan dan indranya selama pujian atau sanjungan tersebut diberikan pada waktu dan tempat yang tepat serta wajar atau tidak berlebihan. Jiwanya akan menjadi riang dan juga senang dengan pujian ini untuk kemudian semakin aktif dalam hal positif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Saw. sebagai manusia yang mengerti betul tentang kejiwaan manusia, telah mengingatkan akan pujian yang memberikan dampak positif terhadap jiwa anak.  Jiwanya yang akan tergerak untuk menyambut panggilan dan melaksanakan tugas yang diberikan kepadanya. Rasulullah Saw. pernah memberikan pujian kepada seorang anak yang belajar bahasa Arab dan bahasa Suryani untuk membantu Nabi Muhammad Saw. Rasulullah Saw. memuji anak tersebut dengan mengatakan, “Dia adalah sebaik-baik anak muda.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah, Rasulullah Saw. telah mengajarkan kepada kita cara menghargai dan membahagiakan anak-anak dalam rangka mendidik perasaan dan kecenderungannya. Dengan memberikan penghargaan berupa pujian, belaian kasih sayang, menciumnya, mengusap kepalanya, memberi hadiah, dan masih banyak lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini bukan berarti Islam tidak memperbolehkan kita memberikan hukuman kepada anak. Bukan berarti pula bahwa Rasulullah tidak pernah marah atau tidak pernah memberikan ‘pelajaran’ atau hukuman kepada anak-anak. Dalam beberapa hadits, dari Abu Hurairah r.a. mengatakan bahwa Hasan bin Ali pernah mengambil sebiji kurma dari kurma sedekah dan kemudian hendak menyantapnya. Seketika itu pula Rasulullah bersabda, “Kakh...Kakh... Buang! Tidakkah engkau tahu bahwa kita tidak makan barang sedekah?!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ummu Salamah juga pernah mengatakan, Rasulullah pernah melihat salah seorang anak kami yang bernama Aflah. Ketika sujud, dia suka meniup tanah (pasir), maka beliau menegurnya dengan lembut, “Wahai Aflah, tempelkan mukamu ke tanah.” (H.R. Tirmidzi)&lt;br /&gt;Islam tidak melarang orangtua memberikan hukuman secara fisik kepada anak ketika teguran halus tidak membuahkan hasil. Tentu saja, pemberian hukuman tersebut harus sesuai dengan apa yang telah dicontohkan oleh Rasulullah Saw. Pada tahap awal, Rasulullah Saw. memerintahkan kepada para sahabat untuk menakut-nakuti si anak dengan menggantungkan cemeti, hanya sekadar untuk memperlihatkannya saja agar si anak bergegas untuk memperbaiki diri, berlomba untuk berpegang pada yang benar, serta segera memperbaiki perilakunya. Ibnu Abbas menyatakan, “Gantungkanlah cemeti yang bisa dilihat oleh keluargamu agar hal itu menjadi peringatan bagi mereka.” (HR. Thabrani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya, bentuk peringatan yang ditujukan kepada anak-anak perlu disampaikan di waktu yang tepat dan dengan santun pula. Bentuk marah yang diiringi dengan kecupan mempunyai peran yang sangat efektif dalam menggerakkan perasaan dan kejiwaan anak, juga mempunyai peran yang besar dalam menenangkan gelombang amarahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kecupan akan lahir pula rasa keterikatan yang erat di dalam mengokohkan hubungan orangtua dengan buah hati. Kecupan merupakan pujian jiwa yang akan menenteramkan hati sang anak, melonggarkan dadanya, serta menambah hangatnya interaksi mereka dengan orang-orang yang ada di sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam beberapa hadis dapat kita temui bagaimana Rasulullah Saw. menyentuh perasaan anak dengan cara membelai kepala atau pipi mereka sehingga mereka merasa mendapatkan sentuhan nikmat kasih sayang dan kelembutan. Bahkan, pujian dalam bentuk penghargaan itu menjadi bagian pembentukan kepribadian islami. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk lain dari pemberian penghargaan adalah pemberian hadiah yang memiliki pengaruh baik terhadap jiwa, terutama pada anak-anak, asalkan diberikan secara tidak berlebihan. Rasulullah bersabda, “Saling memberi hadiahlah kalian, niscaya kalian akan saling mencintai.” (H.R ath-Thabrani).  [Ahmad, disarikan dari hasil wawancara]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1452025240965642023-3185064270644307931?l=majalahpercikaniman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/feeds/3185064270644307931/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2011/12/fokus-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/3185064270644307931'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/3185064270644307931'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2011/12/fokus-2.html' title='Fokus 2'/><author><name>Majalah Percikan Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10398594625890799871</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1452025240965642023.post-7285715103477211701</id><published>2011-12-01T00:16:00.000+07:00</published><updated>2011-12-01T00:16:00.095+07:00</updated><title type='text'>Editorial</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;JANGAN HEDON&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Miris. Itulah kata yang pantas kita lontarkan kepada anggota dewan negeri ini. Ketika rakyat mengalami kesulitan mencari nafkah, mereka lebih memilih memperlihatkan gaya hidup hedonis daripada mengutamakan kewajiban sebagai wakil rakyat. Hal ini bisa kita bisa lihat dari banyaknya  mobil mewah tunggangan anggota dewan yang tersusun rapi di halaman parker di Gedung DPR Senayan. Ada Lexus RX 270, Hummer HR, Mercedes Benz, Toyota Alphard Velfire, Jeep Wrangler, dan Toyota Harrier. Sampai Bentley Continental GT senilai tujuh miliar rupiah ada di sana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya, para anggota dewan yang terhormat itu mengetahui konsekuensi amanat yang diemabannya. Salah satu caranya memahami rakyat, yakni ikut merasakan yang dirasakan rakyat. Bukan  malah memperlihatkan kekayaan atau hidup penuh kemewahan yang benuansa hedonis. Kalau sudah begini, rakyat pun ragu bila para anggota dewan berbicara tentang pemberantasan kemiskinan. Bagaimana mereka memahami kemiskinan dan keterbelakangan bila tidak pernah berempati dengan kemiskinan itu sendiri. Sungguh sebuah ironi bila mengingat pada saat berkampanye, hampir semua politisi menjadikan isu kemiskinan sebagai jualan politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang paham, sebagian anggota DPR berasal dari kaum kaya. Mereka sudah mempunyai mobil mewah sebelum menjadi wakil rakyat. Harta itu mereka miliki juga dengan kerja keras sehingga mereka pantas memiliki dan memakainya. Tidak ada yang salah bila seseorang menikmati harta pribadinya. Munculnya kritik agar anggota dewan tidak pamer kemewahan bukanlah persoalan melarang hak pribadi seseorang dalam menikmati hartanya. Namun, ini hanya sebuah etika dan keinginan untuk menguji seberapa tajam kepekaan hati para anggota dewan. Saat memilih menjadi politikus, berarti mereka siap mengemban amanah untuk mengurus kepentingan orang banyak. Karena itu, mereka harus siap dengan segala konsekuensinya, termasuk harus peka terhadap situasi masyarakat kebanyakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para anggota dewan seharusnya hidup sederhana. Esensi kesederhanaan adalah adanya rasa cukup pada dirinya dengan yang diterimanya. Hidup Sederhana adalah hidup tidak berlebih-lebihan, tidak bersikap mempertontonkan kemewahan di depan banyak orang, apalagi di hadapan rakyat yang notabene banyak yang miskin. Hidup sederhana juga berarti memiliki sifat qana’ah dan senantiasa  berlaku adil serta mensyukuri nikmat yang telah diberikan Allah Swt. Sikap hidup sederhana juga berarti bersikap secara proporsional, menempatkan sesuatu pada tempatnya, menggunakan harta yang dimilikinya untuk kepentingan dan kemaslahatan umat, serta senantiasa berinfak dan berzakat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup sederhana bukan berarti tidak diperkenankan memiliki harta kekayaan. Namun, kepemilikan harta  kekayaan tersebut harus didapatkannya sesuai dengan  aturan yang digariskan dalam syariat dengan mengedepankan prinsip halalan thoyyiba, bersih dari suap menyuap, terhindar dari segala bentuk batil dan kefasikan atau jauh dari norma-norma Islam,  tidak cacat secara syar’i, tidak ada kerakusan, tidak minta-minta apalagi mengemis yang dapat menjatuhkan martabat secara pribadi atau kolektif. (Q.S. Al-Baqarah [2]: 168). [Ali]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1452025240965642023-7285715103477211701?l=majalahpercikaniman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/feeds/7285715103477211701/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2011/12/editorial.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/7285715103477211701'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/7285715103477211701'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2011/12/editorial.html' title='Editorial'/><author><name>Majalah Percikan Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10398594625890799871</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1452025240965642023.post-5381939281063296433</id><published>2011-12-01T00:15:00.000+07:00</published><updated>2011-12-01T00:15:01.266+07:00</updated><title type='text'>Selusur</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;DI TENGAH SERANGAN RUDAL ZIONIS, INSINYUR INDONESIA SELAMAT MASUK KE GAZA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senin (14/11), sekitar pukul 14.00 waktu setempat atau pukul 19.00 WIB, tim insinyur MER-C akhirnya bisa kembali masuk dan menginjakkan kaki di tanah Gaza. Kedatangan tim langsung disambut oleh dua orang relawan Indonesia di sana, Abdillah Onim (Ketua MER-C Cabang Gaza) dan Abdurrahman serta seorang pengawal keamanan yang sudah menunggu kedatangan tim di perbatasan Rafah, Gaza. Rasa syukur dan haru melingkupi kantor imigrasi Gaza-Palestina ketika para relawan bertemu Tim MER-C Jakarta sesaat tim turun dari bus yang membawa mereka menyeberang dari perbatasan Rafah, Mesir, ke perbatasan Rafah, Gaza. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di langit Gaza, pesawat tempur Israel jenis F16 berputar-putar siap menunggu perintah untuk menyerang. Di sejumlah tempat memang Zionis Israel telah melancarkan penyerangan. Pada hari itu, Komite Emergency Gaza bahkan telah mengumumkan ada satu jenazah dalam kondisi tercerai berai sementara empat lainya luka-luka di dekat pangkalan kepolisian laut Gaza yang digempur oleh pesawat tempur Israel. Selama kurang lebih dua pekan terakhir, pasukan Zionis telah membunuh 15 warga Palestina dan puluhan lainya luka-luka dalam serangkaian serangan pesawat tempur Zionis ke sejumlah wilayah di Gaza. Sementara itu, muslim Gaza berhasil membunuh satu orang Zionis dan melukai puluhan lainya dalam serangan balasanya ke Askelon dan wilayah Palestina jajahan 48.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbekal surat dari Kementerian Luar Negeri Mesir atas fasilitasi dari KBRI Kairo, sejak Senin pagi tim MER-C sudah bergegas dari penginapan di AliArish menuju perbatasan Rafah Mesir. Tim berencana untuk masuk ke Gaza pada hari itu. Perjalanan dari Al-Arish ke perbatasan Rafah Mesir terbilang dekat karena hanya berjarak 30 menit perjalanan. Sekitar pukul 09.00 pagi, tim sudah tiba di perbatasan dan langsung menyerahkan berkas dan paspor ke petugas penjaga perbatasan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kurang lebih tiga jam kami menunggu sampai akhirnya dipanggil oleh petugas border untuk masuk ke kantor imigrasi di Perbatasan Rafah Mesir. Kemudian saya menemani tim ke kantor intelejen untuk memastikan nama-nama tim MER-C yang akan masuk ke Gaza,” ungkap Faris, relawan lokal yang mendampingi Tim MER-C selama di Mesir. “Prosedurnya memang harus seperti itu. Sebelum paspor dicap di imigrasi,” kata Faris, “terlebih dahulu harus dicek di kantor intelejen di perbatasan.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ada sedikit masalah terjadi di sini ketika petugas menanyakan barang-barang yang dibawa tim.  Aturannya memang semua barang yang berbentuk bantuan harus mendapatkan izin dari Bulan Sabit Merah Mesir dan Palestina sebelum masuk ke Gaza,” imbuh Fariz. Saat itu sempat terjadi perdebatan ringan pun terjadi di sana. Tim berusaha menjelaskan bahwa barang yang dibawa tim bukan barang bantuan melainkan hanya perlengkapan untuk program pembangunan RS Indonesia di Gaza seperti gambar arsitektur dan gambar ME Rumah Sakit, bendera Indonesia serta atribut tim untuk bertugas di lapangan. Namun, petugas perbatasan tetap ‘ngotot’ bahwa barang-barang yang dibawa tim adalah barang bantuan yang harus mendapat izin dari organisasi berwenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ingin berdebat panjang, tim kemudian mempersilahkan petugas untuk memeriksa semua barang yang dibawa. Setelah diperiksa, akhirnya semua barang mendapat izin masuk, kecuali satu kotak obat-obatan yang sedianya disiapkan untuk stok obat dan vitamin bagi relawan Indonesia yang bertugas di Gaza. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah semua prosedur selesai, Tim MER-C kemudian menaiki bus perbatasan yang membawa mereka ke gerbang Rafah Gaza yang pada April-Mei 2011 lalu sulit ditembus oleh Tim MER-C (yang kala itu juga diketuai oleh Ir. Faried Thalib) yang sudah menunggu sebulan lamanya di perbatasan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Relawan MER-C Cabang Gaza sudah menanti tim di gerbang Rafah Gaza. Rasa syukur berkali-kali diucapkan ketika tim bisa sampai di wilayah Gaza dengan selamat. Tanpa istirahat, tim MER-C Jakarta langsung dibawa menuju lokasi pembangunan RS Indonesia di Bayt Lahiya, Gaza Utara, untuk melihat proses pengecoran. [Ahmad dan Tim MER-C di Gaza]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1452025240965642023-5381939281063296433?l=majalahpercikaniman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/feeds/5381939281063296433/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2011/12/selusur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/5381939281063296433'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/5381939281063296433'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2011/12/selusur.html' title='Selusur'/><author><name>Majalah Percikan Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10398594625890799871</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1452025240965642023.post-8651247436550754631</id><published>2011-12-01T00:14:00.003+07:00</published><updated>2011-12-01T00:14:00.783+07:00</updated><title type='text'>MaPIklopedi</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;MENYULAP RAPAT (BIASA) MENJADI MAJLIS ZIKIR, MUNGKINKAH?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika mendengar kata majlis, kita akan segera mengasosiasikannya dengan majlis taklim atau majlis ilmu (Islam). Karenanya, di kedua majlis tersebut kita akan senantiasa berusaha memenuhi berbagai adab berkaitan dengan berinteraksi secara islami di dalam pertemuan atau perkumpulan tersebut. Tidak salah memang, namun jika makna mejlis tersebut diperluas, maka kita akan menemukan banyak sekali pertemuan atau perkumpulan yang selama ini kita lakukan yang layak mendapat sentuhan adab bermajlis dan mungkin selama ini kita luput melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari segi etimologi majelis berasal dari bahasa arab yang bermakna tempat duduk. Sedangkan menurut kamus besar bahasa Indonesia, majelis adalah pertemuan, kumpulan, tempat sidang. Jadi, sepertinya tidak berlebihan jika dalam rapat keluarga, rapat RT, atau rapat kerja membahas tentang segala problematika perusahaan kita menerapkan adab bermajlis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkaitan dengan adab dalam sebuah majlis, berikut beberapa hal yang harus Anda perhatikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ucapkan salam ketika masuk dan keluar majlis sebagaimana sabda Rasulullah Saw. berikut ini. “Apabila salah seorang di antara kalian sampai di suatu majlis, maka hendaklah memberi salam, lalu jika dilihat layak baginya duduk, maka hendaklah ia duduk. Kemudian jika bangkit (akan keluar) dari majlis hendaklah memberi salam pula. Bukanlah salam yang pertama lebih utama daripada yang kedua.” (HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duduklah di tempat yang masih tersisa sebagaimana Jabir bin Samurah menuturkan, “Apabila kami datang kepada Nabi Muhammad Saw., maka masing-masing dari kami duduk di tempat yang masih tersedia di majlis.” (HR. Abu Daud). Jangan menyuruh orang lain untuk pindah dari tempat duduknya kemudian Anda mendudukinya. Kepada peserta majlis yang lebih dulu datang, diharapkan memberikan ruang bagi peserta majlis yang baru datang dengan bergeser sehingga cukup memberikan tempat untuk duduk bagi peserta majlis yang baru datang tersebut. Rasulullah Saw. pernah bersabda bersabda, “Seseorang tidak boleh memerintahkan orang lain pindah dari tempat duduknya lalu ia menggantikannya, akan tetapi berlapanglah dan perluaslah.” (HR. Muttafaq ’alaih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duduklah di tempat yang memang telah disediakan. Jangan duduk di tengah-tengah (lingkaran majlis) halaqah. Jangan pula duduk di antara dua orang yang sedang duduk kecuali seizin mereka. Rasulullah Saw. bersabda, “Tidak halal bagi seseorang memisah di antara dua orang kecuali seizin keduanya.” (HR. Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan menempati tempat duduk orang lain tengah yang keluar sementara waktu untuk suatu keperluan sebagaimana Rasul melarangnya dalam hadits, “Apabila seorang di antara kamu bangkit (keluar) dari tempat duduknya, kemudian kembali, maka ia lebih berhak menempatinya.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjunjung tinggi prinsip komunikasi dalam grup, semisal menyimak pembicaraan orang yang sedang ditunjuk untuk menyampaikan pendapatnya atau memberikan masukan berkenaan dengan yang tengah disampaikan dengan cara yang sopan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilarang berbisik berduaan dengan tidak melibatkan orang ke tiga. Rasulullah Saw. bersabda, “Apabila kalian sedang bertiga, maka yang dua orang tidak boleh berbisik-bisik tanpa melibatkan yang ketiga sehingga kalian berbaur dengan orang banyak, karena hal tersebut dapat membuatnya sedih.” (HR. Muttafaq ’alaih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan melakukan suatu perbuatan yang melanggar etika kesopanan seperti menguap, membuang ingus atau bersendawa ketika sedang berada dalam sebuah majlis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isilah majlis dengan dzikir ingat kepada Allah agar tidak ditumpangi niat kotor yang pada akhirnya hanya akan merugikan anggota yang hadir dalam majlis tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicaralah secara halus dan sopan seperti diperintahkan Allah dalam salah satu firman-Nya, “Maka disebabkan rahmat dari Allahlah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya. (Q.S. Ali Imran [3]: 159)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak memandang ajnabiyah (wanita bukan mahram), berbasa-basi dengannya, ataupun melanggar batas hubungan lelaki dengan wanita muslimah bukan mahram, baik kholwat (berdua-duaan antara laki-laki dan wanita bukan mahram) maupun ikhtilath (bercampur baur antara laki-laki dan perempuan bukan mahram).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jagalah kebersihanm, kenyamanan dan kesegaran ruangan. Hal ini dilakukan demi menjaga mood atau kadar emosi, terlebih bila pertemuan tersebut membahas permasalahan yang berpotensi menyulut emosi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tutuplah majlis dengan doa kaffarah majlis seperti dicontohkan Rasulullah Saw. Ada pun, doa tersebut adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan segala puji bagi-Mu; aku bersaksi bahwasanya tiada yang berhak disembah selain Engkau; aku memohon ampunan-Mu dan aku bertobat kepada-Mu.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inya Allah, ketika kita Anda mengikuti adab-adab tersebut, rapat akhir tahun yang mebahas tentang business plan tahun 2012 pun dapat menjadi sarana mendekatkan diri kepada-Nya. [Muslik]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1452025240965642023-8651247436550754631?l=majalahpercikaniman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/feeds/8651247436550754631/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2011/12/mapiklopedi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/8651247436550754631'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/8651247436550754631'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2011/12/mapiklopedi.html' title='MaPIklopedi'/><author><name>Majalah Percikan Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10398594625890799871</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1452025240965642023.post-6706338060352234789</id><published>2011-12-01T00:13:00.000+07:00</published><updated>2011-12-01T00:13:00.642+07:00</updated><title type='text'>Opini 1</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;INDONESIA JAWARA SUAP, SELAMAT!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Abu Ulya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Korupsi di Indonesia seakan sudah menjadi budaya. Kondisi ini diperparah oleh keberadaan payung hukum yang tidak tegas. Terbukti, beberapa koruptur yang menggelapkan dana triliunan hanya diberi hukuman atau denda ratusan juta. Yang lebih menyedihkan lagi, banyak kasus korupsi berhenti di tengah jalan tanpa penyelesaian yang jelas. Tengok saja kasus Bank Century yang sampai saat ini tidak tahu ke mana ujungnya. Bahkan, orang yang berperan penting mengungkap kasus ini sekarang menjadi pesakitan. Lantas, bagaimana orang mau memberikan kesaksian? Bagaimana bisa memberantas korupsi dan suap bila yang memberikan kesaksian belum apa-apa sudah dicari-cari kesalahannya? Sepertinya, kampanye stop korupsi dan suap di Indonesia tinggal angan-angan semata.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus suap yang silih berganti terjadi makin membuktikan betapa fenomena suap seolah sudah menjadi tradisi dan terjadi secara kasat mata di negeri ini. Celakanya, suap juga terjadi di kalangan masyarakat biasa. Bahkan, banyak yang menganggap suap sudah menjadi perkara biasa dan lumrah dilakukan. Alasan mereka sederhana, melakukan suap menyuap karena memang kondisinya juga memungkinkan untuk melakukan hal itu. Tak ada sanksi yang tegas bagi penyuap atau yang disuap. Akhirnya, budaya buruk itu merayap dari tingkat paling rendah sampai ke tingkat paling tinggi dalam strata sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak berhenti di situ. Kelakuan buruk itu ternyata juga dibawa pengusaha kita ke luar negeri saat berbisnis di mancanegara. Hasil survei beberapa waktu lalu yang dilakukan oleh Transparansi Internasional tentang kecenderungan pebisnis menyuap menunjukkan bahwa pebisnis Indonesia masuk peringkat keempat terburuk di dunia. Ya, Indonesia masuk peringkat atas bersama Rusia, Cina dan Meksiko.Penelitian itu secara gamblang juga memaparkan penyebab praktik tidak terpuji itu. Faktor yang penting ialah akibat rendahnya reformasi antisuap di negara masing-masing. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil survei itu mencemaskan sekaligus memalukan. Mencemaskan karena semakin terbukti program pemberantasan korupsi yang dijalankan dengan hiruk-pikuk di negeri ini telah gagal. Korupsi yang telah menjadi penyakit kronis semakin sulit disembuhkan, bahkan bertambah parah. Memalukan karena dalam urusan yang buruk-buruk, Indonesia selalu masuk peringkat atas dunia. Sebaliknya, untuk urusan yang baik-baik, kita selalu tercecer di daftar paling dasar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya, mengapa di negeri ini fenomena suap menyuap menjadi hal yang biasa? Hal ini tidak lain dikarenakan oleh maraknya pemikiran sekularisme, asas manfaat, dan kenikmatan jasmani (permisif) yang saat ini menguasai masyarakat. Pemikiran sekuler memisahkan agama dari kehidupan sehingga menganggap interaksinya dalam kehidupan tidak perlu terikat dengan agama sehingga sangat mudah baginya bermaksiat, termasuk suap menyuap. Adapun asas manfaat, yaitu menilai kebaikan dan keburukan dari tolok ukur manfaat. Padahal, dalam Islam tolok ukur perbuatan seharusnya adalah halal dan haram. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, budaya suap menyuap dan tindakan maksiat lainnya, seperti korupsi, manipulasi, pergaulan bebas terlahir dari masyarakat yang perasaannya tidak islami, yang individunya tidak menaruh rasa benci terhadap perbuatan-perbuatan tersebut. Bila masyarakat ini punya satu perasaan yang sama, maka mereka bisa mengontrol dengan baik perbuatan-perbuatan nyeleneh yang dilakukan oleh anggota masyarakat lain.&lt;br /&gt;Dalam hal ini, mungkin penduduk negeri yang mayoritas beragama Islam ini lupa bahwa agamanya telah panjang lebar menjelaskan betapa buruk dan kejinya perilaku suap. Dengan tegas Islam menyatakan bahwa para pelaku suap menyuap akan mendapat laknat dari Allah Swt. Maka, seorang muslim seharusnya merasa benci dan muak terhadap pelaku suap menyuap sebagaimana merasa benci dan muak pada daging babi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak bisa dipungkiri bahwa untuk mengatasi itu semua diperlukan peraturan. Peraturan berfungsi untuk mengatur interaksi antar individu dalam masyarakat guna mewujudkan berbagai kepentingan. Dalam masyarakat yang tidak islami, peraturan tersebut justru malah memberikan peluang lebih besar kepada sebagian oknum masyarakat untuk melakukan tindakan-tindakan yang dilarang, termasuk suap menyuap. Oleh karena itu, harus diadakan perubahan terhadap peraturan yang ada dan akan lebih baik lagi apabila peraturan tersebut adalah peraturan Islam atau sekurang-kurangnya peraturan yang merujuk pada nilai-nilai Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam mempunyai kiat tersendiri dalam menggebuk pelaku aktif suap menyuap. Selain dengan tegas mengharamkan suap menyuap dan larangan menerima hadiah bagi pejabat, ada peraturan tertentu bagi harta suap, yaitu semua harta yang diperoleh melalui suap dipandang sebagai harta haram, tidak dapat dimiliki serta harus disita dan diserahkan pada baitul mall atau kas negara. Bagi penyuap, yang disuap, dan perantara suap, Islam akan menjatuhkan hukuman berat, terutama bila pelakunya adalah aparatur negara. Hukuman tersebut bisa saja berupa hukuman penjara yang lamanya bergantung pada tujuan suap itu sendiri menurut kejadian dan keadaannya yang berbeda-beda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suap menyuap sudah menjadi problema masyarakat dan bukan lagi sekadar problem individu karena sudah terjadi dalam berbagai interaksi kehidupan bermasyarakat negeri ini. Masyarakat adalah sekumpulan individu yang diikat oleh kesamaan pemikiran, perasaan dan peraturan. Dengan demikian, metode penanggulangan suap yang terjadi dalam masyarakat tidak islami adalah dengan mengadakan perubahan pemikiran, perasaan, dan peraturan tersebut agar menjadi Islami.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1452025240965642023-6706338060352234789?l=majalahpercikaniman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/feeds/6706338060352234789/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2011/12/opini-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/6706338060352234789'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/6706338060352234789'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2011/12/opini-1.html' title='Opini 1'/><author><name>Majalah Percikan Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10398594625890799871</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1452025240965642023.post-7484199781513514569</id><published>2011-12-01T00:12:00.000+07:00</published><updated>2011-12-01T00:12:00.393+07:00</updated><title type='text'>Opini 2</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;AGAR HARI IBU BUKAN SEKADAR PERAYAAN SEMATA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Abu Hilmy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak terbantahkan, membahagiakan ibu adalah kewajiban. Sebab, ia telah mengandungmu dalam rahimnya berhari-hari dan berbulan-bulan. Beliau juga yang memeliharamu dengan segenap jiwa dan sepanjang waktunya. Melimpahkan segala dayanya untuk melindungimu. Ia tidak mempedulikan kesenangannya, sedangkan engkau diberi kebahagiaan sepenuhnya. Apa yang diharapannya sering tergadaikan, tetapi impianmu selalu dinyatakan. Maka, apalagi yang membuat kita ragu untuk mempertanyakan “Kapan terakhir kali kaulihat ibumu benar-benar merasakan kebahagiaan bersamamu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kasih ibu kepada beta tak terhingga sepanjang masa/Hanya memberi tak harap kembali/Bagai sang surya menyinari dunia.” Lirik lagu Kasih Ibu ini mengandung ungkapan begitu agungnya dedikasi ibu kepada kehidupan kita. Dan dipastikan, siapa pun yang mendengarnya dengan penuh keimanan, hatinya akan tersentuh dan malu akan tingkah laku kita yang menganggap biasa kasih sayang dan pengorbanan besar seorang ibu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah! Ibu, nama ini sebenarnya begitu dekat di hati dan ingatan kita. Kelembutan dan kasih sayangnya senantiasa menyertai langkah anak-anaknya. Kita yakin, seorang ibu senantiasa mendoakan keselamatan dan kesejahteraan hidup anaknya setiap waktu. Tetapi, pernahkah kita mengingat berapa besar kasih sayangnya agar kita selalu berbakti dan membahagiakannya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya sulit kita menjawabnya. Kita sepakat, selama ini waktu kita habis untuk mencari kebahagiaan diri sendiri. Terlebih bila kita sudah berumah tangga dan memiliki beban tanggung jawab kepada istri/suami dan anak-anak kita. Volume aktivitas rumah tangga yang terus mengalir acapkali melenakan ingatan kita untuk membahagiakan ibu kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun begitu, ibu tidak pernah protes. Seorang ibu tidak pernah menggugat dan meminta balasan jasa dari anak-anaknya. Justru dalam realitasnya, kita sendirilah yang seringkali masih diberi kebahagiaan olehnya. Entah dalam bentuk materi untuk menutupi kekurangan ekonomi rumah tangga, atau pikiran dan tenaganya dalam mengasuh dan merawat anak-anak kita di rumah. Sungguh tepat perumpamaan ibu bagai sang surya menyinari dunia dalam lagu tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicara soal kemuliaan ibu,  kita pasti ingat bahwa 22 Desember dinobatkan sebagai Hari Ibu. Hari Ibu adalah hari peringatan atau perayaan terhadap peran seorang ibu dalam keluarganya; baik untuk suami, anak-anak, maupun lingkungan sosialnya. Peringatan dan perayaan biasanya dilakukan dengan membebastugaskankan ibu dari tugas domestik yang sehari-hari dianggap sebagai kewajibannya; seperti memasak, merawat anak, dan urusan rumah tangga lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di seluruh penjuru dunia, peringatan serupa dikenal dengan nama Mother’s Day. Menurut Wikipedia, Peringatan Mother’s Day di sebagian negara Eropa dan Timur Tengah, mendapat pengaruh dari kebiasaan memuja Dewi Rhea (istri Dewa Kronus) dan ibu para dewa dalam sejarah Yunani kuno. Maka di negara-negara tersebut, peringatan Mother’s Day jatuh pada bulan Maret. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Amerika Serikat dan lebih dari 75 negara lain (seperti Australia, Kanada, Jerman, Italia, Jepang, Belanda, Malaysia, Singapura, Taiwan, dan Hongkong), peringatan Mother’s Day jatuh pada hari Minggu kedua bulan Mei karena pada tanggal itu pada 1870 aktivis sosial Julia Ward Howe mencanangkan pentingnya perempuan bersatu melawan perang saudara. Maka, Hari Ibu bisa jadi kedudukannya sama dengan Hari Valentine, April Mop, Tahun Baru Masehi, Hari Bumi, dan hari-hari lainnya yang bermuara pada kepercayaan pagan Yunani. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapat dibayangkan bila umat Islam memperingati Hari Ibu berorientasi pada kepercayaan pagan Yunani. Niscaya, kita sudah melakukan perbuatan yang merusak akidah Islam. Untunglah, peringatan Hari Ibu yang diyakini umat Islam di Indonesia tidak demikian adanya. Konon, bila kita tengok sejarah Hari Ibu di Tanah Air, masih menurut Wikipedia, diawali dari bertemunya para pejuang wanita dengan mengadakan Kongres Perempuan Indonesia I pada 22-25 Desember 1928 di Yogyakarta. Peristiwa ini dianggap sebagai salah satu tonggak penting sejarah perjuangan kaum perempuan Indonesia. Pemimpin organisasi perempuan dari berbagai wilayah se-Nusantara berkumpul menyatukan pikiran dan semangat untuk berjuang menuju kemerdekaan dan perbaikan nasib kaum perempuan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai isu yang saat itu dipikirkan untuk digarap adalah persatuan perempuan Nusantara, pelibatan perempuan dalam perjuangan melawan kemerdekaan, pelibatan perempuan dalam berbagai aspek pembangunan bangsa, perdagangan anak-anak dan kaum perempuan, perbaikan gizi dan kesehatan bagi ibu dan balita, pernikahan usia dini bagi perempuan, dan sebagainya. Tanpa diwarnai gembar-gembor kesetaraan gender, para pejuang perempuan itu melakukan pemikiran kritis dan aneka upaya yang amat penting bagi kemajuan bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila benar peringatan Hari Ibu di Tanah Air berkiblat pada nilai-nilai kemaslahatan bagi kaum perempuan serupa itu, maka tidak ada salahnya bangsa yang mayoritas muslim ini menyambut baik peringatan Hari Ibu yang jatuh pada 22 Desember. Karena, Islam juga mengawal perempuan untuk menjadi kaum yang mampu menegakan amar ma’ruf dan nahi munkar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukannya menampik perayaan Hari Ibu selama ini, tapi pernahkan tebersit dalam benak kita bagaimana cara memperingati Hari Ibu agar bernilai pahala dan berbekas langsung dalam jiwa ibu? Bila sepakat dengan pertanyaan tersebut, pertama-tama kita perlu mentafakuri surah Lukman [31] ayat 14-15, “Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada ibu bapakmu; hanya kepada-Ku engkau akan kembali.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, setelah kita mengakui kasih sayang dan pengorbanan seorang ibu begitu besar dalam kehidupan kita dengan penuh keimanan dan ketakwaan, serta merta kita akan senantiasa berikhtiar untuk membahagiakan ibu di sepanjang hayatnya. Allah Swt. sendiri yang memberikan jalan dan caranya. “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia, dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya, atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka janganlah sekali-kali engkau mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah!’ Jangan pula engkau membentak mereka, dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan, dan ucapkanlah, ‘Wahai Tuhanku! Sayangilah mereka berdua, sebagaimana mereka berdua telah menyayangi aku semenjak kecil.’” (Q.S. Al-Israa’ [17]: 23-24)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada lima pesan dalam ayat tersebut yang dapat dijadikan ikhtiar bagi kita dalam membahagiakan ibu. Pertama, kita diperintahkan untuk berbuat baik pada orangtua kita dengan sebaik-baiknya. Bila kita kebetulan diberikan anugerah harta yang berlebih, cara merawat kebahagiaan ibu adalah dengan memenuhi segala kebutuhannya, termasuk misalnya mewujudkan cita-cita mereka beribadah haji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang lelaki pernah bertanya kepada Rasulullah Saw., “Siapa yang paling berhak mendapatkan perlakuan baik dariku?” Beliau menjawab, “Ibumu.” Lelaki itu bertanya lagi, “Kemudian siapa lagi?” Beliau kembali menjawab, “Ibumu.” Lelaki itu kembali bertanya, “Kemudian siapa lagi?” Beliau menjawab, “Ibumu.” “Lalu siapa lagi?” tanyanya. “Ayahmu,” jawab beliau.” (H.R. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, kita diwajibkan merawat dan mengurus orangtua bila sudah usia lanjut. Amat mulia apabila kita mampu merawat dan mengurus ibu yang sudah lanjut usia. Memperlakukan ibu dengan cara ini dikategorikan oleh Rasulullah Saw. sebagai amalan yang sama dengan pahala berjihad di medan perang. Kisah seorang pemuda yang menunjukkan baktinya kepada ibunya di zaman Rasul. Saw. perlu dijadikan teladan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang lelaki datang kepada Nabi seraya berkata, “Wahai Nabi Allah! Saya muda dan kuat, siap bertindak dan berbakti, dan ingin sekali pergi ke medan jihad untuk kemajuan Islam! Tetapi, ibu saya tidak membiarkan saya meninggalkannya untuk pergi berperang.” Nabi Muhammad Saw., bersabda, “Pergilah tinggal bersama ibumu. Saya bersumpah kepada Tuhan yang memilih saya sebagai Nabi bahwa pahala yang engkau dapatkan untuk melayaninya meskipun hanya semalam, dan membahagiakannya dengan kehadiranmu, jauh lebih besar dari pahala perang jihad selama satu tahun.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, kita diwajibkan berperilaku santun dan lembut, serta megeluarkan lisan yang mulia. Menjaga lisan, berhati-hati dalam berperilaku, dan senantiasa bersikap hormat serta santun kepada orangtua menjadi cara kita berbakti kepada ibu. Rasulullah Saw. bersabda, “Termasuk dosa besar adalah seseorang mencaci maki orangtuanya.” Para sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, apa ada orang yang mencaci maki orangtuanya?” Beliau menjawab, “ Ada. Dia mencaci maki ayah orang lain kemudian orang tersebut membalas mencaci maki orangtuanya. Dia mencaci maki ibu orang lain, lalu orang itu membalas mencaci maki ibunya.” (H.R. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, kita diwajibkan untuk merendahkan diri dengan penuh kasih sayang. Tidak ada satu ibu pun yang mendidik dan mengajarkan anaknya sesuatu yang buruk, tak terkecuali sikap kesombongan dan kebencian. Sejak kita masih di dalam kandungan hingga dewasa, kita senantiasa diasuh dengan kasih sayang dan ketulusan seorang ibu.  Maka, amat buruk bila kita bersikap tinggi hati kepada ibu kita. Sebab, ridho seorang ibu adalah ridho Allah Swt. Bila ibu tidak ridho atas segala sikap yang kita tunjukkan, bukan mustahil Dia akan murka kepada kita.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, senantiasa mendoakan mereka. Allah Swt. amat senang kepada orang-orang yang senantiasa berdoa. Mendoakan orangtua adalah suatu kewajiban tiap hamba-Nya. Ayat Al-Quran yang membahas tentang kewajiban anak mendoakan keduanya tertera dalam surat Ibrahim ayat 41, Al-Israa’ ayat 24, dan Nuh ayat 28.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, peringatan Hari Ibu sebaiknya tidak dijadikan simbolisme semata. Semangat memuliakan ibu perlu berlandaskan pada keimanan kepada Allah Swt. Sehingga, segala bentuk peringatan akan membekas di hati para anak dan dirasakan para ibu. Dan, yang jauh lebih utama, peringatan Hari Ibu harus menjadi sarana evaluasi untuk menambah kualitas kita dalam membahagiakan ibu dalam keseharianya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1452025240965642023-7484199781513514569?l=majalahpercikaniman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/feeds/7484199781513514569/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2011/12/opini-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/7484199781513514569'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/7484199781513514569'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2011/12/opini-2.html' title='Opini 2'/><author><name>Majalah Percikan Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10398594625890799871</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1452025240965642023.post-2164582173175807273</id><published>2011-12-01T00:11:00.000+07:00</published><updated>2011-12-01T00:11:00.380+07:00</updated><title type='text'>A-Nisa</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;SAAT HAMIL, SEBAIKNYA TETAP BEKERJA ATAU DI RUMAH SAJA?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sasa Esa Agustiana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Teteh, apa yang harus saya lakukan, bekerja setiap hari dari pagi sampai sore atau berhenti? Perlu diketahui bahwa saat ini saya sedang hamil. Kalau terus bekerja, saya takut keguguran lagi seperti kehamilan sebelumnya. Sementara, kalau saya berhenti kerja, kami masih mempunyai cicilan motor dan tidak bisa mengandalkan gaji suami yang pas-pasan. Terima kasih atas waktu dan solusinya, Teh Sasa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teteh yang dirahmati oleh Allah Swt. Innaa lillahi wa innaa ilaihi raji’uun. Allahumma ajirnii fii mushibati wakhluf lii khaira minha. Semua adalah milik Allah Swt. dan akan kembali kepada-Nya. Saya mengucapkan turut berduka cita atas musibah keguguran kehamilan pertama. Semoga Teteh dikarunia hikmah dari musibah tersebut dan diberi pengganti yang lebih baik dari Allah Swt. Sangatlah wajar bila kemudian Teteh bertindak waspada dan hati-hati untuk kehamilan kedua ini. Tips dari saya, jangan mengangkat beban yang berat-berat dan yang terpenting sesuaikan kegiatan fisik dengan catatan riwayat medis. Namun demikian, Teteh jangan pula terlalu ketakutan atau khawatir berlebihan yang pada akhirnya justru membuat stres.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang ibu hamil, alangkah bijaksananya jika Teteh membuat  skala prioritas kegiatan. Tempatkan kewajiban rumah tangga sebagai skala prioritas. Idealnya, Teteh mempunyai kegiatan yang  fleksibel dari segi waktu. Ketika harus beraktivitas di luar rumah, Teteh dapat memilih part-time job atau bisa juga berwiraswata sehingga manajemen waktunya dapat diatur sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, tanggung jawab nafkah keluarga ada di pundak ayah. Dalam Islam, kepemimpinan suami sebagai pencari nafkah utama tercantum dalam firman-Nya, “Laki-laki adalah pemimpin atas perempuan-perempuan karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan)  dan dengan sebab sesuatu yang telah (laki-laki) nafkahkan dari harta-hartanya...”(Q.S. An-Nisaa [4]: 34)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal besar atau kecilnya penghasilan suami, hal tersebut menjadi relatif bergantung kebutuhan setiap keluarga. Sebagai istri, alangkah terpujinya jika kita dapat menyesuaikan kebutuhan sandang, papan, dan pangan dengan penghasilan yang didapatkan. Istri yang baik juga tidak pernah lupa untuk membelanjakan nafkah keluarga pada jalan ketakwaan dengan berinfak dikala lapang dan sempit. Allah Swt. berfirman, “(Yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (Q.S. Ali Imran [3]: 134)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, seorang istri pada dasarnya juga adalah pemimpin yang dalam urusan rumah tangga berpartner dengan suaminya. Seorang istri memang sangat berpengaruh besar serta harus mampu berperan sebagai motivator, pendamping, pedukung dakwah dan karier suami. Tentunya, di balik kesuksesan suami ada kontribusi seorang istri. Karenanya, jadilah istri yang amanah atas kepemimpinannya sebagaimana disebutkan dalam ayat, “…Maka perempuan-perempuan yang saleh ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri di belakang suaminya sebagaimana Allah telah memeliharakan dirinya…” (Q.S. An-Nisaa [4]: 34). Rasulullah Saw. juga bersabda, “Dan seorang istri itu adalah pengatur di dalam rumah suaminya dan dia bertanggung jawab terhadap yang diaturnya itu.” (H.R. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya, kita sebagai wanita akan dimintai pertanggungjawaban sebagai istri dan ibu kelak di akhirat. Reward atau balasan terbaik yang disediakan untuk  ibu yang amanah digambarkan dalam hadits berikut ini. “Jika perempuan mengerjakan shalat yang lima, shaum Ramadhan, memelihara kehormatannya, dan taat kepada suaminya maka akan dikatakan kepadanya, ‘Masuklah ke dalam surga dari pintu mana saja yang engkau sukai.’” (H.R. Ahmad dan Thabrani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke pertanyaan Teteh. Apabila memang keluarga masih membutuhkan pendapatan dari gaji Teteh, bisa saja Teteh tetap bekerja dengan alasan gaji suami yang tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan keluarga (meski ukuran mencukupi ini pun relatif). Hal ini dapat dikategorikan sebagai keadaan darurat (yang berarti temporer, tidak selamanya). Perlu dipertimbangkan pula kondisi tempat kerja yang harus aman dan kondusif bagi kehamilan Teteh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu diingat bahwa saat ini Teteh memerlukan perlakuan khsusus sebab kondisi fisik saat hamil akan mengalami banyak perubahan dan kekuatan fisiknya juga melemah. Pada trimester pertama, rata-rata wanita hamil akan mengalami mual-mual muntah. Pada trimester kedua, nafsu makannya mulai bagus. Pada trimester ketika akan sering mengalami sesak nafas sebab janin tumbuh besar menekan diagfragma. Wajar kalau kondisi fisik wanita hamil melemah. Hal ini juga berlanjut pasca melahirkan selama masa nifas dan menyusui.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal tersebut sebagaimana digambarkan dalam dua ayat berikut. “Dan Kami perintahkan kepada manusia (bebuat baik) kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tamba,...” (Q.S. Lukman [31]: 14). “Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah ...” (Q.S. Al-Ahqaaf [46]: 15)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada para wanita yang bekerja selama hamil seperti Teteh, saya menyarankan agar rajin memeriksa kesehatan Teteh dan janin ke dokter kandungan atau bidan. Pada saat seperti ini, diperlukan support dari suami dan keluarga dengan menjaga, menyayangi dan memperhatikan Teteh. Meski disarankan berhati-hati menjaga kehamilan, Teteh tidak disarankan untuk bermalas-malasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila Teteh memilih keluar dari pekerjaan, bertawakallah kepada Allah mengenai sumber penghasilan untuk cicilan motor, biaya bersalin, kebutuhan bayi, dan lain sebagainya. Berdoalah agar rezeki suami dilipatgandakan oleh Allah Swt. sehingga mencukupi semua kebutuhan tersebut. Dengan demikian, Teteh bisa leluasa menjaga kehamilan dan menikmati proses demi prosesnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap pilihan mengandung risiko. Semua bergantung keyakinan Teteh. Sebelum mengambil keputusan, coba musyawarahkan semuanya dengan suami. Perkuat usaha, doa, dan ketawakalan Teteh dan suami kepada Allah Swt. Semoga Teteh mendapat jalan keluar yang terbaik menurut Allah Swt. di antara pilihan-pilihan tersebut. Amin. Wallahu a’lam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1452025240965642023-2164582173175807273?l=majalahpercikaniman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/feeds/2164582173175807273/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2011/12/nisa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/2164582173175807273'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/2164582173175807273'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2011/12/nisa.html' title='A-Nisa'/><author><name>Majalah Percikan Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10398594625890799871</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1452025240965642023.post-1544624596957948508</id><published>2011-12-01T00:10:00.000+07:00</published><updated>2011-12-01T00:10:00.423+07:00</updated><title type='text'>Tafakur</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;WISDOM OF NATURE&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To understand the meaning of humility&lt;br /&gt;Observe the duck rice when it contains&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To understand the essential meaning of patient&lt;br /&gt;Learn the droplets of water on the stone until it perforated&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To feel the true meaning of struggle&lt;br /&gt;Look hard effort butterfly out of cocoon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To cultivate the spirit of optimism&lt;br /&gt;Look at the rainbow that must have come shortly after the rain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To appreciate the significance of power&lt;br /&gt;Learn from the towering mountains that consists of billions of pebbles&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To be a pioneer virtues&lt;br /&gt;Learn the moss that became the foundation of life on the rocks so that other plants can live&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And to understand the meaning of life&lt;br /&gt;Learn of mayfly that despite living only 24 hours but have taken part in the harmony of nature&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[By Sly]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;KEBIJAKSANAAN DARI ALAM&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengerti makna kerendahan hati&lt;br /&gt;Amatilah bulir padi yang merunduk manakala kian berisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memahami arti sabar yang hakiki&lt;br /&gt;Belajarlah pada air yang tak pernah menyerah menetes pada batu yang akhirnya terlubangi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk merasakan arti perjuangan yang sesungguhnya&lt;br /&gt;Lihatlah kerasnya usaha kupu-kupu untuk keluar dari kepompongnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menumbuhkan makna optimisme dalam jiwa&lt;br /&gt;Lihatlah pelangi yang pasti datang sesaat setelah hujan reda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghargai arti kekuasaan&lt;br /&gt;Belajarlah dari gunung yang meski menjulang namun pada hakikatnya terdiri dari kerikil yang jumlahnya miliaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjadi seorang pelopor kebajikan&lt;br /&gt;Belajarlah pada lumut yang menjadi fondasi kehidupan pada bebatuan agar tumbuhan lain dapat hidup kemudian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan untuk memahami makna hakiki kehidupan&lt;br /&gt;Belajarlah pada lalat capung yang meski hidup hanya 24 jam tapi telah ikut ambil bagian dalam menyelaraskan alam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Oleh Sly]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1452025240965642023-1544624596957948508?l=majalahpercikaniman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/feeds/1544624596957948508/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2011/12/tafakur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/1544624596957948508'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/1544624596957948508'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2011/12/tafakur.html' title='Tafakur'/><author><name>Majalah Percikan Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10398594625890799871</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1452025240965642023.post-5100295029288907778</id><published>2011-12-01T00:09:00.000+07:00</published><updated>2011-12-01T00:09:00.032+07:00</updated><title type='text'>Profil</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dude Herlino&lt;br /&gt;TUNJUKKAN IDENTITAS MUSLIM, KAPAN PUN DI MANA PUN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dude Herlino. Tidak sedikit orang yang mengidolakannya. Bukan hanya lantaran ia seorang artis, tapi juga religiusitas yang tampak jelas pada diri pria kelahiran 2 Desember 1980 ini. Ada yang menarik ketika ditanya makna nama yang diberikan oleh kedua orangtuanya. Menurut pria berdarah Minang kelahiran Jakarta ini, nama Dude adalah singkatan dari Dua Desember yang merupakan tanggal kelahirannya.&lt;br /&gt;Banyak hal menarik yang dapat digali dari bintang sinetron dan film yang satu ini, khususnya soal kehidupan pribadi, pandangan tentang Islam, dan hal-hal yang berkaitan dengan kariernya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;The Fame&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Aktor yang selalu mendapat peran protagonis dan tidak pernah neko-neko dalam kesehariannya ini mulai dikenal publik sekitar 2005, setelah membintangi sinetron Di Sini Ada Setan. Perlahan tapi pasti, namanya makin berkibar setelah bermain di sinetron Intan bersama Naysila Mirdad. Betapa tidak, sinetron ini sangat disukai pemirsa dan menjadi sinetron terfavorit pada waktu itu.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua tahun kemudian, Dude meraih penghargaan sebagai Aktor Terfavorit dalam Panasonic Awards 2007. Sejak saat itu, penghargaan demi penghargaan berhasil diraihnya. Bahkan, selama 2007 hingga 2008, Dude dinobatkan menjadi The Highest-Paid TV Star (bintang televisi termahal). Pada 2010, Dude dianugerahi penghargaan seabgai Aktor Terpuji dalam Festival Film Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peran Dude dalam film dan sinetron memang identik dengan karakter yang baik. Bahkan, dalam beberapa sinetronnya, dia diamanahi peran sebagai orang yang memiliki pengethuan agama yang luas. Sebut saja salah satunya adalah di sinetron Ketika Cinta Bertasbih (KCB) Spesial Ramadhan, Dude memerankan karakter Ustadz Ilyas. “Memerankan figur yang berkarakter baik dalam sinetron dan film bukanlah hal yang mudah. Ada beban moril apabila tidak sesuai dengan kehidupan kita sehari-hari. Tapi, bukan berarti saya ini juga serba benar. Sebagai umat Islam, saya perlu terus belajar banyak mengenai pengetahuan dan wawasan Islam. Intinya, saya berusaha terus untuk belajar dan mendalami agama,” kata Dude ketika ditemui di sela-sela syuting. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajar kemudian bila Dude dikesankan memiliki karakter religius, ramah, dan santun dalam kehidupannya sehari-hari. Kesan ini nampaknya bukan isapan jempol belaka. Hal ini dikuatkan oleh pengakuan rekan seprofesinya, khususnya yang pernah terlibat dalam satu produksi, seperti Marshanda, Oki Setiana Dewi, maupun Meyda Sefira. Tidak heran kalau Habiburrahman el Shirazy, penulis novel Dalam Mihrab Cinta, memilihnya untuk memerankan tokoh Samsul dalam film yang diangkat dari novel tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain menjadi bintang film dan sinetron, Dude juga pernah membintangi beberapa iklan, terakhir bersama Deddy Mizwar. Ia juga sempat menjadi pembawa acara Doa Berbuka Puasa di RCTI bersama Marshanda selama bulan Ramadan. Bahkan tahun 2009, boleh jadi kita tidak pernah menduga bahwa Dude pernah mengumandangkan adzan Subuh dan Maghrib di RCTI meski hanya untuk penayangan RCTI khusus wilayah Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Islam is Mine&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang perjalanan kariernya, putra pasangan Haidir Hanif dan Ermi Syukur ini dikenal sebagai artis yang sangat menjaga kesalehannya. Dalam kehidupan sehari-hari, ia dikenal sangat hati-hati mencari pergaulan. Maka, wajar bila kemudian pria yang memiliki tinggi badan 178 cm ini nyaris tak pernah tertimpa gosip miring. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski banyak pihak yang menyatakan bahwa dunia artis identik dengan kehidupan glamor, tapi bagi Dude, hal itu hanya stigma belaka. Dude membantah bahwa kehidupan artis selalu identik dengan dunia gemerlap. Dalam pandangannya, semua orang memiliki pandangan berbeda-beda mengenai kehidupan artis. Semua orang berhak memiliki prinsipnya masing-masing dan itu perlu dihargai. Yang terpenting menurut Dude adalah bila kita ingin melangkah di jalan yang baik dan benar, kita harus memulainya dari diri sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kita harus perlu terus memperbaiki diri tanpa harus mempersoalkan orang lain. Di mana pun berada dan di profesi apapun bekerja, kita pada dasarnya harus istiqomah dalam menjalankan identitas muslim sebagaimana yang diajarkan Rasulullah Saw. meski hal ini bukanlah hal yang mudah dipraktikkan. Tapi, paling tidak kita terus berupaya mengarah ke sana,” ungkap pria yang tengah taaruf dengan seorang akhwat yang enggan disebutkan namanya ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Dude, “Islam adalah agamaku.” Maka, segala kewajiban dan hak kita sebagai hamba-Nya harus dijalankan dengan koridor yang diajarkan agama. Dan, semua itu perlu proses. “Boleh jadi, sekarang saya tengah menjalani proses ini,” katanya. Pastinya, orang lain akan melihat kita menjalani proses itu. Namun, untuk menyadari kita menjalani proses itu, kita perlu membuktikan dengan cara berupaya belajar. “Mencari ilmu agama itu bisa melalui bertanya kepada orang yang fasih agama atau lewat buku-buku. Dalam sinetron KCB misalnya, alhamdulillah saya dipertemukan dengan Kang Abik (panggilan akrab Habiburrahman el Shirazy) sehingga saya bisa memperdalam agama melalui dialog dengan beliau,” ujar Dude. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi muslim itu perlu memiliki tanggung jawab. Dude menilai bahwa menghadirkan identitas muslim dalam kehidupan sehari-hari mutlak diperlukan meski memang dalam menjalaninya agak berat karena itu dibutuhkan nawaitu dan ikhtiar yang keras. “Tapi, selama kita memiliki itikad untuk terus belajar, semua orang pasti akan menghargainya. Kesalehan harus ditunjukkan dalam penampilan sehari-hari. Untuk menampilkannya, perlu disadari bahwa kita memiliki tanggung jawab untuk berbuat dan berperilaku yang baik,” tambahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain sibuk menjalani rutinitas syuting, Dude juga senantiasa menyempatkan diri aktif di berbagai kegiatan sosial dan keagamaan. Salah satunya dengan bergabung dalam persatuan remaja Islam. Di sini, ia berperan sebagai duta remaja untuk share ilmunya kepada rekan-rekan pelajar. Dude sering mengadakan acara roadshow ke sekolah-sekolah. “Alhamdulillah, saya bisa berbagi dengan mereka. Acara ini diisi dengan dialog dan berbagi pengalaman yang bisa memotivasi dan menginspirasi para remaja. Insya Allah, kegiatan ini memiliki nilai positif yang bisa diikuti oleh generasi muda,” ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;The Next Dream&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dude bukan tipe orang yang puas dengan satu aktivitas. Baginya, selama masih ada kesempatan dan memungkinkan untuk diwujudkan, sesuatu yang baru perlu dijajaki untuk dijadikan ladang mencari manfaat atau pengalaman. Salah satu yang tengah Dude geluti di luar profesinya sebagai bintang film dan sinetron adalah membuka sanggar teater yang erat kaitannya dengan profesinya dalam dunia seni peran. Namanya “Dayo D’acting Training”. Meski mengaku tidak pernah mempromosikannya, tapi menurut Dude sanggar tersebut sudah cukup banyak peminatnya. Meski tidak menjadi salah satu pengajarnya, tapi peran Dude cukup banyak; yaitu dengan memberikan pengalamannya sebagai artis. Di sini, ia berbagi ilmu seputar dunia peran yang dilakoninya. Menurutnya, ilmu perlu dibagikan kepada siapa saja yang memerlukannya. “Bedanya, saya memberikan ilmu berdasarkan pengalaman-pengalaman selama melakoni akting sejak awal hingga sekarang ini,” begitu aku Dude.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cita-cita Dude selanjutnya adalah membuat lembaga pendidikan formal dan informal yang bermuatan Islam. Boleh jadi, mimpinya ini terkait dengan pesan orangtuanya dulu yang senantiasa mengagungkan pendidikan sebagai aset masa depan. “Orangtua, khususnya Ayah, menanamkan pendidikan sebagai prioritas utama. Pesan ayah saya waktu itu, main sinetron boleh saja tapi jangan sampai pendidikan terbengkalai,” kenang Dude. Maka wajar setelah menjadi alumnus dari SMAN 36 Jakarta, dia masuk perguruan tinggi hingga akhirnya mendapat gelar sarjana dari Universitas Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Untuk mewujudkan membangun lembaga pendidikan seperti sekolah atau kampus yang berbasis Islam seperti Islamic School tentu perlu proses panjang. Untuk masa sekarang, saya berkonsentrasi di kursus akting dulu. Nanti, kalau sudah waktunya dan dikehendaki Allah Swt. pasti akan terwujud,” jelas Dude.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Love Life&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dan, mimpi terbesar bungsu dua bersaudara ini adalah memiliki pasangan hidup, merangkai rumah tangga dan memiliki keturunan. Tapi, tidak mudah bagi Dude mendapatkan belahan hatinya meski sebenarnya dia tidak picky (pilih-pilih) dalam menentukan pasangan hidup. Dude mengaku tidak ingin terburu-buru dalam memutuskan hal yang satu ini. “Menikah itu mudah. Mencari pasangan yang benar-benar cocok dalam segala hal yang tidak mudah,” ungkapnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dude beranggapan bahwa pernikahan bukan hanya menyangkut kebahagiaan diri dan keluarganya, tapi juga kebahagiaan pasangan hidup dan keluarganya pula. Karena menyangkut banyak pihak, Dude harus bena-benar menentukan wakatunya ia siap menikah dan siapa yang benar-benar serius dapat diajak hidup bersama mencari kebahagiaan dunia dan akhirat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ditanya apakah sudah menemukan sang belahan jiwa? Dude menjawab bahwa sekarang ini ia sudah siap menikah. Saat ini Dude tengah menjalani proses taaruf yang lebih serius. “Sekarang sudah tahap saling mengenal, belajar mengetahui kelebihan dan kekurangan masing-masing,” pungkas Dude dengan penuh harapan doa dari semua. [Ahmad]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1452025240965642023-5100295029288907778?l=majalahpercikaniman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/feeds/5100295029288907778/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2011/12/profil.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/5100295029288907778'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/5100295029288907778'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2011/12/profil.html' title='Profil'/><author><name>Majalah Percikan Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10398594625890799871</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1452025240965642023.post-325429251388315403</id><published>2011-12-01T00:08:00.001+07:00</published><updated>2011-12-01T00:08:00.823+07:00</updated><title type='text'>Resensi Situs</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;SOFTWARE SABILY YANG HALAL, GRATIS DAN ISLAMI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yudha Yudhanto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klik “power on”, personal computer (PC) atau laptop akan melakukan booting (lebih cepat dari Windows) dan segera muncul menu User &amp; Login. Setelah itu, Anda disuguhi tampilan yang “menenteramkan” dan berbagai aplikasi Islam yang sangat bermanfaat untuk selalu mendekatkan hati kepada Allah Swt. Dan, tidak kalah pentingnya adalah kita tetap bisa bekerja seperti layaknya memakai sistem Windows. Anda mau mengetik, bekerja pada spreadsheet, membuat slide atau gambar, editing foto, melihat film atau klip, mendengarkan nasyid, online internet, chatting, download atau membuka Al-Quran digital? Semua bisa dilakukan dan sangat mudah. Coba saja jika tidak percaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabily adalah sebuah sistem operasi seperti Windows atau Mac OS X.  Perlu diketahui bahwa tanpa sebuah sistem operasi, komputer tidak akan dapat digunakan. Sabily (dulu dikenal sebagai Ubuntu Muslim Edition) berasal dari Linux Ubuntu yang kemudian disesuaikan dengan cara membuang, memodifikasi, dan menambahkan perangkat lunak yang desain grafisnya disesuaikan agar pas untuk pengguna muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak seperti Microsoft, Sabily yang canggih ini dikembangkan oleh komunitas relawan dari seluruh penjuru dunia (Prancis, Tunisia, Mesir, Indonesia, dan lain-lain). Pada sistem operasi ini, kita juga dapat berpartisipasi sebagai pengembang, designer grafis, penguji, ataupun hanya berbagi ide.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah fitur utama Sabily? Software Aplikasi utamanya adalah: Zekr dan Mus-haf Othman (aplikasi browser Al-Quran), Minbar (aplikasi pengingat shalat) dan Firefox-praytimes (aplikasi prayer times), Monajat (aplikasi yang akan mengeluarkan popups prayers setiap beberapa waktu yang ditentukan), Hijra (kalender islami) dan WebStrict (parental control tool untuk filter anti-pornografi). Selain itu, ada pula Thwab yang merupakan sistem ensiklopedia elektronik dan pendukung arabic; meliputi tampilan (antarmuka) berbahasa Arab, dictionary untuk pengecekan kata, acon (text console) dan bicon (console yang mendukung tampilan text bidirectional). Tentu saja, ada desain grafis yang telah disesuaikan  dan menarik (tampilan wallpaper sabily, tema, kursor, dan lainnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa perangkat lunak lain yang terkandung dalam Sabily? LibrenOffice (pengolah kata, spreadsheet, presentasi), Firefox (perambah web), Pidgin (pesan instant), F-spot (manajemen foto), Gimp (program manipulasi gambar) dan perangkat lunak multimedia lainnya (video/audio). Semuanya telah terkandung di versi ‘kecil’ Sabily dan tentu saja versi ‘lengkap’-nya mengandung lebih banyak lagi. Lebih lengkap mengenai perangkat lunak edukasi, peralatan dan seluruh tilawah Quran Sabily dapat dilihat pada link http://www.sabily.org/website/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=2:content&amp;catid=5:general&amp;Itemid=9&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Release Sabily memang belum lama yakni pada 2007. Tetapi, ia mampu menandingi Windows dan ‘teman-teman’-nya. Lihat saja daftar perkembangan release Sabily berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Release][Codename][Date]&lt;br /&gt;[Ubuntu Muslim Edition][7.04][Muslim Edition][2007-10-12]&lt;br /&gt;[Ubuntu Muslim Edition][7.10][Muslim Edition][2007-12-02]&lt;br /&gt;[Ubuntu Muslim Edition][8.04][Muslim Edition][2008-05-17]&lt;br /&gt;[Ubuntu Muslim Edition][8.04.1][Muslim Edition][2008-07-22]&lt;br /&gt;[Ubuntu Muslim Edition][8.10][Muslim Edition][2008-11-19]&lt;br /&gt;[Sabily][9.04][Taibah][2009-05-12]&lt;br /&gt;[Sabily][9.10][Gaza][2009-12-27]&lt;br /&gt;[Sabily][10.04][Manarat][2010-06-28]&lt;br /&gt;[Sabily][10.10][Al-Quds][2010-11-03]&lt;br /&gt;[Sabily][11.04][Al-Badr][2011-05-05]&lt;br /&gt;[Sabily][11.10][Uhud][2011-11-20]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beraneka Linux yang ada dibuat sesuai visi misi pembuatnya, termasuk juga Sabily. Sabily dibuat untuk memenuhi kebutuhan umat Islam sehingga aplikasi-aplikasi yang di-bundling di dalamnya dijamin islami. Contohnya adalah akses Al-Quran (digital) dan berbagai aplikasi islami lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya, ada tiga cara untuk menjalankan Sabily di Windows, yakni:&lt;br /&gt;1. Install dengan CD Sabily hingga sewaktu menghidupkan komputer ada dua pilihan menu boot. Download masternya di http://www.sabily.org/website/in/sabily/unduh.html&lt;br /&gt;2. Install melalui Virtualbox dari https://www.virtualbox.org/wiki/Downloads&lt;br /&gt;3. Menjalankan Live CD Sabily dengan memilih menu “Try Sabily without any change to your computer”. Ini berguna untuk mencoba dulu keampuhan Sabily dan melakukan testing terhadap kondisi komputer sebelum diinstal secara full atau lengkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya, penantian kita akan sistem operasi komputer yang islami telah berakhir. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1452025240965642023-325429251388315403?l=majalahpercikaniman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/feeds/325429251388315403/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2011/12/resensi-situs.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/325429251388315403'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/325429251388315403'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2011/12/resensi-situs.html' title='Resensi Situs'/><author><name>Majalah Percikan Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10398594625890799871</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1452025240965642023.post-8735560368439392272</id><published>2011-12-01T00:07:00.000+07:00</published><updated>2011-12-01T00:07:00.119+07:00</updated><title type='text'>Bedah Al-Quran</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;TOPENG KEANGKUHAN BANI ISRAIL&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(Tafsir Surat Al-Baqarah [2]: 97-99)&lt;br /&gt;Dr. Aam Amiruddin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(97) Katakanlah, Barangsiapa yang menjadi musuh Jibril, maka Jibril itu telah menurunkannya (Al-Quran) ke dalam hatimu dengan seizin Allah, membenarkan apa (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman. &lt;br /&gt;(98) Barangsiapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir. &lt;br /&gt;(99) Dan sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu ayat-ayat yang jelas dan tak ada yang ingkar kepadanya, melainkan orang-orang yang fasik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Katakanlah, ‘Barangsiapa yang menjadi musuh Jibril, maka Jibril itu telah menurunkannya (Al-Quran) ke dalam hatimu dengan seizin Allah, membenarkan apa (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman.’” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 97)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala upaya dilakukan Bani Israil untuk mengelabui kebenaran. Hal tersebut karena hati mereka yang telah buta sehingga membuat gerak langkah hawa nafsu menguasai jiwa mereka. Tetapi, apa pun namanya, jerih payah mereka hanyalah langkah keliru berbalut keringat sesat yang akhirnya berbuah kemurkaan. Topeng kepalsuan mereka akhirnya terkuak dan dibuka lebar-lebar oleh Allah untuk menampakkan kebusukan yang tersembunyi di dalamnya. Ayat di atas menjadi petunjuk bahwa keberadaan malaikat Jibril menyangkut wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw. merupakan kebenaran dan kehendak Allah semata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut sejumlah riwayat, ayat itu turun berkenaan dengan salah seorang pemuka Yahudi bernama Abdullah bin Shuriya yang bertanya kepada Nabi Muhammad Saw. “Malaikat mana yang menurunkan Al-Quran kepada Muhammad?” tanyanya. Saat itu Rasulullah menjawab bahwa yang membawa ialah malaikat Jibril. Mendengar jawaban tersebut, kontan saja Abdullah bin Shuriya mengatakan bahwa ia tidak mau percaya pada Al-Quran karena ternyata Jibril yang membawanya kepada Muhammad Saw. Andai saja Mikail yang membawa wahyu Al-Quran tersebut, mungkin saja ia beriman. Kelakarnya, “Ketahuilah bahwa kami, orang Bani Israil,  merupakan musuh Jibril.” &lt;br /&gt;Dalam riwayat yang cukup panjang sebagaimana dimuat dalam tafsir Ibnu Katsir dan beberapa kitab lainnya, disebutkan sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sa’id bin Jubair meriwayatkan dari Abdullah bin ‘Abbas, ia mengisahkan bahwa sejumlah orang Yahudi datang kepada Rasulullah Saw. lalu berkata, “Wahai Abul Qasim (Rasulullah Saw.), kami bertanya kepadamu tentang lima perkara yang jika engkau mengabarkan kepada kami tentang lima hal tersebut maka kami percaya bahwa engkau adalah seorang nabi dan kami akan mengikutimu.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, Rasulullah Saw. pun mengikat perjanjian dengan mereka sebagaimana Israil (Nabi Ya’qub) telah mengikat perjanjian dengan anak keturunannya di saat mereka mengatakan, “Allah adalah saksi terhadap apa yang kami ucapkan.” Kata Rasulullah, “Bertanyalah!” Mereka pun bertanya, “Kabarkanlah kepada kami tanda seorang nabi.” Beliau menjawab, “Kedua matanya tertidur, tetapi hatinya tidaklah tidur.” Lalu mereka bertanya lagi, “Kabarkan kepada kami bagaimana seorang wanita bisa melahirkan (anak) perempuan dan laki-laki?” Beliau menjawab, “Apabila bertemu dua mani. Ketika mani laki-laki keluar mendahului mani wanita maka yang jadi (adalah anak) laki-laki dan apabila mani wanita keluar mendahului mani laki-laki maka yang jadi adalah wanita.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka bertanya, “(Makanan) apa yang diharamkan oleh Israil (Nabi Ya’qub a.s.) terhadap dirinya?” Beliau menjawab, “Beliau mengeluh dari makan (daging) maka beliau tidak mendapatkan (daging) yang sesuai kecuali susu yang demikian (yaitu unta), maka dia pun mengharamkan dagingnya.” Mereka bertanya lagi, “Kabarkan kepada kami tentang kilat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau menjawab, “Malaikat dari malaikat-malaikat Allah Swt. yang ditugaskan mengarahkan awan, di tangannya ada cambuk dari api yang menghardik awan tersebut dan mengarahkannya berdasarkan perintah Allah.” Mereka berkata, “Lalu suara apa yang didengar itu?” Beliau menjawab, “Suaranya.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka berkata, “Engkau berkata benar. Namun masih sisa satu pertanyaan yang dengannya kami membaiatmu jika engkau mengabarkannya kepada kami. Sesungguhnya tidak (ada) seorang nabi melainkan dia mempunyai malaikat yang mendatanginya sambil membawa kabar (wahyu), maka kabarkanlah kepada kami siapa sahabatmu?” Beliau menjawab, “Jibril.” Mereka berkata, “Jibril yang turun dengan peperangan dan siksaan, (dia adalah) musuh kami. Sekiranya engkau mengatakan Mikail yang menurunkan rahmat, tumbuhan, dan hujan (niscaya kami akan beriman).” Maka Allah pun menurunkan ayat ke-97 surat Al-Baqarah tersebut. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Thabarani, dan yang lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat Imam Ahmad yang lain, ketika menjelaskan tentang makanan yang diharamkan Israil bagi dirinya, Rasulullah Saw. menjawab bahwa Israil ketika sakit parah (dan itu berlangsung lama) bernadzar kepada Allah bahwa jika Allah menyembuhkannya maka dia akan mengharamkan (atas dirinya) makanan dan minuman yang paling disukainya yang tidak lain adalah daging dan susu unta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thabari berkata, “Telah sepakat para ulama ahli tafsir bahwa ayat ini turun sebagai jawaban bagi Yahudi dari Bani Israil ketika mereka menyatakan bahwa Jibril adalah musuh mereka sedangkan Mikail adalah penolong mereka.” (Tafsir Ath-Thabari)&lt;br /&gt;Ketika ditanyakan apa sebabnya sehingga mereka memusuhi Jibril, Bani Israil menjawab, “Karena Jibril itulah yang dahulu pernah menyampaikan bahwa Baitul Maqdis satu waktu kelak akan hancur. Dan ternyata itu terbukti di kemudian hari.” Tercatat dalam sejarah bahwa hancurnya Baitul Maqdis terjadi setelah serangan Bukhtunashr (Nabukadnezhar) Raja Babil dan ribuan orang Yahudi waktu itu ditawan dan dibawa ke negeri Babil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat lain disebutkan bahwa pada suatu hari Umar bin Khathab masuk ke dalam salah satu komunitas Yahudi. Ketika bercakap-cakap, terselip oleh Umar nama Jibril. Saat itu, orang Yahudi yang hadir menyela sambil berkata bahwa Jibril itu musuh mereka. Sebabnya tidak lain adalah karena Jibril banyak sekali membuka rahasia-rahasia mereka kepada Rasulullah Saw. Bagi Bani Israil, Jibril adalah malaikat yang banyak sekali merusak dan membawa azab. Lain halnya dengan Mikail yang dianggap sebagai malaikat yang membawa kesuburan dan kedamaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit banyaknya, riwayat di atas memberikan gambaran kepada kita bahwa orang Yahudi hanya mencari-cari kambing hitam untuk menutupi kemunafikan mereka dengan menyatakan tidak senang kepada Jibril yang merupakan malaikat mulia dengan tugas mulia pula, yaitu sebagai pembawa wahyu kepada Nabi Muhammad Saw. Mereka berpikiran picik dan dengan nada sinis mengejek, “Mengapa membawa wahyu yang baru lagi padahal Taurat sudah cukup. Mengapa datang kepada Nabi yang bukan Bani Israil sehingga martabat Bani Israil direndahkan.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, titik pangkal Bani Israil tidak menyukai malaikat Jibril lebih dikarenakan Nabi terakhir yang diutus bukan dari kalangan mereka. Padahal, Jibril hanyalah utusan Allah Swt. dan dia tidak bertugas atas kehendaknya sendiri. Jibril hanya menyampaikan wahyu dari Allah kepada Muhammad Saw. yang tidak lain adalah ayat-ayat Al-Quran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sama-sama mengetahui bahwa pokok isi Al-Quran itu sama saja dengan kitab-kitab sebelumnya. Tidak ada perselisihan di dalamnya. Pokok kandungan itu tiada lain menegakkan tauhid kepada Allah Swt. Bagi orang yang beriman, Al-Quran merupakan petunjuk dan pembawa kabar gembira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permusuhan yang dikobarkan Yahudi terhadap Jibril dibalas oleh Allah dengan menurunkan ayat selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir.” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 98)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski Bani Israil hanya memusuhi Jibril, namun tidak berarti Allah akan membiarkan mereka begitu saja. Allah menyatakan bahwa memusuhi Jibril, Mikail, dan malaikat lainnya sama artinya dengan memusuhi Allah. Barang siapa memusuhi Rasul Allah, siapa pun itu, berarti mereka memusuhi Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya, baik rasul ataupun malaikat, tidak ada yang memegang kuasa penuh untuk menjalankan sendiri yang diinginkannya. Rasul dan malaikat hanya utusan Allah sehingga tanggung jawab sepenuhnya ada pada Allah. Kepada mereka yang merekayasa ketentuan ini, dengan tegas Allah nyatakan permusuhan dengan mereka. Demikian halnya dengan mereka yang menolak sebagian dari syariat yang sebenarnya sama saja dengan menolak keseluruhan syariat Allah secara keseluruhan. Mereka yang mengimani sebagian Rasul sama halnya dengan kafir pada semua Rasul sebagaimana diungkap dalam ayat berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan bermaksud memperbedakan antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan, ‘Kami beriman kepada yang sebagian dan Kami kafir terhadap sebagian (yang lain)’, serta bermaksud (dengan perkataan itu) mengambil jalan (tengah) di antara yang demikian (iman atau kafir).” (Q.S. An-Nisaa [4]: 150)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah Bani Israil. Segala keserakaan dan topeng kepalsuan yang menutupi wajah kepura-puraan dengan rentetan dalil dan argumen yang dipakai membuat mereka tega menyatakan permusuhan dengan malaikat. Hal ini tidak lain karena jiwa mereka yang hampa tergerus arus deras kefasikan. Selanjutnya Allah Swt. berfirman, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu ayat-ayat yang jelas; dan tak ada yang ingkar kepadanya, melainkan orang-orang yang fasik.” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 99)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dijelaskan dalam sejumlah ayat sebelumnya bahwa Bani Israil telah sekian kali membuat perjanjian dengan Allah melalui perantaraan Nabi Musa a.s., pemimpin mereka sendiri. Isi perjanjian itu pun telah tertulis rapi di dalam kitab yang mereka pegang erat. Namun, berkali-kali pula mereka mungkiri perjanjian itu meskipun mereka mengatakan bersedia memegang hukum Taurat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, datang utusan Allah Swt. yang baru yang isi seruannya semata untuk memperkuat dan memperjelas ajaran yang sudah mereka anut. Namun, karena kefasikan yang sudah kadung menjalar, apa pun isi kitab Allah yang dibawa oleh Nabi Muhammad Saw. tidak akan menjadikan mereka semakin mendapat petunjuk menuju jalan kebenaran. Na‘udzubillahi min dzalik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1452025240965642023-8735560368439392272?l=majalahpercikaniman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/feeds/8735560368439392272/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2011/12/bedah-al-quran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/8735560368439392272'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/8735560368439392272'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2011/12/bedah-al-quran.html' title='Bedah Al-Quran'/><author><name>Majalah Percikan Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10398594625890799871</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1452025240965642023.post-5968697769335870981</id><published>2011-12-01T00:06:00.002+07:00</published><updated>2011-12-01T00:06:00.036+07:00</updated><title type='text'>Bedah Hadits</title><content type='html'>HIJRAH SEPANJANG HAYAT&lt;br /&gt;Tate Qomaruddin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abdullah bin ‘Amr, dari Rasulullah Saw., bersabda, “Orang muslim adalah orang yang orang-orang muslim lainnya selamat dari (gangguan) lidah dan tangannya. Dan muhajir (orang yang berhijrah) adalah orang yang meninggalkan yang dilarang Allah.” (H.R. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abdullah bin ‘Amr, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah Saw bersabda, ‘Tahukah kalian siapa itu muslim?’ Para sahabat menjawab, ‘Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.’ Rasulullah Saw. mengatakan, ‘Muslim adalah orang yang orang-orang muslim lainnya selamat dari (gangguan) lidah dan tangannya.’ Rasulullah Saw. bertanya lagi, ‘Tahukah kalian siapa itu mukmin?’ Para sahabat menjawab, ‘Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.’ Rasulullah Saw. bersabda, “Mukmin itu ialah orang yang orang-orang mukmin lainnya merasa aman dari gangguannya terhadap jiwa dan hartanya. Dan muhajir adalah orang yang meninggalkan keburukan serta menjauhinya.’” (H.R. Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua hadits tersebut, dan masih banyak lagi hadits lain yang semakna dengan keduanya, menjelaskan watak atau sifat dasar seorang muslim, mukmin, dan muhajir. Dan dalam hadits-hadits tersebut, karakter dari ketiganya merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara bahasa, hijrah bermakna meninggalkan. Sedangkan secara syar’i, makna hijrah adalah kepergian seorang mukmin dari negeri yang penuh fitnah (ancaman, kekufuran, dan intimidasi) karena khawatir akan keselamatan agamanya menuju tempat yang dapat melindungi pelaksanaan ajaran agamanya. (Kamus Majma’ alfazhul Quranil Karim 2: 784, dalam Dr. Ahzami Sami’un Jazuli, Hijrah dalam Pandangan Al-Quran, GIP, Jkt, hal. 23)&lt;br /&gt;Hijrah adalah sunah para nabi sejak sebelum Rasulullah Saw. Dalam catatan sejarah, Nabi Ibrahim berhijrah ke Syam. Allah Swt. berfirman, “Ibrahim berkata, ‘Sesungguhnya aku pergi menghadap kepada Tuhanku, dan Dia akan memberi petunjuk kepadaku.’” (Q.S. Ash-Shaaffaat [37]: 99). Dan, Allah Swt. juga berfirman, “Dan Kami selamatkan Ibrahim dan Luth ke sebuah negeri yang Kami telah memberkahinya untuk sekalian manusia.” (Q.S. Al-Anbiyaa [21]: 71) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Ibrahim lahir di Babilonia (sekarang Irak) lalu berhijrah ke Syam (sekarang meliputi beberapa negara Arab; seperti Syria, Palestina, Yordania, dan Lebanon). Dari situ, dia berhijrah ke Mesir kemudian kembali ke Syam sebelum akhirnya hijrah bersama anak (Ismail) dan istrinya (Hajar) ke Hijaz menuju tempat yang bernama Bakkah (sekarang Makkah) untuk membangun Baitullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Luth a.s. juga berhijrah. Allah Swt. berfiman, “Maka Luth membenarkan (kenabian Ibrahim). Dan dia (Ibrahim) berkata, ‘Sesungguhnya aku harus berpindah ke (tempat yang diperintahkan) Tuhan-ku; sungguh, Dia-lah Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana.’” (Q.S. Al-‘Ankabuut [29]: 26)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Musa a.s. berhijrah dari Mesir ke Madyan sebagai upaya untuk menyelamatkan jiwanya. Allah berfirman, “Dan seorang laki-laki datang bergegas dari ujung kota seraya berkata, ‘Wahai Musa! Sesungguhnya para pembesar negeri sedang berunding tentang engkau untuk membunuhmu, maka keluarlah (dari kota ini), sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang memberi nasihat kepadamu.’ Maka keluarlah dia (Musa) dari kota itu dengan rasa takut, waspada (kalau ada yang menyusul atau menangkapnya), dia berdoa, ‘Ya Tuhan-ku, selamatkanlah aku dari orang-orang yang zalim itu.’” (Q.S. Al-Qashash [28]: 20-21). Dari Madyan, Nabi Musa hijrah ke Mesir untuk menyampaikan risalah dakwah. Dari Mesir, beliau hijrah bersama Bani Israil ke Syam untuk menyelamatkan agamanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di masa Rasulullah Saw. terjadi beberapa kali peristiwa hijrah. Sebagian sahabat Nabi Muhammad Saw.  berhijrah ke Habasyah (Ethiopia). Ada pula peristiwa hijrah ke Thaif. Dari seluruh peristiwa hijrah yang terjadi pada masa Nabi Muhammad Saw., yang paling monumental dan spektakuler tentu saja hijrahnya Rasulullah Saw. bersama para sahabat ke Madinah. Para ulama menilai bahwa hijrah Rasulullah Saw. dan para sahabatnya (semoga Allah meridoi mereka) dari Mekah ke Madinah adalah tonggak kebangkitan dakwah dan eksistensi kaum muslimin sebagai umat di bawah kepemimpinan Nabi Muhammad Saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hijrah menempati posisi penting dan nilai utama dalam Al-Quran, seperti tergambar dalam ayat-ayat berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itulah yang mengharapkan rahmat Allah. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 218)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka akan mendapatkan di bumi ini tempat hijrah yang luas dan (rezeki) yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh, pahalanya telah ditetapkan di sisi Allah. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (Q.S. An-Nisaa [4]: 100)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa-peristiwa hijrah yang telah disebutkan, baik yang dilakukan oleh Rasulullah Saw. dan para sahabatnya maupun oleh para nabi sebelum Nabi Muhammad Saw. dikategorikan sebagai hijrah fisik atau hijrah makaniyyah (hijrah tempat). Yakni, meninggalkan satu tempat menuju tempat yang lain. Hijrah makaniyyah ini pada masa sekarang kewajibannya tidaklah mutlak seperti pada masa Rasulullah Saw. dan para sahabatnya yang mengalami penindasan, intimidasi, dan pembantaian. Rasulullah Saw. bersabda, “Tidak ada hijrah setelah futuh Makkah. Yang ada adalah jihad dan niat. Dan jika kalian diminta untuk berangkat (berjihad) maka berangkatlah.” (Muttafaq ‘alaih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai hadits tersebut, Ibnu Hajar menjelaskan yang intinya bahwa sesungguhnya (kewajiban) hijrah dengan pengertian meninggalkan negeri menuju kota Madinah yang ditujukan secara khusus kepada orang-orang tertentu telah berakhir. Adapun, hijrah dengan pergi meninggalkan negeri (tempat asal) dengan niat berjuang masih tetap berlaku. Semisal pergi meninggalkan tempat kelahiran untuk menuntut ilmu, mencari penghidupan, berdakwah, atau dalam rangka menghindari ancaman terhadap keselamatan diri dan aqidah masih tetap berlaku. (Ibnu Hajar, Fathul Bari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, hijrah fisik atau hijrah makaniyyah keperluannya sangat bergantung pada situasi dan kondisi. Misalnya, keluar meninggalkan negeri yang segala sesuatunya haram dan tidak ada pilihan lain, hijrah untuk menghindari intimidasi fisik, menjauhi wabah penyakit berbahaya, atau untuk mengamankan harta benda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang mutlak wajib dilakukan oleh setiap muslim tanpa kecuali, dalam segala situasi dan kondisi, adalah hijrah ma’nawiyyah. Yakni, hijrah secara nilai, mentalitas atau kejiwaan. Itulah yang ditegaskan Rasulullah Saw. dengan sabdanya, “Dan Muhajir (orang yang berhijrah) adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang Allah” dan “Dan Muhajir adalah orang yang meninggalkan keburukan serta menjauhinya.” Inilah hijrah yang dituntut dari kita sepanjang hayat, setiap detik, dalam kondisi apa pun dan di mana pun kita berada. Dalam beberapa keterangan lain disebutkan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hijrah adalah engakau menjauhi segala kejahatan baik yang tampak maupun yang tersembunyi, engkau mendirikan shalat, menunaikan zakat, kemudian engkau disebut muhajir meskipun meninggal di tempat tinggalmu.” (H.R. Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Muhajir adalah orang yang meninggalkan kesalahan-kesalahan dan dosa-dosa.” (H.R. Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maka segeralah kembali kepada (menaati) Allah. Sungguh, aku seorang pemberi peringatan yang jelas dari Allah untukmu. Dan janganlah kamu mengadakan tuhan yang lain selain Allah. Sungguh, aku seorang pemberi peringatan yang jelas dari Allah untukmu.” (Q.S. Adz-Dzaariyaat [51]: 50-51)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang hijrah ma’nawiyyah, Imam Ibnul-Qayyim (rahimahullah) mengatakan, “Hijrah yang dilakukan oleh hati menuju Allah dan Rasulullah Saw. inilah yang kita maksudkan di sini. Inilah hijrah hakiki yang dimaksud semula. Hijrah yang dilakukan fisik mengikuti hijrah hati ini... Seseorang berhijrah dari segala kecintaannya kepada selian Allah menuju kecintaan kepada Allah Swt. Berhijrah dari segala pengabdian kepada selain Allah menuju ibadah hanya kepada Allah. Berhijrah dari ketakutan, harapan serta tawakal kepada selain Allah menuju rasa takut, harap, dan tawakal hanya kepada Allah Swt.” (Risalah Tabukiyyah, Ibnul Qayyim 13: 22, dalam Dr. Ahzami Sami’un Jazuli, Hijrah, hal. 327)  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara pelajaran penting dari beberapa ayat, hadits, dan keterangan terkait hijrah ma’nawiyyah tersebut adalah setiap muslim wajib melakukannya sepanjang hayat. Adapun, bentuknya bisa bermacam-macam. Antara lain,&lt;br /&gt;1. Meninggalkan kemusyrikan menuju tauhid, pengesaan Allah Swt. dan mensucikan-Nya dari segala sekutu.&lt;br /&gt;2. Meninggalkan kemaksiatan menuju amal saleh dan ketaatan.&lt;br /&gt;3. Meninggalkan segala keburukan yang dilakukan hati, lidah, tangan, kaki dan anggota tubuh lainnya.&lt;br /&gt;4. Meninggalkan ketidaktahuan dan kebodohan dengan cara menuntut ilmu terus menerus, tiada henti.&lt;br /&gt;5. Meninggalkan segala bentuk bid’ah menuju komitmen kepada sunnah Rasulullah Saw. &lt;br /&gt;6. Meninggalkan sikap tidak peduli kepada persoalan yang dihadapi kaum muslim menjadi peduli dan berkontribusi untuk menyelesaikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu masih banyak lagi bentuk-bentuk hijrah ma’nawiyyah yang dapat kita lakukan. Bisakah semua itu kita lakukan? Jawabnya, pasti bisa! Kuncinya sudah diberikan oleh Rasulullah Saw. Pertama, jihad yang artinya kesungguhan, perjuangan, kerja keras dan siap berkorban. Kedua, niat yang tulus ikhlas dan kuat. Semoga!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1452025240965642023-5968697769335870981?l=majalahpercikaniman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/feeds/5968697769335870981/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2011/12/bedah-hadits.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/5968697769335870981'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/5968697769335870981'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2011/12/bedah-hadits.html' title='Bedah Hadits'/><author><name>Majalah Percikan Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10398594625890799871</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1452025240965642023.post-6821021999241671877</id><published>2011-12-01T00:05:00.000+07:00</published><updated>2011-12-01T00:05:01.002+07:00</updated><title type='text'>Bedah Masalah</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;MENGGUNAKAN PENANGGALAN MASEHI, HARAMKAH?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dr. Aam Amiruddin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ustadz, bagaimana hukumnya umat Islam menggunakan penanggalan Masehi yang notabene berdasarkan pada penanggalan kaum Nasrani?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem penanggalan atau lebih dikenal dengan kalender merupakan sesuatu yang urgen dalam keseharian kita, terlebih yang ada kaitannya dengan ritual ibadah. Saking urgennya, tidak sedikit para ahli berusaha sekuat tenaga untuk menemukan teknik terbaik dalam menentukan sistem penanggalan tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umumnya, kita mengenal dua jenis kalender. Pertama, kalender Hijriah yang disebut juga kalender Qamariyah  (bulan) karena sistem penanggalannya didasarkan pada peredaran bulan. Kedua, kalender Masehi yang disebut juga kalender Syamsiyah (matahari) karena didasarkan pada peredaran matahari. Selain kedua sistem penanggalan tersebut, sebenarnya ada juga sistem kalender yang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beradasarkan pada sistem penanggalannya, baik kalender Qamariyah ataupun Syamsiyah, sama-sama berasal dari ciptaan Allah. Sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa apa pun yang Allah ciptakan di langit dan di bumi ini disediakan untuk dimanfaatkan oleh manusia. Dengan demikian, menggunakan kedua sistem kalender tersebut tentunya tidak menjadi masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, ada asumsi di sebagian umat Islam bahwa kalender Hijriah merupakan satu-satunya kalender milik umat Islam yang karenanya harus dijadikan pegangan. Sementara, kalender Masehi dianggap milik non-muslim dan tidak layak digunakan umat Islam. Mungkin, anggapan ini sedikit banyak dipengaruhi oleh kata masehi yang identik dengan kaum Nasrani. Padahal, kata masehi diambil dari kata Al-Masih yang merupakan sandaran nama dari Nabi Isa a.s.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap terbaik umat Islam adalah lebih menghargai kalender yang lahir dari sejarah Islam, yaitu kalender Hijriah mengingat sistem kalender ini erat kaitannya dengan pelaksanaan ibadah mahdhoh seperti shaum dan haji. Sekurang-kurangnya, umat Islam tahu nama-nama bulan Hijriah. Namun, hal tersebut tidak berarti mengabaikan begitu saja kalender Masehi, terlebih kondisi Indonesia yang masih menyandarkan pada kalender Masehi. Tentu saja, hal tersebut dilakukan selama tidak mengikuti adat dan budaya yang disandarkan pada kalender Masehi yang terdapat unsur tasyabbuh-nya. Wallahu a’lam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;BAGAIMANA HUKUM JUAL BELI VALAS?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Bagaimanakah hukum jual beli valuta asing (valas) atau forex menurut pandangan Islam?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jual beli dalam Islam merupakan bagian dari aspek muamalah. Para pembuat kriteria hukum yang sudah populer dalam bab muamalah menyatakan bahwa segala hal menyangkut muamalah dibolehkan sampai ada dalil yang melarangnya. Ajaran Islam sengaja tidak memberikan rincian hukum menyangkut muamalah ini mengingat bidang kajian muamalah akan terus berkembang dari hari ke hari. Untuk menentukan status hukum berbagai bidang muamalah, para ahli mengembalikannya pada prinsip-prinsip hukum syariah yang ada berdasarkan penelitian ijtihad. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jual beli valas merupakan aspek muamalah yang asal hukumya adalah boleh.  Kebolehan tersebut berlaku selama tidak melanggar prinsip-prinsip atau syarat yang telah dtentukan, seperti:&lt;br /&gt;1. Tidak untuk spekulasi (untung-untungan).&lt;br /&gt;2. Ada kebutuhan transaksi atau untuk berjaga-jaga (simpanan).&lt;br /&gt;3. Apabila transaksi dilakukan terhadap mata uang sejenis, maka nilainya harus sama dan secara tunai (attaqabudh).&lt;br /&gt;4. Apabila berlainan jenis maka harus dilakukan dengan nilai tukar (kurs) yang berlaku pada saat transaksi dilakukan dan secara tunai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika pada praktik jual beli valas ditemukan hal-hal yang melanggar prinsip itu, dengan sendirinya jual beli tersebut menjadi terlarang. Mengapa? Karena Islam tidak menghendaki adanya unsur judi dan adanya salah satu pihak yang dirugikan dalam proses muamalah, apa pun bentuknya. Wallahu a’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;KALAU HUKUM INVESTASI UNTUK JUAL BELI EMAS, BAGAIMANA?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Bagaimanakah hukum investasi yang mengharuskan kita menginvestasikan sejumlah uang dalam jangka waktu 100 hari dan setiap hari kita mendapat persentase keuntungan sekitar 1-3% secara flat selama 100 hari dan investasi tersebut digunakan untuk bisnis forex dan jual beli emas? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam beberapa literatur Islam klasik memang tidak ditemukan adanya terminologi investasi maupun pasar modal. Akan tetapi, sebagai sebuah kegiatan ekonomi, investasi dapat dikategorikan sebagai kegiatan jual beli (al-bay’) yang penentuan hukumnya dikembalikan kepada kaidah umum bahwa jual beli diperbolehkan selama tidak ada petunjuk yang melarangnya. Sekarang, mari kita perhatikan cara-cara investasi yang ditanyakan tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Investasi dalam jangka 100 hari menurut hemat saya hanya bagian dari model investasi yang dimaksudkan. Mungkin jenis investasi yang dimaksud berbeda dengan cara investasi yang lain yang jumlah saham investasinya sudah ditentukan jumlah keseluruhannya di awal. Selama cara investasi tersebut tidak mengandung unsur riba, judi, atau merugikan, saya kira tidak menjadi masalah.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai persentase keuntungan yang ditentukan 1-3% secara flat, selama akadnya merupakan bagian dari bagi hasil yang disepakati (bukan bunga atau riba) tentunya juga tidak menjadi masalah. Sementara, penggunaan hasil investasi tersebut pada jenis bisnis valas atau emas, hal tersebut dikembalikan kepada hukum jual beli valas yang telah dijelaskan sebelumnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum Anda terlibat lebih jauh dalam model investasi seperti ini, alangkah lebih baik jika diteliti terlebih dahulu mekanisme investasi tersebut agar tidak terjadi sesuatu yang akhirnya merugikan diri sendiri. Wallahu a’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;BAGAIMANA MENGHADAPI TEMAN YANG SUKA MEMFITNAH?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Saya seorang ibu bekerja yang sudah meiliki dua orang putri dan insya Allah sedang mengandung anak ke-3. Saya sedang menghadapi suatu permasalah yang mungkin akan menjadi dilema. Saya sedang berada dalam pilihan yang sangat berat, yaitu setelah kelahiran anak ke-3 apakah tetap bekerja atau berhenti saja. Di satu sisi, dengan saya bekerja alhamdullilah bisa membantu perekonomian keluarga tapi di sisi yang lain saya sedang merasakan kejenuhan di kantor. Memang, kantor merupakan tempat berkumpulnya orang-orang dengan karakter yang berbeda-beda. Tapi, dari dua tahun pertama bekerja, saya merasakan ketidaknyamanan terlebih semenjak ada teman saya yang berinisial “I”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal tersebut ditambah lagi dengan kejadian beberapa waktu lalu yang membuat cukup banyak orang beranggapan bahwa saya bukan teman (kerja) yang baik. Waktu itu saya hendak ikut istirahat di mess sekalian menjenguk anak teman saya yangg berinisial “V”. Nah, “I” ini paling tidak suka dengan “V” dengan alasan sifatnya yang menyebalkan. Saya sengaja tidak mengajak “I” karena sebelumnya ia pernah diajak oleh teman yang lain dan tidak mau. Setelah sampai di mess, saya sempat beristirahat di kamar “V” (teman akhwat juga). Tidak berapa lama, ruang tamu ramai karena ada mantan pegawai berinisial “S” dan disambul oleh teman-teman kantor yang lain. Saya tidak tahu kalau “S” akan datang dan mengajak makan. Saya juga tidak tahu dengan siapakah “S” membuat janji datang ke mess. Tersebarlah berita kami makan-makan dengan “S” dan sampai ke telinga “I” yang langsung bertanya kepada sahabatnya “D” kenapa ia tidak diajak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkatnya, setelah saya menerangkan lewat sms kepada “I” dan “D”, mereka bersikap manis di depan saya tapi di belakang saya mereka bercerita yang tidak sesuai dengan kenyataan dan orang-orang di kantor percaya akan cerita “I” karena memang dia pandai bersilat lidah. Kalau mau jujur, saya-lah yang lebih sering sakit hati karena kelakuan “I” dan “D” yang selalu yakin kalau mereka tidak pernah berbuat salah kepada siapa pun dan mengaku selalu mengalah karena mereka sudah dewasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang mau saya tanyakan:&lt;br /&gt;1. Apakah sikap saya salah mengingat saya sudah berusaha untuk menerangkan dengan sejelas-jelasnya mengenai situasi yang terjadi dan telah meminta maaf?&lt;br /&gt;2. Kalau memang saya salah dan permohonan maaf saya tidak diterima oleh “I” dan “D”, apakah Allah juga tidak akan memaafkan saya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jazakallah atas jawabannya. Saya mohon doanya semoga saya dapat menghadapi kedua orang tersebut dengan lapang dada dan sabar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, saya ucapkan selamat atas kehamilan anak Anda yang ke-3. Semoga seluruh keturunan Anda kelak menjadi generasi shaleh-shalehah yang siap menyongsong masa depan tegaknya kalimatullah di muka bumi ini. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalan yang Anda hadapi mungkin bertitik-tolak pada kesalahpahaman dan komunikasi yang sedikit tersendat. Saya melihat bahwa niat Anda sudah benar karena hendak menjaga sesuatu (yang buruk) yang mungkin akan terjadi antara Anda dengan “V” ketika mengajak “I”. Namun, perlu juga kiranya Anda mengevaluasi sikap tidak mengajak “I” yang sedikit dilatar-belakangi oleh prasangka yang belum tentu benar. Seandainya Anda tidak mengawalinya dengan prasangka tersebut dan tetap menjaga komunikasi dalam setiap kesempatan, sepertinya kejadian seperti ini tidak akan terjadi. Yang saya sampaikan ini bukan bermaksud untuk menyalahkan siapa pun. Namun, perlu kiranya menjadi pelajaran bahwa sekecil apa pun permasalahan,  jika tidak dikomunikasikan akan memunculkan sakwa sangka yang merugikan. Sekarang, semuanya sudah terjadi. Tinggal Anda beristighfar meski belum tentu Anda yang bersalah.  Jaga dan tingkatkan sillaturahmi dengan orang yang membenci kita sekali pun. Jika itu semua sudah dilakukan dan ternyata sejumlah teman kantor sepertinya tetap membenci Anda, maka Anda tidak perlu risau karena teman yang sesungguhnya adalah mereka yang sama-sama menginginkan adanya ishlah dan tetap terjaganya silaturahmi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Maha Pemaaf dan Maha Pengampun. Setiap maaf yang dimohonkan kepada-Nya dengan tulus, baik langsung ataupun tidak langsung, dipastikan akan senantiasa diterima. Bahkan, Allah membenci hamba-Nya yang merasa selalu bersih dari dosa dan memandang diri tidak perlu memohon ampun kepada-Nya. Jika kesalahan itu ada pada sesama manusia, maka di saat kita memintakan maaf kepada orang yang bersangkutan, secara otomatis di saat itu pula Allah dengan cepat memaafkan kita meski orang tersebut tidak memberikan maaf. Perlu diingat pula bahwa hal tersebut (teman tidak memberi maaf) jangan sampai membuat kita tidak memaafkan teman tersebut karena hal itu hanya akan merugikan kita sendiri. Wallahu a’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;DILEMA ‘MBA’&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Saya mempunyai sepupu perempuan, sebut saja X yang hamil di luar nikah (MBA: married by ‘accident’). Demi menutupi aib, anak yang dilahirkannya (sebut saja Y) diasuh, tinggal, dan biaya hidupnya ditanggung oleh orangtua X (sebut saja Z) dan setelah itu X pun dinikahkan pasangan MBA-nya. Dari pernikahan tersebut, X dikaruniai anak ke-2 dengan rentan usia dengan Y sekitar enam tahun. Sekarang, usia Y sudah 7 tahun. X dan Y sering bertemu. Apabila bertemu, mereka tidak terlihat seperti ibu dan anak, melainkan adik dan kakak karena Y pun memanggil X dengan sebutan “teteh”. Sampai saat ini, Y hanya tahu Z yang notabene adalah orangtua X adalah orangtuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu, saya sempat membujuk X untuk mengambil hak asuh Y, tetapi hasilnya nihil. Orangtua X yaitu Z tidak mengizinkan karena waktu itu X dinilai belum mampu mengurus Y. Z sebenarnya pernah berkata kepada saya bahwa menurut mereka X pilih kasih alias lebih menyayanyi anak keduanya dibandingkan Y. Z pun berniat untuk mengganti akte kelahiran Y, alias menjadikannya sebagai anak bungsu mereka. Sebenarnya, Z sempat berniat untuk memberi tahu semua masalah ini kepada Y apabila ia sudah dewasa.&lt;br /&gt;Saya ingin yang terbaik untuk keluarga ini, ustadz. Jadi, apa yang sebaiknya saya lakukan? Bagaimana kasus ini di pandang dari ajaran Islam?  Jazzakumullah khairan katsir atas jawabannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keinginan Anda sungguh mulia. Mudah-mudahan setiap kebaikan Anda berbalas pahala yang berlipat ganda dari Allah Swt. Amin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dilakukan sepupu Anda, secara syariah, telah melanggar norma-norma Islam. Adanya rasa malu atas peristiwa tersebut mudah-mudahan sedikit banyak dapat mengurangi murka Allah kepadanya. Namun, hal itu tidak berarti bahwa rasa malu tersebut dapat menggagalkan kewajiban sebagai orangtua yang diamanahi untuk mengurus anak dengan sebaik mungkin. Jika dinilai perlu bantuan pihak lain (khususnya orangtua) untuk mengurusnya, tentu tidak dipersalahkan. Namun, jangan sampai pihak yang membantu menjadi pihak yang dibantu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat kasus sepupu Anda tersebut, saya berpendapat bahwa ada proteksi yang berlebihan dari Z dengan tidak memberikan kepercayaan penuh kepada X untuk mengurus Y. Padahal secara kejiwaan, Y tentu sangat ingin ada dalam pelukan ibu kandungnya. Kalau kemudian Z menilai X pilih kasih, maka hal tersebut dikarenakan akses kepada Y dipersempit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai saudara, tentu Anda berkewajiban untuk menyampaikan kepada Z bahwa sebenarnya hak asuh Y ada pada ibu kandungnya yaitu X. Segeralah minta kepada Z untuk melepaskan Y ke pelukan X. Kecuali jika X akan sangat kerepotan atau berhalangan sehingga kalaupun dipaksakan hanya akan membuat Y menderita. Dalam kondisi seperti ini, silakan Z sebagai kakek dan nenek dari Y untuk mengurusnya.&lt;br /&gt;Perlu diketahui bahwa dalam Islam, tidak perlu pengalihan status anak, misalnya anak angkat menjadi anak kandung atau cucu menjadi anak. Karena, status hukum nasab dalam Islam dilihat dari fakta yang sebenarnya dan bukan berdasarkan data administratif. Wallahu a’lam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;BOLEHKAH MELAKUKAN INSEMINASI BUATAN?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Bolehkan wanita muslimah melakukan inseminasi untuk memperoleh keturunan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inseminasi atau bayi tabung umumnya diartikan sebagai proses pembuahan dengan jalan menyuntikkan sperma suami ke indung telur istri. Untuk sampai pada kesimpulan boleh tidaknya hal tersebut dilakukan, perlu kiranya kita perjelas cara inseminasi tersebut. Jika hal tersebut dilakukan adalah antara suami dan istri yang sah dan sperma serta sel telur dari hasil pembuahan tersebut disuntikkan ke dalam rahim istri secara langsung (atau di dalam suatu tabung eksternal kemudian dipindahkan kedalam rahimnya) hingga sempurna pertumbuhannya, maka inseminasi seperti itu tidak dilarang selama dilakukan dalam kehati-hatian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika inseminasi dilakukan pada rahim wanita lain (bukan istri yang sah), maka hal itu termasuk haram dan dihukumi seperti zina walaupun ia tidak termasuk zina yang wajib mendapakan had (hukuman) baik dengan kerelaan suami istri itu atau tanpa kerelaan mereka berdua. (Fatawa Al Azhar juz X hal 132). Wallahu a’lam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1452025240965642023-6821021999241671877?l=majalahpercikaniman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/feeds/6821021999241671877/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2011/12/bedah-masalah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/6821021999241671877'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/6821021999241671877'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2011/12/bedah-masalah.html' title='Bedah Masalah'/><author><name>Majalah Percikan Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10398594625890799871</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1452025240965642023.post-4744679039235880290</id><published>2011-12-01T00:04:00.000+07:00</published><updated>2011-12-01T00:04:00.623+07:00</updated><title type='text'>Kilas</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;PEREMPUAN BERPOLITIK UNTUK KEMASLAHATAN UMAT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum banyak perempuan doyan ngobrol politik. Politik sudah kadung diidentikan dengan idiom yang buruk dan diasosiasikan dengan penyelewengan, korupsi, dan kejahatan intelektual lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan harus terbiasa berpolitik karena dalam setiap aspek kehidupan perempuan ada unsur politiknya, mulai dari mengurus anak-anak, pekerjaan di dapur, bahkan persoalan rahim perempuan (yang diatur dalam peraturan pendukung hak kesehatan reproduksi perempuan). Demikian ungkap ibu Netty Heriawan sebagai keynote speaker di kegiatan diskusi publik pendidikan politik bagi perempuan ICMI dan MASIKA orwil Jabar di Gedung Madani ICMI Jabar Jl. Cikutra Bandung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kegiatan yang bertema “Perempuan Cerdas Politik untuk Demokrasi Indonesia yang Berkualitas” tersebut, Netty ingin menekankan bahwa perempuan berpolitik semata-mata untuk menjadikan Islam lebih tersebar, umat Islam hidup lebih baik, dan non-muslim bisa hidup lebih nyaman lagi. Intinya, perempuan berpolitik untuk menegakkan yang ma’ruf dan mencegah yang munkar. Hal tersebut sejalan dengan definisi Ibnu Qayyim bahwa politik merupakan upaya mengantarkan manusia pada kehidupan yang lebih dekat dengan perbaikan dan jauh dari kerusakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Netty Heryawan, sesi kedua diskusi publik ini diisi oleh sederet tokoh perempuan, di antaranya Nurul Arifin, S.IP., M.Si (anggota DPR RI), Antiq Bintari, S.IP., MT (Puslit Wanita Unpad) dan Dr. Evie Ariadne Shinta Dewi, M.Pd. (Divisi Peranan Perempuan ICMI Orwil Jabar). Mereka memberikan pendidikan politik pada para perempuan dari berbagai ormas, instansi, perguruan tinggi, dan LSM yang hadir sebagai peserta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai anggota dewan, Nurul Arifin mengajak perempuan agar berani terjun ke dunia politik formal. Jumlah anggota DPR RI dari kalangan perempuan saat ini berjumlah 108 orang. Angka itu hanyalah 18 persen dari total anggota DPR RI yang mencapai 560 orang. Jumlah itu masih jauh dari kuota anggota legislatif perempuan yang minimal mencapai 30 persen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila DPR menjadi sarana untuk memperbaiki agama dan negara, maka keterwakilan perempuan harus mampu mengemban segala kepentingan masyarakat negeri ini yang pada umumnya sebagai bagian dari sistem kehidupan dunia untuk kepentingan akhirat. Hal ini sesuai dengan politik menurut Imam Al Ghozali bahwa satu dari dua penopang tujuan hidup manusia pada hakikatnya ada dua; agama dan negara. Tercapainya tujuan agama bergantung pada negara karena keduanya menyempurnakan satu sama lain. Ajaran agama tidak mungkin terwujud tanpa sistem duniawi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya, diskusi publik mengenai pendidikan politik bagi kaum perempuan ini merujuk pada pesan Al-Quran dalam surah An-Nisaa ayat 124: “Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikit pun.” [Ahmad]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;PRESIDEN FPI: SERINGAN-RINGANNYA HUKUMAN BAGI KORUPTOR ADALAH POTONG TANGAN &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selasa (15/11) pagi hingga sore di Lapangan Gasibu Jalan Diponegoro Bandung, nampak pemandangan yang berbeda dari biasanya. Pada hari itu, ribuan anggota dan partisipan FPI (Front Pembela Islam) dari seluruh daerah di Jawa Barat (Jabar) berkumpul untuk menghadiri tablig akbar yang dihadiri oleh presiden FPI (Al Habib Muhammad Rizieq Syihab) sebagai pembicara utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ketua FPI Jabar (KH Abdul Qohar NZ Al-Qodsy, Lc.), penyelenggaraan acara tablig akbar tersebut merupakan salah satu upaya sosialisasi kepada publik dan konsolidasi internal FPI se-Jabar. FPI ingin menjelaskan kepada masyarakat bahwa FPI itu tidak anarkis karena punya tujuan jelas dalam menegakkan syariat Islam. Jika ada kegiatan yang anarkis, boleh jadi itu adalah ulah para oknum yang memakai baju dan atribut FPI. Memang, dalam menegakkan syariat selalu ada orang-orang yang tidak suka dan ingin mencemarkan nama FPI dengan cara menyusup, mengadu domba, dan memfitnah. Namun, hal tersebut tidak akan menggoyahkan semangat FPI. “Kekuatan umat Islam untuk memerangi kemunkaran di Jabar ini tidak akan berhenti dan akan terus digelorakan. Dalam tablig akbar kali ini, kita berkumpul untuk mengukuhkan visi dan misi bersama-sama agar istiqomah dalam ber-amar maruf nahi munkar,” demikian ungkap Al-Qodsy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak sekali persoalan umat dan kebangsaan tengah melanda negeri ini. Siapa yang salah? Siapa yang berani bertanggung jawab? Apa penyebabnya? Dan, bagaimana menyelesaikannya? Menurut presiden FPI, hanya satu solusinya, yaitu dengan menegakkan syariat Islam di negeri tercinta ini. Maraknya kasus korupsi membuat gerah Habib Rizieq. Dalam tausiahnya, beliau mengatakan bahwa korupsi itu bukan kejahatan biasa. Korupsi adalah kejahatan luar biasa karena menyangkut hajat hidup orang banyak. Maka, pelaku dan aksinya patut ditiadakan di Indonesia. Nah, untuk membuat jera para koruptor ini, Habib Rizieq menegaskan bahwa seringan-ringannya hukuman yang layak bagi mereka adalah potong tangan. Bila dalam syariat Islam orang yang mencuri harus dipotong tangan, maka sindir Habib Rizieq, para koruptor yang melakukan kejahatannya dengan otak harus dipotong leher karena otaknya ada di kepala. “Tindak pidana korupsi telah menyengsarakan masyarakat Indonesia. Akibat ulah koruptor, berapa banyak perusahaan gulung tikar dan jutaan warga Indonesia kehilangan mata pencaharian karena di-PHK. Kemudian, banyak penduduk negeri ini yang kelaparan sebagai dampak kejahatan para koruptor,” demikian ungkap Habib Rizieq. Habib Rizieq juga menilai, saat ini angka kriminalitas tergolong tinggi akibat korupsi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden FPI bukan hanya menyinggung soal kejahatan korupsi, tetapi juga berbicara tentang sikap resmi organisasinya terhadap Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhineka Tunggal Ika, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia. Empat pilar negara tersebut perlu terus ditumbuhkan di Indonesia selama tidak bertentangan dengan syariat Islam dan tidak mengkhianati keyakinan kaum muslim. [Ahmad]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1452025240965642023-4744679039235880290?l=majalahpercikaniman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/feeds/4744679039235880290/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2011/12/kilas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/4744679039235880290'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/4744679039235880290'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2011/12/kilas.html' title='Kilas'/><author><name>Majalah Percikan Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10398594625890799871</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1452025240965642023.post-7984297902076831351</id><published>2011-12-01T00:03:00.000+07:00</published><updated>2011-12-01T00:03:00.647+07:00</updated><title type='text'>Hikmah</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;ALLAH ITU BAIK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersebutlah di sebuah kampung ada seorang pemudah saleh yang giat mengajarkan nilai-nilai agama. Suatu hari, ketika tengah menerangkan tentang hakikat keberadaan serta peran Allah Swt. dalam kehidupan umat manusia, datanglah seorang pemuda atheis yang membantah semua yang dikatakan pemuda saleh. Berbagai dalil ayat dan hadits sudah disampaikan oleh pemudah saleh demi menguatkan argumentasi dakwahnya. Meski demikian, pemuda atheis keukeuh tidak mau mengakui keberadaan Allah Swt. Tidak kehabisan akal, pemuda saleh pun mengajak pemuda atheis melakukan perjalanan untuk membuktikan keberadaan Allah Swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari yang telah ditentukan, pergilah mereka untuk melakukan perjalanan spiritual. Dalam perjalanan tersebut, dibawa serta seekor keledai untuk membawa barang-barang, obor untuk menerangi jalan di malam hari, serta seekor ayam. Sepanjang perjalanan, pemuda saleh senantiasa berusaha menerangkan eksistensi Allah Swt. melalui fenomena alam yang mereka lihat. “Allah itu baik,” kata si pemuda saleh kemudian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika demikian, baiklah. Kita akan lihat apa yang akan diperbuat Tuhanmu di sisa perjalanan kita,” dengan sinis pemuda atheis tersebut menjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika malam tiba, sampailah mereka di sebuah desa kecil dan mereka pun mencari penginapan untuk bermalam.Namun, tak seorang pun penduduk desa yang mengizinkan kedua pemuda tersebut untuk bermalam di rumah mereka. Dengan terpaksa, pemuda saleh dan pemuda atheis melanjutkan perjalanannya keluar dari desa dan bermalam di alam terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku berpikir kau akan berkata bahwa Tuhan itu baik,” kata pemuda atheis setelah mereka menemukan lokasi yang cukup nyaman bermalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya, begitulah kawan. Allah berkehendak seperti itu karena tempat ini adalah tempat terbaik untuk kita tidur,” pemuda saleh menjawab sambil tersenyum.&lt;br /&gt;Malam itu, mereka memutuskan mendirikan tenda di bawah pohon besar di samping jalan masuk menuju desa yang berbatasan dengan hutan. Pemuda saleh mengikat keledai pada sebatang pohon yang berjarak tidak jauh dari tenda dan pemuda atheis menyalakan obor. Tiba-tiba, dari kejauhan terdengar kegaduhan. Tak lama kemudian, mereka melihat seorang lelaki setengah baya yang lari tergopoh-gopoh keluar dari hutan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ada singa… Ada singa…”, teriak lelaki setengah baya memberi peringatan kepada kedua pemuda tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sontak mereka kaget dan tanpa diperintah mereka langsung memanjat pohon untuk menyelamatkan diri sementara lelaki setengah baya yang memperingatkan mereka terus berlari ke arah desa. Betul saja, tidak beberapa lama kemudian muncullah seekor singa yang terlihat sangat lapar. Demi melihat ada seekor keledai terikat pada sebatang pohon, singa lapar tersebut menerkam sang keledai malang. Dari atas pohon, kedua pemuda tersebut melihat keledai mereka dilahap dengan buas oleh si raja hutan yang kelaparan tersebut. Setelah kenyang, singa tersebut kembali ke dalam hutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kau masih berpikir bahwa Tuhan itu baik?” tanya pemuda atheis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tentu saja. Memangnya kenapa?” jawab pemuda saleh dengan santun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Singa milik Tuhanmu telah memangsa keledai yang membawakan barang-barang kita. Apakah yang seperti masih dianggap baik?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika singa itu tidak memangsa keledai, kita yang akan dimangsa oleh singa itu,” pemudah saleh itu menjelaskan. “Allah itu baik,” lanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selang beberapa saat kemudian, mereka mendengan suara ayam yang mereka bawa dalam perjalanan. Dari atas pohon, mereka dapat melihat seekor kucing besar menyerang ayam mereka dan mencabiknya. Sebelum pemuda atheis itu berbicara sini, pria saleh berkata, “Tuhan telah menyelamatkan kita dengan perantara ayam itu. Sekali lagi, Allah itu baik.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang malam, angin bertiup makin kencang dan akhirnya memadamkan obor yang berfungsi sebagai penerang dan penghangat bagi kedua pemuda tersebut. Sang pemuda atheis langsung mengejek, “Rupanya kebaikan Tuhan bekerja untuk kita sepanjang malam.” Pria beriman diam, tidak berkata apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya, setelah melewati malam dengan berbagai peristiwa dan perdebatan mengenai kebaikan Tuhan, mereka merasa lapar dan hendak membeli makanan di desa. Sesampainya di sana, mereka terperanjat demi melihat pemandangan yang serba kacau. Rumah-rumah yang berantakan, muka-muka yang tertunduk lesu dan para wanita yang menagis tersedu sedan. Dari seorang warga desa yang mereka tanyai, diketahui bahwa pada kemarin malam, segerombolan perampok menyerang penduduk desa dan merampok semua yang ada di desa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada pemuda atheis, pemuda saleh berkata, “Sekarang sudah jelas. Allah  itu sungguh baik. Jika kita bermalam di sini, kita akan dirampok seperti penduduk desa ini.” Pemuda atheis hanya terdiam mendengar penjelasan kawan perjalanannya itu. Pemuda saleh melanjutkan, “Jika angin tidak memadamkan obor yang kita nyalakan, maka gerombolan perampok yang lewat akan melihat kita dan merampok kita juga. Selain itu, jika ayam kita tidak dimangsa oleh kucing, ayam itu juga pasti akan bersuara gaduh yang akhirnya memberitahukan keberadaan kita pada perampok-perampok itu. Sangat jelas bukan bahwa Allah Swt. itu baik? Sungguh baik.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merasa bahwa pendapatnya selama ini salah, pemuda atheis memilih diam hingga akhirnya mereka memutuskan untuk meneruskan perjalanan. Di tengah perjalanan, pemuda atheis berkata, “Baiklah, aku mengaku salah. Aku mengakui bahwa Tuhan itu ada dan Dia selalu menyayangi umat-Nya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senyum mengembang di wajah pemuda saleh. “Alhamdulillah. Mata hatimu telah terbuka, wahai saudaraku. Insya Allah, tidak ada kata terlambat untuk bertobat.” [Muslik]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1452025240965642023-7984297902076831351?l=majalahpercikaniman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/feeds/7984297902076831351/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2011/12/hikmah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/7984297902076831351'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/7984297902076831351'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2011/12/hikmah.html' title='Hikmah'/><author><name>Majalah Percikan Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10398594625890799871</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1452025240965642023.post-356435901601941770</id><published>2011-12-01T00:02:00.001+07:00</published><updated>2011-12-01T00:02:00.378+07:00</updated><title type='text'>Kilas Dunia Islam</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;ROY EGAN DIPECAT KARENA HINA UMAT ISLAM&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pegawai bagian pemeriksaan barang bawaan di Bandara O’Hare Chicago, Roy Egan, dipecat karena menghina komunitas umat Islam Amerika-Afrika dan Amerika Latin via akun Facebook-nya. Dalam akun tersebut, ia mengatakan “Muslim Menjijikkan”, “Muslim Perlu Dibasmi”, “Bakar Islam”, dan perkataan-perkataan lainnya yang dinilai provokatif dan bernuansa kebencian terhadap Islam dan muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat dari pernyataan tersebut, komunitas muslim yang tergabung dalam Council on American-Islamic Relations (CAIR) Chicago melakukan protes keras kepada Egan dan  meminta kepada Kepala Administrasi Keamanan Transportasi (TSA) Bandara O’Hare untuk menindak karyawannya tersebut. Pihak manajemen Bandara O’Hare Chicago menindaklanjuti permintaan tersebut dengan memecat Egan dari tempat kerjanya meski telah bekerja selama sembilan tahun dan memilik track record yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut direktur eksekutif CAIR Chicago, Ahmed Rehab, perbatan Egan telah mempermalukan TSA dan melanggar standar nilai yang berlaku di masyarakat. Perbuatan Egan juga dinilai sebagai penghinaan terhadap komunitas  muslim serta kelompok masyarakat minoritas lainnya. Rehab berjanji akan menindak setiap karyawannya yang melakukan kesalahan serupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;25% PENDUDUK BRUSSELS BERAGAMA ISLAM&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah! Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Universitas Katolik Louvain di Belgia dan dipublikasikan media Belgia Jumat lalu meliris bahwa lebih dari 250 ribu (atau seperempat jumlah seluruh penduduk kota yang mencapai satu juta orang lebih)penduduk Brussels, Belgia, beragama Islam. Penelitian ini dilakukan oleh Felice Dasetto, seorang sosiolog dan profesor sebuah universitas, yang dianggap ahli dalam isu-isu yang berkaitan dengan muslim di Belgia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, saat ini di Belgia banyak terlihat komunitas Islam. Di Belgia telah berdiri beberapa masjid dan banyak muslimah yang menggunakan jilbab terlihat di berbagai sudut kota. Ini menandakan bahwa Belgia merupakan negara yang sangat toleran terhadap kebebasa beragama, tidak seperti negara-negara Eropa lainnya yang sangat mengawasi populasi umat Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Brussels adalah ibu kota politik Uni Eropa. Separuh warga Belgia tinggal di kota ini. Angka tersebut menempatkan Belgia di antara kota-kota Eropa lainnya dengan kehadiran muslim yang cukup besar, seperti Birmingham, Inggris. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;DAGING BABI BERLABEL HALAL PICU KEMARAHAN MUSLIM AFSEL&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orion, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang ekspor-import daging, menjadi sasaran kemarahan umat Islam di Afrika Selatan (Afsel). Hal ini berkaitan dengan ulah perusahaan tersebut yang memberikan label halal pada daging babi. Perusahan tersebut disinyalir mengimpor daging tersebut dari berbagai negara di Eropa. Kemarahan umat Islam bukan hanya dipicu oleh kasus ini saja. Sebelumnya perusahaan tersebut juga dituduh memberi label halal untuk daging Kangguru Australia dan Kerbau dari India.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat dari perbuatan tersebut, pihak Orion mendapat kecaman dari berbagai pihak yang merasa dirugikan. Bahkan, pimpinan Orion cabang Cape Town (Patrick Gaertner), mengaku telah menerima surat ancaman kematian sejak dugaan tersebut muncul dan mobil pengiriman pun dirusak oleh massa yang marah. Gaerter mengaku sebagai korban fitnah yang dilakukan oleh rival bisnisnya dan pihak Orion telah menuntut dua rival bisnisnya atas dugaan sabotase dan pemerasan. Orion menuduh rivalnya telah membayar beberapa karyawannya untuk menukarkan produk dan label sebelum dimuat ke dalam truk yang akan dikirim ke Gauteng, Afrika Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kejadian ini, otoritas muslim di Afrika melakukan aksi mosi tidak percaya terhadap Orion dan berencana akan mengadukan perusahaan tersebut kepada pihak yang berwenang untuk mencabut izin usahanya. [Ali, sumbar Rawstory.com, KUNA, BBC]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1452025240965642023-356435901601941770?l=majalahpercikaniman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/feeds/356435901601941770/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2011/12/kilas-dunia-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/356435901601941770'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/356435901601941770'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2011/12/kilas-dunia-islam.html' title='Kilas Dunia Islam'/><author><name>Majalah Percikan Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10398594625890799871</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1452025240965642023.post-3562903897318015800</id><published>2011-12-01T00:01:00.001+07:00</published><updated>2011-12-01T00:01:00.265+07:00</updated><title type='text'>Percik Sains</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;MATAHARI TERBIT DARI BARAT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ir. H. Bambang Pranggono, MBA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ibrahim berkata, ‘Maka sesungguhnya Allah mendatangkan matahari dari timur, maka datangkanlah dia dari barat, maka terdiamlah orang-orang kafir.’” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 258)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para mufasir menulis bahwa ayat tersebut menceritakan tentang debat antara Nabi Ibrahim dan Raja Namrud. Ketika Ibrahim berkata bahwa Tuhannya menghidupkan dan mematikan, Namrud menjawab bahwa dia juga bisa berbuat yang sama. Dihadirkanlah dua orang, satu di antara mereka diperintahkan untuk dibunuh dan yang lain dibebaskan oleh Raja Namrud. Lantas, Ibrahim menyatakan bahwa Allah menerbitkan matahari dari timur dan menantang Raja Namrud membuat matahari terbit dari barat. Maka, Namrud terdiam tidak bisa membantah.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Alusy dalam tafsir Ruhul-Ma’any mengulas ayat tersebut sebagai contoh tentang bagaimana memenangkan debat berdasar argumen yang kuat. Kalau sedikit cerdik, Raja Namrud bisa saja menangkisnya dengan mengeluarkan dekrit bahwa arah terbit matahari diganti namanya menjadi barat dan siapa pun yang membantah akan dibunuh. Dan, siapa yang dapat melawan hukuman mati Raja Namrud? Jadi, tampaknya bukan hanya Ibrahim yang cerdas, tapi Namrud juga tidak tangkas berdebat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, Sayid Quthb dalam Fi Dzilalil Qur’an menegaskan bahwa Ibrahim telah menggunakan dalil ilmu falak yang tidak pernah berubah. Sejak dahulu kala sampai kapan pun, matahari  selalu terbit dari timur. Itu adalah kepastian hukum alam. Maka, mustahil membalikkan terbitnya matahari dari barat. Akan tetapi, nanti dulu. Benarkah alam tidak pernah berubah? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buletin Geological Society of America (2008) menulis tentang fenomena pergeseran kutub bumi.  Adam Maloof (dari Princeton University) bersama Galen Halverson (dari Université Paul Sabatier, Prancis) telah meneliti sedimen di Svalbard, Norwegia. Mineral yang  terkandung dalam batuan kapur di sana ternyata memiliki dua orientasi arah kutub magnetik bumi. Tim riset menyimpulkan bahwa 800 juta tahun yang silam, kutub bumi pernah bergeser 60 derajat dari  posisi sekarang. Dan, dataran beriklim dingin saat ini dahulu kala pernah berada di daerah tropis. Sedangkan, kutub magnetik berpindah lebih cepat, hanya dalam 10 sampai 20 juta tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thomas Gold mengatakan bahwa andai kata bumi ini bulat sempurna dan permukaannya rata mulus sekali, maka sebatang korek api yang dijatuhkan akan seketika berubah sumbu putarnya.  Untunglah bumi ini agak benjol dan tidak rata sehingga bergesernya kutub agak lambat. Tetapi, para ahli menghitung bahwa efek pemanasan global telah menggeser sumbu bumi 1,5 cm per tahun.  Nah, apabila kutub utara bergeser menjadi kutub selatan, maka timur dan barat pun akan bertukar tempat. Artinya, matahari bisa terbit dari barat. Dan, ini pernah terjadi jutaan tahun lalu, pun akan berlangsung jutaan tahun mendatang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidakkah surat Al-Baqarah ayat ke-258 tersebut merupakan sinyal tentang kemungkinan itu? Bukan matahari yang akan tiba-tiba berbalik muncul dari barat, tetapi sumbu kutub bumi yang perlahan-lahan berpindah. Wallahu a’lam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1452025240965642023-3562903897318015800?l=majalahpercikaniman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/feeds/3562903897318015800/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2011/12/percik-sains.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/3562903897318015800'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/3562903897318015800'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2011/12/percik-sains.html' title='Percik Sains'/><author><name>Majalah Percikan Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10398594625890799871</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1452025240965642023.post-5725689437687642592</id><published>2011-11-01T00:21:00.000+07:00</published><updated>2011-11-01T00:21:00.210+07:00</updated><title type='text'>Fokus 1</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;AGAR WARISAN TIDAK MENIMBULKAN PERSELISIHAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harta tetaplah harta yang senantiasa berkilau menyilaukan dan kerap diperjuangkan atau diperebutkan oleh manusia, bahkan ketika ia hadir dalam bentuk warisan. Ya, ketika seharusnya almarhum didoakan agar arwahnya tenang di alam kubur sana, tak jarang beberapa ahli waris malah memperebutkan warisan. Terlebih jika almarhum meninggalkan warisan dalam jumlah yang tidak sedikit. Keserakahan dan tidak fahamnya aturan pembagian warisan merupakan kombinasi klop yang dapat memercikkan api persengketaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gara-gara berebut warisan, seorang ibu (tiri) mengusir anak (tiri)nya demi menguasai secara penuh warisan yang ditinggalkan suaminya. Gara-gara berebut warisan, dua orang kakak beradik tidak pernah bertegur sapa lagi setelah sebelumnya mereka saling gugat harta peninggalan orangtua di pengadilan. Gara-gara warisan pula, istri pertama dan kedua saling gugat sebidang tanah yang ditinggalkan mendiang suami mereka. Bahkan, seorang paman tidak segan membunuh ponakannya sendiri gara-gara birahi ingin menguasai warisan saudaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdengar klasik memang tapi begitulah berita di sejumlah media masa mengenai konflik keluarga memperebutkan harta warisan. Mungkin Anda bersyukur karena kejadian tersebut tidak menimpa keluarga Anda. Kami turut senang mendengarnya. Namun, hal tersebut bukan berarti Anda tidak harus mengantisipasi kejadian serupa. Ya, siapa yang bisa menjamin kerukunan keluarga Anda tidak akan terusik bila satu saat, satu di antara anggota keluarga gelap mata karena harta (warisan)?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada baiknya, sedari sekarang Anda mempelajari berbagai seluk beluk ilmu waris yang oleh Dr. H. Dedeng Rosiddin., M.Ag. dinilai sangat penting. Karena pentingnya, bahkan sampai-sampai Allah sendiri yang menentukan takarannya. Ya, dalam sejumlah keterangan Allah menjelaskan jatah harta warisan yang didapat oleh setiap ahli waris. Hal ini dilakukan mengingat harta dan pembagiannya merupakan sumber ketamakan bagi manusia. Dan, sebagaimana sering kita dengar kabarnya di berbagai media masa, perebutan harta warisan kerap merusak bahkan memutus tali silaturahmi dan persaudaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya, penyebab waris terdiri dari tiga hal; nikah dengan akad yang benar, nasab atau keturunan, serta perwalian yaitu ashobah yang disebabkan kebaikan seseorang terhadap budaknya dengan menjadikannya merdeka (maka dia berhak untuk mendapatkan waris). Tanpa bermaksud mendeskreditkan nikah siri, model pernikahan tersebut kerap mejadi cikal bakal konflik keluarga yang dapat pula berujung pada perebutan warisan. Dikarenakan akadnya yang tidak dilaksanakan secara terang-terangan (disaksikan oleh banyak orang), istri siri dan anak dari hasil pernikahan siri kerap dikesampingkan hak warisnya. Hal ini akan berbuntut panjang manakalah sang istri (demi memperjuangkan hak anaknya) menuntut hak pembagian waris sebagaimana terjadi pada salah seorang figur publik kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, ada tiga hal yang menjadi penyebab terhalangnya warisan. Ketiga hal tersebut adalah perbudakan, membunuh tanpa dasar dan perbedaan agama. Perbudakan mungkin tidak menjadi penyebab perselisihan karena memang praktek perbudakan sudah tidak ada lagi saat ini. Yang menjadi ironi adalah ketika salah seorang anggota keluarga tega membunuh anggota keluarganya yang lain untuk menguasai hak waris. Selain membunuh (tanpa alasan yang dibenarkan dalam Islam) adalah dosa besar, kasus pembunuhan gara-gara berebut warisan secara otomatis menghilangkan hak waris yang bersangkutan. Kalau sudah begini, bukankah orang tersebut sudah celaka dua kali? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian orang juga mempertentangkan perbedan jatah pembagian warisan untuk laki-laki yang lebih besar dari jatah pembagian warisan untuk perempuan. Menganggapi hal ini, Mamah Dedeh berpendapat bahwa keadilan yang hakiki itu datangnya dari Allah Swt. Bagi mereka yang menganggap ketentuan Al-Quran dan hadits kurang adil, Mamah Dedeh dengat tegas menyatakan bahwa sikap tersebut sama saja dengan meremehkan hukum Allah Swt. Sebenarnya, ada hikmah di balik perbedaan jatah tersebut yang jika dicermati lebih jauh tidak akan merugikan pihak mana pun. Hanya saja, nafsu kita akan harta benda menyebabkan setan masuk ke dalam hati dan membisikkan tuntutan yang sebenarnya tidak harus diajukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, selain memahami ilmu waris dengan benar, kontrol diri agar tidak tamak dan rakus terhadap warisan juga sangat diperlukan. Bukankah manusia akan meminta ‘bukit emas’ yang kedua setelah di tangannya tergenggam ‘bukit emas’ yang pertama? [Muslik]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1452025240965642023-5725689437687642592?l=majalahpercikaniman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/feeds/5725689437687642592/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2011/11/fokus-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/5725689437687642592'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/5725689437687642592'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2011/11/fokus-1.html' title='Fokus 1'/><author><name>Majalah Percikan Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10398594625890799871</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1452025240965642023.post-7563865181014514605</id><published>2011-11-01T00:20:00.000+07:00</published><updated>2011-11-01T00:20:00.640+07:00</updated><title type='text'>Fokus 2</title><content type='html'>CARA ISLAM MENGATUR WARISAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kematian adalah peristiwa yang pasti akan dialami oleh setiap manusia. Kesedihan dan kehilangan pasti akan dialami keluarga almarhum. Namun, kesedihan tersebut akan segera berubah menjadi ironi ketika keluarga yang ditinggalkan lebih memilih berebut warisan (atau biasa juga disebut tirkah) daripada mendoakan almarhum. Penggunaan dasar hukum yang berbeda kadang memperuncing pertikaian memperebutkan warisan.&lt;br /&gt;Sebagai agama yang sempurna, Islam mengatur segala sisi kehidupan manusia, termasuk di dalamnya hukum yang membahas tentang waris atau dalam istilah Arab disebut faraidl. Mengenai hal ini, Allah Swt. memerintahkan agar setiap orang yang beriman mengikuti ketentuan-ketentuan-Nya menyangkut hukum kewarisan sebagaimana yang termaktub dalam ayat Al-Quran berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hukum-hukum tersebut adalah ketentuan-ketentuan dari Allah, barang siapa yang taat pada (hukum-hukum) Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai, sedang mereka (akan) kekal di dalamnya. Dan yang demikian tersebut merupakan kemenangan yang besar. Dan barang siapa yang mendurhakai Allah dan RasulNya, serta melanggar ketentuan (hukum-hukum) Allah dan rasul-Nya, niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam api neraka, sedangkan mereka akan kekal di dalamnya, dan baginya siksa yang amat menghinakan” (Q.S. An-Nisaa [4] 13-14)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita definiskan, hukum waris adalah seperangkat ketentuan yang mengatur cara-cara peralihan hak dari seseorang yang telah meninggal dunia kepada orang yang masih hidup yang ketentuan-ketentuannya berdasarkan pada wahyu Ilahi yang terdapat dalam Al-Quran dan penjelasannya yang dijabarkan oleh Nabi Muhammad Saw. &lt;br /&gt;Dari definisi tersebut, dapat diketahui bahwa hukum kewarisan Islam merupakan hukum yang mengatur tentang peralihan kepemilikan harta dari orang yang telah meninggal dunia kepada orang yang masih hidup (yang berhak menerimanya) yang mencakup apa saja yang menjadi harta warisan, siapa-siapa saja yang berhak menerima, berapa besar porsi atau bagian masing-masing ahli waris, kapan dan bagaimana tata cara pengalihannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Apa Saja Harta Warisan Itu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Warisan menurut sebagian besar ahli hukum Islam ialah semua harta benda yang ditinggalkan oleh seseorang yang meninggal dunia, baik berupa benda bergerak maupun benda tetap. Termasuk di dalamnya adalah barang/uang pinjaman dan juga barang yang ada sangkut pautnya dengan hak orang lain, misalnya barang yang digadaikan sebagai jaminan atas hutangnya ketika pewaris masih hidup. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Siapa Saja yang Berhak Mendapatkan Warisan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ada dua jalur untuk mendapatkan warisan secara adil, yaitu melalui pewarisan absentantio dan pewarisan testamentair. Pewarisan absentantio merupakan warisan yang didapatkan berdasarkan Undang-undang. Dalam hal ini, sanak keluarga pewaris (almarhum yang meninggalkan warisan) adalah pihak yang berhak menerima warisan yang dibagi menjadi empat golongan; yaitu anak, istri atau suami, adik atau kakak, dan kakek atau nenek. Pada dasarnya, keempatnya adalah saudara terdekat dari pewaris.&lt;br /&gt;Sedangkan, pewarisan secara testamentair/wasiat merupakan penunjukan ahli waris berdasarkan surat wasiat. Dalam jalur ini, pemberi waris akan membuat surat yang berisi pernyataan tentang yang akan dikehendakinya setelah pemberi waris meninggal. Ini semua termasuk prosentase berapa harta yang akan diterima oleh setiap ahli waris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Siapa Saja yang Tidak Berhak Menerima Warisan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Meskipun seseorang sebenarnya berhak mendapatkan warisan baik secara absentantio atau testamentair, tetapi di dalam Kitab Undang-undang Hukum Perdata telah ditentukan beberapa hal yang menyebabkan seorang ahli waris dianggap tidak patut menerima warisan. Mereka adalah:&lt;br /&gt;1. Orang yang dengan putusan hakim telah dinyatakan bersalah dan dihukum karena membunuh atau telah mencoba membunuh pewaris.&lt;br /&gt;2. Orang yang menggelapkan, memusnahkan dan memalsukan surat wasiat atau dengan memakai kekerasan telah menghalang-halangi pewaris untuk membuat surat wasiat menurut kehendaknya sendiri.&lt;br /&gt;3. Orang yang karena putusan hakim telah terbukti memfitnah orang yang meninggal dunia dan berbuat kejahatan sehingga diancam dengan hukuman lima tahun atau lebih.&lt;br /&gt;4. Orang yang telah menggelapkan, merusak, atau memalsukan surat wasiat dari pewaris.Dengan dianggap tidak patut oleh Undang-Undang, bila warisan sudah diterimanya, maka ahli waris terkait wajib mengembalikan seluruh hasil dan pendapatan yang telah dinikmatinya sejak ia menerima warisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Perbedaan Hak Waris Antara Laki-laki dan Perempuan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan ayat berikut ini. “Dan bagimu (suami-suami) seperdua dari harta yang ditinggalkan oleh istri-istrimu, jika mereka tidak mempunyai anak. Jika istri-istrimu itu mempunyai anak, maka kamu mendapat seperempat dari harta yang ditinggalkannya sesudah dipenuhi wasiat yang mereka buat atau (dan) sesudah dibayar utangnya. Para istri memperoleh seperempat harta yang kamu tinggalkan jika kamu tidak mempunyai anak. Jika kamu mempunyai anak, maka para istri memperoleh seperdelapan dari harta yang kamu tinggalkan sesudah dipenuhi wasiat yang kamu buat atau (dan) sesudah dibayar utang-utangmu. Jika seseorang mati, baik laki-laki maupun perempuan yang tidak meninggalkan ayah dan tidak meninggalkan anak, tetapi mempunyai seorang saudara laki-laki (seibu saja) atau seorang saudara perempuan (seibu saja), maka bagi masing-masing dari kedua jenis saudara itu seperenam harta. Tetapi jika saudara-saudara seibu itu lebih dari seorang, maka mereka bersekutu dalam yang sepertiga itu, sesudah dipenuhi wasiat yang dibuat olehnya atau sesudah dibayar hutangnya dengan tidak memberi mudarat (kepada ahli waris). (Allah menetapkan yang demikian itu sebagai) syariat yang benar-benar dari Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Penyantun.” (Q.S. An-Nisaa [4]: 12)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat tersebut menerangkan bahwa bagian ahli waris istri sebesar seperempat (1/4) warisan jika pewaris tidak meninggalkan anak. Bila pewaris meninggalkan anak, maka istri mendapat seperdelapan (1/8) bagian yang diterimanya. Mungkin ada di antara kita yang bertanya, mengapa bagian kaum laki-laki dua kali lipat bagian kaum wanita? Padahal, kaum wanita jauh lebih banyak membutuhkannya karena di samping memang lemah, mereka juga sangat membutuhkan bantuan baik moril maupun materiil, bukan?&lt;br /&gt;Menjawab pertanyaan tersebut, berikut beberapa argumen atau hikmah yang telah Allah tetapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum wanita selalu harus terpenuhi kebutuhan dan keperluannya. Dalam hal nafkah, kaum wanita wajib diberi oleh ayahnya, saudara laki-lakinya, anaknya, atau siapa saja yang mampu di antara kaum laki-laki kerabatnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum wanita tidak diwajibkan memberi nafkah kepada siapa pun. Sebaliknya, kaum lelakilah yang mempunyai kewajiban untuk memberi nafkah kepada keluarga dan kerabatnya, serta siapa saja yang diwajibkan atasnya untuk memberi nafkah dari kerabatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nafkah (pengeluaran) kaum laki-laki jauh lebih besar dibandingkan kaum wanita. Dengan demikian, kebutuhan kaum laki-laki untuk mendapatkan dan memiliki harta jauh lebih besar dan banyak dibandingkan kaum wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum laki-laki diwajibkan untuk membayar mahar kepada istrinya, menyediakan tempat tinggal baginya, memberinya makan, minum dan sandang. Dan, ketika telah dikaruniai anak, ia berkewajiban untuk memberinya sandang, pangan dan papan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebutuhan pendidikan anak, pengobatan jika anak sakit (termasuk istri) dan lainnya, seluruhnya dibebankan hanya pada pundak kaum laki-laki dan bukan di pundak perempuan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kelima argumen tersebut, jelas tergambar bahwa kaum perempuan tidak dirugikan. Meski jumlahnya kalah besar, kaum wanita sama-sama menerima hak waris sebagaimana halnya kaum laki-laki dan mereka tidak terbebani dan tidak berkewajiban untuk menanggung nafkah keluarga. Artinya, kaum wanita berhak untuk mendapatkan hak waris, tetapi tidak memiliki kewajiban untuk mengeluarkan nafkah. Syariat Islam tidak mewajibkan kaum wanita untuk membelanjakan harta miliknya meski sedikit, baik untuk keperluan dirinya atau keperluan anak-anaknya (keluarganya) selama masih ada suaminya. Ketentuan ini tetap berlaku sekalipun wanita tersebut kaya raya dan hidup dalam kemewahan. Sebab, suamilah yang berkewajiban membiayai semua nafkah dan kebutuhan keluarganya; khususnya dalam hal sandang, pangan, dan papan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, tidak ada lagi alasan kaum perempuan cekcok berebut warisan karena menganggap bagiannya lebih kecil dari kaum pria, bukan? [Ali]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1452025240965642023-7563865181014514605?l=majalahpercikaniman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/feeds/7563865181014514605/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2011/11/fokus-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/7563865181014514605'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/7563865181014514605'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2011/11/fokus-2.html' title='Fokus 2'/><author><name>Majalah Percikan Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10398594625890799871</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1452025240965642023.post-8165406234394286741</id><published>2011-11-01T00:19:00.000+07:00</published><updated>2011-11-01T00:19:00.453+07:00</updated><title type='text'>Fokus 3</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;BEREBUT WARISAN ITU MENGUNDANG MURKA ALLAH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mamah Dedeh (Ustadzah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, harta warisan baik berupa perhiasan, tanah, rumah dan aset keluarga lainnya kerap menimbulkan perselisihan. Menurut Mamah Dedeh, sengketa dalam pembagian warisan bisa disebabkan karena harta tersebut baru dibagi setelah sekian lama almarhum wafat. Ada juga (perebutan warisan) karena kedudukan harta yang tidak jelas. Atau, bisa juga disebabkan karena di antara ahli waris ada yang memanipulasi harta peninggalan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak dampak yang ditimbulkan dari sengketa perselisihan pembagian waris. “Dampak buruk bagi ahli waris adalah dapat merusak hubungan kekeluargaan atau memutuskan hubungan silahturahmi  antar anggota keluarga. Maka, masalah waris ini tidak bisa dianggap remeh. Hal yang paling bijak dan benar adalah dengan memahami aturan Allah Swt. Kembalikan segala persoalan pada tuntunan Al-Quran dan hadits,” jelas Mamah Dedeh ketika ditemui MaPI beberapa waktu yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut, kata Mamah Dedeh, masalah hukum waris merupakan persoalan yang sangat penting untuk dipelajari karena berkaitan dengan kehidupan antar ahli waris. Rasulullah Saw. memerintahkan umatnya untuk belajar dan mengajarkan hukum waris (faraidh) ini agar tidak terjadi perselisihan dalam pembagian harta peninggalan almarhum. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasul Saw., “Pelajarilah Al-Quran dan ajarkanlah kepada orang-orang dan pelajarilah ilmu faraidh serta ajarkanlah kepada orang-orang karena saya adalah orang yang bakal direnggut mati, sedang ilmu itu bakal diangkat. Hampir-hampir saja dua orang yang bertengkar tentang pembagian pusaka, maka mereka berdua tidak menemukan seorang pun yang sanggup memfatwakannya kepada mereka.” (H.R. Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai ketentuan pembagian warisan, Allah Swt. berfirman yang artinya: “Allah mensyariatkan bagimu tentang (pembagian pusaka untuk) anak-anakmu. Yaitu, bagian seorang anak laki-laki sama dengan bagian dua orang anak perempuan; dan jika anak itu semuanya perempuan lebih dari dua, maka bagi mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan; jika anak perempuan itu seorang saja, maka ia memperoleh separuh harta. Dan untuk dua orang ibu-bapak bagi masing-masingnya seperenam dari harta yang ditinggalkan, jika yang meninggal itu mempunyai anak; jika orang yang meninggal tidak mempunyai anak dan ia diwarisi oleh ibu-bapaknya (saja), maka ibunya mendapat sepertiga; jika yang meninggal itu mempunyai beberapa saudara, maka ibunya mendapat seperenam. (Pembagian-pembagian tersebut di atas) sesudah dipenuhi wasiat yang ia buat atau (dan) sesudah dibayar utangnya. (Tentang) orang tuamu dan anak-anakmu, kamu tidak mengetahui siapa diantara mereka yang lebih dekat (banyak) manfaatnya bagimu. Ini adalah ketetapan dari Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (Q.S. An-Nisaa [4]: 11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat tersebut, jelas tergambar aturan pembagian (warisan) antara laki-laki dan perempuan. Lalu, bagaimana bila hal itu dianggap tidak adil oleh kaum perempuan? Menurut Mamah Dedeh, keadilan yang hakiki itu datangnya dari Allah Swt. Maka, bagi siapa pun yang menganggap ketentuan Al-Quran dan hadits kurang adil, maka ia jelas-jelas sudah meremehkan hukum Allah Swt. “Apabila pewaris (orang yang meninggal) hanya mempunyai seorang anak laki-laki dan seorang anak perempuan, maka harta peninggalannya dibagi untuk keduanya. Anak laki-laki mendapat dua bagian, sedangkan anak perempuan satu bagian. Tapi jika ahli waris berjumlah banyak, terdiri dari anak laki-laki dan anak perempuan, maka bagian untuk laki-laki dua kali lipat bagian anak perempuan,” kata Mamah Dedeh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kasusnya lain, seperti jika bersama anak (sebagai ahli waris) ada ashhabul furudh (seperti suami/istri atau ayah/ibu), Mamah Dedeh menyarankan agar yang harus diberi (warisan) terlebih dahulu adalah ashhabul furudh. Setelah itu, barulah sisa harta peninggalan yang ada dibagikan kepada anak. Bagi anak laki-laki dua bagian, sedangkan bagi anak perempuan satu bagian. Dan, jika pewaris hanya meninggalkan satu anak laki-laki, maka anak tersebut mewarisi seluruh harta peninggalan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Islam mengatur secara mutlak agar kita membicarakan warisan sebelum meninggal untuk menghindari konflik dalam keluarga? Secara tegas Mamah Dedeh mengataan bahwa secara fikih tidak gamblang kalimatnya demikian. Tapi, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan apalagi dapat merusak iman dan takwa ahli waris, maka perbincangan (pembagian warisan) antara orangtua dan anak bisa saja dilakukan. Memang, kata Mamah Dedeh, hal ini biasanya hanya dilakukan oleh orang-orang yang memiliki harta melimpah. Namun demikian, jangan sampai pembicaraan keluar dari aturan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berebut harta waris, apalagi menimbulkan pecahnya persaudaraan di antara anggota keluarga, merupakan perilaku yang tidak disukai oleh Allah Swt. “Makanya, jangan sekali-kali merebutkan harta waris. Apalagi hanya menggunakan teori untung rugi berdasarkan pemikiran masing-masing anggota keluarga. Justru, kita perlu mempelajari hukum waris atau ilmu faraidl ini agar harta yang dibagikan menjadi barokah dan hubungan keluarga tetap harmonis. Karena, memperselisihkan harta peninggalan orangtua akan mengundang murka Allah Swt.” pungkas Mamah Dedeh. [Ahmad]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1452025240965642023-8165406234394286741?l=majalahpercikaniman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/feeds/8165406234394286741/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2011/11/fokus-3.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/8165406234394286741'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/8165406234394286741'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2011/11/fokus-3.html' title='Fokus 3'/><author><name>Majalah Percikan Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10398594625890799871</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1452025240965642023.post-2853894886933513748</id><published>2011-11-01T00:18:00.000+07:00</published><updated>2011-11-01T00:18:00.101+07:00</updated><title type='text'>Fokus 4</title><content type='html'>MEMAHAMI ILMU WARIS MENDEKATKAN PADA KEMASLAHATAN&lt;br /&gt;Dr. H. Dedeng Rosiddin., M.Ag.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aturan ilmu waris diterangkan sendiri oleh Allah Swt. dalam Al-Quran. Maka, bila warisa menimbulkan masalah bagi para ahli warisnya, maka penyelesaiannya mudah, yaitu dengan meyerahkan semua pada Al-Quran dan sunnah Rasul Saw. Tapi, bila warisan dibahas dengan sifat  tamak, emosi, ingin menang dan benar menurut pandangan sendiri, niscaya akan menimbulkan perselisihan. Demikian disampaikan oleh Dr. H. Dedeng Rosiddin., M.Ag saat ditemui MaPI di Pesantren Islam Pajagalan. Lebih lengkap, berikut kutipan wawancara MaPI dengan Dedeng Rosiddin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Agar tidak berebut warisan, apa sebaiknya yang harus kita lakukan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kita perlu benar-benar menjadi hamba yang taat dan takut kepada Rabb. Kita juga harus memahami ilmu waris sebagaimana yang diajarkan dalam Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Sa’d bin Abi Waqqash r.a. Pada tahun Haji penghabisan (wada’), aku mengalami sakit parah dan Nabi Muhammad Saw. mengunjungiku seraya mendoakan kesehatanku. Aku berkata kepada Nabi Muhammad Saw., “Aku lemah karena sakitku yang parah ini padahal aku kaya dan aku tidak punya ahli waris kecuali seorang anak perempuan. Haruskah aku menyedekahkan dua pertiga kekayaanku?” Nabi Muhammad Saw. pun bersabda, “Tidak”. Aku berkata, “Setengah?” Nabi Muhammad Saw. bersabda, “Tidak”. Kemudian Nabi Muhammad Saw. bersabda, “Sepertiga. Bahkan, sepertiga telah cukup banyak. Lebih baik kamu meninggalkan ahli warismu dalam keadaan berkecukupan daripada meninggalkan mereka dalam keadaan miskin, mengemis kepada orang lain. Kau akan memperoleh pahala dari sedekah yang dikeluarkan dengan niat karena Allah, bahkan untuk yang kau suapkan dalam mulut istrimu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap tersebut menunjukan bahwa Rasul Saw. amat menekankan agar umat Islam mempersiapkan dan menciptakan generasi yang sejahtera. Dalam hal waris, harta tersebut bukan untuk dijadikan lahan penghasilan. Harta warisan mengandung amanah yang harus membawa nilai kemashalatan. Maka, bila ada perselisihan dalam hal pembagian harta warisan, Islam menganjurkan agar kita gemar bermusyawarah. Firman Allah Swt., “...dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya.” (Q.S. Ali-Imron [3]: 159). Jika keluarga tetap berselisih mengenai pembagian warisan, maka tentu saja cara penyelesaiannya bukan dengan musyawarah, tetapi bersama-sama kembali pada Al-Quran dan hadits yang shahih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Seberapa penting kita mempelajari ilmu waris?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Swt. dengan tegas telah menerangkan bahwa ilmu waris itu harus dipelajari dan dipahami sehingga menjadi tuntunan dalam bermuamalah. Secara khusus, Rasulullah Saw. bersabda: “Barangsiapa yang tidak menerapkan hukum waris yang telah diatur Allah Swt., maka ia tidak akan mendapat warisan surga.” (H.R. Mutafaq ‘alaih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Apa saja yang digariskan dalam Islam mengenai pembagian warisan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, hal tersebut terangkum dalam beberapa keterangan berikut.&lt;br /&gt;“Allah mensyariatkan bagimu tentang (pembagian pusaka untuk) anak-anakmu. Yaitu: bahagian seorang anak lelaki sama dengan bahagian dua orang anak perempuan; dan jika anak itu semuanya perempuan lebih dari dua, maka bagi mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan; jika anak perempuan itu seorang saja, maka ia memperoleh separo harta. Dan untuk dua orang ibu-bapak, bagi masing-masingnya seperenam dari harta yang ditinggalkan, jika yang meninggal itu mempunyai anak; jika orang yang meninggal tidak mempunyai anak dan ia diwarisi oleh ibu-bapaknya (saja), maka ibunya mendapat sepertiga; jika yang meninggal itu mempunyai beberapa saudara, maka ibunya mendapat seperenam. (Pembagian-pembagian tersebut di atas) sesudah dipenuhi wasiat yang ia buat atau (dan) sesudah dibayar utangnya. (Tentang) orang tuamu dan anak-anakmu, kamu tidak mengetahui siapa di antara mereka yang lebih dekat (banyak) manfaatnya bagimu. Ini adalah ketetapan dari Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Dan bagimu (suami-suami) seperdua dari harta yang ditinggalkan oleh istri-istrimu, jika mereka tidak mempunyai anak. Jika istri-istrimu itu mempunyai anak, maka kamu mendapat seperempat dari harta yang ditinggalkannya sesudah dipenuhi wasiat yang mereka buat atau (dan) sesudah dibayar utangnya. Para istri memperoleh seperempat harta yang kamu tinggalkan jika kamu tidak mempunyai anak. Jika kamu mempunyai anak, maka para istri memperoleh seperdelapan dari harta yang kamu tinggalkan sesudah dipenuhi wasiat yang kamu buat atau (dan) sesudah dibayar utang-utangmu. Jika seseorang mati, baik laki-laki maupun perempuan yang tidak meninggalkan ayah dan tidak meninggalkan anak, tetapi mempunyai seorang saudara laki-laki (seibu saja) atau seorang saudara perempuan (seibu saja), maka bagi masing-masing dari kedua jenis saudara itu seperenam harta. Tetapi jika saudara-saudara seibu itu lebih dari seorang, maka mereka bersekutu dalam yang sepertiga itu, sesudah dipenuhi wasiat yang dibuat olehnya atau sesudah dibayar hutangnya dengan tidak memberi mudarat (kepada ahli waris). (Allah menetapkan yang demikian itu sebagai) syariat yang benar-benar dari Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Penyantun.” (Q.S. An-Nisaa [4]: 11-12)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah: “Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu): jika seorang meninggal dunia, dan ia tidak mempunyai anak dan mempunyai saudara perempuan, maka bagi saudaranya yang perempuan itu seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mempusakai (seluruh harta saudara perempuan), jika ia tidak mempunyai anak; tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan oleh yang meninggal. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki dan perempuan, maka bahagian seorang saudara laki-laki sebanyak bahagian dua orang saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, supaya kamu tidak sesat. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (Q.S. An-Nisaa [4]: 176)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus untuk seorang istri, ia mendapat seperempat dari peninggalan suaminya jika sang suami tidak memiliki keturunan. Dan, istri mendapat waris seperdelapan dari suami jika dia (suami) memiliki keturunan, baik itu darinya ataupun dari istrinya yang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Bagaimana seharusnya bersikap ketika kita mengalami pembagian warisan yang tidak sesuai hukum Islam?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila proses dalam pembagian harta waris tidak sesuai dengan apa yang diperintah Al-Quran dan sunnah, maka bukan berati Islam melarang hukum tersebut (misalnya hukum adat dan negara). Bila hukum adat dan hukum negara tersebut merujuk pada hukum yang telah ditentukan Al-Quran dan hadits, maka justru kita wajib untuk menaati bahkan mengamalkannya. Contohnya adalah hukum waris di Negara kita yang terangkum dalam Kompilasi Hukum Islam yang notabene merujuk pada keterangan Al-Quran dan sunnah Rasul. Kompilasi ini menjadi pedoman Pengadilan Agama untuk menyelesaikan sengketa waris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pesan ustadz untuk pembaca MaPI?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insya Allah, penjelasan tadi dapat menerangakan betapa ilmu waris adalah ilmu yang bertujuan mulia. Dalam ilmu waris ada keadilan, kebersamaan dan kemaslahatan bersama. Oleh karena itu, suatu hal yang aneh bila kita mencari hukum selain hukum dari Allah.  Mari kita renungkan ayat ke-50 surat Al-Maidah yang artinya, “Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?” Tentu saja, Allah adalah Dzat yang paling bijaksana dalam mengambil keputusan sebagaimana firmannya dalam ayat ke-8 surat At-Tiin yang arinya, “Bukankah Allah hakim yang seadil-adilnya?” [Ahmad]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1452025240965642023-2853894886933513748?l=majalahpercikaniman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/feeds/2853894886933513748/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2011/11/fokus-4.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/2853894886933513748'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1452025240965642023/posts/default/2853894886933513748'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpercikaniman.blogspot.com/2011/11/fokus-4.html' title='Fokus 4'/><author><name>Majalah Percikan Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10398594625890799871</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1452025240965642023.post-4834211143965400713</id><published>2011-11-01T00:17:00.000+07:00</published><updated>2011-11-01T00:17:00.792+07:00</updated><title type='text'>Fokus 5</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;EMPAT HAL YANG WAJIB DIKETAHUI DALAM HUKUM WARIS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Prof. Dr. H. Atjep Djazuli &lt;br /&gt;(Dosen Pasca Sarjana UIN &amp; Ketua Dewan Syariah Bank BJB Syariah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum waris adalah bagian dari syariat Islam. Karenanya, dalam membuat peraturan dan mengimplementasikannya secara praktis, para ahli hukum harus merujuk pada Al-Quran dan hadits Rasulullah Saw. Berbicara hukum waris dalam Islam, kita akan bersentuhan dengan istilah faraidl yang secara bahasa berarti kadar atau bagian. Dalam hal ini, kita pun dituntut untuk mengetahui empat prinsip dasar pembagian warisan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pertama, tulus dan jujur serta penghambaan diri. Prinsip ini diperlukan untuk menaati segala ketentuan Al-Quran dan hadits. Penjelasan umum angka 2 (dua) alinea keenam Undang-undang Nomor 7 tahun 1989 Tentang Peradilan Agama memberi hak opsi kepada para pihak untuk bebas menentukan pilihan hukum waris mana yang akan dipergunakan dalam menyelesaikan pembagian waris, telah dinyatakan dihapus oleh UU No. 3 Tahun 2006 Tentang Peru
